• Tidak ada hasil yang ditemukan

Tetanus Neonatorum

Dalam dokumen BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG (Halaman 36-44)

B. ANGKA KESAKITAN

5. Tetanus Neonatorum

Suatu bentuk tetanus infeksius yang berat, dan terjadi selama beberapa hari pertama setelah lahir. Disebabkan oleh faktor-faktor seperti tindakan perawatan sisa tali pusat yang tidak higienis, atau pada sirkumsisi bayi laki-laki dan kekurangan imunisasi maternal. Kasus penyakit Tetanus Neonatorum pada tahun 2015 tidak ditemukan (0 kasus)

6. Campak

Penyakit campak adalah penyakit akut yang disebabkan Morbili virus ditandai dengan munculnya bintik merah (ruam), terjadi pertama kali saat anak-anak. Kasus campak yang terjadi di Kabupaten Kepulauan Yapen pada tahun 2015 sebanyak 69 kasus, dimana 11 kasus terjadi Puskesmas Serui Kota, 7 kasus terjadi di wilayah puskesmas Warari, 18 kasus terjadi di wilayah kerja Menawi, 13 kasus terjadi di wilayah kerja puskesmas reradumpi, 9 kasus terjadi di wilayah puskesmas Waindu, 11 kasus terjadi di

wilayah kerja puskesmas Wooi. Kasus tahun 2015 meningkat dibandingkan tahun 2014, dimana tahun 2014 sebanyak 29 kasus.

Gambar 3.20

Jumlah Kasus Campak di Kabupaten Kepulauan Yapen Tahun 2008 s/d 2015

Sumber : RSUD Serui,Lap.STP,W2&LB1 Puskesmas Kab. Kepulauan Yapen,2015

Berdasarkan data yang dilaporkan pada tahun 2015 di Kabupaten kepulauan Yapen tidak ditemukan kasus meninggal karena campak serta lima tahun terakhir tidak ditemukan adanya kasus campak yang meninggal atau Case Fatality Rate (CFR) campak 0%.

7. Polio

Penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus. Dapat menyerang semua umur, tetapi biasanya menyerang anak-anak usia kurang dari 3 tahun yang menyebabkan kelumpuhan sehingga penderita tidak dapat menggerakkan salah satu bagian tubuhnya.

Berdasarkan data yang dilaporkan pada tahun 2015 di Kabupaten kepulauan Yapen tidak ditemukan kasus polio serta lima tahun terakhir tidak ditemukan adanya kasus polio.

8. Hepatitis B 2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014 2015 Jlh. Campak 48 31 42 29 167 29 29 69 0 30 60 90 120 150 180 JU M L A H C A M P A K Tahun

Penyakit Hepatitis B adalah penyakit yang disebabkan oleh virus Hepatitis B. Kasus Hepatitis B pada tahun 2015 di Kabupaten Kepulauan Yapen tidak ditemukan kasus. Demikian juga tahun 2014, 2013 dan 2012 di Kabupaten Kepulauan Yapen tidak ditemukan kasus, namun pada tahun 2011 ditemukan sebanyak 2 kasus di Puskesmas Serui Kota, pada tahun 2010 ditemukan 7 kasus, diantaranya di Puskesmas Serui Kota 1 kasus, Puskesmas Kosiwo sebanyak 2 kasus, Puskesmas Tindaret 1 kasus, Puskesmas Perawatan Ansus 1 kasus dan Puskesmas Perawatan Poom 2 kasus.

Gambar 3.21

Jumlah Kasus Hepatitis B di Kabupaten Kepulauan Yapen Tahun 2010 s/d 2015

Sumber : RSUD Serui,Lap.STP,W2&LB1 Puskesmas Kab. Kepulauan Yapen,2015

h. Jumlah Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD)

Demam Berdarah Dengue adalah penyakit yang disebabkan oleh virus Dengue dan ditularkan oleh nyamuk Aedes Aegypty. Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) pada tahun 2015 tidak ditemukan di Kabupaten Kepulauan Yapen.

i. Malaria 2010 2011 2012 2013 2014 2015 Hepatitis B 7 2 0 0 0 0 0 1 2 3 4 5 6 7 8 Ju m la h K a s u s Ta hun

Penyakit Malaria merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat di Kabupaten Kepulauan Yapen, angka kesakitan malaria di Kabupaten Kepulauan Yapen dalam kurun waktu tiga terakhir (2012-2015) menunjukkan trend meningkat, kemungkinan besar penyakit ini bisa menimbulkan KLB bahkan hingga mewabah apabila tidak dilakukan penanganan yang memadai.

Jumlah kasus tahun 2015 sebanyak 18.821 lebih tinggi dari kasus tahun 2014 sebanyak 11.803 kasus, tahun 2013 sebanyak 10.539 kasus. Perkembangan kasus malaria positif dapat dilihat pada gambar 3.22 sebagai berikut :

Gambar 3.22

Perkembangan Kasus Malaria Positif

di Kabupaten Kepulauan Yapen Tahun 2008 s/d 2015

Sumber : RSUD Serui,Lap.Malaria,LB1&Lab Puskesmas Kab. Kepulauan Yapen,2015

Angka kesakitan malaria (Annual Parasite Incidence/API) merupakan indikator untuk memantau perkembangan penyakit malaria. Angka kesakitan malaria (API) tahun 2015 sebesar 322,6 Per 1.000 penduduk. Perkembangan insiden malaria dapat dilihat pada gambar 3.23 sebagai berikut :

Gambar 3.23 2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014 2015 Malaria Positif 11.96 16.41 19.48 8.259 7.085 10.53 11.80 18.82 0 5.000 10.000 15.000 20.000 25.000 JU M L A H K A S U S Ta hun

Angka Kesakitan Malaria (API)

di Kabupaten Kepulauan Yapen Tahun 2008 s/d 2015

Sumber : RSUD Serui,Lap.Malaria,LB1&Lab Puskesmas Kab. Kepulauan Yapen,2015

Angka kematian/Case Fatality Rate (CFR) Malaria tahun 2015 sebesar 0,06% atau sebanyak 12 kasus. Kasus ini tersebar pada RSUD 12 kasus.

Adapun bentuk peran serta masyarakat yang diharapkan dalam upaya penanggulangan malaria antara lain melalui: (1) kepatuhan minum obat anti malaria agar setiap penderita dapat minum obat secara tuntas; (2) pencegahan gigitan nyamuk melalui pemakaian kelambu, pemasangan kasat kasa di rumah, pemakaian obat gosok penolak nyamuk (repellent), pemakaian baju tebal dan; (3) pencegahan terjadinya sarang nyamuk malaria melalui pembersihan lumut di tempat-tempat/bagian rumah yang lembab, pencegahan terbentuknya genangan air, memelihara ikan pemakan jentik di genangan air, serta pencegahan terbentuknya sarang nyamuk.

j. Filariasis

Program eliminasi filariasis dilaksanakan atas dasar kesepakatan WHO tahun 2000 yaitu “The Global Goal of Elimination

of Lymphatic Filariasis as a Public Health Problem The Year 2020”.

Di Kabupaten Kepulauan Yapen tahun 2015 ditemukan kasus baru

2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014 2015 API 105,2 175,3 233 93,9 76,7 118,9 131,5 322,6 0 50 100 150 200 250 300 350 P E R 1 .0 0 0 P E N D U D U K TAHUN

sebanyak 16 penderita filariasis dan jumlah seluruh kasus tahun 2015 sebanyak 40 kasus.

Melalui survey darah tahun 2006, Kabupaten Kepulauan Yapen ditetapkan sebagai wilayah endemis sehingga mulai tahun 2007 pemberian obat filariasis kepada semua penduduk sekali setahun selama lima tahun, sehingga pada tahun 2012 telah berakhir namun sampai akhir tahun 2014 masih ditemukan kasus baru filariasis sebanyak 26 dan tahun 2015 ditemukan 16 kasus baru yang tersebar di Kabupaten kepulauan Yapen.

Jumlah Kasus Filariasis yang ditemukan dan diobati selama tahun 2015 sebanyak 16 kasus atau 100%. (Berdasarkan laporan

pengobatan filariasis di 13 puskesmas dimana dilaporkan semua puskesmas melakukan pengobatan massal filariasis). Pada umumnya

penderita ditemukan sudah dalam kondisi lanjut dimana telah terjadi sumbatan pada saluran kelenjar getah bening dengan manifestasi elephantiasis (pembesaran) skrotum maupun kaki.

Gambar 3.24

Angka Kesakitan Filariasis

di Kabupaten kepulauan Yapen Tahun 2008 s/d 2015

Sumber : Laporan LB 1 Puskesmas Kab. Kepulauan Yapen,2015

2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014 2015 Angka Kesakitan 46,7 48,1 99 207 41 40,6 69,07 43,8 0 50 100 150 200 250 P E R 1 0 0 .0 0 0 P E N D U D U K TAHUN

Gambar 3.25

Jumlah Filariasis Tahun 2008 s/d 2015 di Kabupaten kepulauan Yapen

Sumber : Laporan LB 1 Puskesmas Kab. Kepulauan Yapen,2015

k. Cakupan Pengukuran Tekanan darah Tinggi

Pengukuran tekanan darah adalah penduduk usia >15 tahun yang dilakukan pengukuran tekanan darah disuatu wilayah. Pengukuran dapat dilakukan didalam unit pelayanan kesehatan primer, pemerintah maupun swasta, di dalam maupun di luar gedung.

Jumlah penduduk usia >18 tahun yang dilakukan pengukuran tekanan darah tahun 2015 di Kabupaten Kepulauan Yapen sebanyak 24.697 jiwa atau sebesar 43,89% dari 56.273 penduduk yang berusia >18 tahun.

l. Cakupan Pemeriksaan Obesitas

Cakupan pemeriksaan obesitas adalah persentase

pengunjung puskesmas dan jaringannya berusia >15 tahun yang dilakukan pemeriksaan obesitas dalam kurun waktu satu tahun.

Pada tahun 2015 jumlah yang dilakukan pemeriksaan obesitas sebanyak 7 orang (0,12%). Pemeriksaan ini hanya dilakukan di RSUD Serui, sedangkan pemeriksaan obesitas di puskesmas tidak dilakukan (berdasarkan laporan tidak ada data).

2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014 2015 Jlh. Kasus 52 48 83 82 38 36 62 40 0 20 40 60 80 100 JU M L A H TAHUN

m. Cakupan Pemeriksaan IVA

Pemeriksaan IVA (Inspeksi Visual dengan Asam asetat) adalah pemeriksaan dengan cara mengamati dengan menggunakan spekulum, melihat leher rahim yang telah dipulas dengan asam asetat atau asam cuka (3-5%). Pada lesi prakanker akan menampilkan warna bercak putih yang disebut acetowhite epithelium. Deteksi dini yang dimaksud dapat dilakukan di puskesmas dan jaringannya, di dalam maupun di luar gedung.

Berdasarkan data yang dilaporkan tahun 2015 di Kabupaten Kepulauan Yapen bahwa kegiatan pemeriksaan IVA (deteksi dini kanker leher rahim) hanya dilakukan oleh Puskesmas Serui Kota. Kegiatan pemeriksaan IVA tahun 2015 yang dilakukan di Puskesmas Serui Kota sebanyak 4 orang (0,03%).

n. Cakupan Pemeriksaan CBE

Pemeriksaan CBE (Clinical Breast Examination) adalah Pemeriksaan payudara secara manual oleh tenaga kesehatan terlatih. Deteksi dini yang dimaksud dapat dilakukan di puskesmas dan jaringannya, di dalam maupun di luar gedung.

Sama halnya dengan kegiatan pemeriksaan IVA, kegiatan pemeriksaan CBE (deteksi dini kanker payudara) juga belum dilakukan oleh puskesmas dan jaringannya. Berdasarkan data yang dilaporkan tahun 2015 di Kabupaten Kepulauan Yapen bahwa kegiatan pemeriksaan CBE yang melaporkan hanya Puskesmas Serui Kota sebanyak 8 orang (0,06%).

o. Kelurahan Terkena KLB yang Ditangani < 24 jam

Kelurahan Terkena KLB yang Ditangani <24 jam adalah

kelurahan yang mengalami KLB dan dilakukan penyelidikan <24 jam oleh Kabupaten/Kota terhadap Kejadian Luar Biasa (KLB) pada periode / kurun waktu tertentu. Yang dimaksud kejadian luar biasa adalah timbulnya atau meningkatnya kejadian kesakitan dan atau

kematian yang bermakna secara epidemiologis pada suatu desa/kelurahan dalam waktu tertentu. Sedangkan kelurahan KLB adalah kelurahan yang mengalami peningkatan kesakitan atau kematian penyakit potensial KLB, penyakit karantina atau keracunan makanan. Pada tahun 2015 tidak ditemukan kasus KLB.

p. Penyakit Tidak Menular 1. Neoplasma

Neoplasma atau kanker adalah tumor ganas yang ditandai dengan pertumbuhan dan perkembangan abnormal dari sel – sel tubuh, yang tumbuh tanpa control dan tujuan yang jelas, mendesak dan merusak jaringan normal. Pada tahun 2015 tidak ditemukan kasus penyakit kanker begitu pula tahun 2014 dan 2013, namun pada tahun 2012 dilaporkan sebanyak 18 kasus Ca mammae (Kanker Payudara) lebih tinggi dibandingkan pada tahun 2011 sebanyak 4 kasus.

Gambar 3.26

Jumlah Kasus Penyakit Kanker

di Kabupaten Kepulauan Yapen Tahun 2011 s/d 2015

Sumber : Laporan LB 1 Puskesmas Kab. Kepulauan Yapen,2015

Dalam dokumen BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG (Halaman 36-44)

Dokumen terkait