• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V : KESIMPULAN DAN SARAN

KESIMPULAN DAN SARAN A. KESIMPULAN

III. Tesis, Makalah

Siti Hafsah Ramahdhany, Tanggung Jawab Balai Harta Peninggalan Selaku Wali Pengawas Terhadap Harta Anak di Bawah Umur( Studi Mengenai Balai Harta Peninggalan Selaku Wali Pengawas ), Medan, Tesis,2004.

Rustani Juliar Berdikari Hutasohit, Pembaharuan Hukum Sebagai Upaya Meningkatkan Eksistensi Balai Harta Peninggalan dalam Pelayanan Hukum, Medan,Tesis,2009.

Syuhada, Analisis Hukum Terhadap Kewenangan Balai Harta Peninggalan dalam Pengelolaan Harta Kekayaan Yang Tidak Diketahui Pemilik Dan Ahli Warisnya, Medan,Tesis,2009.

Yudhi Marza, Tanggung Jawab Wali Terhadap Anak yang Berada Dibawah Perwaliaanya ( Studi Peneltian di Kota Banda Aceh), Medan, Tesis,2013.

Sulaiman, Peran Balai Harta Peninggalan (BHP) Dalam Perwalian Khusus Anak Dibawah Umur Bagi Warga Keturunan Timur Asing (Studi di Balai Harta Peninggalan Medan),Medan,Tesis,2014.

Asrul,Tinjauan Hukum Perdata Mengenai Tugas dan Kewajiban Wali Dalam Perwalian, Medan,Skripsi,1986.

Amri Marjunin, Perwalian Dan Pengampuan Dan Segala Permasalahan Yang Ada Serta Penyelesaiaanya,Medan,Makalah,2004.

Balai Harta Peninggalan Surabaya, Fungsi Dan Tugas Pokoknya,Surabaya, Makalah,2013.

Kertas Kerja Kelompok, Peranan Balai Harta Peninggalan Sebagai Wali Pengawas dan Pengampu Pengawas,Medan,Makalah,1999.

IV.Internet

https://idtesiscom/metode-penelitan-hukum-empiris-dan-normatif/, di akses Pada 27 Januari 2017, pukul 12.45 Wib.

Chairul Fahmi,Perwalian,http://www.idlo.int/DOCNews/24DOCF1.pdf, di akses Pada 12 April 2017, pukul 13.34 Wib.

Syaifudinzuhri,www.kompasiana.com/Sejarah Hukum Perdata di Indonesia, di akses tanngal 13 April 2017, pukul 12.45Wib.

V.Wawancara

Wawancara pada sekertaris Balai Harta Peninggalan bapak Irham Hasibuan pada tanggal 06-08 Juni 2017

Hasil Wawancara

1. Sudah berapa lama Balai Harta Peninggalan Medan berdiri ?

Jawab : setau bapak Balai Harta Peninggalan dibentuk pada masa VOC, untuk mengurus kepentingan orang Belanda, dulunya Balai Harta Peninggalan pertama kali didirikan di Jakarta pada tanggal 1 oktober 1624, dan pendirian di medan sejalan dengan perkembangan VOC di Indonesia pada masa itu.

2. Ada berapa kasus yang telah ditangani oleh Balai Harta Peninggalan Medan selama 5 tahun belakangan ini ?

Jawab : sejauh ini yang Bapak tau dan di tangani oleh Balai Harta Peninggalan tentang perwalian, kepailitan,pengampuan, membuka surat wasiat yang tertutup, membuat surat keterangan hak waris.

3. Apa saja tugas dan fungsi Balai Harta Peninggalan Medan?

Jawab : tugas dan fungsi yang BHP ini , selaku wali pengawas yang terdapat dalam pasal 366 KUHPerdata, selaku wali sementara, pengampu anak dalam kandungan, sebagai pengampu pengawas dalam pengampuan, pembuktian surat wasiat tertutup, pengawas harta peninggalan yang tidak ada wali kuasanya, mewakili dan mengurus harta kekayaan orang yang dinyatakan tidak hadir.

4. Seberapa pentingkah peran Balai Harta Peninggalan selaku wali sementara?

Jawab : terjadinya wali sementara kan disebabkan beberapa hal sari seperti dalam hal pasal 332 aKUHPerdata Seorang wali yang telah diangkat ternyata menolak kewajiban yang dibebankan kepadanya,Orang yang

diangkat menjadi wali oleh salah satu dari kedua orangtua, atau perempuan bersuami yang mendapat pengangkatan yang sama tidak diharuskan menerima pengangkatan itu. Pengangkatan itu tidak mengakibatkan suatu apapun apabila mereka menyatakan tidak sanggup menerimanya.Namun pernyataan ini harus dilakukan dikepanitraan Pengadilan Negeri tempat tinggal si anak belum dewasa dalam waktu enam puluh hari setelah pengangkatan itu diberitahukan kepada mereka. Kedua Pelaksanaan kekuasaan orangtua tertangguh karena ketidakmampuan sementara terdapat dalam pasal 359 KUHPerdata bagi anak yang belum dewasa yang tidak berada di bawah kekuasaan orangtuanya maka Pengadilan Negeri harus mengangkat seorang wali. Apabila pengangkatan itu disebabkan karena ketidakmampuan untuk sementara waktu melakukan kekuasaan orangtua atau perwalian maka Pengadilan Negeri juga harus mengangkat seorang wali untuk sementara waktu sampai ketidakmampuan tersebut berakhir. Ketiga Domisili anak dibawah umur tidak diketahui atau anak yang bersangkutan tidak berdomisili di Indonesia pasal 360 KUHPerdata Si belum dewasa apabila tidak mempunyai tempat tinggal di Indonesia atau tempat tinggalnya tidak diketahui, maka pengangkatan dilakukan di Pengadilan Negri Jakarta tugas Balai Harta Peninggalan sebagai pengurus atas diri dan harta kekayaan anak belum dewasa akan berakhir ketika wali untuknya diangkat dan ditetapkan oleh Pengadilan Negeri. Dengan diangkatnya langsung seorang wali maka tugas Balai Harta Peninggalan selanjutnya berubah menjadi wali pengawas, sebab-sebab inilah yang menjadikan Balai Harta Peninggalan berperan sebagai wali

sementara,Pentingnya wali sementara ini untuk menjaga agar anak di bawah umur itu jangan sampai berada dalam keadaan ketiadaan wali, yang mengakibatkan tidak terselenggaranya pengurusan yang berhubungan dengan kepentingan atas diri dan harta kekayaan anak di bawah umur.

5. Bagaimana BHP mengawasi si anak di dalam perwalian? Apakah salah satu di utus untuk menangani agar datang ketempat anak di bawah perwalian itu pak?

Jawab : seharusnya seperti itu sari bhp medan mendatangi, melihat, dan mengawasi si anak secara langsung walaupun jaraknya hanya sekali sebulan, berhubung karena BHP medan mencakup kerja yang sangat luas jadi dalam prakteknya si wali yang telah diangkat melalui penetapan pengadilan sebagai wali si anak maka wali si anak wajib tiap tahunnya memberikan laporan pengeluaran secara ringkas dan detail kepada kami, dan memperlihatkan kertas-kertas pengeluaran,surat berharga kepunyaan anak si belum dewasa tadi.

6. Apa syarat seorang anak diurus oleh Balai Harta Peninggalan apakah ada syarat khusus tertentunya ?

Jawab : disini kami tidak memiliki syarat-syarat tertentu karena kami hanya menjalankan penetapan pengadilan sebagai pengangkatan wali, dan kamilah jadi wali pengawasnya setelah diangkat walinya panitera pengadilan memberitahu kepada BHP salinan penetapan wali setelah itu wali tersebut disumpah di BHP menurut keyakinan si wali.

7. Seberapa pentingkah Balai Harta Peninggalan bagi anak yang belum dewasa yang masih termasuk di bawah kekuasaan orangtuanya ?

Jawab : jika si anak belum dewasa masih di bawah kekuasaan orangtuanya BHP tidak berperan di dalamnya beda halnya jika si anak di luar dari kekuasaan orangtuanya, seperti meninggalnya salah satu dari orang tua si anak yang belum dewasa, peran BHP sangat penting di dalamnya apalagi dalam menjadi wali pengawas yang di tetapkan oleh pengadilan Negeri, namun kebanyakan masyarakat tidak mengetahui pentingnya BHP sebagai wali pengawas dikarenakan kurangnya publikasi mengenai BHP.

8. Mengapa saat ini Balai Harta Peninggalan tidak dikenal di masyarakat ? Jawab : Memang sari Balai Harta Peninggalan ini bukan masyarakat saja yang tidak mengetahuinya bahkan hakim pun tidak mengetahuinya, itu di karenakan banyaknya undang-undang baru yang mengeser fungsi dan peran Balai Harta Peninggalan itu sendiri contohnya saja dalam Undang-Undang No.1 Tahun 1974 tentang perkawinan, disana memang di bahas tentang perwalian tetapi dalam pasal tersebut tidak dicantumkan peranan Balai Harta Peninggalan selaku wali pengawas, padahal tugas BHP ini masih tetap berlaku selama belum adanya peraturan lain.

9. Jika Balai Harta Peninggalan mengampu anak yang masih dalam kandungan, bagaimana tugas-tugas dan tanggung jawab orangtuanya?

Jawab : tugas seorang ibu selama Balai Harta Peninggalan sebagai pengampuannya ialah merawat kandungannya dengan baik sampai anak yang di dalam kandungannya itu terlahir kedunia dengan selamat, setelah anak itu terlahir kedunia di urus lagi prosedurnya untuk si ibu menjadi wali dari si anak tersebut

10. Sebagai wali pengawas apa saja yang paling perlu diawasi oleh Balai Harta Peninggalan ?

Jawab : yang perlu di awasi oleh BHP yaitu dari pribadi si anak sampai dengan hal-hal yang umumnya tentang si anak.

11. Ada beberapa tugas Balai Harta Peninggalan, salah satunya sebagai pengelola uang pihak ketiga, karena tidak diketahuinya pemiliknya siapa orang ketiga itu ?

Jawab : sebagai pengelolah pihak ke tiga nah disini sari yang dimaksud pihak ke tiga ya BHP itu sendiri, seperti contohnya harta tak terurus dan tidak tau siapa yang menjadi hak waris dari harta ini tadi, maka di lakukanlah lelang dengan murah pada harta tak terurus tersebut dilakukan BHP lalu uangnya di masukkan ke bank dengan masa waktu jika dalam waktu ¼ abad atau 33 tahun tak ada yang mencari tahu tentag harta tak terurus tersebut, maka uang dari hasil lelang harta itu diberikan ke kas negara.

12. Apa saja kendala yang timbul atas peranan Balai Harta Peninggalan Medan dan bagaimana jalan penyelesaiannya?

Jawab : kendala yang timbul di BHP ini seperti tidak adanya sanksi hukum yang tegas dalam peraturan perwalian seperti contohnya, BHP sebagai wali pengawas merasa kesulitan memerintahkan seorang wali agar melaksanakan aturan-aturan dalam perwalian, apalagi terhadap pelaksanaan Pasal 127 KUHPerdata tentang pencabutan dan pendaftaran harta kekayaan anak-anak di bawah umur yang harus dilaksanakan seorang wali. Kewajiban ini sering diabaikan, bahkan ada yang menolak

melakukannya dengan alasan tidak jelas untuk mengatasi masalah ini, yaitu dengan adanya sanksi pidana ( penggelapan ) untuk seorang wali yang tidak bersedia melaksanakan pendaftaran/pencatatan harta kekayaan anak-anak di bawah umur setelah terjadinya perwalian. Yang kedua ketidak tegasan dan timpang tindihnya peraturan perwalian, kenapa itu terjadi karena banyaknya produk hukum baru yang muncul dan tidak membahas tentang perwalian pengawas contohnya saja dalam Undang-Undang No. 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan, perwalian diatur dalam Pasal 50 sampai dengan Pasal 54, dan tidak mengatur tentang Lembaga Perwalian Pengawas dan banyaknya peraturan tidak sejalan bahkan ada yang berlawanan diharapkan lahirnya undang-undang Balai Harta Peninggalan sehingga ketidak tegasan dan timpang tindihnya peraturan perwalian yang ada dapat diatasi demi tercapainya kepastian hukum. Yang ketiga tidak adanya kordinasi antara pihak yang terkait seperti catatan sipil tidak memberitahukan adanya berita kematian, pengadilan negeri tidak memberitahu adanya penetapan pengadilan negeri tentang pengangkatan wali, notaris yang tidak memberitahukan adanya pemisahan harta dan pembagian harta tersebut pada intinya BHP memerlukan aturan baru yang membantu fungsi dan tugas pokonya, dan kerja sama yang pada instansi yang terkait

13. Pak kenapa bisa hubungan kerja dengan pengadilan negeri tidak berjalan sedangkan penetapan pengangkatan wali dari pengadilan negeri itu sendiri?

Jawab : begini sari beberapa masalah sering terjadi antara BHP Medan dengan pengadilan negeri yang dalam wilayah kerja BHP tersebut hubungan kerja memang tidak baik sebagaimana yang diatur dalam peraturan di karenakan seringnya putusan Pengadilan Negeri dalam pengangkatan wali sebagai akibat putusnya perkawinan. Pengadilan Negeri jarang sekali mengirimkan salinan putusan tersebut kepada Balai Harta Peninggalan sebagai wali pengawas terhadap anak-anak di bawah umur yang berada dalam perwalian, jadi dikarenakan hal itu ketentuan dalam pasal 362 KUHPerdata agar wali di sumpah dihadapan Balai Harta Peninggalan tidak dapat dilaksanakan karena Balai Harta Peninggalan tidak mengetahuinya adanya perwalian. Dan sering terjadi Ijin menjual harta kayaan anak-anak di bawah umur yang diajukan oleh wali ke Pengadilan Negeri dan Pengadilan Negeri tidak pernah memanggil atau menghubungi Balai Harta Peninggalan terlebih dahulu sebelum memberikan ijin penjualan dan langsung saja mengabulkan permohonan wali. Dari beberapa contoh ini terlihat, Pengadilan Negeri tidak sungguh-sungguh melaksanakan aturan-aturan yang ada dalam undang-undang khsusnya aturan mengenai perwalian pengawas tersebut, dan sangat mengurangi 14. Bagaimana proses perwalian pelaksanaan perwalian di Balai Harta

Peninggalan Medan ?

Jawab : perwalian dapat terjadi menurut undang-undang, ditetapkan oleh hakim dan perwalian yang di tunjuk oleh surat wasiat, kalau perwalian menurut undang-undang pertama Balai mengetahui adanya kematian mula-mula dari laporan kematian Kantor Catatan Sipil, ketua

memrintahkan anggota teknis hukum untuk memanggil ahli waris almarhum sesuai dengan laporan kematian dari Kantor Catatan Sipil selanjutnya Setelah ahli waris datang menghadap di Balai maka dibuatkan Berita Acara penghadapan yang isinya mengenai kapan alamarhum meninggal dunia, siapa nama istri/ suami dan anak-anaknya, perkawinan dengan istri/suami kapan diselenggarakan, perkawinan secara persekutuan harta terpisah/ perjanjian kawin, berapa jumlah anak yang belum dewasa ditinggalkan almarhum, apa saja harta peninggalan almarhum, dan apakah ditinggalkan surat wasiat, setelah Berita Acara penghadapan selesai dibuat maka ditandatangani oleh Penghadap dan Anggota Teknis Hukum Balai.

Setelah menurut pemeriksaan tersebut ternyata tidak ada ditinggalkan ahli waris yang masih belum dewasa, belum genap usia 21 tahun dalam Pasal 330 KUHPerdata, maka Balai memutuskan ikut campur urusan kematian tersebut guna melindungi kepentingan si belum dewasa langkah selanjutnya Balai memerintahkan kewajiban wali untuk membuat laporan pencatatan harta peninggalan sesuai pasal 127 KUHPerdata Pencatatan boleh dibuat di bawah tangan dan dinilai harta peninggalan almarhum dengan di taksir oleh seorang juru taksir jika mengenai barang-barang tetap kemudian dari besarnya nilai harga taksiran seluruhnya itulah yang nantinya menjadi pedoman untuk memungut upah Balai. Anggota Teknis Hukum yang menghitung besarnya upah Balai tersebut yang merupakan pemasukan negara dan disetorkan ke kas negara. Perwalian yang di tetapkan oleh hakim Balai Harta Peninggalan mengetahui perwalian yang di tetapkan hakim dari laporan Panitera Pengadilan atau dari wali yang

baru saja ditetapkan perwaliannya. Jika ada harta si anak di bawah perwalian tersebut, maka di buat pencatatan harta anak di bawah perwalian tersebut agar terjaga hartanya. Balai memaksa orangtua anak untuk memberi uang nafkah si anak bila kepentingan anak dirugikan Balai dapat meminta penetapan Pengadilan Negeri pembebasan wali atau pemecatan wali. Sedangkan perwalian yang di tunjuk surat wasiat dalam prakteknya ada 3 hal yaitu : yang pertama Surat wasiat umum awalnya Balai Harta Peninggalan menerima laporn dari kantor Catatan Sipil tentang kematian seseorang, kemudian Balai Harta Peninggalan memanggil ahli waris untuk menghadap kepada Balai Harta Peninggalan, dimana Balai Harta Peninggalan membuat risalah penghadapan yang biasanya disebut proses perbal komparisi di dalam komparisi ahli waris ditanyakan apakah almarhum meninggalakan surat wasiat, bila ternyata almarhum ada meninggalkan surat wasiat, dan surat wasiat itu yang diserahkan kepada Balai Harta Peninggalan dan dalam keadaan terbuka, maka Balai Harta Peninggalan mencatat nomor dan tanggal akte dan dibuat oleh notaris nama, tempat tinggal notaris, dan meminta agar salinan asli surat wasiatnya dicatat, untuk sementara waktu dibuatkan tanda terimanya, setelah diterima, Balai Harta Peninggalan menanyakan ke seksi pusat Pendaftaran Surat Wasiat, apakah surat wasiat tersebut yang terakhir kali dibuat.Apabila telah mendapat jawaban dari pusat pendaftaran surat wasiat, Balai Harta Peinggalan berdasarkan pada pasal 938 KUHPerdata berhak mendaftarkan pusat wasiat tersebut, dengan jalan menyallinnya dalam daftar register surat wasiat dibelakang salinan asli surat wasiat di

halaman terakhir dicatat nomor dan tanggal pendaftaran di Balai Harta Peninggalan dan kemudian ditanda tangani oleh sekretaris, serta di bubuhi stempel Balai Harta Peninggalan lalu dikenakan biaya pendaftaran setelah di daftarkan kemudian di kembalikan kepada notaris yang bersangkutan.

Yang kedua Surat Wasiat Rahasia Berdasarkan laporan notaris tentang adanya surat wasiat yang tertutup, Balai Harta Peninggalan berhak membuka surat tersebut berdasarkan pasal 942 KUHPerdata. Di dalam pembukaan surat wasiat tersebut disaksikan oleh notaris, kemudian dibuat berita acara pembukaannya dan dicatat kedalam register surat wasiat.

Kemudian surat swasiat itu dikembalikan kepada notaris tersebut. Yang ketiga Surat Wasiat Dibawah Tangan, Balai Harta Peninggalan setelah menerima surat wasiat dari ahli waris atau pelaksanaan wasiat, kemudian Balai Harta Peninggalan membuka surat wasiat tersebut yang disaksikan oleh waris atau pelaksana wasiatnya. Menurut pasal 936 KUHPerdata, Balai Harta Peninggalan membuat proses perbal penerimaanya sesuai dengan keadaan surat wasiat itu. Proses perbal tersebut ditanda tangani oleh ketua dan sekertaris serta diberi stempel Balai Harta Peninggalan. Isi surat wasiat itu dicatat dalam buku register wasiat, serta disalin dalam rangkap dua, pada surat wasiat aslinya diberi nomor, tanggal, bulan dan tahun, upah pendaftaran surat wasiat harus dibayar lunas setelah proses tersebut selesai Balai Harta Peninggalan harus menyampaikannya pada notaris untuk disimpankan.