• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAHAN DAN METODE

Gambar 41 Liparis nervosa (Thunb.) Lindl

4.6.50 Thrixspermum centipeda Lour.

Habit: herba, tinggi keseluruhan ± 19 cm. Batang: bulat-panjang, warna hijau, panjang ± 13 cm dan lebar ± 0,5 cm, permukaan licin. Daun: lanset, warna hijau, panjang ± 7 cm dan lebar ± 2,5 cm, permukaan licin, tepi rata, tebal, ujung runcing dan tidak memiliki tangkai daun.

Spesimen : AS 38, Aek Nauli

Distribusi : India, Cina, Thailand, Laos, Vietnam, Semenanjung Malaysia, Philipina, Jawa, Borneo dan Sumatera Utara (Comber, 2001)

Habitat : Epifit, tumbuh pada daerah yang terbuka dengan intensitas cahaya matahari yang cukup.

Gambar 53. Thrixspermum centipeda Lour.

5.1 Kesimpulan

Dari hasil penelitian yang telah dilakukan tentang struktur dan komposisi anggrek di hutan Aek Nauli diperoleh beberapa kesimpulan sebagai berikut:

a. Ditemukan 50 jenis anggrek yang termasuk ke dalam 22 genus yang terdiri dari 12 jenis anggrek teresterial dan 38 jenis anggrek epifit di kelima lokasi penelitian. b. Komposisi jenis anggrek teresterial yang umum ditemukan di kawasan hutan Aek

Nauli adalah jenis Calanthe chrysoglossoides, Apostasia sp. dan Phaius sp.yang ditemukan pada tiga ketinggian. Jenis anggrek epifit yang umum ditemukan di kawasan ini adalah jenis Colegyna brachygyna, Bulbophyllum sp.4 dan Eria sp.3 yang ditemukan pada setiap ketinggian di kawasan ini.

c. Jenis-jenis anggrek teresterial maupun anggrek epifit di kawasan ini umumnya tersebar secara teratur. Namun terdapat pengecualian untuk jenis Apostasia sp. dan Liparis rhedii untuk jenis anggrek teresterial pada ketinggian 1300-1400 m dpl dan 1600-1700 m dpl yang tersebar secara mengelompok. Untuk jenis anggrek epifit, pola persebaran secara mengelompok ditemukan pada jenis

Coelogyna brachygyna di ketinggian 1400-1500 m dpl.

d. Indeks nilai penting terdapat pada ketinggian 1300-1400 m dpl, pada anggrek epifit yaitu Coelogyna brachygyna dengan nilai 19,21%, sedangkan pada anggrek teresterial indeks nilai penting tertinggi pada anggrek Apostasia sp.

e. Indeks keanekaragaman tertinggi pada ketinggian 1400-1500 m dpl, anggrek epifit nilai indeks keanekaragamannya 3,134 dan anggrek terestrial 1,719 dan indeks keseragaman anggrek epifit terdapat pada ketinggian 1400-1500 m dpl, yaitu 0,961 dan anggrek terestrial 0,883.

f. Indeks kesamaan anggrek epifit tergolong sedang karena berda kisaran 50-100%,

sedangkan indeks kesamaan untuk anggrek terestrial tergolong rendah yaitu 0-54%.

g. Tempat tumbuh anggrek epifit umumnya terdapat pada kelompok bawah dan tengah. Beberapa jenis anggrek terdapat pada kelompok bawah, tengah dan atas yaitu Eria sp dan Bulbophyllum sp.

h. Jenis-jenis pohon inang yang ditumpangi oleh anggrek epifit terdiri dari 10 spesies, yaitu: Brassaiopsis glomerulata, Brassaiopsis minor, Eugenia sp1,

Eugenia sp 2, Eugenia sp3, Gordonia sp, Lithocarpus sp, Sthyrax sp, dan

Switonia sp.

5.2 Saran

a. Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai korelasi antara tumbuhan inang dengan anggrek epifit yang berada di hutan Aek Nauli.

b. Upaya untuk konservasi anggrek adalah dengan membiarkannya tumbuh di habitat aslinya, oleh karena itu kepada masyarakat, peneliti, instansi atau lembaga terkait diharapkan agar dapat menjaga kelestarian hutan Aek Nauli yang merupakan habitat alami bagi berbagai jenis anggrek baik epifit maupun teresterial.

Amalia. 2004. Macroepiphyte diversity and distribution based on surface type of phorophyte (host) on mount Tangkuban Perahu .<http://digilib.bi.itb.ac.id/print.phd?id=jbptitbbi-gdl-s2-2004-amalia>

Anwar, J., S. J. Damanik., N. Hisyam & A. J. Whitten. 1994. Ekologi Ekosistem Sumatera. Yogyakarta: UGM Press.

Ashari, S. 1995. Hortikultura Aspek Budaya. Jakarta: UI-Press.

Balai Konservasi sumber Daya Alam 1 SUMUT. 2003. Informasi Kawasan Konservasi di SUMUT. Medan: BKSDA1. SUMUT.

Brian & W. Ritterhausen. 1987. Anggrek Sebagai Tanaman Hias.Bandung: Pionir Jaya.

Comber, J. B. 2001.Orhid of Sumatera.Singapore: Singapore Botanic Gardens. Daniel, T. W., J. A. Helms & F. S. Baker. 1992. Prinsip-prinsipSilvinatural.

Yogyakarta: GadjahMadaUniversity Press.

Darmono, D. W. 2008. Agar Anggrek Rajin Berbunga. Jakarta: Penebar Swadaya. Ewusie, J. Y. 1990. Pengantar Ekologi Tropika. Terjemahan Usman Tanuwidjaja.

Bandung: Penerbit ITB.

Fachrul, M.F. 2007. Metode Sampling Bioekologi. Jakarta: Penerbit Bumi aksara. Fanfani, A. 1989.The Macdonald Encyclopedia of Orchids.London: Little, Brown

and Company (UK) Limited.

Fitter, A. H & R. K. M Hay. 1981. Fisiologi Lingkungan Tanaman. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Gunadi, T. 1977. Kenal Anggrek. Bandung: Penerbit Angkasa. ---. 1985. Anggrek Untuk Pemula. Bandung: Penerbit Angkasa. ---. 1986. Anggrek dari Benua ke Benua. Bandung: Penerbit Angkasa.

Gunawan, L. W. 2007. Budidaya Anggrek. Edisi Revisi. Jakarta: Penebar Swadaya. Gusmalyana. 1983. Analisa Vegetasi Dasar di Hutan Setia Mulya Ladang

Padi.Padang. Tesis (tidak dipublikasikan). Padang: Universitas Andalas

Hanafiah, K. A. 2005. Dasar-dasar Ilmu Tanah. Cetakan I. Edisi 1. Jakarta: PT Grafindo Persada.

Hartati, S. 2006. Komposisi dan Keanekaragaman Makroepifit di Kawasan Hutan Taman Nasional Gunung Leuser Desa Telagah Kabupaten Langkat. Skripsi (Tidak dipublikasikan). Medan: Universitas Sumatera Utara.

Harwati, C. T. 2007. Pengaruh Intensitas Cahaya Matahari Terhadap Pertumbuhan Anggrek (Orchidaceae). Innofarm : Jurnal Inovasi Pertanian Vol. 6, No. 1. Heddy, S. S., & Kurniati. 1996. Prinsip-prinsip Dasar Ekologi Suatu Bahasan

tentang Kaidah Ekologi dan Penerapannya. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.

Irwan, Z. D. 1997. Prinsip-prinsip Ekologi dan Organisasi Ekosistem, Komunitas & Lingkungan. Edisi Kedua. Jakarta: Penerbit Bumi Aksara.

Iswanto, H. 2002. Petunjuk Perawatan Anggrek.Jakarta: Agromedia Pustaka. Kartikaningrum, S, D. Widastoety & Kusumah. 2004. Panduan Karakterisasi

Tanaman Anggrek. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Komisi Nasional Platma. Jurnal Ilmiah dari pertanian,10(2):

Krebs, C. J. 1985. Experimental Analysis of Distribution and Abudance.Philadelphia: Harper and Publisher.

Kusmana, C &Istomo. 1995. EkologiHutan.Bogor: PenerbitInstitutPertanianBogor. Kusmana, C. 1997. Metode Survey vegetasi.Bogor: PenerbitInstitutPertanianBogor. Kusuma, H. W. 2004. Sehat dengan Anggrek Tanah. Yahoo (http:/www.Suarakarya-

online.com/news.html). 19 April 2011.

Loveless, A. R. 1989. Prinsip-prinsip Biologi Tumbuhan untuk Daerah Tropik 2.Terjemahan Kuswata Kartawinata, Sarkat Danimiharja & Usep Soetisna. Jakarta: PT. Gramedia.

Latif, S. M. 1960. Bunga Anggrek Permata Belantara Indonesia.Bandung: Sumur Bandung.

Latif. 1972. Kembang Anggrek.Jakarta: N. V. Masa Baru.

Lawrence, G. H. M. 1951. Taxonomy of Vascular Plants.New York: The Macmillan Company.

Mahyar, U. W dan Sadili, A. 2003. Jenis-jenis Anggrek Taman Nasional Gunung Halimun. PT. Binamitra Megawarna.

Marliya. 2008. Inventarisasi Jenis-jenis Anggrek di Hutan Gunung Sinabung dan Taman Wisata Alam Deleng Lancuk Kabupaten Karo Sumatera Utara.Skripsi (Tidak dipublikasikan). Medan: Universitas Sumatera Utara.

Odum, E. P. 1996. Fundamental of Ecology. W. B. Saunder Company. London. Pandey, B. P. 2003. A Text Book of Botany Angiosperm.New Delhi: Ram Nagar. Polunin, N. 1994. Pengantar Geografi Tumbuhan dan Beberapa Ilmu Serumpun.

Terjemahan Gembong Tjitrosoepomo. Yogyakarta: UGM-Press.

Purwanto, A., Erlina Ambarwati dan Fitria Setianingsih. 2005. Kekerabatan antar Anggrek Spesies Berdasarkan Sifat morfologinya. Fakultas Pertanian UGM.

11(1).

Rifai, M. A. 1993. Peri Kehidupan Alam Sepanjang Jalan Pegunungan.Jakarta: Panitia Nasional Program UNESCO-MAB-LIPI.

Ruhana. 2003. Kajian Jenis Anggrek di Stasiun Penelitian Ketambe Ekosistem Leuser. Skripsi (tidak dipublikasikan). Aceh: Universitas Syah Kuala.

Sarwono, B. 2002. Mengenal dan Membuat Anggrek Hibrida. Jakarta: Agromedia Pustaka.

Sasatrapradja, S. 1979. Jenis-jenis Anggrek. Bogor: Lembaga Biologi Nasional-LIPI. Siregar, K. 2005. Studi Ekotaksonomi Vegetasi Bawah Pada Jalur Pendakian

Gunung Sinabung Kabupaten Karo. (Skripsi). Medan: Fakultas MIPA. Universitas Sumatera Utara.

Smith, R. L. 1992. Elements of Ecology.Third Edition.New York: Harper Collins Publishers Inc.

Suin, N. M. 2002. Metoda Ekologi. Cetakan ke-1. Edisi 2. Padang: Universitas Andalas.

Sumartono. 1981. Anggrek untuk Rakyat. Jakarta: Penerbit PT. Bumi Restu.

Syahbudin. 1987. Dasar-dasarEkologiTumbuhan. Padang: UniversitasAndalas Press. Tjitrosoepomo, G. 2003. TaksonomiTumbuhan. Yogyakarta: UGM Press.

Van steenis. 1997. Flora.Cetakan ke-2. Jakarta: PradnyaParamita.

Watanabe,& E. S. H. Corner. 1969. Collection of Illustrated Tropical Plant. Kyoto: Volume 1-7.

Whittmore, T. C. 1984. Plant Physiology.Third Edition. California: Wartson Publ. Co. Belman.

Widhiastuti, R, T.A. Aththorick&Marliya. 2007. Tumbuhan Anggrek Hutan Gunung Sinabung. Medan :PustakaBangsa.

Wirakusuma, R. S. 1980. Citra & fenomena Hutan Tropika Humida Kalimantan Timur.Jakarta: PradyaParamita

Dokumen terkait