BAB III TINJAUAN KASUS
F. TERAPI FARMAKOLOGI
-70-150 g/dL 103/UL % % % % % % 106/UL 103/UL fl pg g/dL menit menit -mg/dl H
Hasil Pemeriksaan Laboratorium Hematologi tanggal 30 Oktober 2013, pukul 18.00 WIB Hasil post op SC Nilai normal Satuan Interpretas i Hemoglobin 11.8 11,7-15,5 g/dL F. TERAPI FARMAKOLOGI
Terapi post operasi (30 Oktober 2013) 1. Cefotaxime 2x1 gr
2. Ketorolac 3x30 mg
Terapi oral (30 Oktober 2013 pukul 22.00 WIB) 1. Asam mefenamat 3x500 mg
2. Sulfasferos 1x1 tablet
No. Nama obat Indikasi Kontraindikasi Efek samping
1. Cefotaxime Infeksi saluran pernafasan bagian bawah, infeksi saluran kemih & kelamin, gonore, infeksi kulit & jaringan lunak, infeksi dalam perut termasuk peritonitis (radang selaput perut), infeksi tulang & sendi, infeksi susunan saraf pusat (meningitis/radang selaput otak). Hipersensitifitas terhadap Sefalosporin. Demam, gatal-gatal, urtikaria (biduran/kaligata), sindroma Steven-Johnson, syok anafilaksis (jarang). Trombositopenia, eosinofilia, leukopenia, vaginitis, moniliasis. 2. Ketorolac Ketorolac tromethamine merupakan suatu analgesik non-narkotik. Obat ini merupakan obat anti-inflamasi nonsteroid yang menunjukkan aktivitas antipiretik yang lemah dan anti-inflamasi. Ulkus peptikum aktif, penyakit serebrovaskular, diatesis hemoragik, sindrom polip nasal, hipovolemia, gangguan ginjal, riwayat asma. Ospentyfilline, Probenecid atau garam lithium. Kehamilan, persalinan, melahirkan atau laktasi.
Diare, dispepsia, nyeri gastrointestinal, nausea. Sakit kepala, pusing, mengantuk, berkeringat.
3. Oksitosin Induksi persalinan
yang umur
kandungannya cukup, mengendalikan
perdarahan sesudah melahirkan, terapi tambahan pada aborsi spontan/aborsi karena kelainan, merangsang laktasi pada kasus
Disproporsi sefalopelvik, plasenta previa, kelainan letak / presentasi janin, riwayat sectio cesarea (risiko ruptura uteri lebih tinggi). Stimulasi berlebih pd uterus Kerja antidiuretik Mual Reaksi hipersensitivitas Vasokontriksi pembuluh darah umbilikus
No. Nama obat Indikasi Kontraindikasi Efek samping kegagalan ejeksi ASI.
4. Methergin Penanganan aktif stadium ke-3 proses kelahiran, atonia (tidak adanya tegangan atau kekuatan
otot)/perdarahan rahim, perdarahan dalam masa nifas, subinvolusi
(mengecilnya kembali rahim sesudah persalinan hampir seperti bentuk asal), lokiometra
(pembendungan getah nifas di dalam rongga rahim). Wanita hamil, belum terjadi penurunan kepala tetapi persalinan telah memasuki stadium pertama dan kedua, hipertensi berat, toksemia hipertensif, penyakit sumbatan pembuluh darah, sepsis (reaksi umum disertai demam karena kegiatan bakteri, zat-zat yang dihasilkan bakteri, atau kedua-duanya), hipersensitifitas. Gangguan fungsi hati atau ginjal.
Nyeri perut, gangguan saluran pencernaan, berkeringat, pusing, sakit kepala, erupsi kulit.
Jarang : hipertensi, bradikardia atau takhikardia, nyeri dada, reaksi vasospastik perifer. Sangat jarang : reaksi anafilaktik.
5. Asam
mefenamat
Meredakan nyeri ringan sampai sedang karena sakit kepala, sakit gigi, disminore primer, trauma, nyeri otot, dan pasca operasi.
Ulcerasi saluran pencernaan, imflamasi saluran pencernaan kronik dan hipersensitifitas terhadap asam mefenamat. Mengantuk, pusing, cemas, sakit kepala, gangguan penglihatan , mual, muntah, kembung, diare dan ruam kulit
6. Sulfasferos Ibu hamil, balita, anak usia sekolah, dan wanita usia subur termasuk remaja putri dan pekerja wanita dengan kurangnya asupan zat besi.
Pasien yang mengalami
tranfusi darah yang berulang atau anemia yang tidak disebabkan oleh kekurangan besi, pasien dengan ulcus
Nyeri lambung, konstipasi, diare dan kolik.
No. Nama obat Indikasi Kontraindikasi Efek samping peptikum, hemokromatosis, colitis ulseratif, enteritis, serta penderita yang hipersensitif terhadap salah satu atau kedua zat aktif.
II. ANALISA DATA
Inisial klien : Ny.U Status obstetri : P1A1H0
Usia : 26 tahun Ruang : Edelweis
No. Tanggal/Waktu Data Fokus Diagnosa Keperawatan
1. 30 Oktober 2013 16.00 WIB
DS :
- Klien mengatakan merasa nyeri pada area jahitan operasi. - Pengkajian nyeri :
a. Provokatif (P) : Klien mengatakan nyeri bertambah
Nyeri akut berhubungan dengan agens injuri fisik: insisi jaringan akibat tindakan SC
No. Tanggal/Waktu Data Fokus Diagnosa Keperawatan jika klien bergerak.
b. Palliatif (P) : Klien mengatakan nyeri sedikit berkurang jika klien diam/tidak bergerak di tempat tidur.
c. Quality (Q) : Klien mengatakan nyeri terasa seperti diiris/perih.
d. Region (R) : Klien mengatakan merasa nyeri pada perut bekas operasi
e. Scale (S) : Klien mengatakan nyeri skala 5 (skala 0-10)
f. Time (T) : Klien mengatakan nyeri terasa kadang-kadang (hilang timbul) dan berlangsung ± 2-3 menit DO :
- Terdapat luka post SC melintang sepanjang ± 10 cm di antara simfisis pubis dan umbilikus, tertutup kassa kering steril.
- Klien tampak membatasi gerakan karena jika badannya sedikit bergerak, bekas operasi terasa sakit. - Klien menunjukkan ekspresi
meringis dan menahan nyeri ketika bergeser posisi. - TTV : TD : 120/90 mmHg HR : 72 x/mnt RR : 18 x/mnt T : 37,7°C 2. 30 Oktober 2013 18.00 WIB DS :
- Klien mengatakan merasa lemas setelah operasi
DO :
- Klien tampak lemas.
- Klien tampak tiduran dengan posisi supinasi di atas tempat tidur.
- 5 jam post SC.
- Indeks Katz F (klien belum mampu melakukan aktivitas secara mandiri, memerlukan bantuan orang lain)
Intoleransi aktivitas berhubungan dengan kelemahan umum post SC
No. Tanggal/Waktu Data Fokus Diagnosa Keperawatan - Mobilisasi : mampu menggerakkan
ekstremitas atas dan sedikit pergerakan ekstremitas bawah (menggerakkan jari kaki). - TTV : TD : 120/90 mmHg HR : 72 x/mnt RR : 18 x/mnt T : 37,7°C 3. 1 November 2013 16.00 WIB DS :
- Klien mengatakan belum tahu cara perawatan payudara yang baik dan benar
- Klien mengatakan belum tahu tentang senam nifas
- Klien mengatakan belum tahu cara perawatan tali pusat yang baik dan benar
- Klien mengatakan akan
memberikan ASI pada bayinya tanpa nutrisi tambahan selama 6 bulan pertama.
- Klien mengatakan akan merawat bayinya sendiri.
DO :
- Klien tampak menyusui bayinya dengan benar.
- Klien belum dapat menjawab pertanyaan perawat mengenai perawatan payudara, senam nifas, dan perawatan tali pusat.
Kesiapan meningkatkan pengetahuan: perawatan payudara, senam nifas, dan perawatan tali pusat
III.PRIORITAS MASALAH KEPERAWATAN
1. Nyeri akut berhubungan dengan agens injuri fisik: insisi jaringan akibat tindakan SC
2. Intoleransi aktivitas berhubungan dengan kelemahan umum post SC 3. Kesiapan meningkatkan pengetahuan: perawatan payudara, senam nifas,
IV. RENCANA KEPERAWATAN
Inisial klien : Ny.U Status obstetri : P1A1H0
Usia : 26 tahun Ruang : Edelweis
NO DIAGNOSA
KEPERAWATAN