7. Sasaran Meningkatnya kualitas layanan publik kepada masyarakat, dengan indikator :
a. Jumlah Sistem Informasi Manajemen Pemerintah Daerah, tercapai 100% dengan kategori Sangat Berhasil;
Capaian ini diukur dari realisasi 32 SIMDA, dengan target 32 SIMDA.
b. Cakupan pengguna informasi publik yang terlayani, tercapai 100% dengan kategori Sangat Berhasil;
Capaian ini diukur dari realisasi 7 pemohon Informasi melalui PPID yang dilayani dengan target 7 pemohon Informasi melalui PPID.
c. Persentase informasi publik yang bisa diakses publik melalui website pemerintah daerah, tercapai 100% dengan kategori Sangat Berhasil;
Capaian ini diukur dari realisasi 100% atau 249 informasi publik yang bisa diakses dibanding 249 seluruh informasi publik.
d. Persentase meningkatnya jumlah izin terbit, tercapai 94,52% dengan kategori Sangat Berhasil;
Capaian ini diukur dari realisasi 13,23%, dengan target 14%.
e. Persentase SOP penyelenggaraan pemerintahan yang diterapkan, tercapai 86,95% dengan kategori Sangat Berhasil;
Capaian ini diukur dari realisasi 17,39%, dengan target 20%.
f. Persentase pengaduan yang tertangani, tercapai 70% dengan kategori Berhasil;
Capaian ini diukur dari realisasi 70% dengan 138 pengaduan yang ditangani dari 198 seluruh pengaduan, dengan target 100%.
g. Cakupan penerbitan Kartu tanda Penduduk (KTP), tercapai 71,4% dengan kategori Berhasil;
Capaian ini diukur dari realisasi 71,4% dengan 459.548 penerbitan KTP dibanding 643.719 penduduk Wajib KTP, dengan target 100%. h. Cakupan penerbitan kutipan akta kelahiran,
tercapai 102,17% dengan kategori Sangat Berhasil;
Capaian ini diukur dari realisasi 89,91% atau 20.166 kutipan akta kelahiran yang diterbitkan dibanding 22.430 kelahiran, dengan target 88% .
i. Cakupan penerbitan Kartu Keluarga, tercapai 100,35% dengan kategori Sangat Berhasil; Capaian ini diukur dari realisasi 95,33% atau 74.000 dari 77.622 wajib KK, dengan target 95%.
j. Cakupan penerbitan kutipan akta kematian, tercapai 80,81% dengan kategori Berhasil;
Capaian ini diukur dari realisasi 63,04% dengan jumlah Akta kematian sebanyak 2.535 dibanding 4.021 penduduk meninggal dunia, dengan target 78%.
Rata-rata capaian sasaran ini adalah 90,6% kategori Sangat Berhasil.
Jumlah Sistem Informasi Manajemen Pemerintah Daerah, Persentase meningkatnya jumlah izin terbit, Cakupan penerbitan Kartu tanda Penduduk (KTP) dan Cakupan penerbitan Kartu Keluarga.
Permasalahan yang muncul adalah masih belum optimalnya kualitas layanan publik kepada masyarakat.
Solusi yang akan dilakukan adalah peningkatan pelayanan publik. Upaya nyata yang dilakukan melalui antara lain program Efektivitas dan efisiensi pengolahan data dalam sistem manajemen informasi yang berkaitan dengan pelayanan publik dan kegiatan Pengembangan Implementasi e-Government, serta program Peningkatan fasilitas pelayanan publik dan kegiatan Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik. Pemerintah Kota Malang akan menerapkan pelayanan kependudukan secara online di 57 Kelurahan, jika sebelumnya pelayanan online barubisa dilayani di 10 kelurahan, pada tahun 2015 pengurusan administrasi kependudukan sudah bisa dilayani di 57 kelurahan yang ada di Kota Malang. Dengan adanya pelayanan prima ini, maka warga masyarakat bisa menghemat waktu dan tenaga karena tidak perlu datang ke Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kota Malang yang ada di Perkantoran Terpadu, Jl. Mayjend Sungkono.
8. Sasaran Meningkatnya Pengelolaan Keuangan dan Kinerja Daerah dengan indikator :
a. Persentase peningkatan pajak daerah, tercapai 88% dengan kategori Sangat Berhasil;
Capaian ini diukur dari realisasi 17,60% dengan penerimaan pajak pada tahun 2014 sebesar Rp. 280.476.772.496.87 dibanding penerimaan pajak pada tahun 2013 sebesar Rp. 238.499.748.161.57, dengan target 19% b. Hasil audit LKD oleh BPK,tercapai 100%
dengan kategori Sangat Berhasil;
Capaian ini diukur dari realisasi WTP dengan target WTP.
c. Hasil evaluasi akuntabilitas kinerja pemerintah daerah, tercapai 89% dengan kategori sangat Berhasil;
Capaian ini diukur dari realisasi nilai 57,69 atau CC, dengan target nilai 65 atau B.
Rata-rata capaian sasaran ini adalah 94% kategori Sangat Berhasil.
Keberhasilannya dapat dilihat dari keberhasilan Jumlah Persentase peningkatan pajak daerah, Hasil audit LKD oleh BPK, Hasil evaluasi akuntabilitas kinerja pemerintah daerah.
Permasalahan yang muncul adalah masih belum optimalnya Pengelolaan Keuangan dan Kinerja Daerah, karena belum diterapkannya Akuntansi Berbasis Akrual dan dalam pengelolaan keuangan daerah masih belum menggunakan teknologi informasi yang terintegrasi.
Solusi yang akan dilakukan adalah peningkatan Pengelolaan Keuangan dan Kinerja Daerah.
Upaya nyata yang dilakukan melalui antara lain program Peningkatan Pengelolaan Keuangan dan Kinerja Daerah dan kegiatan peningkatan dan Pengembangan pengelolaan keuangan daerah. Dalam program tersebut akan dilaksanakan sistem pengelolaan keuangan daerah berbasis sistem informatika melalui aplikasi online e-financing dengan didukung kebijakan daerah tentang penerapan akuntansi berbasis akrual.
9. Sasaran Meningkatnya kualitas aparatur pemerintah daerah dalam melakukan pelayanan publik dengan indikator :
a. Adanya sistem evaluasi kinerja pemerintah daerah, tercapai 100% dengan kategori Sangat Berhasil;
Capaian ini diukur dari realisasi 100% dengan target 100%.
b. Adanya mekanisme rekrutmen jabatan yang akuntabel, tercapai 100% dengan kategori Sangat Berhasil;
Capaian ini diukur dari realisasi ada, dengan target ada.
c. Persentase aparatur Pemadam Kebakaran yang memenuhi standar kualifikasi, tercapai 44,4% dengan kategori kurang Berhasil;
Capaian ini diukur dari realisasi 6,7% dengan target 15%.
d. Persentase pejabat yang mengisi dan menyerahkan LHKPN, tercapai 76,4% dengan kategori Berhasil;
Capaian ini diukur dari realisasi 76,4% dengan target 100%.
Rata-rata capaian sasaran ini adalah 80% kategori Berhasil.
Keberhasilannya dapat dilihat dari keberhasilan Adanya mekanisme rekrutmen jabatan yang akuntabel, Persentase pegawai yang capaian kinerjanya sesuai target dalam sasaran Kinerja Pegawai, Persentase aparatur Pemadam Kebakaran yang memenuhi standar kualifikasi dan Persentase pejabat yang mengisi dan menyerahkan LHKPN.
Permasalahan yang muncul adalah masih belum optimalnya kualitas aparatur pemerintah daerah dalam melakukan pelayanan publik.
Solusi yang akan dilakukan adalah peningkatan kualitas aparatur pemerintah daerah dalam melakukan pelayanan publik.
Upaya nyata yang dilakukan melalui antara lain program Optimalisasi Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) dan kegiatan peningkatan sistem pengawasan internal dan pengendalian pelaksanaan kebijakan KDH, Peningkatan Profesionalisme tenaga pemeriksa dan aparatur pengawasan, Penataan dan Penyempurnaan kebijakan sistem dan prosedur pengawasan dan Pembinaan dan Pengembangan Aparatur.
Tujuan 7 : Terwujudnya peningkatan kualitas