• Tidak ada hasil yang ditemukan

TIM PROYEK PERUBAHAN

Dalam dokumen LAPORAN PROYEK PERUBAHAN (Halaman 22-33)

Struktur Deskripsi

 Sponsor: Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Mukomuko

(Kresna

Fitriansyah,ST,MSI)

 Project Leader: Kepala Seksi Infrastruktur

 Sponsor: Kepala kantor berperan sebagai penanggung jawab kegiatan di kantor sekaligus sebagai pembimbing dalam proyek perubahan yang dilakukan

 Project Leader: bertugas mengkoordinasikan team dan seluruh stake holder melaksanakan tugas

8. Uji controller di aplikasi android smartphone D. Pelaksanaan Pengukuran

PTSL dengan INA CORS BIG

500.000

9. Pengukuran di

Kelurahan Bandar ratu dan Desa Tanah Rekah

TAHAP MONITORING DAN EVALUASI

E. Monitoring dan evaluasi

10. Evaluasi hasil pengukuran

F. Penyusunan Laporan dan Rencana Tindak Lanjut

11. Laporan akhir dengan persetujuan mentor

23

2.Manajemen dan administrasi (Agus Jamaludin Mufidz,Str)

3.Software developer dan implementer

(Apan Bahariz,AP)

4.Internal quality assurance (Fuad Fauzi)

5.Pelaksana Pengukuran PTSL

(Ahmad F Saragih,AP)

6.Tenaga Ahli

(Adhityo Susilo Nugroho,ST)

masing-masing serta memastikan keberhasilan proyek perubahan

 Working Team :

1.Koordinator team bertugas mengkoordinasi kegiatan di lapangan

2.Manajemen dan administrasi bertugas dan bertanggung jawab terhadap pengaturan dan penyimpanan segala jenis dokumen yang terlibat dalam proyek.

3.Software developer dan implementer bertugas bertugas memberikan masukan kepada tenaga ahli GPS RTK tentang penggunaan dan kendala dalam pengoperasian

4.Internal quality assurance bertugas mengawasi agar pelaksanaan proyek dapat selalu terjamin kualitasnya sesuai dengan standar mutu yang telah ditetapkan 5.Pelaksana Pengukuran PTSL bertugas mengimplementasikan metode yang telah dihasilkan untuk dilaksanakan di lapangan dalam tugas Pengukuran PTSL

6.Tenaga Ahli bertugas membuat sistem untuk mengintegrasikan JRSP BPN dengan INA CORS milik BIG (Badan Informasi Geospasial) serta mengkomunikasikan penggunaan base ke BIG.

Tabel 2.3 Team Efektif

Gambar 2.1 Struktur Team efektif Project Leader

Asrofi,ST Project Sponsor Kresna Fitriansyah,ST,MSi

Co. Working Team Ajie Fitriantoro,STr Team Manajemen dan Administrasi Agus Jamaludin M,Str Team Software developer dan Apan Bahariz,AP Implementer

Team Internal Quality Assurance Fuad Fauzi

Team Pelaksana Pengukuran PTSL Ahmad F Saragih,AP

Tenaga Ahli Adhityo Susilo

Nugroho,ST

24 D.Identifikasi Stakeholder

Stakeholder yang akan terlibat dalam proyek perubahan ini adalah : 1. Kepala Bidang Infrastruktur Pertanahan Kanwil BPN Provinsi

Bengkulu (Eksternal)

2. Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Mukomuko selaku promotor 3. Kepala Seksi Hubungan Hukum Pertanahan Kantah Mukomuko

(Eksternal)

4. Kepala Seksi Penataan Pertanahan Kantah Mukomuko (Eksternal) 5. Kepala Seksi Pengadaan Tanah Kantah Mukomuko (Eksternal) 6. Kepala Seksi Penanganan Masalah dan Pengendalian Pertanahan

Kantah Mukomuko (Eksternal)

7. Kasubsi Pengukuran Kadastral (Internal)

8. Kasubsi Pengukuran dan pemetaan dasar dan tematik (Internal) 9. Staff di lingkungan seksi Infrastruktur Pertanahan selaku tim efektif 10. ASK (Asisten Surveyor Kadastral) (Eksternal)

11. Tenaga ahli GPS RTK (Eksternal) 12. PPAT (Eksternal)

13. Lurah Bandar Ratu (Eksternal) 14. Masyarakat (Eksternal)

25 Berdasarkan kelompok kecenderungan dukungan, maka stakeholder tersebut dapat dibuat sebagaimana berikut:

Gambar 2.2 Quadran Stake holder

(Latents) (Promoters)

(Apathetics) (Defenders)

Kepala Kantor

Kepala Bidang IP Kanwil Prov Bengkulu Kasubsi PengukuranKadastral

Kasubsi Pengukuran dasar dan tematik Staff IP

PPAT Kepala Seksi Hubungan Hukum

Kepala Seksi Penataan Pertanahan Kepala Seksi Pengadaan Tanah Kepala Seksi Penanganan Masalah ASK

Masyarakat Tenaga Ahli

Lurah

Interest

Influence

26 Gambar 2.3 Peta hubungan stake holder

Peran Stakeholder

Koordinasi

Hierarki / pelaporan

kolaborasi Kepala Bidang IP

Kanwil Prov Bengkulu Tanaga Ahli GPS

RTK

27 Kabid IP berperan penting untuk memberikan dukungan terhadap proyek perubahan serta memberikan akses kepada pihak - pihak terkait

Kepala kantor sebagai mentor berperan untuk memberikan dukungan arahan serta kebijakan dalam mewujudkan proyek perubahan Kepala Bidang IP

Kanwil Prov Bengkulu

Kepala sub seksi Pengukuran dan pemetaan kadastral berperan sebagai coordinator team efektif yang bertugas menjalankan proyek perubahan

PPAT

Kepala Sub seksi Pengukuran dan pemetaan dasar dan tematik berperan sebagai team manajemen dan administrasi dalam pelaksanaan proyek perubahan

Staff Infrastruktur Pertanahan masing-masing bertugas selaku

anggota team efektif dimana mempunyai tugas sebagai implementer, penjamin mutu serta pelaksana proyek di lapangan

PPAT berperan sebagai stakeholder eksternal yang kurang

mempunyai keterkaitan terhadap proyek juga kurang mempunyai pengaruh dalam proyek perubahan

LURAH

Tenaga ahli bertugas dalam tim efektif untuk mengintegrasikan alat ukur dengan INA CORS BIG serta sebagai fasilitator terhadap masalah teknis yang terjadi dilapangan

Lurah berperan aktif sebagai administrator wilayah yang akan menjadi objek lokasi proyek perubahan jangka pendek

Tanaga Ahli GPS RTK

28 E Identifikasi Potensi Masalah

Potensi Masalah yang bisa terjadi dalam proyek perubahan adalah :

No Potensi Masalah Solusi

INTERNAL

1 Alat GPS RTK tidak bisa digunakan/rusak Pengecekan Alat secara berkala 2 Kompetensi SDM dalam pelaksanaan proyek

perubahan

Penguatan kompetensi dan team efektif

3 Benturan waktu diantara anggota team Pengaturan jadwal kegiatan EKSTERNAL

Kepala seksi penanganan masalah berperan untuk memberikan masukan dalam pelaksanaan proyek perubahan berkaitan akurasi dalam sengketa batas

Kepala seksi pengadaan tanah berperan untuk memberikan masukan dalam kaitannya hasil dari proyek perubahan berupa peta bidang untuk pengadaan tanah atau bidang tanah pemerintah Kepala seksi penataan pertanahan sebagai anggota panitia A berperan untuk memberikan masukan terhadap hasil dari pelaksanaan proyek perubahan

Kepala seksi hubungan hukum berperan untuk memberikan masukan sehubungan dengan hasil dari proyek perubahan

Asisten Surveyor Kadastral berperan sebagai salah satu pengguna hasil dari proyek perubahan sehingga masukan dan saran serta kendala dilapangan dapat dijadikan sebagai masukan

Masyarakat berperan aktif sebagai subjek dalam pelaksanaan proyek perubahan dimulai dari saat Pengukuran PTSL sampai menerima hasil pekerjaan

29 1 Tenaga ahli integrasi system mempunyai

kesibukan lain selama proyek perubahan

Mengkomunikasikan proyek perubahan di awal waktu

2 Jaringan Internet tidak memadai Memilih provider yang mempunyai kualitas terbaik 3 Dukungan stake holder kurang Melakukan koordinasi dan

menjelaskan manfaat proyek perubahan

Tabel 2.4 Potensi Masalah

F.Risiko

Resiko dalam pelaksanaan proyek perubahan ini adalah : a. Jangka Pendek

1. Integrasi mengalami kegagagalan dikarenakan alat GPS RTK yang ada di kantor pertanahan tidak bisa connect dengan server base INA CORS BIG

2. Target bidang tidak tercapai karena batasan waktu b. Jangka Menengah

1. Penerapan penggunaan base BIG diseluruh kabupaten Mukomuko terkendala jaringan internet yang belum merata di seluruh kecamatan

2. Target bidang tidak tercapai karena batasan waktu c. Jangka Panjang

Penerapan base BIG dalam Pengukuran PTSL di seluruh kabupaten Mukomuko membutuhkan tambahan alat yang tidak bisa di dukung Pemerintah Daerah karena anggaran.

G. Kriteria Keberhasilan

Kriteria keberhasilan dari proyek perubahan dengan penerapan Pengukuran PTSL menggunakan INA CORS BIG adalah sebagai berikut :

1. Lebih cepat

a. Pengukuran PTSL dilapangan bebas dari masalah base mati/rusak di kantor sehingga petugas ukur bisa

30 meningkatkan jumlah bidang yang dihasilkan dari rata-rata Pengukuran PTSL untuk 1 bidang tanah + 60 menit menjadi + 15 menit

b. 2 orang petugas ukur yang biasanya menggunakan 1 base dan 1 rover untuk menghasilkan ukuran 1 bidang dapat diubah menjadi 2 petugas ukur 2 rover untuk menghasilakn ukuran 2 bidang

Dengan SDM dan peralatan yang sama produktifitasnya bisa ditingkatkan 2 kali

2. Lebih Sederhana

Pengukuran PTSL menggunakan base INA CORS akan menyederhanakan mulai dari :

a. Petugas ukur hanya perlu mebawa rover kelapangan b. Proses penggambaran tidak memerlukan perhitungan

sudut dan jarak 3. Lebih Akurat

Pengukuran PTSL menggunakan INA CORS BIG menghasilkan ketelitian dibawah 1 cm, dimana relative lebih teliti dibandingkan menggunakan metode terestris

Secara tabulasi kriteria keberhasilan dari proyek perubahan dengan penerapan Pengukuran PTSL menggunakan INA CORS BIG adalah lebih cepat, sederhana dan akurat dijabarkan sebagai berikut :

Indikator Kondisi Awal Kondisi Akhir

Lebih Cepat Waktu ukur + 60 Menit Waktu ukur + 15 Menit

2 petugas ukur menghasilkan 1 bidang

2 petugas ukur menghasilkan 2 bidang

31 Lebih Sederhana Membawa 2 alat Membawa 1 alat

Perlu perhitungan Tidak perlu perhitungan

Lebih akurat Ketelitian 1-5 cm Ketelitian 0 – 1 cm Tabel 2.5 Kriteria Keberhasilan

H. Faktor Pendukung Keberhasilan

Faktor-faktor yang mendukung pencapaian tujuan proyek Perubahan antara lain, yaitu:

1. Dukungan penuh dari Kepala Kantor selaku mentor dan sponsor dalam Proyek perubahan;

2. Dukungan dari tenaga ahli GPS RTK dalam membuat system yang mengintegrasikan penggunaan INA CORS BIG;

3. Dukungan penuh dari Tim Efektif yang solid dalam mengelola Proyek perubahan dan sekaligus para Stakeholder baik internal maupun eksternal.

I. Hasil Adopsi dari Benchmarking

Hasil Adopsi yang bisa diambil dari kegiatan Benchmarking adalah : a. Mall Pelayanan Publik

Benchmarking dari kegiatan pelayanan di Mall Pelayanan Publik adalah usaha untuk mempersingkat waktu pelayanan diantaranya melalui inovasi IMB 3.0 dan Jak evo dimana waktu pelayanan dipercepat dari hari menjadi jam

b. Jakarta Smart City

Benchmarking dari kegiatan yang dilakukan Jakarta Smart City adalah penggunaan teknologi dalam memenuhi tuntutan masyarakat di era modern sehingga proses dari suatu kegiatan

32 lebih sederhana contoh kemudahan dalam memesan kamar di rumah sakit di Jakarta melalui smartphone

c. Kantah Kota Bandung

Benchmarking dari kegiatan pelayanan yang dilakukan kantah Kota Bandung adalah akurasi dalam memberikan informasi peta dengan tersedianya peta lengkap, sehingga bidang-bidang tanah dapat diketahui posisinya secara akurat.

33 BAB III

Dalam dokumen LAPORAN PROYEK PERUBAHAN (Halaman 22-33)

Dokumen terkait