• Tidak ada hasil yang ditemukan

Kami sangat menghormati mekanisme yang telah disampaikan oleh Komisi II dalam hal pembahasan ini. Kita-kita juga sudah merasa diberikan ruang yang cukup, hanya saja ketika kami diminta pendapat mini ini dan hasil akhir daripada pembahasan DPR RI dengan pemerintah tidak disampaikan kepada kami, nah itu betapa sulitnya kita menyusun ini. Karena itu kami memohon mbok

174 ya sebelum hari ini dilaksanakan kemarin-kemarin dokumen ini diserahkan sama kita gitu loh sehingga kita bisa memberi pendapat itu sesuai dengan apa yang terakhir dibahas.

Terima kasih ketua.

KETUA RAPAT :

Terima kasih Pak Samino.

Niatnya sama seperti itu pak, kami juga memang terkondisikan oleh waktu. Mohon doannya lagi dari DPD RI doakan kami. Kami besok berempat hari Kamis selesai tanda tangan kami sudah disscuss dengan Pak Dirjen juga Pak Menteri ini juga Pak Dirjen sampaikan sudah dikonsultasikan dengan Mendagri juga dengan Sekneg. Hari Kamis selesai pengetokan kami mungkin kami berempat akan berangkat ke Pimpinan Dewan untuk langsung minta tanda tangan, pada hari itu pula diharapkan sudah bisa dikirimkan ke Presiden. Dan diharapkan dalam schedule kami itu hari Jumat diharapkan Presiden sudah menandatangani, hari Sabtu harapan kami sudah diundangkan dilembaran negara. Hari Senin, ini mumpung ada Menteri Hukum dan HAM itu selesai penomoran dan lain sebagainya, hari Selasa kami sudah di Jogja membawa Undang-undang tersebut kehadapan Sultan, hari Rabunya kami ke DPRD untuk dilakukan prosesi ketentuan Pasal 18 ayat (4) tentang dipilih secara demokratis yang diatur menurut Undang-undang. Oleh karena itu kami berharap DPD ikut lagi bersama kami ke Jogja pada hari Selasa dan Rabu. Jadi ini bagian yang memang harus kita lakukan.

Baiklah sebelum pengambilan keputusan pada Tingkat II sesuai dengan ketentuan 149 tata tertib kita akan melakukan penandatanganan naskah RUU dan setelah itu pengambilan keputusan untuk dilanjutkan pada pembicaraan Tingkat II.

F-PKS (H.M GAMARI SUTRISNO):

Bisa interupsi Pimpinan?

KETUA RAPAT : Boleh pak.

F-PKS (H.M GAMARI SUTRISNO):

Ya ini didalam rangka memberikan catatan perbaikan karena ternyata memang kita sebagai manusia tidak luput dari kesalahan.

KETUA RAPAT :

Saya boleh interupsi lagi nggak pak? saya mau perpanjang dulu waktunya.

F-PKS (H.M GAMARI SUTRISNO):

Silakan pak.

KETUA RAPAT :

Ini saya sudah melanggar 15 menit, kita bisa diperpanjang sampai dengan jam sebelas selesai ya? oke saya perpanjang 15 menit.

(RAPAT : SETUJU)

175 Kami persilakan Pak Gamari.

F-PKS (H.M GAMARI SUTRISNO):

Terima kasih.

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Pimpinan dan Anggota Komisi II.

Bapak dari DPD.

Pak Menteri Dalam Negeri dengan jajarannya.

Pak Menteri Hukum dan yang mewakili Kementerian Keuangan.

Ada catatan dan koreksi kecil saja pada halaman penjelasan, mohon dilihat pada halaman, ini koreksi kecil sekali tetapi saya bermaksud agar kita menghindari sekecil mungkin kesalahan. Ada kata

“yang” dimana yang-nya dua kali, tolong dihapus tinggal satu yang saja, halaman 28. Ini yang paling kecil pak supaya tidak terjadi yang-yang-an, ini maknanya beda nanti.

Jadi apakah koreksi saya ini bisa diterima? Kalau itu diterima mohon ini dikoreksi.

KETUA RAPAT :

Tetapi ini penting pasti, karena sebelum ke Paripurna pun pak hal-hal yang sangat teknis seperti itu kami akan minta persetujuan.

F-PKS (H.M GAMARI SUTRISNO):

Baik pak, terima kasih atas ijinnya untuk menyampaikan koreksinya.

Yang kedua pak.

KETUA RAPAT :

Nggak dihalaman 28 yang mana ini? jangan-jangan bapak naskahnya yang bukan terakhir.

F-PKS (H.M GAMARI SUTRISNO):

Ini yang baru saya terima sebelum, saya terima pada saat saya diruangan ini pak, jadi kalau DPD baru menerima pak saya pun Anggota Komisi II.

KETUA RAPAT :

Nggak, halaman 28 dibaris keberapa?

F-PKS (H.M GAMARI SUTRISNO):

Penjelasan, pada baris ketiga dari bawah, huruf e baris ketiga dari bawah. Setuju pak?

Berikutnya pak, halaman ke-13 ini tambahan, maka dari itu sebelum memenuhi persetujuan pada Pasal 19 huruf d saya mengusulkan tambahan tiga kata sehingga Pasal 13 itu menyambung dengan Pasal 20. Tambahan tiga kata yang saya usulkan adalah saya baca selengkapnya pada huruf d ayat (3), pelengkapan persyaratan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 18 ayat (2) sebagai dasar pelengkapan, barulah kemudian Pasal 20 dalam penyelenggaraan penetapan gubernur, nah ini nyambung, jadi ada kalimat penghubung disitu. Karena pada Pasal 19 dan sebelumnya itu tidak satu kata penetapan pun ada disitu. Kata ini menjadi penting karena itu menjadi kalimat penghubung yang sangat penting pada 20 karena kalaul tidak ini ujug-ujug ini dalam penyelenggaraan penetapan gubernur dalam apa? diatas tidak ada, padahal yang saya tahu ini adalah persyaratan penetapan.

176 Oleh karena itu untuk menegaskan Bapak Pimpinan dan Anggota yang terhormat saya mengusulkan tiga kata tadi “sebagai dasar penetapan”.

Saya mau melanjutkan, mungkin sambil direnungkan apakah ini disetujui atau tidak karena memang merupakan keputusan pada malam hari ini juga. Halaman lima, ya saya konkritnya saya ada tambahan tiga kata tadi “sebagai dasar penetapan”. Karena persyaratan itu adalah dasar penetapan baru kemudian pada Pasal 20 dalam penyelenggaraan penetapan. Bisa dilanjutkan pak Pimpinan.

KETUA RAPAT :

Saya nggak pernah bilang bapak stop pak? terus saja, Cuma jelaskan gitu di Pasal 5 ayat mana biar saya bisa ngikutinya.

F-PKS (H.M GAMARI SUTRISNO):

Pasal 5 ayat (2).

KETUA RAPAT : Halaman lima?

F-PKS (H.M GAMARI SUTRISNO):

Halaman lima Pasal 5 ayat (2) huruf a, pengisian jabatan gubernur dan jabatan wakil gubernur titik koma. Kalimat ini menurut saya masih perlu ditambah sehingga sinkron dengan huruf b pengisian keanggotaan DPRD DIY melalui Pemilihan Umum. Oleh sebab itu pada huruf a saya ingin mengusulkan pengisian jabatan gubernur dan jabatan wakil gubernur dilakukan sesuai dengan asas pengaturan keistimewaan Daerah Istimewa Yogyakarta kalau tidak mau menggunakan kata penetapan. Jadi prosesnya kelihatan disini.

Yang terakhir pak, Pasal 5 juga ayat (1) huruf a, pengaturan keistimewaan DIY bertujuan untuk huruf a mewujudkan pemerintahan RI yang demokratis. Saya ingin menambahkan pemerintahan RI yang demokratis. Karena pemerintahan saya khawatir ini pemerintahan DIY karena ini nanti saya tadi berpikir ini bagaimana waktu di Panja itu apakah ini memang sudah DIY karena ini menjadi berbenturan nanti, demokrasi kita kan demokrasi Pancasila bukan demokrasi liberal. Jadi kalau penetapan dan pemilihan ini atau penetapan dengan demokrasi ini digabung kan menjadi berbenturan. Oleh karena itu supaya ini dipertegas bahwa pengakuan DIY sebagai daerah istimewa adalah salah satu bentuk implementasi demokrasi Pancasila, artinya bukan demokrasi liberal.

Demokrasi liberal ada dibebaskan semaunya, tidak ada istimewa sama sekali dinegara itu.

Oleh sebab itu supaya dipertegas untuk mewujudkan pemerintahan RI yang demokratis, memberikan keistimewaan bukan berarti tidak demokratis, itu demokratis gitu tapi pemerintahan RI gitu. Artinya Yogyakarta adalah bagian negara Republik Indonesia yang memang.

KETUA RAPAT :

Dibatasi saja pak, yang lain ada? … F-PKS (H.M GAMARI SUTRISNO):

Saya kira itu saja pak, terima kasih.

177 KETUA RAPAT :

Baik, terima kasih Pak Gamari.

Rapat Kerja ini mendengarkan laporan hasil, apa yang disampaikan oleh Pak Gamari nanti dipertanyakan kepada Fraksi PKS pak ya, karena substansi yang berkaitan dengan mewujudkan pemerintahan, minta lagi nambah RI, nanti debat lagi pemerintahan NKRI dan sebagainya, pemerintahan daerah, menyebut istilah propinsi dengan setingkat dan propinsi itu sudah berhari-hari kita lakukan di tim perumus pak. Jadi substansi sudah selesai, ini soal rumusan.

Yang kedua begitu pula dengan Pasal dihalaman lima tentang Pasal 2 pengisian jabatan Gubernur dan jabatan Wakil Gubernur. Tata caranya yang diatur dibab lain, dipasal lain dan ayat lain tetapi yang dimaksud dengan pemerintahan yang demokratis sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diwujudkan melalui pengisian jabatan gubernur dan jabatan wakil gubernur. Ketentuannya dimana?

Diatur di Undang-undang ini diatur dalam bab dan pasal yang berbeda. Jadi tidak semua dilengkapi, ditumpukin disitu, sudah ada pemilahan-pemilahan.

Nah namun demikian kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang usulan yang berkenaan dihalaman 28 ini kami bisa menerima yang menggunakan kata, dua kali ini bisa jadi konotasi nya sudah malam ini yang yang nah ini. Tapi yang terpenting dari Pak Gamari terima kasih Pak Gamari ini menjadi dasar hukum kita, walaupun naskah sudah kita tandatangani kami tetap meminta persetujuan kita semua untuk tetap memberikan kesempatan kepada tim ahli dari pemerintah maupun tim ahli dari Komisi II untuk mengoreksi dari sisi teknis pak, jangan sampai ada kata, ini “yang” sudah ada yang dua kali, jangan-jangan “yang-nya” ada yang tiga kali, nah ini saya khawatir. Ini harus betul-betul karena niat kita memang hari Kamis itu kita langsung membawa naskah yang sudah diparaf sign semua itu langsung kepada Pimpinan Dewan didampingi oleh wakil-wakil kami. Saya rasa cukup Pak Gamari ya? terima kasih masukannya.

Nah untuk itu apakah draft ini bisa disetujui semua?

(RAPAT : SETUJU) Alhamdulillahirabbillalamiin.

Selanjutnya sebelum kita ambil keputusan terakhir untuk kita sepakati diambil keputusan tingkat pertama untuk dilanjutkan pada pembicaraan tingkat dua di Paripurna pada tanggal 30 yang akan datang karena sudah dijadwalkan kami persilakan kepada wakil dari pemerintah kemudian dari Bapak Mendagri sekaligus juga dari Menteri Hukum dan HAM, termasuk dari Dirjen Perimbangan, Menteri Keuangan termasuk juga mungkin dari Komisi VI DPD RI dan wakil-wakil Fraksi untuk kedepan menandatangani naskah draft akhir yang sudah kita persiapkan.

Kami persilakan, untuk itu kami skors selama lima menit saja, sidang kami skors selama lima menit.

(RAPAT DISKORS SELAMA 5 MENIT)

178 KETUA RAPAT:

Perwakilan fraksi-fraksi dan Komite I DPD RI kami persilakan kembali, dan selanjutnya kami mengundang Menteri Dalam Negeri, Menteri Hukum dan HAM dan Menteri Keuangan, silakan, didampingi Pimpinan.

Penandatanganan naskah draft RUU yang sudah kita putuskan dan sudah kita tandatangani, kami ingin meminta persetujuan kembali, apakah dapat kita setujui untuk selanjutnya kita laporkan untuk diambil keputusan pada tingkat II di Sidang Paripurna yang akan datang setuju?

(RAPAT : SETUJU)

Alhamdulillaahirobbil'alamiin dan dengan demikian Bapak Menteri Dalam Negeri, Bapak Menteri Hukum dan HAM, Bapak Menteri Keuangan yang diwakili Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan Pusat dan Daerah, Saudara Pimpinan dan Anggota Komite I DPD RI, dan segenap Pimpinan dan Anggota Komisi II DPR RI, serta seluruh hadirin, para wartawan yang juga terus mengikuti kegiatan Rapat Kerja dalam rangka pengambilan keputusan tingkat pertama RUU tentang Keistimewaan Daerah Istimewa Yogyakarta ini tepat pada jam 23.00 bisa segera kita akhiri.

Saya tidak akan berpanjang lagi, hanya ingin menyampaikan ungkapan rasa syukur Alhamdulillaah dan terima kasih yang tidak terhingga kepada Ketua Panitia Kerja, Ketua Timus, kepada seluruh Anggota Panitia Kerja, seluruh Anggota Timus, maupun kepada jajaran Pemerintah yang terutama diwakili oleh Bapak Direktur Jenderal Otonomi Daerah, Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan Pusat dan Daerah, dan juga dari Direktur Jenderal Perundang-undangan yang memang tidak ada henti-hentinya dengan segenap dukungan staf, termasuk para tenaga ahli Prof. Satya Arinanto, Bapak Jack Kristiadi, termasuk juga saran masukan yang selalu kami pertimbangkan dari Komite I DPD RI telah juga mewarnai pembahasan ini.

Tidak ada kata lain hanya sekedar mengatakan terima kasih dan kami atas nama Pimpinan dan seluruh Anggota Komisi II DPR RI juga tidak luput dari kekurangan dalam menyelesaikan Rancangan Undang-Undang ini. Mohon maaf apabila selama pembahasan di tingkat pertama ini, banyak tutur kata ucapan mungkin tekanan satu hal yang kadang-kadang juga tidak mengenakan diantara kita, tapi itu semua dilandasi dalam rangka menuntaskan Daerah Istimewa Yogyakarta yang memang memiliki keistimewaan di Republik Indonesia tercinta.

Dengan mengucapkan Alhamdulillaahirobbil'alamiin Rapat Kerja pada malam hari ini kami nyatakan ditutup.

(RAPAT DITUTUP PUKUL 23.00 WIB) Assalaamu'alaikum Warrahmatullaahi Wabarakatuh.

a.n. Ketua Rapat Sekretaris Rapat,

Ttd.

Dra. HANI YULIASIH 19640726 199103 2002

Dokumen terkait