BAB II TINJAUAN PUSTAKA
2.2.2 Teori-teori Perdagangan Internasional
2.2.2.1 Teori Perbedaaan Biaya Mutlak / Absolute Advantage : Adam Smith Berdasarkan pokok pikiran Adam Smith dalam teori perdagangan internasional bahwa hubungan perniagaan antara negara pada umumnya, tersedia karena terdapat perbedaan biaya mutlak, yaitu perbedaan biaya
yang terjadi/ditimbulkan oleh faktor-faktor khusus yang dimiliki oleh suatu negara dan tidak dimiliki oleh negara lain, misalnya faktor keadaan dan kekayaan alam yang menguntungkan suatu negara.
Akibat perbedaan-perbedaan biaya mutlak tersebut, maka untuk sejenis barang dapat dihasilkan dengan biaya lebih murah dari pada negara lain. Perbedaan biaya mutlak itu kemudian memberikan keuntungan yang mutlak (Absolute Advantage) kepada negara yang bersangkutan.
Jadi dapat disimpulkan keuntungan mutlak itu diperoleh karena adanya perbedaaan-perbedaan yang mutlak sifatnya, yaitu perbedaan biaya yang disebabkan karena adanya perbedaan faktor produksi antar negara yang satu dengan negara yang lain, jadi keuntungan mutlak (Absolute
Advantage) timbul karena adanya perbedaan biaya mutlak, menurut
konsep perbedaan biaya mutlak, setiap negara akan mengkhususkan diri (mengadakan spesialisasi) dalam memproduksi barang-barang yang memberikan keuntungan mutlak. Dengan kata lain bahwa suatu negara akan mengimpor barang-barang yang diproduksinya sendiri kurang menguntungkan atau merugikan (Sobri, 2001 : 23).
2.2.2.2 Teori Perbedaan Biaya yang Dibandingkan / Law of Comparative Cost : David Ricardo
Menurut Ricardo berpendapat bahwa didunia ini, disuatu pihak terdapat negara yang faktor produksinya, seperti tenaga kerja dan alam lebih menguntungkan, dan di pihak lain ada negara yang faktor produksinya tidak atau kurang menguntungkan dibandingkan negara
pertama, sehingga dalam menghasilkan beberapa barang itu negara pertama lebih unggul dan telah produktif daripada negara kedua, bahkan negara kedua, itu tertinggal dalam menghasilkan beberapa barang tertentu. Dengan demikian menurut Adam Smith dalam konsep perbedaan biaya mutlak, kedua belah pihak Negara itu tidak dapat mengadakan hubungan pertukaran atau perdagangan. Tetapi menurut David Ricardo sekalipun suatu Negara itu tertinggal dalam segala rupa, ia dapat juga ikut serta dalam perdagangan internasional asalkan Negara itu menghasilkan sejenis barang yang paling produktif dibandingkan dengan Negara yang lainnya. Jelasnya, menurut “Teori Perbedaan Biaya Mutlak” salah satu dari
Negara yang melakukan perdagangan internasional itu harus mutlak lebih produktif dalam menghasilkan sejenis barang.
Selain itu David Ricardo juga berpendapat bahwa pelaksanaan pertukaran barang yang satu dengan yang lain sudah barang tentu tidak dapat dipisahkan dengan prisip-prinsip penawaran dan permintaan dari pihak yang melakukan pertukaran itu. Spesialisasi yang timbul karena alasan Absolute Advantage ataupun alasan yang bersifat Comparativee
Advantage, merupakan salah satu dalam pertukaran, yaitu pihak
penawarannya. Sedangkan permintaan barulah dikemukakan oleh J.S Mill dalam teorinya yang terkenal dengan nama Law Of Recripocal Demand (Sobri, 2001 : 26)
2.2.2.3 Law Of Reciprocal Demand : John Stuart Mill (1806-1873)
Teori perdagangan internasional dan J.S Mill bersifat melanjutkan teori comparative cost dari Ricardo, yaitu melanjutkan dengan jalan mencari letak titik keseimbangan pertukaran antar dua barang yang saling dipertukarkan oleh dua Negara.
Untuk mencapai keseimbangan, seharusnya ada keseimbangan penawaran dan permintaan. Pada kenyataannya penawaran dan permintaan menentukan jumlah barang yang diekspor dan barang yang diimpor, sekaligus menentukan harga barang yang dipertukarkan.
Menurut J.S Mill mengemukakan pendapatnya tentang The
Equation Of Intenational Demand. Dimana pada prinsipnya,
keseimbangan pertukaran antara kedua barang itu terjadi bila jumlah barang yang diminta oleh suatu negara (A) kepada negara lain (B), sama dengan jumlah barang yang diminta oleh suatu negara B atas barang-barang yang dihasilkan oleh negara A. Jadi antar dua negara A dan B itu saling memerlukan. Permintaan atas suatu barang yang dihasilkan oleh negara lain haruslah dapat dipenuhi, bila besarnya permintaan itu sama dengan jumlah yang ditawarkan oleh negara tersebut dalam hal ini dapat dinyatakan bahwa Ricardo mengemukakan faktor supply (penawaran), dan J.S Mill mengemukakan faktor demand (permintaan) sehingga terbentuklah keseimbangan (Sobri, 2001 : 36)
2.2.2.4 Permintaan dan Penawaran Dalam Perdagangan
Perdagangan antar negara dapat dipandang dari segi permintaan dan penawaran. Tegasnya perdagangan internasional terjadi karena adanya perbedaaan Permintaan dan Penawaran. Sisi permintaan dan setiap pasar ditentukan oleh selera dan pendapatan para konsumen. Dimana selera konsumen sangat dipengaruhi oleh tingkat pendapatan, dan karenya tingkat pendapatan perkapita suatu bangsa menentukan jenis barang-barang yang akan diminta. Kendala selera dan pendapatan ini menentukan bagaimana kuantitas barang yang diminta akan bereaksi terhadap perubahan harga.
Gambar 1 : Kurva Permintaan
P1
Q1 Q1 Q P
P2
Sumber : Samuelson, (2003). Pengantar Teori Ekonomi Mikro, Media
Global Edukasi
Sedangkan sisi penawaran dari setiap pasar ditentukan oleh biaya produksi dan kualitas faktor-faktor produksi dalam negara satu dengan negara lain.
Gambar 2 : Kurva Penawaran P S Q1 Q2 Q3 P3 P2 P1 Q
Sumber : Samuelson, (2003). Pengantar Teori Ekonomi Mikro, Media
Global Edukasi
Begitu mengetahui kurva permintaan yang menghubungkan jumlah barang yang diminta terhadap harganya, dapat dikombinasikan dengan kurva penawaran yang diturunkan dari kondisi biaya. Hal ini dimaksudkan untuk memperlihatkan efek perdagangan internasional terhadap produksi, konsumsi dan harga (Lindert dan Kindleberger, 1993:48).
Dalam perdagangan internasional, keinginan untuk memperdagangkan suatu barang adalah perbedaan (horizontal) antara permintaan dan penawaran dalam jalur perdagangan akan menentukan harga barang dan kualitas yang dihasilkan, diperdagangkan, dan dikonsumsikan. Harga akhir yang diciptakan oleh perdagangan dapat ditentukan jika analisis mengandung kurva permintaan dan penawaran, hanya ada satu nisbah (rasio) perdagangan dimana permintaan dunia dan
penawaran dunia berada dalam keseimbangan (Lindert dan Kindleberger, 1993:50).
Pergeseran atau perubahan permintaan luar negeri dapat terjadi dimana permintaan hasil-hasil produksinya mengalami perubahan. Perubahan permintaan luar negeri disebabkan antara lain oleh : faktor-faktor penawaran saingan kita, perubahan pendapatan luar negeri itu sendiri, dan faktor-faktor dalam penawaran kita sendiri.
Perubahan-perubahan itu misalnya perubahan harga penawaran, perubahan kualitas atau mutu barang yang ditawarkan. Demikian pula bila saingan-saingan kita menawarkan barang ekspornya dengan harga yang lebih rendah, maka permintaannya akan bertambah dan permintaan barang ekspor kita akan berkurang. Berubahnya pendapatan luar negeri dengan sendirinya juga akan menyebabkan berubahnya permintaan barang-barang ekspor kita (income elasticity of demand). Bila pendapatan luar negeri itu bertambah, maka mereka akan berpindah pilihannya kepada barang-barang yang lebih baik, sebaliknya bila pendapatan berkurang perubahan permintaan itu akan menuju barang-barang yang kualitasnya lebih rendah. Kedua hal tersebut menyebabkan permintaan barang kita berkurang. Selanjutnya bila permintaan atas barang kita berkurang, ekspor kita pun berkurang. Oleh sebab itu bila pengurangan ekspor kita ini menjadikan tekanan neraca pembayaran internasional kita.
Karena itu untuk terhindar dari tekanan permintaan ini, maka dapat dilakukan dengan menjaga kestabilan harga komoditi serta peningkatan akses dan mutu barang yang ditawarkan (Sobri, 2001:185)