• Tidak ada hasil yang ditemukan

Terbentuknya Tatasurya

Dalam dokumen 92465024 Bahan Ajar 3 MPKT (Halaman 151-156)

ILMU PENGETAHUAN ALAM (IPA) DAN TEKNOLOGI BAGI KEHIDUPAN MANUSIA 7 1 Pengantar

7.2. Klasifikasi Ilmu Pengetahuan

7.4.11. Alam Semesta

7.4.11.4 Terbentuknya Tatasurya

Ada beberapa teori terbentuknya tatasurya, yaitu: a. Hipotesis Nebular.

Kant dan Laplace (1796), mengatakan bahwa tata surya terbentuk dari kondensasi massa kabut gas yang sangat panas. Pada proses kondensasi tersebut, massa kabut gas yang jauh dari pusat massa tertinggal, tidak ikut tertarik ke arah pusat. Setelah mendingin, pusat massa menjadi bintang atau matahari dan massa yang tertinggal mengelilingi matahari menjadi planet–planet dan benda angkasa lainnya.

b. Hipotesis Planettesimal

Chamberlain dan Moulton (1905), mengemukakan bahwa pembentukan sistem tata surya tidak berasal dari satu massa, tetapi dua massa kabut gas saling berdekatan akan menimbulkan gaya tarik menarik, akibatnya sebagian massa dari kedua massa kabut gas tersebut terlepas dan setelah mendingin terbentuklah benda – benda kecil yang padat (planettesimal). Benda–benda kecil yang padat tersebut akan menggumpal menjadi besar dan inilah yang menjadi planet–planet dan benda–benda angkasa lainnya.

c. Hipotesis Tidal.

James Jeans dan Harold Jeffreys (1919), mengemukakan bahwa planet dan benda–benda angkasa lainnya merupakan percikan dari matahari (tidal). Tidal ini terjadi karena ada dua buah matahari yang bergerak saling mendekat, maka terjadi gaya tarik menarik,terjadilah percikan- percikan dari matahari tersebut. Tidal-tidal inilah yang kemudian menjadi planet dan benda-benda angkasa lainnya.

Usaha para ilmuwan hanyalah sekedar menguji hipotesis-hipotesis tersebut. Setelah teruji, hipotesis tersebut masih mungkin untuk diperbaiki dengan hipotesis/teori yang lebih akurat. Namun demikian hipotesis/teori-teori tersebut di atas masih diyakini orang pada saat ini.

Tata surya kita terdiri dari matahari sebagai pusatnya,dikelilingi oleh planet-planet, satelit, komet, meteor, debu dan gas antarplanet. Keseluruhan sistem ini bergerak mengelilingi pusat galaksi.

Peristiwa matahari terbit maupun terbenam yang sering diabadikan orang adalah salah satu keindahan alam. Matahari merupakan sumber energi utama yang menunjang kehidupan di bumi dan satu-satunya dalam tatasurya yang memancarkan cahaya. Matahari adalah sebuah bintang yang paling dekat dengan bumi kita.

Bagian-bagian dari tatasurya kita yaitu: a. Matahari.

1) Merupakan sumber cahaya dan panas (energi).

2) Mengontrol peredaran planet-planet, yang berarti mengontrol terjadinya siang dan malam, pergantian hari, minggu, bulan dan tahun.

Matahari merupakan suatu bola gas yang terdiri atom Hidrogen (H), atom Helium (He), campuran unsur – unsur Karbon (C) dan atom lainnya. Cahaya matahari yang kita gunakan dalam penentuan siang dan malam sebenarnya berasal dari Fotosfer. Radiasi fotosfer sangat kuat pada gelombang tampak mata. Sedangkan atmosfer bumi dapat meloloskan panjang gelombang tampak mata. Mata manusia sangat sensitif pada panjang gelombang tampak mata ini.

Apabila kita melihat matahari dengan menggunakan filter tembus cahaya merah, hanya bekas sinar merah gas Hidrogen yang tampak, maka kita akan dapat melihat lapisan Kromosfer. Kromosfer ini permukaannya tidak mulus, tetapi ada lidah – lidah api (spikula).

Pada saat gerhana matahari berlangsung dan saat fotosfer dan kromosfer terhalang oleh bulan, tampak bagian luar yang berwarna putih perak di sekeliling matahari. Bagian inilah yang disebut Korona. Pada saat biasa, korona terlampau lemah untuk dilihat, karena kalah terang dibandingkan dengan terangnya fotosfer. Gas pada korona sangat panas dan terutama memancarkan sinar X.

Sumber energi matahari adalah perubahan atom Hidrogen menjadi atom Helium. b. Merkurius.

Planet ini merupakan planet yang paling dekat dengan matahari. Waktu yang baik untuk melihat planet ini dari bumi sesaat sebelum matahari terbit dan terbenam. Saat Merkurius berada di sebelah barat matahari, akan terbit lebih dahulu dari pada matahari dan akan kelihatan sebagai “bintang pagi”. Sebaliknya, saat Merkurius di sebelah timur matahari, akan kelihatan sebelum matahari terbenam dan kelihatan sebagai “bintang sore” Orang awam menduga bahwa “bintang pagi” dan “bintang sore” dua bintang yang berbeda. Di Yunani sendiri, Merkurius disebut Merkurius saat sebagai “bintang pagi”, sedangkan saat sebagai “bintang sore” disebut Apollo. Merkurius tidak punya atmosfer dan tidak punya bulan (satelit).

c. Venus (Bintang Kejora).

Planet ini paling terang dari pada planet lainnya, karena cahaya yang dipantulkan sangat terang, orang Yunani menganggap planet ini paling cantik, oleh karena itu diberi nama Venus (Dewi kecantikan).

Pada saat Venus berada di sebelah barat matahari, terlihat sebelum matahari terbit, sehingga disebut “bintang pagi”. Pada saat Venus berada di sebelah timur matahari terlihat setelah matahari terbenam, sehingga disebut “bintang sore”. Orang Yunani dahulu kala menganggap dua planet yang berbeda, sehingga disebut Hesperus saat “bintang pagi” dan Phosphorous saat “bintang sore”. Rotasi Venus berlawanan dengan rotasi bumi, rotasinya timur-barat. Venus tidak punya satelit, tetapi punya atmosfer yang sangat tebal sekali dan banyak mengandung Gas Rumah Kaca. d. Bumi.

Planet ini dijelaskan lebih detil pada bagian awal. e. Mars. (Planet Merah).

Planet ini warnanya kemerah – merahan, akibat dari oksida besi yang banyak terdapat di permukaannya. Mengingat warna merah berkaitan dengan darah dan darah tercecer saat perang, maka planet ini diberi nama Mars (Dewa Perang).

Mars mempunyai dua satelit (Phobos dan Deimos), punya atmosfer yang hanya sedikit gas rumah kacanya. Permukaan planet Mars sangat dingin, sangat kering, banyak sinar ultraviolet, tidak ada bahan organik, sering terjadi badai, banyak pasir.

f. Jupiter.

Planet terbesar dalam sistem tatasurya kita, rotasinya tercepat. Gravitasinya 2,64 kali gravitasi bumi.

g. Saturnus.

Planet ini memiliki keunikan sendiri, ada kabut yang mengitari secara simetris, disebut “cincin Saturnus”. Cincin ini diduga satelit yang tidak pernah terbentuk, karena gaya ganggu Saturnus yang besar akibatnya calon satelit itu menjadi tidak stabil.

h. Uranus

Planet ini merupakan planet pertama yang dapat ditangkap oleh teleskop. Planet ini tidak akan kelihatan bila tidak menggunakan teleskop, karena letaknya cukup jauh dari matahari dan ukuran tidak cukup besar. Rotasinya berlawanan arah dengan rotasi bumi.

i. Neptunus.

Planet ini dilihat dengan teleskop dari bumi berwarna kebiru-biruan. Dari spektrum cahayanya, planet ini diketahui mempunyai atmosfer yang sebagian besar terdiri dari gas metana. 7.4. 12. Benda – benda Angkasa Lain

Disamping sembilan planet yang mengitari matahari, ada benda-benda angkasa lain yang juga mengitari matahari, yaitu :

a. Asteroid

Asteroid merupakan benda angkasa kecil mirip planet, lintasannya antara planet Mars dan planet Jupiter. Asteroid pertama yang ditemukan diberi nama Ceres oleh penemunya Piazzi. Ternyata Ceres merupakan asteroid terbesar.

Asteroid adalah benda angkasa bukan bahan planet dan bukan pecahan planet, oleh karena itu disebut planettoid (bukan planet).

b. Komet (“bintang” berekor).

Ketika melintas di dekat bumi dengan cepat, benda angkasa ini menampakan ekornya yang panjang. Pada saat jauh dari matahari, komet bergerak lambat, semakin mendekat matahari gerakan semakin cepat. Pada saat mendekat ke matahari, gas pada inti komet mulai menguap menjulur pada arah yang tetap, apabila komet bergerak mendekat ke arah matahari ekornya menjauh dari matahari, apabila komet bergerak menjauh dari matahari ekornya tetap menjauh dari matahari. Hal ini akibat dorongan angin matahari.

c. Meteor ( “Bintang Jatuh )

Pada malam hari kadang – kadang terlihat seperti ada bintang beralih tempat di langit, orang menyebutnya “bintang jatuh “atau” bintang beralih”. Sebenarnya peristiwa itu merupakan masuknya benda angkasa ke dalam atmosfer bumi. Benda tersebut bergesekan dengan udara, sehingga suhu meteor akan naik, kemudian memijar lalu menguap. Pada umumnya benda tersebut habis terbakar sebelum mencapai permukaan bumi. Benda angkasa yang memasuki atmosfer bumi disebut meteoroid, sedangkan peristiwa pemijaran disebut meteor. Meteorit yang tidak habis terbakar dan sampai ke permukaan bumi disebut meteorit. Beberapa meteorit yang jatuh ke permukaan bumi menimbulkan lekukan yang dalam dan lebar di muka bumi,tempat jatuhnya meteor disebut kawah meteor. Kawah meteor dapat ditemukan di Arizona (Amerika Serikat), Aljazair, Siberia, Australia dan Kanada.

d. Satelit.

Satelit merupakan pengiring planet. Satelit beredar mengelilingi planet (revolusi), disamping berputar pada porosnya (rotasi). Bersama planet satelit mengitari matahari. Satelit yang paling dikenal adalah bulan, satelitnya bumi. Ruang diantara benda – benda angkasa bukanlah ruang kosong melainkan ruang yang isinya adalah pertikel debu antar planet.

Dalam dokumen 92465024 Bahan Ajar 3 MPKT (Halaman 151-156)

Dokumen terkait