• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II KAJIAN TEORI

METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian

E. Teknik Pengumpulan Data

1. Tes Tertulis

Tes yang diberikan adalah tes berbentuk soal cerita . Materi yang diujikan dalam tes adalah materi yang diberikan selama penelitian.

Tes hasil belajar ini dikembangkan melalui langkah-langkah sebagai berikut:

38 Misbahuddin,Iqbal Hasan, Analisis data penelitian dengan statistk ,(Jakarta: Bumi Aksara 2014) hlm 21

39 Misbahuddin,Iqbal Hasan,…,hlm21

a. Menyusun tes

Dalam menyusun tes penulis melakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut:

1) Menentukan tujuan mengadakan tes, tujuan dari tes ini adalah untuk mengetahui dimana kesulitan siswa saat menyelesaikan soal dalam bentuk cerita

2) Membuat batasan terhadap bahan yang akan diujikan.

3) Membuat kisi-kisi tes. Kisi-kisi soal disusun agar mempermudah dalam pembuatan soal.

4) Menyusun soal tes sesuai dengan kisi-kisi.

5) Membuat kunci jawaban/pembahasan soal tes akhir belajar.

6) Melakukan validasi tes.

Tujuan dilakukan validasi soal tes adalah untuk mengetahui sejauh mana soal tes telah mengukur apa yang seharusnya diukur. Dalam suatu tes, tes dikatakan valid apabila materi yang akan diteskan kepada siswa sesuai bahan-bahan pelajaran yang diatur dalam Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar yang telah digariskan dalam kurikulum.

7) Analisis soal tes

Analisis ini dilakukan untuk melihat dan mengidentifikasi soal- soal yang baik, kurang baik dan soal yang tidak sama sekali.

b. Analisis butir soal 1) Validitas

Tes dikatakan valid apabila telah dapat mengukur apa yang hendak diukur.40 Tes yang dikatakan memiliki validitas isi apabila mengukur tujuan khusus tertentu, sejajar dengan materi atau isi pelajaran tersebut.

Menurut Sumadi, validitas merupakan sejauh mana instrumen itu merekam/mengukur apa yang hendak direkam atau diukur. Suatu alat ukur disebut memiliki validitas jika alat ukur tersebut isinya layak mengukur objek yang seharusnya diukur dan sesuai dengan kriteria tertentu.41

Untuk menentukan validitas tes essay dapat digunakan korelasi product moment yaitu:

∑ ∑ ∑

√[ ∑ ∑ ][ ∑ ∑ ] Keterangan:

Koefisien korelasi antara variabel X dan Y Jumlah testee

∑ Jumlah perkalian antara skor item dan skor total

∑ Jumlah skor item

40Slameto, Evaluasi Pendidikan, (Jakarta : Bumi Aksara, 2001), hlm 216

41 Sumadi Suryabrata , Metodologi Penelitian , (Jakarta : PT Raja Grafindo Persada, 2004) ,hlm60

∑ Jumlah skor total

Setelah diperoleh nilai , nilai tersebut dibandingkan dengan nilai product moment untuk taraf nyata dan jumlah siswa N. Kaidah keputusannya adalah:

a) Jika berarti soal valid b) Jika berarti soal tidak valid42

Setelah didapat keputusan soal itu valid, selanjutnya dilihat kriteria penafsiran mengenai indeks korelasi product moment, yaitu sebagai berikut: Tabel 3.1 hasil analisis validitas soal uji coba

Nomor Soal 1 2 3 4 5

Berdasarkan perhitungan pada tabel 3.1 diperoleh rtabel

0,361 untuk dan derajat kebebasan (dk = n – 2)

42 M. Chabib Thoha, Teknik Evaluasi Pendidikan, (Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 1990), hal.115

43 Zaenal Arifin, Evaluasi Pembelajaran, Prinsip, Teknik, Prosedur. (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2009), hlm 257

dimana soal nomor 1, 2, 4 memiliki kriteria sangat tinggi dan soal 3 dan 5 memiliki kriteria tinggi , karena berarti soal valid. Data selengkapnya dapat dilihat pada lampiran IV halaman 78.

2) Reliabilitas

Reliabilitas tes merupakan ukuran ketepatan alat penelitian dalam menunjukkan sesuatu yang hendak diukur. Reliabilitas tes artinya keadaan suatu tes jika tes tersebut diteskan kembali maka dapat menghasilkan informasi yang konsisten, tetap dan andal. Suatu tes dapat dikatakan mempunyai taraf kepercayaan tinggi jika tes tersebut dapat memberikan hasil yang tetap.

Reliabilitas tes berhubungan dengan masalah ketetapan hasil tes. Seandainya hasilnya berubah-ubah, perubahan yang terjadi dapat dikatakan tidak berarti. Jadi, reliabilitas tes adalah ketetapan suatu tes apabila diteskan kepada subjek yang sama. Untuk menentukan koefisien reabilitas digunakan rumus alpha yang dinyatakan dengan

=

(

) (

)

keterangan:

: reabilitas yang dicari

: Banyaknya butir item yang dikeluarkan dalam tes

∑ : jumlah varians skor tiap- tiap item

: varians total44 Rumus varians:

Dengan kriteria sebagai berikut:

reliabilitas sangat tinggi reliabilitas tinggi

reliabilitas sedang reliabilitas rendah

reliabilitas sangat rendah.45

Berdasarkan hasil analisis diperoleh bahwa r11 = 0,58.

Apabila r11 dikorelasikan dengan harga kritik Korelasi Product Moment dengan α = 0,05 dan derajat kebebasan (dk = n – 1) maka r11 = 0,58 lebih besar dari rtabel = 0,355 maka dapat disimpulkan bahwa soal tes uji coba dikatakan reliabel dengan kategori sedang. Data selengkapnya dapat dilihat pada lampiran V halaman 80.

3) Tingkat Kesukaran Soal

Bilangan yang menunjukkan sukar atau mudahnya sesuatu soal disebut indeks kesukaran (difficulty index). 46 Tingkat

44 Suharsimi Arikunto, Dasar-Dasar Evaluasi Guruan. (Jakarta, Bumi Aksara,2012), hlm122

45 Suharsimi Arikunto, Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan, (Jakarta : Bumi aksara,2008) hlm75

46Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif Dan R&D, (Bandung: Alfabeta, 2007), hlm207

kesukaran soal adalah suatu bilangan yang menunjukkan sulit mudahnya suatu soal. Soal yang baik adalah soal yang tidak terlalu mudah dan tidak terlalu sulit. Menurut Zainal Arifin, untuk menghitung tingkat kesukaran dapat digunakan langkah-langkah berikut:

1) Menghitung rata-rata skor untuk tiap butir soal dengan rumus:

2) Meghitung tingkat kesukaran dengan rumus:

3) Membandingkan tingkat kesukaran dengan kriteria

berikut:

0,00 – 0,30 = sukar 0,31 – 0,70 = sedang 0,71 – 1,00 = mudah47

Hasil perhitungan tingkat kesukaran soal uji coba dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 3.2 Hasil Analisis Tingkat Kesukaran Soal Uji Coba Tes Nomor

Kriteria Sedang Sedang Sedang Sedang Sedang

Berdasarkan tabel 3.2 di atas dapat disimpulkan bahwa soal nomor 1, 2, 3, 4, 5 adalah soal yang mempunyai tingkat kesukaran dengan kriteria sedang. Data selengkapnya dapat dilihat pada lampiran VI halaman 82.

4) Daya Pembeda

Daya pembeda soal adalah kemampuan suatu soal untuk membedakan antara siswa yang pandai dengan siswa yang berkemampuan rendah. Menurut Zainal Arifin, untuk menentukan daya pembeda soal dapat digunakan langkah-langkah berikut:

1) Menghitung jumlah skor total tiap peserta didik.

2) Mengurutkan skor total mulai dari skor terbesar sampai dengan skor terkecil.

3) Menetapkan kelompok atas dan kelompok bawah. Jika jumlah peserta didik banyak (di atas 30) dapat ditetapkan 27 %

4) Menghitung rata-rata skor untuk masing-masing kelompok (kelompok atas maupun kelompok bawah).

5) Menghitung daya pembeda soal dengan rumus:

̅̅ ̅

Keterangan :

DP = daya pembeda

̅ = rata- rata kelompok atas ̅ = rata-rata kelompok bawah

6) Membandingkan daya pembeda dengan kriteria sebagai berikut:

Tabel 3.3 Hasil Analisis Daya Pembeda Soal Uji Coba Tes Nomor daya pembeda baik dan soal nomor 3, 4 memiliki daya pembeda sangat baik sedangkan pada soal nomor 5 memiliki daya pembeda yang cukup. Data selengkapnya dapat dilihat pada lampiran VII halaman 85.

2. Wawancara

Wawancara adalah proses tanya jawab dalam penelitian yang berlangsung secara lisan terdiri dari dua orang atau lebih secara tatap

48Zainal Arifin,...., hlm133

muka mendengarkan secara langsung informasi-informasi atau keterangan-keterangan.49 Teknik wawancara banyak dilakukan dalam setiap kegiatan survei. Tanpa adanya wawancara penelitian akan kehilangan informasi yang hanya dapat diperoleh dengan bertanya langsung kepada responden. Sugiyono mengemukakan beberapa macam wawancara sebagai beikut:

a. Wawancara terstruktur

Wawancara jenis ini dilakukan sebagai teknik pengumpulan data bila peneliti telah mengetahui dengan pasti tentang informasi apa yang akan diperoleh.

b. Wawancara semi terstruktur

Wawancara ini termasuk dalam kategori in-depth interview.

Pelaksanannya lebih bebas dibandingkan wawancara terstruktur. Tujuan jenis wawancara ini adalah untuk menemukan pemasalahan secara lebih terbuka.

c. Wawancara tidak berstruktur

Wawancara tak berstruktur ini adalah wawancara yang bebas, dimana peneliti tidak menggunakan wawancara yang telah tersusun secara sistematis dan lengkap untuk pengumpulan datanya. Pedoman wawancara yang digunakan hanya berupa garis-garis besar permasalahan yang ditanyakan.50

Langkah pertama dalam proses wawancara adalah membina hubungan akrab dengan responden dan menjadikan responden bersikap kooperatif. Komunikasi di dalam wawancara harus berhati-hati karena disini berinteraksi dua kepribadian pewawancara dan responden.

Berdasarkan pengalaman Michigan Survey Reseaarch Center diketahui bahwa responden lebih mengingat tentang pewawancara dan cara ia

49 Cholid Narbuko dan Abu Achmadi, Metotologi Penelitian, (Jakarta: PT Bumi Aksara, 2015), hlm83

50 Hayat Rahmat, Resume Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif dan R&D,(Cirebon: IAIN Syekh Nurjati),hlm9

mewawancarai daripada isi wawancara, karena itu segala usaha untuk mendapatkan simpatik dan sikap kooperatif responden sebaiknya harus dipahami oleh sipewawancara.

Pedoman untuk mencapai tujuan wawancara dengan baik sebagai berikut:

a. Berpakaian sederhana dan rapi b. Bersikap rendah hati

c. Bersikap hormat kepada responden

d. Ramah dengan kata-kata disertai muka yang cerah (tidak muram)

e. Sikap yang penuh pengertian terhadap responden dan netral f. Bersikap seolah-olah tiap responden yang kita hadapi selalu

ramah dan baik

g. Menjadi pendengar yang baik.51 F. Prosedur Penelitian

Secara umum prosedur penelitian dapat dibagi atas tiga bagian yaitu: tahap persiapan, tahap pelaksanaan, dan tahap penyelesaian.

1. Tahap Persiapan

a. Menetapkan tempat yaitu MTsN 3 Agam dan menetapkan waktu penelitian.

b. Mengurus surat izin penelitian pada pihak kampus.

c. Melaksanakan observasi.

d. Meminta data awal populasi berupa nilai ulangan harian untuk pelajaran matematika kepada guru bidang studi.

e. Menetapkan sampel penelitian.

51 Cholid Narbuko dan Abu Achmadi, ..., hlm87

f. Menyusun teknik pengumpulan data yang akan digunakan untuk penelitian.

g. Melakukan validasi teknik pengumpulan data penelitian kepada ahli.

h. Menguji cobakan teknik pengumpulan data.

2. Tahap Pelaksanaan

Pada tahap pelaksanaan peneliti memberikan tes kepada subjek penelitian yang telah dipilih, kemudian hasil dari tes tersebut dianilis.

Selanjutnya siswa yang menjadi subjek tersebut diwawancarai dengan bantuan guru matematika.

3. Tahap Penyelesaian

Setelah data diperoleh dari tahap pelaksanaan maka dilakukan analisis data kemudian di deskripsikan.

Dokumen terkait