HASIL DAN PEMBAHASAN A. Deskripsi Obyek Penelitian
C. Faktor yang mempengaruhi Analisis Pelaksanaan Kualitas Pelayanan Publik di Dinas Pemadam Kebakaran Kota Makassar.Publik di Dinas Pemadam Kebakaran Kota Makassar
1. Tersedianya Fasilitas Sarana Dan Prasarana
Sarana dan prasarana yang dimaksudkan dalam penelitian ini adalah seperti tersedianya mobil armada yang dapat digunakan oleh para personil pemadam kebakaran saat terjung kelokasi kejadian.
Fasilitas merupakan salah satu penunjang kualitas pelayanan yang diberikan kepada masyarakat. Untuk mengetahui fasilitas-fasilitas apa saja yang tersedia di Dinas Pemadam Kebakaran Kota Makassar.
Sebagaimana hasil wawancara yang penulis lakukan dengan salah satu informan yaitu Bidang Oprasional mengatakan bahwa:
“Kami selaku pemerintah sudah melakukan yang terbaik dengan menyediakan fasilitas sarana dan prasarana seperti disediakannya mobil penyemprot dan pos jaga di dinas pemadam kebakaran kota Makassar”.
(Wawancara penulis A, 27Agustus 2015).
Senada dengan pendapat diatas terkait dengan masalah faktor pendukung dengan Bidan petugas lapangan yang megatakan bahwa .
“Fasilitas mobil armada yang ada di Dinas pemadam Kebakaran sudah sangat memadai dilihat dari penyediahan mobil penyemprot ”(Wawancara, dengan B”, tanggal, 27, Agustus, 2015).
Dari hasil wawancara tersebut diatas penulis dapat menyimpulkan bahwa fasilitas seperti mobil armada yang dimiliki oleh Dinas Pemadam Kebakaran Kota Makassar baik di pusat maupun di posko sudah memenuhi standar di karenakan sudah banyak fasilitas sarana dan prasarana di sediakan pemerintah sehingga menunjang kualitas dari pelakasanaan pelayanan publik yang ada.
b. Faktor Penghambat
Faktor penghambat adalah faktor-faktor yang menghambat proses dalam pelaksanaan kualitas pelayanan publik di Dinas Kebakaran Kota Makassar yaitu:
1. Kurangnya personil
Kurangnya personil merupakan salah satu kendala yang dihadapi oleh petugas lapangan saat terjun kelokasi kejadian. Hal inilah yang harus diperhatikan oleh Dinas Pemadam Kebakaran karena sesungguhnya idealnya petugas lapangan harus 300 orang sesuai data yang diperoleh di Dinas pemadam kebakaran Kota Makassar menentukan bahwa personil yang ada
hanya berjumlah 90 orang yang terdiri dari 3 posko yang beranggotakan 15 orang di tiap posko. Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan oleh penulis maka diperoleh hasil sebagai berikut:
Tabel 08 : Daftar Jumlah Pegawai Yang ada di Dinas Pemamadam Kebakaran
No Karyawan Jumlah
1 Personil posko I 15
2 Personil posko II 15
3 Personil posko III 15
4 Personil pusat 28
5 Staf pegawai 17
Total 90 Orang
Dari tabel diatas dapat dilihat bahwa jumlah bahwa personil posko I : 15 orang, personil posko II : 15 orang, personil posko III : 15 orang, personil pusat : 28 orang, dan stah pegawai 17 orang.. jadi jumlah personil atau staf yang ada berjumlah 90 orang. Jika dilihat jumlah personil masih kurang sedangkan idealnya harus 300 orang. Personil pemadam kebakaran yang ada dikota Makassar.
Sebagaman hasil wawancara penulis lakukan dengan salah satu informan yaitu Bidang Oprasional mengatakan bahwa:
“Sesungguhanya kami kekurangan personil khususnya personil dibagian lapangan. Kami dari dinas pemadam kebakaran itu terdiri dari 3 posko, posko kima, posko tallo dan juga posko panakkukang dan jumlah mereka hanya terdiri dari 15 orang saja. Seharusnya tiap posko harus dilengkapi dengan 20 orang personil ditiap posko yang ada” ( Wawancara, dengan B”, tanggal, 27, Agustus, 2015).
Hal senada juga disampaikan oleh salah satu informan yaitu petugas lapangan yang mengatakan bahwa:
“Sesungguhanya kami kekurangan personil khususnya personil dibagian lapangan. Kami dari dinas pemadam kebakaran itu terdiri dari 3 posko, posko kima, posko tallo dan juga posko panakkukang dan jumlah mereka hanya terdiri dari 15 orang saja. Seharusnya tiap posko harus dilengkapi dengan 20 orang personil ditiap posko yang ada” (Wawancara, dengan B.N, tanggal, 26, Agustus, 2015).
Hal senada juga disampaikan oleh salah satu informan yaitu Bidang Sarana dan Prasarana yang mengatakan bahwa:
“Sesungguhanya kami kekurangan personil khususnya personil dibagian lapangan. Kami dari dinas pemadam kebakaran itu terdiri dari 3 posko, posko kima, posko tallo dan juga posko panakkukang dan jumlah mereka hanya terdiri dari 15 orang saja. Seharusnya tiap posko harus dilengkapi dengan 20 orang personil ditiap posko yang ada” (Wawancara, dengan H.I, tanggal, 13, Agustus, 2015)
Hal senada juga disampaikan oleh salah satu informan yaitu Bidang Penyuluhan dan Pelatihan mengatakaan bahwa:
“Sesungguhanya kami kekurangan personil khususnya personil dibagian lapangan. Kami dari dinas pemadam kebakaran itu terdiri dari 3 posko, posko kima, posko tallo dan juga posko panakkukang dan jumlah mereka hanya terdiri dari 15 orang saja. Seharusnya tiap posko harus dilengkapi dengan 20 orang personil ditiap posko yang ada” (Wawancara, J.R, tanggal, 19, Agustus, 2015).
Dari hasil wawancara tersebut diatas dapat disimpulkan bahwa jumlah personil yang ada baik di pusat maupun di posko yang ada di kota Makassar masih kurang. Dan masih memerlukan penambahan personol pemadam kebakaran.
Sedangkan hasil wawancara yang dilakukan dengan salah satu informan yaitu masyarakat rapoppocini yang mengatakan bahwa:
“…… kami melihat personil dari pemadam kebakaran sangatlah sedikit terkadang kami hanya melihat 8 orang saja yang turun ketempat kejadian.
Sedangkan personil lainnya sedang menuju kelokasi”(Wawancara, dengan, M.A, tanggal, 19, Agustus, 2015)
Hal senada juga disampaikan oleh salah satu informan yaitu masyarakat rapoppocini yang mengatakan bahwa:
“pelayanan yang diberikan oleh para personil pemadam kebakaran sudah baik, akan tetapi yang menjadi kekhawatiran warga hanya keterlambatan para personil yang biasanya tidak tepat waktu kedatangannya””.(Wawancara, dengan B.N, tanggal, 26, Agustus, 2015).
Dari hasil wawancara diatas tersebut penulis dapat menyimpulkan bahwa personil dinas pemadam kebakaran khususnya personil bagian lapangan itu memang sangatlah kurang.
2. Kurangnya partisipasi dari masyarakat.
Partisipasi masyarakat sangatlah dibutuhkan demi tercapainya suatu tujuan yang ingin dicapai tanpa partisipasi, maka hal tersebut tidak akan terlaksana. Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan oleh penulis maka diperoleh hasil sebagai berikut:
Sebagaman hasil wawancara penulis lakukan dengan salah satu informan yaitu Bidang Operasional mengatakan bahwa:
“Kami dari dinas pemadam kebakaran kadang merasa bingung karena masyarakat selalu menginginkan para petugas menyemprot ketitik api tersebut”(Wawancara dengan B, tanggal 27 Agustus 2015).
Sebagamana hasil wawancara penulis lakukan dengan salah satu informan yaitu Bidang Sarana Dan Prasarana mengatakan bahwa:
“Terkadang kami saat sampai ke lokasi kejadian masyarakat hanya panik dan hanya sibuk menyelamatkan barang-barang berharga mereka dan tidak mau berinisiatif untuk memadamkan api” (Wawancara dengan HI, tanggal 13 Agustus 2015).
Sebagaman hasil wawancara penulis lakukan dengan salah satu informan yaitu Prasarana dan Prasarana mengatakan bahwa:
“Perselisihan antara petugas dengan masyarakat sering sekali terjadi dikarenakan, masyarakat sering memberikan informasi alamat yang kurang tepat sehingga membuat kami terlambat samapi kelokasi kejadian dan dari hal itulah kami terkadang selalu disalahkan oleh masyarakat karena terlambat” (Wawancara dengan, HI 13 Agustus 2015)”.
Dari hasil wawancara tersebut diatas penulis dapat menyimpulkan bahwa salah satu faktor yang menghambat dinas pemadam kebakaran dalam melaksanakan tugasnya adalah karena kesalahan informasi tempat terjadinya kebakaran yang diberikan oleh masyarakat
3. Akses Jalan
Akses jalan merupakan salah satu faktor penunjang dalam melaksanakan setiap kegiatan yang ingin dilakukan. Tampa adanya akses jalan yang memadai akan membuat terhambatnya suatu pekerjaan. Seperti halnya yang terjadi di kota Makassar ini setiap kali terjadi kebakaran salah satu kendala yang dihadapi adalah kemacetan yang ada di jalan saat menuju kelokasi kejadian hal ini yang membuat kinerja para personil pemadam kebakaran selalu di anggap kurang optimal.
Sebagaimana hasil wawancara penulis lakukan dengan salah satu informan yaitu personil di bagian Sarana Dan Prasarana mengatakan bahwa:
“Salah satu yang menjadi kendala saat turun kelokasi kejadian adalah kemacetan jalan, yang megakibatkan terlambatnya kami sampai kejadian kebakaran”. (Wawancara H.I, 13 Agustus 2015).
Hal senada juga disampatkan oleh salah satu informan yaitu Bidang Penyeluhan Dan Pelatihan yang mengatakan bahwa:
“Kami sering mendegar masyarakat selalu mengeluh saat kami sampat ketempat kejadian kebakaran. Masyarakat berangapan bahwa kami telat menerima informasi yang masuk di posko maupun yang ada di posko induk.padahal mereka tidak mengetahui bahwa salah satu kendala yang kami hadapi saat ketempat kejadian kebakaran adalah kemacetan dan juga terkadang sempitnya jalan untuk menjangkau lokasi kebakaran.
(Wawancara J.F, 19 Agustus 2015).
Hal senada juga disampatkan oleh salah satu informan yaitu Bidang Operasional mengatakan bahwa:
“Salah satu yang menjadi kendala saat turun kelokasi kejadian adalah kemacetan jalan, yang megakibatkan terlambatnya kami sampai kejadian kebakaran”(Wawancara dengan B, tanggal 27 Agustus 2015).
Hal senada juga disampaikan oleh salah satu informan yaitu Bidan Petugas Lapangan yang mengatakan bahwa:
“Salah satu yang menjadi kendala saat turun kelokasi kejadian adalah kemacetan jalan, yang megakibatkan terlambatnya kami sampai kejadian kebakaran”( (Wawancara, A”, tanggal, 19, Agustus, 2015).
Dari hasil wawancara tersebut diatas penulis dapat menyimpulkan bahwa salah satu faktor yang menghambat di Dinas Pemadam Kebakaran dalam melaksanakan tugasnya adalah saat menghadapi kemacetan di jalan merupakn salah satu kendala yang di hadapi saat menuju kelokasi kejadian,hal ini yang membuat kinerja para personil pemadam kebakaran selalu di anggap kurang optimal.
BAB V PENUTUP A. Kesimpulan
Berdasarkan uraian hasil penelitian yang terlah dibahas dalam bab dimuka, maka pada bagian ini dapat ditarik beberapa kesimpulan sebagai berikut:
1. Pelaksanaan tugas di dinas pemadam kebakaran kota Makassar di nilai cukup baik. Keberhasilan pemerintah kota Makassar dalam melaksanakan kinerja tergantung pada dinas/instansi yang melaksanakan suatu tugas seperti dinas pemadam kebakaran yang membantu wali kota dalam pelaksanaan tugas. Pada kenyataannya masih kurangnya pemberian sosialisasi dan penyeluhan kepada masyarakat tentang pencegahan kebakaran, penanggulangan kebakaran, dan pemberian pengertian tentang bahaya kebakaran. Sehingga kejadian kebakaran dapat diminimalisir.
Melihat bahwa personil yang selalu ada pada jam kerja oporasional, masih seringnya terjadi keterlambatan dalam pelaksanaan pemberian pelayanan pemadaman kebakaran yang terjadi seperti waktu pemadaman, jarak tempuh lokasi pemadaman sehingga mempengaruhi pelaksanaan tugas di dinas pemadam kebakaran di kota Makassar. Keterbatasan alat dan sarana seperti masih kurangnya posko pemadam kebakaran sehingga kurang menunjang efektifitas dalam pelaksanaan kerja dalam pemberian pelayanan kebakaran. Dalam hal tanggung jawab personil pemadam kebakaran bertanggung jawab dengan pemberian pelayanan kejadian kebakaran kerana personil sudah mempunyai tugasnya masing-masing
namun pelatihan dan pendidikan yang diberikan kepada porsonil agar meningkatkan kemampuan teknis dan pengatahuan pegawai atau personil dalam pelaksanaan tugas masih jarang dilakukan.
2. Faktor-faktor yang mempengaruhi dalam pelaksanaan pelayanan publik di Dinas Pemadam Kebakaran Kota Makassar yaitu adanya faktor pendukung yaitu tersedianya fasilitas sarana dan prasarana dan faktor penghambat yaitu kurangnya personil, kurangnya partisipasi dari masyarakat dan akses jalan.
B. Saran
Setelah menarik kesimpulan dari penelitian, melihat pelaksanaan tugas yang ada penulis dengan akal yang sehat dan berpikir memberikan saran yang mana setidaknya bisa diterima oleh masyarakat dan instansi.
1. Pada realitanya masih jarang sosialisasi pada masyarakat dan hendaknya lebih sering lagi pemberian sosialisasi kepada masyarakat sehingga masyarakat mengerti tentang bahaya kebakaran dan bagaimana pencegahan dan penanggulangan kebakaran tersebut sehingga masyarakat setidaknya bisa dan mampu untuk meminimalisir kejadian kebakaran bahkan kejadian kebakaran dapat tidak terjadi. Dengan keterbatasan alat atau sarana, maka personil atau pegawai tetap memberikan yang terbaik kepada masyarakt dalam memberikan pelayanan kebakaran. Posko pemadam kebakaran, unit mobil pemadam kebakaran hendaknya ditambah lagi mengingat luasnya kota Makassar. Untuk mengefisiensikan dan mengefektikan kelancaran waktu pemadaman kebakaran, menpersingkat jarak tempuh pemadamanan dan jarak
lokasi kebakaran. Mengenai alat pemadaman kebakaran juga harus dilengkapi dan ditambah serta memperbaiki alat yang tidak bisa di pergunakan secara maksimal agar pelaksanaan tugas dapat terlaksana dengan efektif dan dalam pelaksanaan tugas pegawai atau personil dapat menyangkau lokasi kejadian kebakaran seperti di daerah padat hunian dengan alat pemadaman yang baik.
2. Pada intinya di Dinas Pemadam Kebakaran melengkapi, menambah dan memperbaiki alat atau sarana yang ada pada saat ini. Pelaksanaan program pendidikan pelatihan yang harus sering dilakukan lagi dengan mengacuh program-program yang ada. Kerena pelatihan dn pendidikan ini mempuh menambah wawasan, kemampuan teknis personil atau pegawai, karena lengkapnya dan sebaikalat pemadam kebakaran kalau tidak di tunjang dengan kemamuan personil atau pegawai akan mengakibatkan ketidak lancaran suatu pelaksanaan tugas atau pekerjaan, di kerenakan alat pemadaman kebakaran di kendalikan oleh kemampuan pegawai atau personil.