• Tidak ada hasil yang ditemukan

34 Test kekuatan hook

Dalam dokumen ALAT DAN KAPAL PENANGKAP IKAN (1) (Halaman 37-44)

Untuk mengetes kekuatan hook, umumnya dilakukan dengan mesin yaitu dengan memegang bagian eye dan bend lalu menariknya hingga lurus atau patah. Hook protektor

Untuk menjaga ketajaman serta menghindari luka akibat tergores hook, maka dapat dipasangkan pelindung berupa pipa plastik dari ujung tip sampai barb. Potongan pipa plastik tersebut dipotong sesuai panjang point dan ukuran pipa juga disesuaikan dengan diameter hook. Dipasaran juga dijual protektor dari bahan plastic untuk treble hook dengan berbagai ukuran.

d. Alat yang digunakan

 Mata Pancing  Jangka sorong

e. Prosedur Kerja

 Mempersiapkan peralatan praktikum

 Menggambar bagian-bagian mata pancing dan memberi penamaan pada setiap bagian

 Mengukur spesifikasi setiap bagian dari mata pancing.

f. Bentuk Pelaporan

Pelaporan dilakukan dengan mengisi lembar kerja setiap mata acara praktikum yang telah disediakan.

2.7. Materi Pelampung dan Pemberat

a. Kompetensi

Praktikan mengetahui nilai gaya apung pelampung secara langsung dan dengan perhitungan matematis serta mengetahui nilai gaya tenggelam pemberat secara langsung dan dengan perhitungan matematis.

b. Waktu Pertemuan

Waktu pertemuan dalam praktikum laboratorium dilaksanakan selama 2 jam pelajaran.

Modul Praktikum Alat dan Kapal Penangkap Ikan 2014

II-35

c. Pendahuluan

Pemberat atau timbel digunakan sebagai penyeimbang di dalam air. Jumlah beratnya sendiri sangat disesuaikan dengan kedalaman kolam serta besar pelampung. Takaran berat yang pas akan memberikan keseimbangan yang pas sehingga umpan tidak terombang-ambing karena arus air dan posisi pakan umpan selalu berada mengambang pas dengan posisi makan ikan.

Pelampung merupakan satu kesatuan dengan pemberat yang merupakan alat penyeimbang senardan mata pancing , fungsi pelampung sendiri sebenarnya lebih sebagai pembantu penglihatan pemancing jika umpan telah disambar ikan. Pelampung akan bergerak – gerak dan tenggelam saat ikan mulai memakan ikan, dan itu pertanda bahwa pemancing harus menarik joran sesegera mungkin. Pelampung yang baik harus dapat dilihat secara jelas oleh kita.

Secara fisik jenis pelampung pancingan ada dua, yaitu pelampung yang gemuk di pangkal dan pelampung yang gemuk dibagian ujung. Sedangkan secara kegunaan, juga terbagi dua, yaitu pelampung pada permukaan air yang tenang dan Pelampung pada permukaan air yang berarus atau mengalir.

a) Pelampung pada permukaan air yang tenang

Kelompok pertama ialah pelampung yang dirancang untuk digunakan saat mancing di perairan yang permukaannya tenang atau relatif diam. Bentuknya antara lain silinder pendek, silinder panjang atau silinder dengan bagian yang membengkak di dekat pangkal. Bentuk batang silinder pendek misalnya, paling pas digunakan untuk mancing pada kondisi tidak ada angin dan permukaan air "licin" bagai berminyak. Pelampung dengan bentuk batang silinder panjang lebih pas dipakai untuk mancing di perairan yang agak beriak sedangkan pelampung yang gemuk di pangkal cocok digunakan manakala riak di permukaan air menjadi masalah bagi pelampung berbentuk silinder rata. Apabila diujung pelampung terdapat semacam jarum indikator, gunanya ialah agar dihasilkan sensitivitas yang lebih jelas teramati, khususnya pada saat mancing ikan yang cara makan umpannya tergolong sangat "santun". Pelampung jenis pertama ini dipakai dengan meloloskan senar utama melalui cincin kawat di bagian pangkal dan posisinya

II-36

ditetapkan dengan bantuan dua buah timah (pemberat mata kail) berbentuk bulat kecil yang dijepitkan ke senar utama

b) Pelampung pada permukaan air yang berarus atau mengalir

Kelompok berikutnya pelampung yang digunakan khusus untuk mancing di perairan yang berarus atau mengalir. Kebalikan dari yang pertama, pelampung jenis ini dibagian ujungnya justru lebih gemuk ketimbang di pangkal.Pemasangannya juga tidak dengan dijepit timah (pemberat mata kail), melainkan dijepit selang karet (biasanya pentil sepeda) dibagian pangkal dan ujung, sehingga senar utama penempel di sepanjang pelampung. Pelampung yang ujungnya agak langsing ideal dipakai untuk mancing dimana jarak antara ujung

joran (tongkat pancing) dan pelampung relatif dekat, seperti bila mancing si

sungai, dengan umpan laron, kecoa dan umpan lain sejenis yang bobotnya relatif ringan. Bentuk yang agak gemuk diujung namun tetap silindris di pangkal akan lebih terapung di permukaan air, sehingga lebih mudah diamati responnya pada saat umpan disambar ikan. Pemancing yang baru belajar mancing di sungai sebaiknya memilih pelampung jenis ini. Pelampung yang bentuknya agak gemuk di pangkal dan semakin gemuk lagi mendekati ujung hanya cocok untuk mancing di sungai yang dalam, namun airnya mengalir cukup deras.

Bentuk-bentuk Pelampung

Pelampung yang digunakan pada banyak kapal penangkapan terdiri dari beberapa jenis yaitu pelampung bola, pelampung bendera, pelampung radio, dan pelampung lampu. Warna pelampung harus berbeda atau kontras dengan warna air laut. Hal ini dimakasudkan untuk mempermudah mengenalnya dari jarak jauh setelah setting.

 Pelampung bola

Pelampung bola biasanya terpasang pada ujung basket dari alat tangkap. Pelampung bola ini terbuat dari bahan sinteticdengan dimeter 35 cm dan ada yang lebih besar. Untuk long line dengan jumlah basket 70 maka jumlah pelampung bola yang digunakan adalah 68 buah, pada ujungnya terdapat pipa setinggi 25 cm dan stiker scotlight yang sengat berguna bila alat penangakap tersebut terputus maka mudah menemukannya. Untuk melindungi

pelampung-Modul Praktikum Alat dan Kapal Penangkap Ikan 2014

II-37

pelampung tersebut dari benturan yang dapat menyebabkan pecahnya pelampung tersebut, maka pelampung tersebut dibalut dengan anyaman tali polyehylene dengan diameter 5 mm

 Pelampung Bendera

Pelampung bendera merupakan pelampung yang pertama kali diturunkan pada waktu setting dilakukan. Biasanya diberi tiang (dari bambu atau bahan lain) yang panjangnya bervariasi sekitar 7 m dan diberi pelampung. Supaya tiang ini berdiri tegak maka diberi pemberat.

 Pelampung Radio Bouy

Sebuah radio bouy dilengkapi dengan transmiter yang mempunyai frekuensi tertentu. Daerah tranmisinya bisa mencapai 30 mil. Jika dalam pengoperasian long line menggunakan radio bouy,maka kapal harus dilengkapi dengan radio direction finder (RDF). Peralatan ini berfungsi untuk menunjukan arah lokasi radio bouy dengna tepat pada waktu basket putus.

 Pelampung Lampu

Pelampung ini biasanya menggunakan balon 5 watt yang sumber listriknya berasal dari baterai yang terletak pada bagian ujung atas pipa atau bagian bawah ruang yang kedap air.

Jenis-jenis Pemberat

Timah digunakan sebagai pemberat, agar umpan bisa tenggelam dalam air. Bentuk timah sangat beragam, antara lain: timah anting, melinjo, lonceng, peluru, teratai, kerucut, jantung, dll, dengan berat berkisar antara 0.5 gr – 300gr.

Pada umumnya timah dibagi menjadi tiga jenis :

 Timah berat, umumnya digunakan untuk mancing di laut atau sungai yang berarus kencang.

Timah pasir, umumnya digunakan untuk memancing di empang/ kolam.

Timah daun, umumnya digunakan untuk memancing di empang/ kolam, dan untuk penggunaannya umumnya di robek atau digunting selebar yang kita inginkan, lalu sobekan timah tersebut dilipat dan dipasangkan pada tali senar.

II-38

Gambar 27. Bentuk-bentuk Pemberat Bentuk-bentuk Pemberat

Bila pemancing menyebut kata “Timah”, yang dimaksud adalah pemberat. Kegunaannya agar kombinasi line, mata kail dan umpan lebih cepat tenggelam atau bila di”cast” bisa mencapai jarak yang jauh.

Timah sering menjadi pilihan bahan, karena berat jenisnya yang tinggi, mudah dibentuk karena titik lelehnya yang tidak terlalu tinggi dan relatif murah harganya. Walaupun akhir2 ini seiring dengan menipisnya deposit timah dinegeri kita, harganya menjadi semakin berat juga. Bentuk dan kegunaan dari pemberat ini sangat bervariasi, tergantung dari cara memancing.

Timah dalam kaitan sebagai pemberat biasanya adalah timah hitam (Pb-plumbum). Termasuk salah satu logam berat seperti Mercury (Hg), Cadmium (Cd) dll, yang sebenarnya bisa berbahaya bagi kesehatan.

Modul Praktikum Alat dan Kapal Penangkap Ikan 2014

II-39

Pemberat berfungsi sebagai pemberi daya tenggelam pada alat tangkap. Namun dewasa ini para nelayan banyak yang menggunakan bahan lain, termasuk menggunakan besi mur bekas atau batu sebagai pemberat. Pemberat ditata sedemikian rupa pada ujung bawah tali pancing, sehingga memberikan daya tenggelam yang merata.

d. Alat yang digunakan

 Pelampung  Pemberat

 Neraca  Jangka sorong

 Ember

e. Bahan yang digunakan

 Air  Tali/ benang

f. Prosedur

Penentuan gaya apung

1) Pengukuran langsung dengan penggelaman (cara I)

 Penentuan dimensi dan jenis material pembentuk pelampung.

 Sebuah pemberat digantung dan diukur beratnya didalam air, posisi pemberat di antara dasar ember dan permukaan air.

 Pelampung digabungkan dengan pemberat, di tenggelamkan ke dalam air dan selanjutnya diukur beratnya (nilai Q). posisi pemberat berada di antara dasar ember dan permukaan air.

 Nilai Q diperoleh dengan mengurangi point 2 dengan 3. 2) Pengukuran dengan perhitungan matematis (cara II)

 Penetuan dimensi dan jenis material pembentuk pelampung.

 Penetuan volume pelampung dengan perhitungan.

 Penetuan berat spesifik pelampung berdasarkan jenis material pembentuknya dengan melihat tabel 1-8.

 Penetuan nilai gaya apung Q secara sistematis. Pengukuran Gaya Tenggelam

Pengukuran langsung dengan penggelaman (cara I)

 Penentuan dimensi dan jenis material pembentuk pemberat.

II-40

 Pemberat ditenggelamkan kedalam air dan di ukur beratnya. Posisi pemberat berada di antara dasar ember dan permukaan air

 Penentuan nilai gaya tenggelam Q dengan mengurangi point 2 dengan 3 Pengukuran dengan perhitungan matematis (cara II)

 Penetuan dimensi dan jenis material pembentuk pemberat.

 Penetuan volume pemberat dengan perhitungan.

 Penetuan berat spesifik pelampung berdasarkan jenis material pembentuknya dengan melihat table 1-8.

 Penetuan nilai gaya apung Q secara sistematis.

g. Bentuk Pelaporan

Pelaporan dilakukan dengan mengisi lembar kerja setiap mata acara praktikum yang telah disediakan.

Modul Praktikum Alat dan Kapal Penangkap Ikan 2014

II-41

LEMBAR KERJA

Dalam dokumen ALAT DAN KAPAL PENANGKAP IKAN (1) (Halaman 37-44)

Dokumen terkait