• Tidak ada hasil yang ditemukan

Tes Hasil Belajar

METODOLOGI PENELITIAN

E. Instrumen Penelitian

2. Tes Hasil Belajar

Untuk memperoleh data, maka kedua kelas sampel diberikan tes. Bentuk soal yang digunakan dalam tes adalah berupa soal essay, tes hasil belajar dikembangkan melalui langkah-langkah sebagai berikut:

2. Membuat kisi-kisi soal

3. Menyusun tes sesuai dengan kisi-kisi soal yang telah dibuat. 4. Membuat kunci jawaban

5. Melakukan validasi tes

Sebuah tes dikatakan valid apabila tes tersebut mengukur apa yang hendak diukur.47 Validasi tes yang akan digunakan adalah validitas isi

(content validity), yaitu validitas tes yang mempersoalkan apakah isi butir tes yang diujikan itu mencerminkan isi kurikulum yang seharusnya diukur atau tidak.48

Sebelum tes diberikan pada kelas sampel, terlebih dahulu diuji cobakan pada pada kelas selain kelas sampel yaitu kelas VIII3 MTsN

Matur. Pengujian ini dimaksudkan agar tes yang akan diberikan mempunyai kualitas tes yang baik.

6. Analisis soal tes

Analisis soal tes bertujuan untuk mengadakan identifikasi soal- soal yang baik, kurang baik, dan soal yang jelek. Dengan analisis soal dapat diperoleh informasi tentang kejelekan sebuah soal dan petunjuk untuk mengandakan sebuah perbaikan.49 Agar soal-soal yang

digunakan dapat memenuhi kriteria sebagai alat ukur yang baik, maka diteliti validitas, reliabilitas, daya pembeda dan tingkat kesukaran soal.

47Suharsimi Arikunto, Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan, ( Jakarta : Bumi Akasara, 1993),hal. 63

48M. Chabib Thoha, Teknik Evaluasi Pendidikan, (Jakarta: Grafindo, 1996), hal.111

49Suharsimi Arikunto, Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan, (Jakarta : PT Bumi Aksara, 2008), hal 206

a. Validitas Tes

Validitas adalah suatu ukuran yang menunjukkan tingkat kevalidan suatu instrument. Instrument dikatakan valid jika mampu mengukur apa yang diinginkan melalui data dan variabel yang diteliti secara sadar.50

Untuk menentukan validitas tes essay dapat digunakan korelasi product moment yaitu:

rxy= N

XY

(∑

X

)(∑

Y

)

√{

N

X2−

(∑

X

)

2

}{

N

Y2−

(∑

Y

)

2

}

Keterangan:

rxy = Korelasi Product Moment

N = Jumlah peserta tes

Ʃ X = Jumlah skor item

Ʃ Y = Jumlah skor total

Ʃ

X2

= Jumlah kuadrat skor item

Ʃ Y2

= Jumlah kuadrat skor total XY

Ʃ = Jumlah perkalian skor item dan skor total

Untuk menafsirkan koefisien korelasi dapat menggunakan kriteria sebagai berikut:

1) Jika 0.80≤rxy1.00 maka korelasi sangat tinggi 2) Jika 0.60≤rxy<0.80 maka korelasi tinggi 3) Jika 0.40≤rxy<0.6 0 maka korelasi sedang 4) Jika 0.20≤rxy<0.4 0 maka korelasi rendah

5) Jika 0.00≤rxy<0.2 0 maka korelasi sangat rendah51

Setelah didapatkan rxy , kemudian dibandingkan dengan harga kritik nilai r product moment. Distribusi untuk α = 0.05 dan N = 30, kaidah keputusannya adalah :

Jika rxy > rtabel berarti soal valid.

Jika rxy < rtabel berarti soal tidak valid.52

50Suharsimi Arikunto,Dasar-dasar , …hal.79

51Pratiknyo Prawironegoro, Evaluasi Hasil Belajar Khusus Analisis Soal Bidang Studi Matematika, (Jakarta: C.V Fortuna, 1985), hal.9

Tabel 3.9 Hasil Analisis Validitas Soal Uji Coba Tes

No. Soal rxy rtabel Keputusan Kriteria Validitas

1 0.84 0.361 Valid Sangat Tinggi

2 0.70 0.361 Valid Tinggi

3 0.63 0.361 Valid Tinggi

4 0.87 0.361 Valid Sangat Tinggi

5 0.86 0.361 Valid Sangat Tinggi

Berdasarkan tabel 3.9 di atas dapat disimpulkan bahwa soal nomor 2 dan 3 memiliki kriteria validitas tinggi dan soal nomor 1, 4 dan 5 memiliki kriteria sangat tinggi.

b. Reliabilitas soal tes

Reliabilitas berhubungan dengan tingkat kepercayaan, dimana suatu tes dapat dikatakan mempunyai taraf kepercayaan yang tinggi apabila dapat memberikan hasil yang tetap. Untuk melihat reliabilitas tes bentuk uraian dipakai rumus alpha.53

r11=

(

n n−1

)(

1−

σi2 σt2

)

dengan , σ2 =

x2−

(∑

x

)

N 2 N Keterangan:

r11 = Reliabilitas yang dicari/reliabilitas tes secara keseluruhan

σi2 = Jumlah variansi skor tiap-tiap item

σt2 = Variansi total

n = Banyaknya butir soal N = Banyaknya siswa

Nilai r11 yang diperoleh kemudian dibandingkan dengan

harga kritik pada tabel rtabel. Jika r11 > rtabel berarti reliabel dan jika r11

< rtabel berarti tidak reliabel, dengan kriteria:

1. Jika 0.90 ¿ r 11 < 1.00 maka reliabilitas tinggi sekali

2. Jika 0.70 ¿ r 11 < 0.90 maka reliabilitas tinggi

3. Jika 0.40 ¿ r 11 < 0.70 maka reliabilitas sedang

4. Jika 0.20 ¿ r 11 < 0.40 maka reliabilitas rendah

5. Jika 0.00 ¿ r 11 < 0.20 maka reliabilitas sangat rendah

sekali

Setelah dilakukan perhitungan reliabilitas soal uji coba tes diperoleh r11= 0.84 kemudian dikonsultasikan dengan nilai tabel

Product Moment dengan N = 30 dan α = 0.05 maka diperoleh rtabel =

0.361. Karena r11 lebih besar dari rtabel , dapat disimpulkan bahwa

soal tes uji coba yang dianalisis dengan rumus alpha adalah reliabel dengan kriteria tinggi.

c. Tingkat kesukaran soal

Tingkat kesukaran soal adalah suatu bilangan yang menunjukkan sulit mudahnya suatu soal.Soal yang baik adalah soal yang tidak terlalu mudah dan tidak terlalu sulit. Untuk menghitung tingkat kesukaran soaldapat digunakan langkah-langkah berikut54:

1) Menghitung rata-rata skor untuk tiap butir soal dengan rumus:

Ratarata=Jumlah skor peserta didik tiap soal Jumlah peserta didik

2) Meghitung tingkat kesukaran dengan rumus: Tingkat kesukaran= ratarata

skor maksimum tiap soal

3) Membandingkan tingkat kesukaran dengan kriteria berikut:

0.00 – 0.30 = sukar 0.31 – 0.70 = sedang 0.71 – 1.00 = mudah

Hasil perhitungan tingkat kesukaran soal uji coba dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel

3.10 Hasil Perhitungan Tingkat KesukaranSoal Uji Coba

No. Soal Tingkat

Kesukaran Kriteria 1 0.55 Sedang 2 0.70 Sedang 3 0.68 Sedang 4 0.38 Sedang 5 0.54 Sedang d. Daya pembeda

Daya pembeda soal adalah kemampuan suatu soal untuk membedakan antara siswa yang pandai dengan siswa yang berkemampuan rendah. Untuk menentukan daya pembeda soal dapat digunakan langkah-langkah berikut55:

a) Menghitung jumlah skor total tiap peserta didik.

b) Mengurutkan skor total mulai dari skor terbesar sampai dengan skor terkecil.

c) Menetapkan kelompok atas dan kelompok bawah. Jika jumlah peserta didik banyak (di atas 30) dapat ditetapkan 27%

d) Menghitung rata-rata skor untuk masing-masing kelompok (kelompok atas maupun kelompok bawah).

1. Menghitung daya pembeda soal dengan rumus:

DP=X KA´ − ´X KB SkorMaks

Keterangan :

DP = daya pembeda ´

X KA = rata- rata kelompok atas ´

X KB = rata-rata kelompok bawah 2. Kriteria pemilihan soal

Membandingkan daya pembeda dengan kriteria sebagai berikut:

0.40 ke atas = sangat baik 0.30 – 0.39 = baik

0.20 – 0.29 = cukup, soal perlu diperbaiki 0.19 ke bawah = soal kurang baik, soal harus

dibuang56

Hasil perhitungan tingkat kesukaran soal uji coba dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel

3.11 Hasil Perhitungan Daya PembedaSoal Uji Coba

No.

Soal PembedaDaya Kriteria

1 0.41 Sangat Baik

2 0.46 Baik

3 0.34 Baik

4 0.34 Baik

5 0.62 Sangat Baik

Perhitungan daya pembeda soal uji coba dapat dilihat pada lampiran XXII halaman 157.

Tabel 3.12 Hasil Analisis Soal Uji Coba

N

o Validitas keputusan Kriteria Reliabilitas Kriteria TK Kriteria DP Kriteria Keputusan

1 0.86 Valid SangatTinggi

0.84 Tinggi

055 Sedang 0.41 Sangat

Baik Digunakan 2 0.85 Valid SangatTinggi 0.70 Sedang 0.46 SangatBaik Digunakan

3 0.61 Valid Tinggi 0.68 Sedang 0.34 Baik Digunakan

4 0.81 Valid SangatTinggi 0.38 Sedang 0.34 Baik Digunakan

5 0.84 Valid SangatTinggi 0.54 Sedang 0.62 SangatBaik Digunakan

Berdasarkan perhitungan validitas, reliabilitas, tingkat kesukaran dan daya pembeda maka dapat disimpulkan bahwa semua soal digunakan tanpa diperbaiki.

F. Teknik Analisis Data

Dokumen terkait