• Tidak ada hasil yang ditemukan

Tetrastigma leucosthaphyllum Planch. Deskripsi singkat

Tetrastigma leucosthaphyllum Planch. merupakan salah satu spesies

tumbuhan dari famili Vitaceae. Vitaceae dikenal sebagai kelompok anggur-angguran, yang sebarannya ddi wilayah tropis. Famili ini juga dikenal sebagai liana yang mendominasi di hutan tropis dan hutan temperate. Salah satu genus yang terkenal yaitu Tetrastigma. Genus ini merupakan inang Rafflesia spp.(Wen

et al. 2013).

Ancaman terbesar bagi tumbuhan dengan habitus liana ialah penebangan liar. Apabila pohon-pohon ditebang secara berlebihan, maka tidak ada lagi pohon yang dapat dirambati. Rafflesia spp. merupakan spesies langka dengan kebutuhan habitat dan hubungan simbiosis yang spesifik (Budiharta et al. 2011). Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mempertahankan keberadaan Rafflesia spp. adalah dengan tetap mempertahankan tumbuhan inangnya, yaitu Tetrastigma spp. Inventarisasi potensi inang Rafflesia spp. merupakan langkah dasar dalam menggali dan mengumpulkan data dasar kawasan hutan habitat Rafflesia spp. (Zuhud et al. 2001).

Sejarah penanaman

Tetrastigma leucosthaphyllum Planch. yang ada di Laboratorium Eksitu

Keanekaragaman Tumbuhan Obat Hutan Tropika DKSHE, berasal dari CA Pananjung Pangandaran.

Lokasi dan koordinat tempat tumbuh

Tetrastigma leucosthaphyllum Planch. ditemukan di kompleks Fakultas

Kehutanan tepatnya di Laboratorium Konservasi Eksitu Tumbuhan Obat Hutan Tropika DKSHE dengan koordinat 06.55684̊ LS dan 106.72884̊ BT

Sebaran Spesies Tumbuhan Langka

Spesies tumbuhan langka tersebar di seluruh Kampus IPB Darmaga, namun perjumpaannya di setiap lokasi contoh penelitian menunjukkan frekuensi yang

39 berbeda-beda untuk setiap spesies. Sebaran spesies tumbuhan langka di Kampus IPB Darmaga disajikan pada Lampiran 1. Tiga spesies tumbuhan langka yaitu pulai (Alstonia scholaris (L.)R.Br.), agathis (Agathis dammara (Lamb) Rich.), dan eboni (Diospyros celebica Bakh.) merupakan spesies umum yang ditemukan karena memiliki penyebaran yang luas di Kampus IPB Darmaga dibandingkan spesies tumbuhan langka lainnya (Tabel 5).

Hal ini terlihat dari ditemukannya ketiga spesies tumbuhan langka di hampir ditemukan di semua lokasi pengamatan. Pulai, agathis, dan eboni masing-masing ada di sepuluh, dan delapan lokasi dari 13 lokasi pengamatan. Peta sebaran spesies tumbuhan langka di Kampus IPB Darmaga tersaji pada Lampiran 2.

Spesies tumbuhan langka yang hanya ditemukan di satu lokasi pengamatan yaitu gaharu, palahlar gunung, merawan, kedawung, kayu kuku, pule pandak, tengkawang layar, tengkawang telur, tengkawang tungkul, kemenyan, dan

Tetrastigma leucosthaphyllum Planch. Semua spesies tersebut hanya ditemukan di

kompleks Fakultas Kehutanan. Hal ini berkaitan dengan sarana pembelajaran mahasiswa kehutanan. Spesies-spesies yang disebutkan sebelumnya merupakan spesies tanaman kehutanan yang sebagian besar mendominasi hutan tropis Indonesia. Spesies tumbuhan langka ditanam selain sebagai koleksi juga sebagai media belajar mahasiswa Fakultas Kehutanan. Kondisi tempat tumbuh di sekitar Fakultas Kehutanan juga cukup mendukung tumbuhnya spesies tumbuhan langka. Curah hujannya tinggi sekitar 3500 mm per tahun dan dengan temperatur rata-rata 20-30̊ C (Istomo et al. 1999).

Spesies tumbuhan langka juga banyak ditemukan di arboretum hutan tropika, arboretum lanskap, dan kompleks perumahan dosen. Arboretum lanskap dan arboretum hutan tropika merupakan media belajar untuk mahasiswa Fakultas Kehutanan. Selain untuk media belajar, dilakukan beberapa penelitian di tempat tersebut. Arboretum lanskap mulai ditanami pada tanggal 7 September 1991 ketika acara Dies Natalis IPB dan dan Hari Alumni Pulang Kampus (HAPKA). Spesies tanaman yang ditanam adalah spesies pohon hutan (Zuhud et al. 2013). Kompleks perumahan dosen sebagian wilayahnya masih berupa hutan. Penanaman biasanya dilakukan di lahan-lahan tersebut, sehingga spesies tumbuhan langka cukup banyak yang ada di kompleks perumahan dosen.

Tabel 5 Spesies tumbuhan langka yang ditemukan di ≥ 5 lokai pengamatan

No. Nama Spesies Lokasi ditemukan

1 Agathis dammara (Lamb) Rich. 1, 2, 3, 7, 8, 9, 10, 11 2 Alstonia scholaris (L.) R.Br. 1, 2, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 10, 11 3 Dalbergia latifolia Roxb. 2, 3, 7, 10, 11

4 Diospyros celebica Bakh. 2, 3, 4, 5, 7, 8, 10, 11 5 Shorea leprosula Miq. 1, 3, 5, 7, 10, 11, 12 6 Stelechocarpus burahol

Hook.f.&Thomson.

6, 7, 9, 10, 13

Keterangan: 1). Cikabayan, 2). Kompleks Perumahan Dosen, 3). Tegakan Sekitar Asrama Silvasari, 4). Tegakan Sekitar Asrama Putra TPB, 5). Hutan Al-Huriyyah, 6). Tegakan Belakang Asrama Putri TPB, 7). Kompleks Fahutan, 8). Sekitar Situ LSI, 9). Taman Rektorat, 10). Arboretum Lanskap, 11). Arboretum Hutan Tropika, 12). Arboretum Bambu, 13). Kompleks Faperta

40

Motivasi Penanaman Spesies Tumbuhan Langka

Sejarah penanaman spesies tumbuhan langka tidak banyak diketahui. Hal ini dikarenakan tidak ada catatan pasti dan dokumentasi ketika spesies tumbuhan langka tersebut ditanam. Spesies tumbuhan langka yang diketahui sejarah penanamannya berjumlah 16 spesies dari 30 spesies tumbuhan langka yang teridentifikasi (Lampiran 3).

Selain tahun penanaman, orang yang menanam spesies tumbuhan langka juga merupakan salah satu data yang dikumpulkan untuk mengetahui sejarah penanaman spesies tumbuhan langka. Berdasarkan Lampiran 3 diketahui bahwa orang yang menanam spesies tumbuhan langka di Kampus IPB Darmaga terdiri atas dosen, pejabat, mahasiswa, dan laboran. Persentase sejarah penanaman berdasarkan orang yang menanam disajikan pada Gambar 33.

Spesies tumbuhan langka di Kampus IPB Darmaga banyak ditanam oleh dosen (31.58%) dan alumni (31.58%). Ketika sedang melakukan penelitian atau survey ke hutan, para dosen sering membawa bibit atau biji dari tumbuhan yang jarang ditemukan di Bogor. Biji atau bibit tersebut kemudian ditanam di Kampus IPB Darmaga dengan tujuan untuk koleksi dan sebagai sarana belajar mahasiswa terutama mahasiswa Fakultas Kehutanan. Selain itu, dosen juga menanam spesies tumbuhan langka di sekitar rumah untuk koleksi. Pasak bumi dan ulin yang ada di kompleks perumahan dosen, ditanam di halaman rumah oleh Bapak Yahya Fakuara. Selain dosen, spesies tumbuhan langka juga banyak ditanam oleh alumni (31.58%). Alumni mulai menanam spesies tumbuhan langka di Arboretum Lanskap ketika HAPKA Fakultas Kehutanan dan Dies Natalies IPB tanggal 7 September 1991. Bibit yang ditanam ketika itu umumnya jenis pohon hutan (Zuhud et al. 2013).

Mahasiswa menanam spesies tumbuhan langka sebagai simbolis mengenai suatu momen tertentu, misalnya wisuda. Selain itu, spesies tumbuhan langka ditanam untuk kepentingan mahasiswa itu sendiri, misalnya sebagai pohon peneduh. Laboran juga merupakan salah satu orang yang menanam spesies tumbuhan langka. Umumnya laboran menanam spesies tumbuhan langka untuk

Gambar 33 Persentase sejarah penanaman spesies tumbuhan langka berdasarkan orang yang menanam

Laboran 10,53 Dosen 31,58 Mahasiswa 15,79 Pejabat 5,26 Alumni 31,58 Pelajar 5,26

41 menambah koleksi tumbuhan di arboretum atau laboratorium lapang yang dikelolanya.

Tahun penanaman merupakan bagian dari sejarah penanaman yang paling banyak tidak diketahui. Hal ini dikarenakan dulu ketika suatu bibit ditanam tidak ada dokumentasi yang dilakukan. Pencatatan mengenai tahun, orang yang menanam, dan asal bibit juga tidak dilakukan. Tahun penanaman spesies tumbuhan langka umumnya hanya diketahui oleh pihak-pihak yang terlibat dalam penanaman secara langsung, misalnya orang yang menanam. Namun karena beberapa orang yang menanam sudah meninggal, maka informasi tahun penanaman semakin tidak diketahui. Berdasarkan Lampiran 3, spesies tumbuhan langka paling banyak ditanam pada tahun 1990an. Hal ini berkaitan dengan kegiatan survey hutan yang banyak dilakukan pada tahun yang sama. Bibit atau biji spesies tumbuhan langka diambil ketika kegiatan tersebut. Selain itu, pada tahun 1990an ada acara HAPKA (Hari Alumni Pulang Kampus) Fakultas Kehutanan IPB. Ketika acara HAPKA tersebut dilakukan penanaman bibit dari jenis pohon hutan di Taman Hutan Kampus (THK) IPB Darmaga yang berlokasi di depan plaza rektorat. Selain itu, pada tahun 1996 kegiatan penanaman dan pemeliharaan Arboretum Leuwikopo dibantu pendanaannya oleh PT Alas Kusuma (melalui alumni Ir. Nana Suparna) dan PT Kayu Mas (melalui alumni Ir. Tandiono) (Zuhud et al. 2013).

Konsep Pengelolaan Spesies Tumbuhan Langka

Pengelolaan spesies tumbuhan langka di Kampus IPB Darmaga belum dilakukan secara terencana. Artinya pengelolaan spesies tumbuhan langka sama seperti tumbuhan yang lainnya, sehingga perlu dilakukan pengelolaan yang khusus dilakukan pada spesies tumbuhan langka yang ada di Kampus IPB Darmaga. Data jumlah dan sebaran spesies tumbuhan langka di Kampus IPB Darmaga dapat digunakan sebagai acuan. Agar dapat diakses oleh semua civitas akademika IPB dan masyarakat umum, data spesies tumbuhan langka dan sebarannya dapat di-upload ke website IPBiotics. IPBiotics merupakan sarana publikasi mengenai biodiversitas atau dapat pula disebut sebagai perpustakaan elektronik mengenai biodiversitas. Website ini dapat diakses dengan alamat Apps.cs.ipb.ac.id/ipbioticsnew. Informasi yang tersedia berupa biodiversitas yang ada di Kampus IPB Darmaga, yang terdiri dari satwa liar dan tumbuhan. Informasi juga dilengkapi dengan lokasi ditemukannya spesies tertentu. IPBiotics dapat menjadi sumber belajar bagi masyarakat umum mengenai biodiversitas dan dokumentasi mengenai biodiversitas yang ada di Kampus IPB Darmaga. Adanya IPBiotics ialah langkah awal untuk memperkenalkan biodiversitas yang ada di Kampus IPB kepada masyarakat luas.

Selain dengan meng-upload data ke IPBiotics, konsep pengelolaan spesies tumbuhan langka yaitu dengan pembuatan arboretum yang khusus untuk spesies tumbuhan langka. Spesies tumbuhan langka yang ada sekarang tersebar di seluruh wilayah Kampus IPB Darmaga, namun demikian ada yang terkonsentrasi di beberapa tempat, misalnya di kompleks Fakultas Kehutanan, Arboretum Lanskap, dan Arboretum Hutan Tropika. Keberadaan ketiga arboretum tersebut hendaknya

42

tetap dipertahankan, karena di ketiga tempat tersebut banyak ditemukan spesies tumbuhan langka.

Selain itu, perlu dilakukan penanaman jenis spesies tumbuhan langka untuk memperkaya jenis dan menambah jumlahnya. Untuk memperkaya jenis bisa dilakukan dengan menanam spesies tumbuhan langka yang belum ada di Kampus IPB Darmaga. Seluruh civitas akademika, hendaknya ikut berpartisipasi dalam kegiatan penanaman. Agar civitas akademika tertarik dan ikut berpartisipasi untuk menanam, digunakan pendekatan sejarah asal usul spesies tumbuhan langka. Tumbuhan langka yang ada saat ini merupakan hasil penanaman yang dilakukan oleh civitas akademika di Kampus IPB Darmaga sebelumnya yang berasal dari latar belakang profesi yang berbeda-beda, yaitu dosen, alumni, mahasiswa, laboran, pejabat, dan pelajar. Untuk menambah jumlah, dapat digunakan benih atau bibit yang berasal dari spesies tumbuhan langka yang ada sekarang. Sebagai contoh, di Arboretum Lanskap banyak ditemukan semai sonokeling. Semai ini dapat dipindahkan dan ditanam di tempat yang lain. Hal ini dilakukan untuk mengoptimalkan fungsi arboretum, yaitu untuk menjaga keanekaragaman plasma nutfah dan sebagai sumber benih, terutama benih spesies tumbuhan langka.

Dokumen terkait