• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II URAIAN TEORITIS

2.8. Dibalik Layar Film Laskar Pelangi

2.8.2. The Actors

Dari kiri ke kanan : Pemeran Harun, Sahara, Syahdan, Trapani, Ikal, Akiong, Lintang, Mahar, Borek, Samson.

Tak banyak yang mengetahui nama asli pemeran asli Laskar Pelangi sebab selama syuting mereka dipanggil sesuai nama anggota Laskar Pelangi dalam novel. Di bawah ini akan dijelaskan lebih lanjut :

Ikal

Pemeran Ikal itu bernama asli Zulfanny. Ia masih duduk di Kelas 1 SMPN 2 Tanjungpandan ketika mengikuti casting. Penyuka mancing itu adalah anak kedua dari tiga bersaudara pasangan Iskandar dan Suheni. Ayahnya bekerja sebagai penjual jam tangan di Pasar Tanjungpandan. Di sekolah ia sangat menyukai pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan. Selalu dapat nilai 10, katanya. Kalau sudah besar, ia bercita-cita menjadi dokter.

Mahar

Perawakannya mungil, rambutnya lurus dengan sepasang mata hitam yang jernih. Pemeran Mahar itu bernama Verry Yamarno. Mahar terbilang bocah paling lincah dan berani di antara Laskar Pelangi. Keberadannya selalu terdeteksi karena ia suka melepaskan tawa yang khas. Kehadirannya meramaikan suasana.

Mahar adalah bungsu dari dua bersaudara putra pasangan M. Yamin dan Normala. Ayahnya bekerja sebagai sopir tronton. Kelahiran 17 Maret 1996 itu ditemukan Moyo di Kelas 7 SMP Nasional Gantong. Peran Mahar didapatnya setelah melalui tiga casting. Setelah diberitahu lolos casting, ia berlatih menari dan bernyanyi di rumah Moyo di Tanjungpandan. Dalam kesehariannya, Mahar memang menyukai kesenian. Ia suka bermain gitar, gendang, serta bernyanyi dan menari. IPS (Ilmu Pengtahuan Sosial) adalah pelajaran yang paling ia sukai di sekolah. Tapi, Mahar ingin melanjutkan sekolahnya ke Pesantren Modern Gontor di Jawa Timur, sebab ia bercita-cita menjadi ustad.

Lintang

Tokoh Lintang diperankan oleh Ferdian, siswa SMP Negeri 1 Gantong. Lintang berusia 12 tahun ketika syuting, tapi ia lupa tanggal ulang tahunnya. Soalnya, ulang tahunnya tidak pernah dirayakan. “Enggak wajib,” kata penggemar soto babat itu.

Di sekolah, Lintang menyukai pelajaran Bahasa Indonesia dan Kesenian. Ia juga gemar bulu tangkis. Malah, ia pernah menjadi juara bulu tangkis tingkat kecamatan sewaktu di SD.

Trapani

Suharyadi Syah Ramadhan, pemeran Trapani, adalah siswa SMP Negeri 3 Tanjungpandan. Seperti Mahar, lelaki kelahiran 28 Februari 1995 itu juga mendapatkan peran itu setelah tiga kali casting. Trapani adalah putra pasangan Karyawadi dan Suharni Lasmita. Ia

senang karena ayahnya, yang sehari-hari bekerja sebagai tukang ojek, juga mendapat peran sebagai Pak Widi, kurir dan pengantar surat di film itu. Adik Trapani, Gilang Syah Ahmada, 8 tahun, juga terpilih memerankan Trapani kecil.

Kucai

Tokoh Kucai diperankan oleh Yogi Nugraha, kelahiran Belitong, 6 juli 1994. Siswa SMP Yaperbel Tanjungpandan itu ditemukan Taupik ketika sedang memakirkan sepeda motor di stadion Tanjungpandan. Sepulang sekolah, setiap hari ia biasa bekerja sebagai tukang parkir di halaman stadion sejak pukul tiga sore sampai magrib. Kebetulan, letak stadion itu tak jauh dari rumahnya.

Borek

Febriansyah, pemeran Borek, termasuk anak pendiam. Kalu sedang sendiri ia suka menulis puisi. Borek adalah anak ke delapan dari sembilan bersaudara. Ayahnya, Hermansyah, 51 tahun, tercatat sebagai Kesbang Linmas Pemda Tanjungpandan. Kelak, siswa SMP Negeri 2 Tanjungpandan yang menyukai pelajaran komputer itu, ingin menjadi guru atau dokter bila sudah besar.

A Kiong

Jadwal syuting hampir saja diubah karena A Kiong tiba-tiba jatuh sakit dua hari menjelang syuting pertamanya. Ia mengaku pusing dan sakit perut sampai muntah-muntah di base camp Laskar Pelangi. Diantara sesama pemain Laskar Pelangi, Suhendri Alias A Hen, pemeran A Kiong adalah anggota termuda. Siswa SD Negeri 44 Tanjungpandan itu baru berusia 11 tahun ketika itu. Ia sedang melintas di jalan tatkala bertemu dengan Aditya, asisten Moyo di Tanjungpandan.

Syahdan

Muhammad Syujur Ramadan, siswa SMP PGRI Tanjungpandan, mendapat peran untuk meminkan tokoh syahdan. Penggemar nasi tim ayam itu tidak pernah terlihat bersedih ketika berada di antara Laskar Pelangi. Padahal, ibunya baru saja meninggal 11 Maret 2008, sekitar dua bulan sebelum syuting, karena sakit diabetes.

Sahara

Tokoh Sahara diperankan oleh Dewi Ratih Ayu Savitri, siswi SMP Negeri 2 Tanjungpandan. Perawakan gadis cilik kelahiran 7 Maret 1995 itu tinggi semampai. Rambutnya lurus hitam lebat sepanjang punggung. Sahara berkulit gelap dan bermata bulat. Suaranya lemah lembut. Sebagaimana perannya, ia juga sering terdengar menggurui kalau sedang digoda teman-temannya. Karena itu, bungsu dari tiga bersaudara putri Wiji Rahayu, guru SD Negeri 27 Tanjungpandan, itu bercita-cita menjadi dokter. Sadikin, ayahnya Sahara, telah meninggal dunia pada 2005.

Harun

Anak lelaki yang memerankan Harun itu bernama Yepri Yanuar. Murid Kelas 4 Sekolah Luar Biasa Tanjungpandan itu berusia 14 tahun ketika casting. Ia mengetahui huruf abjad dan bisa didikte menulis. Sulastina adalah ibu angkat Harun. Menurut dia, Harun diserahkan kedua orangtua kandungnya sejak bayi. Ketika itu rumah sakit yang merawatnya tidak memberitahu latar belakang anak itu. Ternyata saraf otak Harun hanya berfungsi sebelah.

Flo

Kesan tomboi sebenarnya jauh dari sosok Marchella El Jolla Kondo yang memerankan tokoh Flo. Rambut hitam lurusnya masih melampaui bahu sebelum syuting. Flo adalah bungsu, dan satu-satunya anak perempuan, dari empat bersaudara putra pasangan Martin Jhon Kondo dan

Vernanda Kiroyan. Bersama kelompok sekolahnya, ia sering menjuarai lomba paduan suara dan alat musik tradisional. Flo, yang bercita-cita menjadi penyanyi, juga aktif sebagai penyanyi dalam kegiatan Gereja Bethel Indonesia.

A Ling

Si cantik A Ling diperankan oleh Levina, siswi SMP Regina Pacis, Tanjungpandan. Gadis kelahiran 26 Juni 1995 itu terpilih setelah menyisihkan tujuh pesaingnya di tanjungpandan. Sosoknya tinggi ceking, berkulit cerah, dan bermata sipit. Putri bungsu dari tiga bersaudara itu punya hobi renang, musik, dan membaca. Tapi, ia belum terpikir apa cita-citanya kelak. Ujar anak Rinid dan Yun Hiong itu. Sebagaimana tokoh A Ling, ayah dan ibunya juga bekerja mengelola toko mereka, Toko Beta Raya, di Tanjungpandan.

Ibu Muslimah

Cut Mini terpilih menjadi Bu Muslimah setelah menyisihkan kandidat lain, yakni Happy Salma dan Lola Maria. Beberapa saat kemudian,. Film laskar Pelangi merupakan film pertama Mini dengan arahan sutradara Riri Riza. Mini mengawali kariernya sebagai model di usia 15 tahun. Di awal, karirnya, bungsu tujuh bersaudara kelahiran 30 Desember 1973 itu, pernah dikontrak rumah produksi di Malaysia untuk membintangi sejumlah sinetron yang dibintangi artis tujuh negara. Setelah menjadi presenter dan membintangi sejumlah sinetron televisi, Mini kemudian menjajal layar lebar dengan menjadi pemeran utama dalam film Arisan!(2003) arahan sutarada Nia Dinata.

Pak Harfan

Ikranegara sebagai Pak Harfan. Dengan menggunakan safari warna khaki yang mulai lusuh, Ikranegara menempati bangku plastik di depan setting SD Muhammadiyah. Ia membetulkan kacamata bingkai emasnya yang mulai pudar, lalu membuka arloji di lengan

kirinya. Ibu jari dan telunjuk kanannya lantas memutar jarum arlojinya. Ia lalu memandangi bangunan kaya renta yang bongkok ke kanan di hadapannya. “Sekolah ini ibarat studio impian bagi seorang seniman,” ujarnya, layaknya seorang aktor taeater diatas panggung. Untuk itu Ikra menuturkan, seorang aktor harus menyerahkan dirinya kepada tokoh yang dia ciptakan dalam dirinya. Selama di lokasi syuting, ia melupakan Ikra dan menjadi Pak Harfan sepenuhnya.

Tokoh-Tokoh Baru Mahmud

Dalam Film Laskar Pelangi, karakter Mahmud sengaja dibuat untuk memperlihatkan betapa kuatnya pendirian Muslimah. “Kita perlu peristiwa bagaimana titik kuat Bu Muslimah. Mahmud digambarkan sebagai guru SD PN Timah yang tertarik pada Muslimah, “Dalam arti kata kasihan melihat Mus, agar Muslimah meninggalkan SD Muhammadiyah dan mengajar di SD PN. Akhirnya, Miles memutuskan untuk mencari peran Mahmud. Tersebutlah Wingky Wiryawan, Indra Birowo, Darius Sinatriya, Tora Sudiro, dan Rifnu Wikana. Pilihan Mahmud akhirnya jatuh kedua nama : Tora dan Wika. Namun, Tora akhirnya memenangkan peran itu.

Zulkarnaen

Peran Zulkarnaen dimainkan oleh Slamet Rharjo. Sebelumnya ia juga sempat melewati casting untuk memainkan Pak Harfan. Bagi Slamet, bermain dalam film Laskar Pelangi tak ubahnya mengenang kembali masa-masa indah ketika ia masih bersekolah di SMA di Tanjungpandan. Dalam perfilman Slamet adalah jaminan mutu. Sejak 1974, ia telah meraih empat piala citra sebagai aktor terbaik FFI 1987 dan 1988. Pada tahun 1990 untuk sutradara berbakat dalam Festival Tiga Benua, Nantes Perancis.

Bakri

Peran Bakri dimainkan oleh Rifnu Wikana yang sebelumnya mengikuti casting untuk peran Mahmud. Kata Wika, tak banyak sutradara yang mampu mengadaptasi novel menjadi sebuah film yang baik. Bagi dia, Laskar pelangi berhasil diadaptasi dengan baik, karena penulis skenario mampu mempersempit ruang cerita novel Laskar Pelangi yang cukup lebar, kata lelaki kelahiran 3 Agustus 1980 itu.

Dokumen terkait