• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Gambaran Umum Objek Penelitian

4.2   Penyajian Data dan Analisis Data 4.2.1 Penyajian Data

4.2.2   Analisis Data

4.2.2.1   Terjadinya Perbedaan Penghasilan

  Pada bab sebelumnya telah dikemukakan bahwa ada beragam konflik yang 

dialami pasangan suami istri mengenai masalah ekonomi. Terutama ketika terjadi 

perbedaan penghasilan yang dialami pasangan tersebut dimana penghasilan istri 

lebih besar daripada penghasilan suami. Karakter yang dimiliki setiap individu 

berbeda‐beda, adanya keimanan yang kuat kepada Tuhan, latar belakang individu 

dan  pendidikan  mampu  berpengaruh  terhadap  cara  seseorang  dalam 

keimanan yang kuat akan berupaya untuk menyelesaikan setiap permasalahan 

dengan  cara  menyerahkan  semua  yang  terjadi  kepada  Tuhan  dan  memohon 

petunjuk. Lain halnya dengan individu yang memiliki basic dari segi suku atau 

budaya  juga  akan  mempunyai  cara  tersendiri  dalam  menyelesaikan 

permasalahannya.  Berbeda  lagi  dengan  individu  yang  memiliki  latar  belakang 

berpendidikan tinggi, mereka akan berusaha menyelesaikan setiap permasalahan 

yang ada secara rasional, terbuka, dan santai. Hal ini ditunjukkan dengan adanya 

ilmu dan pengalaman yang diperoleh setiap individu mampu berpengaruh dalam 

mengatasi  setiap  permasalahan  yang  terjadi.  Dari  sini  peneliti  kemudian 

mendeskripsikan beberapa alasan mengapa perbedaan penghasilan tersebut dapat 

terjadi dalam kehidupan rumah tangga informan yang dijadikan subjek penelitian 

ini. 

  Dalam sebuah perkawinan, sebuah perbedaan merupakan hal yang biasa 

terjadi. Dasar terjalinnya sebuah pernikahan pun ada bermacam‐macam faktor. Dari 

informan Anastasya dan suaminya Yohanes, pernikahan mereka terjalin dengan 

adanya perbedaan tingkat pendidikan dan keahlian, sehingga dari perbedaan itu 

juga menjadi alasan mengapa terjadi perbedaan penghasilan diantara keduanya. 

Informan 1 

Istri : “mungkin kalo menurut saya sih dari faktor pendidikan saya berbeda. Latar  belakang pendidikan saya dengan suami saya berbeda terus selain itu karena  faktor keahlian. Suami saya keahliannya sudah berbeda dengan saya. Saya  dari kecil sudah kursus musik. Jadi mau ndak mau setelah saya lulus dari  kursus musik, saya kerja disekolah musik. Kalo suami saya hobby nya beda  lah”. 

 

Suami : ”ehm.. mungkin  karena faktor keahlian  kita berbeda ya  mbak, terus  pendidikan kita berbeda, terus jenis pekerjaan kita juga berbeda”. 

 

Dari pernyataaan informan 1 tentang alasan perbedaan yang terjadi dalam 

hubungan perkawinan mereka, ternyata perbedaan tingkat pendidikan merupakan 

salah satu faktor yang berpengaruh dalam mendapatkan pekerjaan. Perbedaan 

pendidikan tersebut dikarenakan istri berusaha agar dirinya tidak hanya meraih 

pendidikan yang sampai pada jenjang sekolah menengah atas saja, namun demi 

menaikkan  status  sosialnya  menjadi  setingkat  lebih  tinggi.  Hal  tersebut 

dimanfaatkan  untuk  mencari  penghasilan  dengan  mengandalkan  hobby 

bermusiknya. Sedangkan suami, yang memang hanya lulusan dari sekolah kejuruan, 

sedikit kesulitan dalam mencari pekerjaan yang lebih menjanjikan daripada istri. 

Berbeda dengan informan 1, informan 2 menyatakan bahwa  perbedaan 

penghasilan  itu  terjadi  karena  adanya  kegagalan  dalam  pekejaan  suami  yang 

mengalami  kebangkrutan,  sehingga  istri  akhirnya  memutuskan  untuk  bekerja 

membantu perekonomian keluarga. Kegagalan tersebut dipicu akibat adanya krisis 

moneter  pada  tahun  1998  yang  menyebabkan  beberapa  perusahaan  besar 

mengalami kerugian dan akhirnya berujung pada pemecatan karyawan. Dari situ 

pasangan informan ini mencari solusi untuk tetap bisa melanjutkan hidup bersama 

keluarga meskipun dengan modal secukupnya dengan cara berwirausaha. 

 Istri :  “perbedaan penghasilan terjadi karena disaat kami menikah dulu itu tidak  terjadi tetapi pada saat perjalanan hidup baru terjadi, karena suami saya  mengalami penyusutan dalam penghasilan usahanya yang mundur”. 

 Suami : ”pada waktu saya belum berwiraswasta menjadi wedding organizer, saya  bekerja sebagai distributor Ban di Jawa Timur ya..pada waktu masuk krisis  moneter,  saya  mengalami  krisis  dalam  artian  terjadi  bangkrut.  Ya  tentunya setelah bangkrut ya simpanan dan kekayaan sudah habis untuk  membayar kewajiban di Bank”. 

 

  Hampir sama dengan pasangan Yohanes dan Anastasya, pasangan Farel dan 

Trisia menjalani  perbedaan  penghasilan  karena memang jenis  pekerjaan yang 

mereka  kerjakan  sudah  berbeda.  Perbedaan  pekerjaan  disini  bisa  dilihat  dari 

profesinya. Istri bekerja dikantor yang memperoleh penghasilan diatas UMR (upah 

minimum  regional),  sedangkan  suami  hanya  sebagai  penjaga  warnet  yang 

berpenghasilan tidak lebih dari UMR. Ada faktor pendidikan juga didalamnya, 

menurut  pasangan  informan  ini,  pendidikan  juga  menentukan  posisi  sebuah 

pekerjaan. Ketika pendidikan tinggi dapat tercapai, maka peluang mendapatkan 

pekerjaan dengan penghasilan yang tinggipun juga dapat terjadi. 

Informan 3 

Istri : “ya bisa mbak, wong jobnya aja beda, ya otomatis penghasilannya beda”. 

Suami : “ya beda mbak, kalo jaga warnet itu ya gajinya emang dibawah UMR lah..” 

  “saya lulusan D3 di STIKOM”. 

  Menurut pernyataan pasangan informan 4, perbedaan yang terjadi antara 

keduanya memang berada di tengah perjalanan hidup perkawinan mereka, hal 

suaminya. Namun mereka selalu menunjukkan rasa saling pengertian agar masing‐

masing pasangan tidak ada yang merasa dirugikan. Rasa saling pengertian disini 

bahwa pasangan ini berusaha sebisa mungkin untuk tidak mempermasalahkan 

adanya perbedaan dan tidak merasakan adanya sikap yang dominan ketika istrinya 

berpenghasilan lebih tinggi dari suaminya. Saling menghargai atas apa yang telah 

dilakukan oleh pasangan merupakan salah satu komitmen yang mereka buat. 

Informan 4 

Suami : “selama ini saya berumah tangga dengan ibu ini sudah hampir 26 tahun ya.  Dalam rumah tangga permasalahan itu memang ada, tapi harus pinter‐ pinter kita  menyikapinya  perbedaan  penghasilan  atau kita  mengenai  kerjaan dikantor, karena saya ini kan tidak punya instansi istilahnya”.     “ehm..biasanya itu kalo namanya orang berumah tangga itu timbulnya 

dipertengahan, mulai anak‐anak itu udah mulai besar dan kebutuhan itu  besar, jadi biasanya sebuah rumah tangga itu jatuh bangunnya ya disitu  itu. Jadi mengenai kebutuhan meskipun kita gak ada gitu kita saling  pengertian. Ya insya Allah mulai dari awal ini sudah saya bimbing, jadi istri  saya itu bisa tahu”. 

 

Istri : “ya karena waktu itu bapak tidak bisa mencukupi kebutuhan rumah tangga  yang semakin besar, nah dari situ saya melamar bekerja sebagai CPNS dan  Alhamdulillah diterima di dinas peternakan 20 tahun sampe sekarang ini.   

  Berdasarkan  keempat  alasan  yang  telah  diungkapkan  diatas,  dalam 

menjalani hubungan perkawinan yang berbeda penghasilan dapat didasari oleh 

banyak alasan. Seperti telah dijelaskan sebelumnya, perbedaan faktor pendidikan 

dan keahlian antara suami dan istri merupakan salah satu faktor yang menjadikan 

perbedaan penghasilan terjadi, meskipun tidak selalu demikian. Namun sudah jelas 

 Selain faktor pendidikan yang menjadi dasar perbedaan penghasilan dalam 

rumah tangga informan, ada alasan yang variatif juga yang diutarakan oleh para 

informan lainnya. Adanya keseimbangan istri dan suami dalam berusaha mencukupi 

kebutuhan keluarga merupakan cara individu mempertahankan hubungan ketika 

mereka mendapatkan keseimbangan relative, yang diukur berdasarkan  derajat 

kesetaraan antara reward yang diterima dibandingkan dengan cost yang diberikan 

(DeVito, 2007 p. 245). 

Dokumen terkait