1 LAPORAN PROYEK PERUBAHAN
“PERCEPATAN PENGUKURAN PTSL DENGAN JARINGAN INA-CORS (INDONESIAN CONTINUOUS OPERATING REFERENCING SYSTEM)
BADAN INFORMASI GEOSPASIAL (BIG)”
NAMA : Asrofi,ST
NIP : 19821221 201101 1 002 NO. ABSEN : 5
JABATAN : Kepala Seksi Infrastruktur Pertanahan UNIT KERJA : Kantor Pertanahan Kabupaten Mukomuko
PENDIDIKAN DAN PELATIHAN KEPEMIMPINAN TINGKAT IV
PUSAT PENGEMBANGAN SUMBERDAYA MANUSIA KEMENTERIAN AGRARIA DAN TATARUANG/BPN
TAHUN 2019
2 KATA PENGANTAR
Puji dan syukur kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala, atas segala berkat limpahan rahmat, karunia dan hidayah- Nya penulis dapat menyelesaikan Laporan Proyek perubahan ini. Laporan Proyek perubahan disusun dan diajukan guna memenuhi persyaratan kelulusan Pendidikan dan Pelatihan Kepemimpinan Tingkat IV pada Kementerian Agraria dan Tata Ruang / Badan Pertanahan Nasional Republik Indonesia tahun 2019 dengan judul “PERCEPATAN PENGUKURAN PTSL DENGAN JARINGAN INA-CORS (INDONESIAN CONTINUOUS OPERATING REFERENCING SYSTEM) BADAN INFORMASI GEOSPASIAL (BIG)”
Dalam penulisan laporan Penulis menyadari bahwa banyak pihak yang turut memberikan bantuan, dukungan, motivasi, semangat, saran, ide, bahkan fasilitas moril dan materil. Penulis mengucapkan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya terutama kepada kedua Orang Tua dan Seluruh Keluarga yang selalu memberikan semangat dan motivasi dan dukungan tanpa lelah hingga Penulis dapat menyelesaikan Laporan Proyek perubahan ini. Selain itu, Penulis juga mengucapkan rasa terima kasih kepada :
1. Bapak Ir. Virgo Eresta Jaya, M.Eng.Sc selaku Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kementerian Agraria dan Tata Ruang / Badan Pertanahan Nasional RI.
2. Bapak Ir. Danu Ismadi selaku Kepala Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional Provinsi Bengkulu.
3. Bapak Kresna Fitriansyah, ST., M.Si Selaku Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Mukomuko.
4. Bapak Drs. Agus Jatmiko, S.H.,MM. selaku Pembimbing (Coach), yang selama ini senantiasa telah meluangkan waktu, tenaga dan pikirannya dengan penuh kesabaran
3 dalam membimbing penulis dalam menyusun Rancangan Proyek perubahan.
5. Bapak Inyo Cancer Hetarie, A.Ptnh,MH. selaku Penguji yang telah membantu penulis dalam menyempurnakan Rancangan Proyek perubahan ini.
6. Saudara Ajie Fitriantoro, S.Tr, Selaku Kepala Subseksi Pengukuran dan Pemetaan Kadastral Kabupaten Mukomuko yang telah meluangkan waktu, tenaga dan pikirannya untuk membantu penulis.
7. Saudara Agus Jamaludin Mufid S.Tr, selaku Kasubsi Pengukuran dan Pemetaan Tematik yang telah membantu penulis yang telah memberikan masukan dan arahan dalam proses Proyek perubahan penulis.
8. Sdr Fuad,Rizal, Ai, Apan,Yuni dan Ica yang telah membantu dan mendukung penulis dalam penyelesaian kegiatan Proyek perubahan ini.
9. Seluruh karyawan dan staf yang ada di Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kementerian Agraria dan Tata Ruang / Badan Pertanahan Nasional RI.
10. Seluruh Pegawai dan Staf Kantor Pertanahan Kabupaten Mukomuko.
11. Teman - teman peserta Pendidikan dan Pelatihan Tingkat IV Kementerian Agraria dan Tata Ruang / Badan Pertanahan Nasional RI Tahun 2019.
Dengan segala keterbatasan, Penulis menyadari bahwa laporan ini tidak luput dari segala kekurangan dan kesalahan. Atas kekurangan dalam penulisan laporan ini, Penulis mohon maaf. Untuk itu, Penulis mengharapkan kritik, masukan maupun saran yang sifatnya membangun dari semua pihak, dan semoga dapat membantu dalam menyempurnakan laporan ini. Semoga laporan Proyek perubahan ini
4 dapat memberikan manfaat kepada banyak pihak umumnya dan Kantor Pertanahan Kabupaten Mukomuko pada khususnya.
Mukomuko, Mei 2019 Penulis,
Ttd.
ASROFI,ST.
NIP. 198212212011011002
5
LEMBAR PENGESAHAN
6 DAFTAR TABEL
Tabel 1.1 Identifikasi Isu ... 15
Tabel 1.2 Analisis USG ... 16
Tabel 2.1 Output kunci ... 20
Tabel 2.2 Pentahapan kegiatan ... 22
Tabel 2.3 Team Efektif ... 23
Tabel 2.4 Potensi Masalah ... 29
Tabel 2.5 Kriteria Keberhasilan ... 31
Tabel 3.1 Realisasi Kegiatan dan Anggaran ... 39
Tabel 3.2 Perbandingan kegiatan rancangan dan realisasi PROPER ... 40
Tabel 3.3 Target dan Realisasi Kegiatan PTSL ... 40
Tabel 3.4 Hambatan dan teknik penyelesaian ... 43
Tabel 4.1 Output kunci jangka menengah ... 44
Tabel 4.2 Rencana kegiatan dan anggaran jangka menengah ... 45
Tabel 4.3 Output kunci jangka panjang ... 45
Tabel 4.4 Rencana kegiatan dan anggaran jangka panjang ... 46
7 DAFTAR GAMBAR
Gambar 2.1 Struktur Team Efektif ... 23
Gambar 2.2 Quadran Stake Holder ... 25
Gambar 2.3 Peta Hubungan Stake Holder ... 26
Gambar 3.1 Peta Lokasi Proyek Perubahan ... 41
Gambar 3.2 Kualitas Data ... 42
8 DAFTAR LAMPIRAN
Lampiran 1. Evidence Lembar Pernyataan Dukungan Lampiran 2. Evidence Daftar Inventarisasi Alat
Lampiran 3. Evidence Tabel Inventarisasi Hasil Pelaksanaan Pengukuran
Lampiran 4. Evidence Tabel Koordinat dan Dxf dari GPS RTK Lampiran 5. Notulensi Koordinasi Integrasi System
Lampiran 6. Notulensi Koordinasi dengan Mentor Lampiran 7. Notulensi Rapat dan daftar hadir Lampiran 8. Dokumentasi Kegiatan
9 DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL ... 1
KATA PENGANTAR ... 2
LEMBAR PENGESAHAN ... 5
DAFTAR TABEL ... 6
DAFTAR GAMBAR ... 7
DAFTAR LAMPIRAN ... 8
DAFTAR ISI ... 9
DESKRIPSI SINGKAT ... 11
BAB I PENDAHULUAN ... 12
A.Latar Belakang ... 12
B.Identifikasi Masalah ... 13
C.Perumusan dan Penetapan Isu ... 15
D.Tujuan ... 16
E.Manfaat ... 17
F.Ruang Lingkup ... 18
BAB II DESKRIPSI PROYEK PERUBAHAN ... 19
A.Output Kunci... 19
B.Pentahapan ... 21
C.Tim Proyek Perubahan ... 22
D.Identifikasi Stakeholder ... 24
E.Identifikasi Potensi Masalah ... 28
F.Resiko ... 29
G.Kriteria Keberhasilan ... 29
H.Faktor Pendukung Keberhasilan ... 31
I.Hasil Adopsi Dari Benchmarking ... 31
BAB III PELAKSANAAN PROYEK PERUBAHAN ... 33
A.Realisasi Kegiatan dan Output ... 33
B.Strategi Pencapaian dan Kendala ... 37
10
BAB IV RENCANA DAN TINDAK LANJUT PROYEK PERUBAHAN ... 44
A.Jangka Menengah ... 44
B.Jangka Panjang ... 45
BAB V PENUTUP ... 47
A.Kesimpulan... 47
B.Rekomendasi ... 47
LAMPIRAN... 50
11
DESKRIPSI SINGKAT
Kendala pelaksanaan Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) di Kabupaten Mukomuko adalah kondisi alam yang berbukit serta lahan masyarakat yang cukup luas sehingga Pengukuran PTSL menggunakan metode terestris tidak efektif dilakukan karena membutuhkan waktu yang cukup lama untuk mengukur 1 bidang tanah.
Metode Pengukuran yang dilakukan untuk mengatasi kondisi diatas adalah Pengukuran menggunakan metode pengamatan satelit/GPS. Salah satu layanan yang diberikan BIG dalam mempercepat proses pengukuran dan pemetaan adalah INA-CORS BIG (Indonesian-Continuously Operating Reference Station). Layanan ini memberikan RTK-NTRIP (Real time Kinematic Networked Transport of RTCM.
Tujuan proyek perubahan yang akan dicapai dalam jangka pendek adalah Terlaksananya Pengukuran PTSL dengan menggunakan jaringan INA-CORS (Indonesian Continuous Operating Referencing System) milik Badan Informasi Geospasial di Kelurahan Bandar Ratu dan Desa Tanah Rekah Kecamatan Kota Mukomuko sebanyak 100 bidang.
Kegiatan-kegiatan penting yang akan dilakukan dalam proyek perubahan dalam jangka pendek adalah (1) Membangun tim efektif (2) Konsultasi dan Integrasi system JRSP dan INA CORS BIG (3) Uji coba penggunaan INA CORS BIG dalam Pengukuran PTSL (4) Pelaksanaan Pengukuran PTSL menggunakan INA CORS BIG (5) Monitoring dan Evaluasi (6) Penyusunan Laporan Proyek Perubahan.
Hasil yang dicapai dalam proyek perubahan ini adalah Bahwa penggunaan jaringan INA CORS BIG dapat diterapkan dalam pelaksanaan Pengukuran PTSL di Kelurahan Bandar Ratu dan Desa Tanah Rekah Kecamatan Kota Mukomuko sebanyak 100 bidang.
Kata Kunci : PTSL, Pengukuran, INA-CORS BIG
12 LAPORAN PROYEK PERUBAHAN
“PERCEPATAN PENGUKURAN PTSL DENGAN JARINGAN INA-CORS (INDONESIAN CONTINUOUS OPERATING REFERENCING SYSTEM)
BADAN INFORMASI GEOSPASIAL (BIG)”
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Kendala pelaksanaan Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) di Kabupaten Mukomuko adalah kondisi alam yang berbukit serta lahan masyarakat yang cukup luas sehingga Pengukuran PTSL menggunakan metode terestris tidak efektif dilakukan karena membutuhkan waktu yang cukup lama untuk mengukur 1 bidang tanah.
Salah satu tugas dan fungsi Seksi Infrastruktur yang masih belum optimal adalah pelaksanaan pengukuran dan pemetaan kadastral, pembukuan serta pengelolaan basis data dan informasi batas bidang tanah, ruang dan perairan,dimana masih adanya keluhan dari masyarakat atapun pihak lain terhadap waktu penyelesaian Pengukuran PTSL di lapangan.
Metode Pengukuran yang dilakukan untuk mengatasi kondisi diatas adalah Pengukuran menggunakan metode pengamatan satelit/GPS. Salah satu yang bisa diaplikasikan adalah penggunaan JRSP BPN RI.Tetapi dalam pelaksanaan Pengukuran menggunakan JRSP BPN RI menemui kendala yaitu base yang ada dikantor mati atau dalam proses perbaikan, sehingga Pengukuran PTSL dilapangan terhambat.
13 Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2011 pasal 3 tentang Informasi Geospasial (IG) (Indonesia, 2011), menyebutkan bahwa Badan Informasi Geospasial (BIG) bertanggungjawab dalam tiga hal, yaitu: menjamin ketersediaan dan akses IG, mewujudkan penyelenggaraan IG yang berdaya guna dan berhasil guna, dan mendorong penggunaan IG dalam penyelenggaraan pemerintah dan dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat. IG sendiri terbagi menjadi dua bagian yaitu Informasi Geospasial Dasar (IGD) dan Informasi Geospasial Tematik (IGT). IGD terdiri dari Jaring Kontrol Geodesi (JKG) dan Peta Dasar. Pasal 6 menyebutkan Jaring Kontrol Geodesi terdiri dari Jaring Kontrol Horizontal Nasional (JKHN), Jaring Kontrol Vertikal Nasional (JKVN) dan Jaring Kontrol Gayaberat Nasional (JKGN).
Hal ini membuat BIG memiliki peranan penting dalam percepatan pemetaan. Salah satu layanan andalan BIG dalam mempercepat proses pemetaan adalah INA-CORS BIG (Indonesian-Continuously Operating Reference Station). Layanan ini memberikan RTK-NTRIP (Real time Kinematic Networked Transport of RTCM.
B. Identifikasi Masalah
Identifikasi Masalah sesuai dengan tugas dan fungsi di seksi infrstruktur adalah :
No Uraian Tugas Output Permasalahan Identifikasi Masalah 1 pelaksanaan
Pengukuran dan pemetaan dasar
Peta Standar peta dasar Petugas ukur menggunakan peta dasar dengan standar yang berbeda 2 pelaksanaan
Pengukuran batas administrasi,
kawasan dan wilayah tertentu
Peta Batas administrasi belum jelas
Belum terlaksananya kegiatan Pengukuran batas administrasi
3 pelaksanaan pembinaan tenaga
Laporan Integritas Petugas ukur tidak tertib dan disiplin
14 teknis, surveyor, dan
petugas survei dan pemetaan tematik 4 pelaksanaan
pengelolaan dan pemutakhiran
peralatan teknis serta teknologi Pengukuran dan pemetaan
Laporan Kalibrasi Petugas ukur tidak dapat
mengggunakan alat karena tidak di kalibrasi
5 pelaksanaan pemeliharaan kerangka dasar kadastral nasional di wilayahnya
Laporan TDT tidak digunakan Petugas ukur sudah tidak menggunakan TDT
6 pelaksanaan dan pengelolaan basis data geospasial pertanahan dan Komputerisasi Kegiatan Pertanahan berbasis data spasial
Peta Digital Peta Manual Petugas ukur belum melakukan
transformasi peta ke TM3
7 pelaksanaan Pengukuran dan pemetaan kadastral, pembukuan serta pengelolaan basis data dan informasi batas bidang tanah, ruang dan perairan
GU/PBT/SU a. Akurasi
b. Lambat
c. Penyimpanan Warkah
1. Petugas ukur melaksanakan Isian dalam GU tidak lengkap 1. Petugas ukur menggunakan metode pengamatan satelit JRSP terkendala base station
mati/perbaikan sehingga petugas ukur menggunakan metode terestris 1. Petugas belum
menata warkah dengan baik 8 pelaksanaan survei
dan pemetaan tematik pertanahan, perbatasan dan wilayah tertentu
Peta Belum ada permohonan
Belum dilaksanakan survei pemetaan tematik
15 9 pelaksanaan
bimbingan teknis, koordinasi, pemantauan, evaluasi dan
pelaporan di seksi IP
Laporan Integritas Petugas di seksi ip belum tertib dalam pelaporan
Tabel 1.1 Identifikasi Isu
C. Perumusan dan Penetapan Isu
Metode yang digunakan dalam pembahasan ini adalah Metode USG, merupakan salah satu alat untuk menyusun urutan prioritas isu yang harus diselesaikan. Caranya adalah dengan menentukan tingkat urgensi, keseriusan, dan perkembangan isu dengan memakai skala1-5. Isu yang memiliki skor tertinggi adalah isu prioritas.
1. Urgency : seberapa mendesak isu itu harus dibahas, dikaitkan dengan waktu yang tersedia serta seberapa keras tekanan waktu tersebut untuk memecahkan masalah yang menyebabkan isu tadi.
2. Seriousness: seberapas serius isu tersebut perlu dibahas dikaitkan dengan akibat yang timbul jika isu tersebut tidak dipecahkan.
3. Growth: seberapa besar kemungkinan isu tersebut berkembang jika tidak ditangani sebagaimana mestinya.
--
NO IDENTIFIKASI MASALAH
KRITERIA
TOTAL Urgency
(1-5)
Seriousness (1-5)
Growth (1-5) 1. Isu: Petugas ukur menggunakan peta
dasar dengan standar yang berbeda 4 5 3 12
2. Isu: Belum terlaksananya kegiatan
Pengukuran batas administrasi 3 4 3 10
3. Isu : Petugas ukur tidak tertib dan disiplin
3 3 4 10
4. Isu : Petugas ukur tidak dapat mengggunakan alat karena tidak di kalibrasi
3 3 5 11
5. Isu : Petugas ukur sudah tidak menggunakan TDT
3 3 3 9
6. Isu : Petugas ukur belum melakukan transformasi peta ke TM3
4 5 4 13
16 7. Isu : Petugas ukur melaksanakan Isian
dalam GU tidak lengkap
4 4 3 11
8. Isu : Petugas ukur menggunakan metode pengamatan satelit JRSP terkendala base station mati/perbaikan sehingga
menggunakan metode terestris
5 5 4 14
9. Isu : Petugas belum menata warkah dengan baik
4 5 3 12
10. Isu : Belum dilaksanakan survei pemetaan tematik
3 3 3 9
11. Isu : Petugas di seksi ip belum tertib dalam pelaporan
4 4 3 10
Unit Kerja Seksi Infrastruktur Pertanahan Kantor Pertanahan
Kabupaten Mukomuko.
Isu yang Diangkat
Petugas ukur menggunakan metode pengamatan satelit JRSP terkendala base station mati/perbaikan sehingga menggunakan metode terestris
Pemecahan Pelaksanaan Pengukuran PTSL menggunakan
jaringan INA CORS BIG Tabel 1.2 Analisis USG
Dari table analisis USG maka isu proyek perubahan yang akan diangkat adalah pelaksanaan Pengukuran PTSL menggunakan jaringan INA CORS BIG
D. Tujuan Proyek Perubahan 1. Jangka Pendek:
Tujuan proyek perubahan yang akan dicapai dalam jangka pendek adalah Terlaksananya Pengukuran PTSL dengan menggunakan jaringan INA-CORS (Indonesian Continuous Operating Referencing System) milik Badan Informasi Geospasial di Kelurahan Bandar Ratu dan Desa Tanah Rekah Kecamatan Kota Mukomuko sebanyak 100 bidang.
2. Jangka Menengah:
Tujuan proyek perubahan yang akan dicapai dalam jangka menengah adalah Terlaksananya Pengukuran PTSL dengan menggunakan jaringan INA-CORS (Indonesian Continuous Operating Referencing System) milik Badan Informasi Geospasial di
17 Kelurahan Bandar ratu dan Desa Tanah Rekah Kecamatan Kota Mukomuko sebanyak 2500 bidang.
3. JangkaPanjang:
Tujuan proyek perubahan yang akan dicapai dalam jangka panjang adalah :
a. Terlaksananya Pengukuran PTSL menggunakan jaringan INA-CORS (Indonesian Continuous Operating Referencing System) milik Badan Informasi Geospasial di Kabupaten Mukomuko
b. Terlaksananya pengukuran PTSL dengan tepat waktu
c. Tersedianya alat GPS RTK yang terconect dengan INA CORS BIG melalui kerjasama pinjam pakai dengan Pemda E. Manfaat
1. Internal
a. Pelaksanaan Pengukuran PTSL dapat dilaksanakan secara terus menerus dan tidak terpengaruh dengan kondisi base JRSP BPN RI.
b. Petugas ukur dapat melaksanakan Pengukuran PTSL seorang diri dikarenakan alat yang dibawa cukup satu buah rover.
c. Penggunaan kombinasi base JRSP BPN RI dan INA CORS BIG secara otomatis akan menambah atau memperbanyak alat ukur, hal ini dikarenakan penggunaan INA CORS BIG tidak memerlukan base dilapangan lagi sehingga GPS base dapat digunakan sebagai GPS rover
2. Eksternal
Pengukuran PTSL dapat diselesaikan lebih cepat sehingga terwujudnya pelayanan prima kepada masyarakat.
18 F. Ruang Lingkup
Penggunaan teknologi dalam pelaksanaan Pengukuran PTSL saat ini mutlak dilakukan untuk mempercepat proses Pengukuran PTSL di lapangan. Kantor Pertanahan kabupaten Mukomuko telah menggunakan metode Pengukuran PTSL berbasi satelit yaitu JRSP BPN RI. Tetapi dalam pelaksanaan dilapangan sering kali ditemui kendala di lapangan yaitu Pengukuran PTSL tidak dapat dilakukan karena base BPN mati atau dalam proses perbaikan.
Ruang lingkup yang akan diambil dalam proyek perubahan ini adalah bagaimana mengatasi kendala penggunaan JRSP apabila base BPN mati. Dengan memperhatikan isu strategis penggunaan teknologi dalam Pengukuran PTSL maka inovasi yang dilakukan adalah mengintegrasikan penggunaan base INA CORS BIG dalam pelaksanaan Pengukuran PTSL dilapangan
Kegiatan-kegiatan penting yang akan dilakukan dalam proyek perubahan dalam jangka pendek adalah :
1. Membangun tim efektif
2. Konsultasi dan Integrasi system JRSP dan INA CORS BIG 3. Uji coba penggunaan INA CORS BIG dalam Pengukuran
PTSL
4. Pelaksanaan Pengukuran PTSL menggunakan INA CORS BIG
5. Monitoring dan Evaluasi
6. Penyusunan Laporan Proyek Perubahan
19 BAB II
DESKRIPSI PROYEK PERUBAHAN
A. Output kunci
No. OUT PUT DESKRIPSI
1. Jangka pendek
Terlaksananya Pengukuran PTSL dengan menggunakan jaringan INA-CORS (Indonesian Continuous Operating Referencing System) milik Badan Informasi Geospasial di Kelurahan Bandar Ratu dan Desa Tanah Rekah Kecamatan Kota Mukomuko sebanyak 100 bidang
Bahwa penggunaan jaringan INA CORS BIG dapat diterapkan dalam pelaksanaan Pengukuran PTSL di Kelurahan Bandar Ratu dan Desa Tanah Rekah Kecamatan Kota Mukomuko sebanyak 100 bidang.
2. Jangka menengah
Terlaksananya Pengukuran PTSL dengan menggunakan jaringan INA-CORS (Indonesian Continuous Operating Referencing System) milik Badan Informasi Geospasial di Kelurahan Bandar ratu dan Desa Tanah Rekah Kecamatan Kota Mukomuko sebanyak 2500 bidang
Bahwa penggunaan jaringan INA CORS BIG dapat diterapkan dalam pelaksanaan Pengukuran PTSL di Kelurahan Bandar ratu dan Desa Tanah Rekah Kecamatan Kota Mukomuko sebanyak 2500 bidang
3. Jangka panjang
a. Terlaksananya Pengukuran PTSL dengan menggunakan jaringan INA-CORS (Indonesian Continuous Operating Referencing System) milik Badan Informasi Geospasial di Kabupaten Mukomuko
b. Terlaksananya pengukuran PTSL tepat waktu
a.Bahwa penggunaan jaringan INA CORS BIG dapat diterapkan dalam pelaksanaan Pengukuran PTSL di Kabupaten Mukomuko
b. Bahwa penggunaan jaringan INA CORS BIG dapat diterapkan dalam pelaksanaan Pengukuran PTSL di Kabupaten Mukomuko sehingga dapat mempercepat proses pengukuran
20 c. Tersedianya alat GPS RTK yang
terconect dengan INA CORS BIG melalui kerjasama pinjam pakai dengan Pemda
c.Dengan diterapkannya penggunaan INA CORS BIG penggunaan alat GPS RTK bertambah melalui kerjasama dengan Pemerintah Daerah dalam hal pinjam pakai alat
Tabel 2.1 Output kunci
21 TAHAPAN UTAMA
WAKTU ALOKASI
BIAYA April 2019 Mei 2019 (Rupiah) 1 2 3 4 1 2 3 4
TAHAP PERSIAPAN
A. Membangun Tim Efektif
1. Koordinasi dan konsultasi dengan Mentor dan Coach
-
2. Rapat Pembentukan Tim dan konsolidasi
-
3. Penerbitan SK -
TAHAP IMPLEMENTASI 5.000.000
B. Integrasi system JRSP dan INA CORS BIG
4.000.000
4. Konsultasi teknis dan Formulasi integrasi
5. Identifikasi peralatan GPS dan Controler
6. Integrasi system BIG dengan GPS RTK dan Controler
C. Uji coba penggunaan INA CORS BIG dalam
Pengukuran PTSL
500.000
7. Uji integrasi NTRIP BIG
B. Pentahapan
22 Tabel 2.2 Pentahapan Kegiatan
C.Tim Proyek Perubahan
TIM PROYEK PERUBAHAN
Struktur Deskripsi
Sponsor: Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Mukomuko
(Kresna
Fitriansyah,ST,MSI)
Project Leader: Kepala Seksi Infrastruktur
Sponsor: Kepala kantor berperan sebagai penanggung jawab kegiatan di kantor sekaligus sebagai pembimbing dalam proyek perubahan yang dilakukan
Project Leader: bertugas mengkoordinasikan team dan seluruh stake holder melaksanakan tugas
8. Uji controller di aplikasi android smartphone D. Pelaksanaan Pengukuran
PTSL dengan INA CORS BIG
500.000
9. Pengukuran di
Kelurahan Bandar ratu dan Desa Tanah Rekah
TAHAP MONITORING DAN EVALUASI
E. Monitoring dan evaluasi
10. Evaluasi hasil pengukuran
F. Penyusunan Laporan dan Rencana Tindak Lanjut
11. Laporan akhir dengan persetujuan mentor
23 Pertanahan Kabupaten
Mukomuko (Asrofi,ST)
Working Team : 1.Koordinator Team (Ajie Fitriantoro,STr)
2.Manajemen dan administrasi (Agus Jamaludin Mufidz,Str)
3.Software developer dan implementer
(Apan Bahariz,AP)
4.Internal quality assurance (Fuad Fauzi)
5.Pelaksana Pengukuran PTSL
(Ahmad F Saragih,AP)
6.Tenaga Ahli
(Adhityo Susilo Nugroho,ST)
masing-masing serta memastikan keberhasilan proyek perubahan
Working Team :
1.Koordinator team bertugas mengkoordinasi kegiatan di lapangan
2.Manajemen dan administrasi bertugas dan bertanggung jawab terhadap pengaturan dan penyimpanan segala jenis dokumen yang terlibat dalam proyek.
3.Software developer dan implementer bertugas bertugas memberikan masukan kepada tenaga ahli GPS RTK tentang penggunaan dan kendala dalam pengoperasian
4.Internal quality assurance bertugas mengawasi agar pelaksanaan proyek dapat selalu terjamin kualitasnya sesuai dengan standar mutu yang telah ditetapkan 5.Pelaksana Pengukuran PTSL bertugas mengimplementasikan metode yang telah dihasilkan untuk dilaksanakan di lapangan dalam tugas Pengukuran PTSL
6.Tenaga Ahli bertugas membuat sistem untuk mengintegrasikan JRSP BPN dengan INA CORS milik BIG (Badan Informasi Geospasial) serta mengkomunikasikan penggunaan base ke BIG.
Tabel 2.3 Team Efektif
Gambar 2.1 Struktur Team efektif Project Leader
Asrofi,ST Project Sponsor Kresna Fitriansyah,ST,MSi
Co. Working Team Ajie Fitriantoro,STr Team Manajemen dan Administrasi Agus Jamaludin M,Str Team Software developer dan Apan Bahariz,AP Implementer
Team Internal Quality Assurance Fuad Fauzi
Team Pelaksana Pengukuran PTSL Ahmad F Saragih,AP
Tenaga Ahli Adhityo Susilo
Nugroho,ST
24 D.Identifikasi Stakeholder
Stakeholder yang akan terlibat dalam proyek perubahan ini adalah : 1. Kepala Bidang Infrastruktur Pertanahan Kanwil BPN Provinsi
Bengkulu (Eksternal)
2. Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Mukomuko selaku promotor 3. Kepala Seksi Hubungan Hukum Pertanahan Kantah Mukomuko
(Eksternal)
4. Kepala Seksi Penataan Pertanahan Kantah Mukomuko (Eksternal) 5. Kepala Seksi Pengadaan Tanah Kantah Mukomuko (Eksternal) 6. Kepala Seksi Penanganan Masalah dan Pengendalian Pertanahan
Kantah Mukomuko (Eksternal)
7. Kasubsi Pengukuran Kadastral (Internal)
8. Kasubsi Pengukuran dan pemetaan dasar dan tematik (Internal) 9. Staff di lingkungan seksi Infrastruktur Pertanahan selaku tim efektif 10. ASK (Asisten Surveyor Kadastral) (Eksternal)
11. Tenaga ahli GPS RTK (Eksternal) 12. PPAT (Eksternal)
13. Lurah Bandar Ratu (Eksternal) 14. Masyarakat (Eksternal)
25 Berdasarkan kelompok kecenderungan dukungan, maka stakeholder tersebut dapat dibuat sebagaimana berikut:
Gambar 2.2 Quadran Stake holder
(Latents) (Promoters)
(Apathetics) (Defenders)
Kepala Kantor
Kepala Bidang IP Kanwil Prov Bengkulu Kasubsi PengukuranKadastral
Kasubsi Pengukuran dasar dan tematik Staff IP
PPAT Kepala Seksi Hubungan Hukum
Kepala Seksi Penataan Pertanahan Kepala Seksi Pengadaan Tanah Kepala Seksi Penanganan Masalah ASK
Masyarakat Tenaga Ahli
Lurah
Interest
Influence
26 Gambar 2.3 Peta hubungan stake holder
Peran Stakeholder
Koordinasi
Hierarki / pelaporan
kolaborasi
aspirasi
Project Leader Proyek Perubahan
Kepala Kantor
Staff IP Kasubsi Pengukuran dasar
dan tematik Kasubsi Pengukuran
Kadastral Kepala Bidang IP
Kanwil Prov Bengkulu Tanaga Ahli GPS
RTK LURAH
PPAT
Kepala Seksi Hubungan Hukum
Kepala Seksi Pengadaan Tanah
Kepala Seksi Penanganan
Masalah Kepala Seksi
Penataan Pertanahan
Asisten Surveyor Kadastral Masyarakat
27 Kabid IP berperan penting untuk memberikan dukungan terhadap proyek perubahan serta memberikan akses kepada pihak - pihak terkait
Kepala kantor sebagai mentor berperan untuk memberikan dukungan arahan serta kebijakan dalam mewujudkan proyek perubahan
Kepala Kantor
Staff IP Kasubsi Pengukuran dasar
dan tematik Kasubsi Pengukuran
Kadastral Kepala Bidang IP
Kanwil Prov Bengkulu
Kepala sub seksi Pengukuran dan pemetaan kadastral berperan sebagai coordinator team efektif yang bertugas menjalankan proyek perubahan
PPAT
Kepala Sub seksi Pengukuran dan pemetaan dasar dan tematik berperan sebagai team manajemen dan administrasi dalam pelaksanaan proyek perubahan
Staff Infrastruktur Pertanahan masing-masing bertugas selaku
anggota team efektif dimana mempunyai tugas sebagai implementer, penjamin mutu serta pelaksana proyek di lapangan
PPAT berperan sebagai stakeholder eksternal yang kurang
mempunyai keterkaitan terhadap proyek juga kurang mempunyai pengaruh dalam proyek perubahan
LURAH
Tenaga ahli bertugas dalam tim efektif untuk mengintegrasikan alat ukur dengan INA CORS BIG serta sebagai fasilitator terhadap masalah teknis yang terjadi dilapangan
Lurah berperan aktif sebagai administrator wilayah yang akan menjadi objek lokasi proyek perubahan jangka pendek
Tanaga Ahli GPS RTK
28 E Identifikasi Potensi Masalah
Potensi Masalah yang bisa terjadi dalam proyek perubahan adalah :
No Potensi Masalah Solusi
INTERNAL
1 Alat GPS RTK tidak bisa digunakan/rusak Pengecekan Alat secara berkala 2 Kompetensi SDM dalam pelaksanaan proyek
perubahan
Penguatan kompetensi dan team efektif
3 Benturan waktu diantara anggota team Pengaturan jadwal kegiatan EKSTERNAL
Kepala Seksi Penataan Pertanahan
Kepala Seksi Pengadaan Tanah
Kepala Seksi Hubungan Hukum
Kepala Seksi Penanganan
Masalah
Asisten Surveyor Kadastral Masyarakat
Kepala seksi penanganan masalah berperan untuk memberikan masukan dalam pelaksanaan proyek perubahan berkaitan akurasi dalam sengketa batas
Kepala seksi pengadaan tanah berperan untuk memberikan masukan dalam kaitannya hasil dari proyek perubahan berupa peta bidang untuk pengadaan tanah atau bidang tanah pemerintah Kepala seksi penataan pertanahan sebagai anggota panitia A berperan untuk memberikan masukan terhadap hasil dari pelaksanaan proyek perubahan
Kepala seksi hubungan hukum berperan untuk memberikan masukan sehubungan dengan hasil dari proyek perubahan
Asisten Surveyor Kadastral berperan sebagai salah satu pengguna hasil dari proyek perubahan sehingga masukan dan saran serta kendala dilapangan dapat dijadikan sebagai masukan
Masyarakat berperan aktif sebagai subjek dalam pelaksanaan proyek perubahan dimulai dari saat Pengukuran PTSL sampai menerima hasil pekerjaan
29 1 Tenaga ahli integrasi system mempunyai
kesibukan lain selama proyek perubahan
Mengkomunikasikan proyek perubahan di awal waktu
2 Jaringan Internet tidak memadai Memilih provider yang mempunyai kualitas terbaik 3 Dukungan stake holder kurang Melakukan koordinasi dan
menjelaskan manfaat proyek perubahan
Tabel 2.4 Potensi Masalah
F.Risiko
Resiko dalam pelaksanaan proyek perubahan ini adalah : a. Jangka Pendek
1. Integrasi mengalami kegagagalan dikarenakan alat GPS RTK yang ada di kantor pertanahan tidak bisa connect dengan server base INA CORS BIG
2. Target bidang tidak tercapai karena batasan waktu b. Jangka Menengah
1. Penerapan penggunaan base BIG diseluruh kabupaten Mukomuko terkendala jaringan internet yang belum merata di seluruh kecamatan
2. Target bidang tidak tercapai karena batasan waktu c. Jangka Panjang
Penerapan base BIG dalam Pengukuran PTSL di seluruh kabupaten Mukomuko membutuhkan tambahan alat yang tidak bisa di dukung Pemerintah Daerah karena anggaran.
G. Kriteria Keberhasilan
Kriteria keberhasilan dari proyek perubahan dengan penerapan Pengukuran PTSL menggunakan INA CORS BIG adalah sebagai berikut :
1. Lebih cepat
a. Pengukuran PTSL dilapangan bebas dari masalah base mati/rusak di kantor sehingga petugas ukur bisa
30 meningkatkan jumlah bidang yang dihasilkan dari rata- rata Pengukuran PTSL untuk 1 bidang tanah + 60 menit menjadi + 15 menit
b. 2 orang petugas ukur yang biasanya menggunakan 1 base dan 1 rover untuk menghasilkan ukuran 1 bidang dapat diubah menjadi 2 petugas ukur 2 rover untuk menghasilakn ukuran 2 bidang
Dengan SDM dan peralatan yang sama produktifitasnya bisa ditingkatkan 2 kali
2. Lebih Sederhana
Pengukuran PTSL menggunakan base INA CORS akan menyederhanakan mulai dari :
a. Petugas ukur hanya perlu mebawa rover kelapangan b. Proses penggambaran tidak memerlukan perhitungan
sudut dan jarak 3. Lebih Akurat
Pengukuran PTSL menggunakan INA CORS BIG menghasilkan ketelitian dibawah 1 cm, dimana relative lebih teliti dibandingkan menggunakan metode terestris
Secara tabulasi kriteria keberhasilan dari proyek perubahan dengan penerapan Pengukuran PTSL menggunakan INA CORS BIG adalah lebih cepat, sederhana dan akurat dijabarkan sebagai berikut :
Indikator Kondisi Awal Kondisi Akhir
Lebih Cepat Waktu ukur + 60 Menit Waktu ukur + 15 Menit
2 petugas ukur menghasilkan 1 bidang
2 petugas ukur menghasilkan 2 bidang
31 Lebih Sederhana Membawa 2 alat Membawa 1 alat
Perlu perhitungan Tidak perlu perhitungan
Lebih akurat Ketelitian 1-5 cm Ketelitian 0 – 1 cm Tabel 2.5 Kriteria Keberhasilan
H. Faktor Pendukung Keberhasilan
Faktor-faktor yang mendukung pencapaian tujuan proyek Perubahan antara lain, yaitu:
1. Dukungan penuh dari Kepala Kantor selaku mentor dan sponsor dalam Proyek perubahan;
2. Dukungan dari tenaga ahli GPS RTK dalam membuat system yang mengintegrasikan penggunaan INA CORS BIG;
3. Dukungan penuh dari Tim Efektif yang solid dalam mengelola Proyek perubahan dan sekaligus para Stakeholder baik internal maupun eksternal.
I. Hasil Adopsi dari Benchmarking
Hasil Adopsi yang bisa diambil dari kegiatan Benchmarking adalah : a. Mall Pelayanan Publik
Benchmarking dari kegiatan pelayanan di Mall Pelayanan Publik adalah usaha untuk mempersingkat waktu pelayanan diantaranya melalui inovasi IMB 3.0 dan Jak evo dimana waktu pelayanan dipercepat dari hari menjadi jam
b. Jakarta Smart City
Benchmarking dari kegiatan yang dilakukan Jakarta Smart City adalah penggunaan teknologi dalam memenuhi tuntutan masyarakat di era modern sehingga proses dari suatu kegiatan
32 lebih sederhana contoh kemudahan dalam memesan kamar di rumah sakit di Jakarta melalui smartphone
c. Kantah Kota Bandung
Benchmarking dari kegiatan pelayanan yang dilakukan kantah Kota Bandung adalah akurasi dalam memberikan informasi peta dengan tersedianya peta lengkap, sehingga bidang-bidang tanah dapat diketahui posisinya secara akurat.
33 BAB III
PELAKSANAAN PROYEK PERUBAHAN
A. REALISASI KEGIATAN DAN OUTPUT (PERSIAPAN,PELAKSANAAN,EVALUASI)
Realisasi pelaksanaan proyek perubahan selama tahap laboratorium kepemimpinan/ Breakthrough II terdiri dari berbagai macam kegiatan dan terdapat tahapan-tahapan di dalamnya. Kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan memiliki output yang harus dicapai. Dalam pelaksanaan proyek perubahan “Percepatan Pengukuran PTSL Dengan Jaringan INA-CORS (Indonesian Continuous Operating Referencing System) Badan Informasi Geospasial (BIG)”, terdapat 6 pokok kegiatan. Adapun kegiatan-kegiatan tersebut secara rinci adalah sebagai berikut:
1. Membangun Tim Efektif (TAHAP PERSIAPAN) No Tahapan
Kegiatan
Uraian Tahapan Kegiatan
Output/
Hasil
Dokumentasi Tahapan
1. Koordinasi dan
konsultasi dengan Mentor dan Coach
Tahapan ini menjadi tahapan awal dimulainya kegiatan.
Dilakukan koordinasi dan konsultasi dengan kepala kantor dan coach
Notulensi koordinasi
berupa rencana kegiatan
34 No Tahapan
Kegiatan
Uraian Tahapan Kegiatan
Output/
Hasil
Dokumentasi Tahapan
2. Rapat
Pembentukan
Tim dan
konsolidasi
Tahapan ini adalah rapat dalam rangka pembentukan tim serta konsolidasi
Notulensi dan daftar hadir rapat
3. Penerbitan SK
Tahapan ini adalah proses pembuatan SK Tim Efektif
Terbitnya SK Tim
2. Integrasi system JRSP dan INACORS BIG (TAHAP IMPLEMENTASI) No Tahapan
Kegiatan
Uraian Tahapan Kegiatan
Output/
Hasil
Dokumentasi Kegiatan
4. Konsultasi teknis dan Formulasi integrasi
Konsultasi teknis dan Formulasi integrasi system BIG
Rumusan rencana integrasi system
Tabel inventarisasi
alat 5. Identifikasi
peralatan GPS dan Controler
Identifikasi GPS dikantor yang bisa digunakan
35 No Tahapan
Kegiatan
Uraian Tahapan Kegiatan
Output/
Hasil
Dokumentasi Kegiatan
6. Integrasi system BIG dengan GPS RTK dan Controler
Setelah dilakukan perumusan integrasi dan identifikasi dilanjutkan dengan integrasi system
IP BIG terbaca dari
GPS RTK dan controller
3. Uji coba penggunaan INA CORS BIG dalam Pengukuran PTSL (TAHAP IMPLEMENTASI)
No Tahapan Kegiatan
Uraian Tahapan Kegiatan
Output/
Hasil
Dokumentasi Kegiatan
7. Uji integrasi NTRIP BIG
Setelah IP BIG tersetting di GPS RTK dan controller, langkah selanjutnya yaitu dilakukan uji pembacaan NTRIP dengan memanfaatkan jaringan sinyal GSM
NTRIP terbaca dan bisa
digunakan untuk
mendapatkan koordinat fix
Smartphone terhubung dengan GPS dan bisa digunakan untuk melakukan pengukuran 8. Uji controller
di aplikasi android smartphone
Melakukan instalasi dan uji controller GPS
menggunakan aplikasi android di smartphone
36 4. Pelaksanaan Pengukuran PTSL dengan INA CORS BIG (TAHAP
IMPLEMENTASI) No Tahapan
Kegiatan
Uraian Tahapan Kegiatan
Output/
Hasil
Dokumentasi Kegiatan
9. Pengukuran di Kelurahan Bandar ratu dan Desa Tanah Rekah
Melaksanakan pengukuran dengan INA CORS BIG di kelurahan Bandar Ratu dan Desa Tanah Rekah
Tabel koordinat
dan pemetaan
desa lengkap
5. Monitoring dan evaluasi (TAHAP MONITORING DAN EVALUASI) No Tahapan
Kegiatan
Uraian Tahapan Kegiatan
Output/ Hasil Dokumentasi Kegiatan
10. Evaluasi hasil pengukuran
Melakukan evaluasi terhadap keberhasilan pengukuran yang telah dilaksanakan menggunakan INA CORS BIG
Inventarisasi hasil pelaksanaan
pengukuran menggunakan INA CORS berupa kendala/hambatan
serta manfaat yang diperoleh
selama penggunaan INA
CORS
37 6. Penyusunan Laporan dan Rencana Tindak Lanjut (TAHAP
MONITORING DAN EVALUASI) No Tahapan
Kegiatan
Uraian Tahapan Kegiatan
Output/
Hasil
Dokumentasi Kegiatan
1. Laporan akhir dengan persetujuan mentor
Pada tahapan ini project leader melakukan konsultasi terakhir untuk mendapatkan persetujuan akhir dari laporan proyek poerubahan yang telah dilaksanakan
Lembar persetujuan laporan akhir proyek perubahan
B.STRATEGI PENCAPAIAN DAN KENDALA (KONSULTASI,HAMBATAN PROYEK PERUBAHAN DAN TEKNIK PENYELESAINYA) Kegiatan konsultasi dengan coach dilakukan lewat media social yaitu whatsapp. Sedangkan konsultasi dengan mentor dalam hal ini Kepala Kantor dilakukan secara rutin dengan menyampaikan perkembangan kegiatan proyek peubahan. Selain itu Mentor sangat membantu dalam menyampaikan saran perbaikan dikarenakan latar belakang Mentor/Kepala Kantor adalah dari Sarjana Geodesi sehingga sangat memahami mengenai detail pengukuran berbasis satelit.
Anggaran pelaksanaan proyek perubahan diambil dari DIPA Kantor Pertanahan Kabupaten Mukomuko yang terdiri dari pemeliharaan,kegiatan rapat dan pengukuran lapangan.
38 TAHAPAN UTAMA
REALISASI WAKTU REALISASI ANGGARAN
April 2019 Mei 2019 (Rupiah) 1 2 3 4 1 2 3 4
TAHAP PERSIAPAN
G. Membangun Tim Efektif
12. Koordinasi dan konsultasi dengan Mentor dan Coach
-
13. Rapat Pembentukan Tim dan konsolidasi
-
14. Penerbitan SK -
TAHAP IMPLEMENTASI 5.300.000
H. Integrasi system JRSP dan INA CORS BIG
4.300.000 (Sumber dari
DIPA pemeliharaan)
15. Konsultasi teknis dan Formulasi integrasi
16. Identifikasi peralatan GPS dan Controler
17. Integrasi system BIG dengan GPS RTK dan Controler
I. Uji coba penggunaan INA CORS BIG dalam
Pengukuran PTSL
500.000 (Sumber dari DIPA Rapat konsumsi )
REALISASI KEGIATAN dan ANGGARAN
39 Tabel 3.1. Realisasi Kegiatan dan Anggaran
Pencapaian kegiatan pada proyek perubahan dijelaskan dalam tabel berikut :
Rancangan Realisasi Penjelasan
Kegiatan 1
Membangun Tim Efektif
Rencana : Minggu pertama April 2019
Koordinasi dan konsultasi ,Rapat dan pembuatan SK Tim Efektif
Realisasi : SK Tim sudah dibuat 28 Maret 2019
Kegiatan berjalan lebih cepat dari rencana rancangan
Kegiatan 2
Integrasi system JRSP dan INA CORS BIG
Melakukan konsultasi teknis, identifikasi alat dan integrasi
Kegiatan berjalan sesuai rancangan dikarenakan sk
18. Uji integrasi NTRIP BIG
19. Uji controller di aplikasi android smartphone J. Pelaksanaan Pengukuran
PTSL dengan INA CORS BIG
500.000
(Sumber dari DIPA Pengukuran PTSL)
20. Pengukuran di
Kelurahan Bandar ratu dan Desa Tanah Rekah
TAHAP MONITORING DAN EVALUASI
K. Monitoring dan evaluasi
21. Evaluasi hasil pengukuran
L. Penyusunan Laporan dan Rencana Tindak Lanjut
22. Laporan akhir dengan persetujuan mentor
40 tim lebih awal maka
diminggu pertama April kegiatan sudah selesai dilaksanakan (lebih cepat) Kegiatan 3
Uji coba penggunaan INA
CORS BIG dalam
Pengukuran PTSL
Melakukan uji integrasi dan uji controler
Kegiatan berjalan sesuai rancangan dimana penyelesaian lebih cepat dari jadwal yang disusun Kegiatan 4
Pengukuran di Kelurahan Bandar ratu dan Desa Tanah Rekah
Target : 100 bidang Kelurahan Bandar ratu
Melaksanakan pengukuran dengan INA CORS BIG di kelurahan Bandar Ratu dan Desa Tanah Rekah
Realisasi : 651 bidang Kelurahan Bandar ratu Terbentuknya desa dan kelurahan lengkap per 30 April 2019 (sumber data kkp dan dashboard ptsl)
Kegiatan berjalan dari segi waktu lebih cepat dan dari segi kuantitas lebih banyak dari target rancangan
Kegiatan 5
Monitoring dan evaluasi Melakukan evaluasi terhadap keberhasilan pengukuran yang telah dilaksanakan menggunakan INA CORS BIG
Kegiatan berjalan sesuai rancangan
Kegiatan 6
Penyusunan Laporan dan Rencana Tindak Lanjut
Pada tahapan ini project leader melakukan konsultasi terakhir untuk mendapatkan persetujuan akhir dari laporan proyek poerubahan yang telah dilaksanakan
Kegiatan berjalan sesuai rancangan
Tabel 3.2. Perbandingan Kegiatan Rancangan dan Realisasi Proyek Perubahan
Tabel 3.3 Target dan Realisasi Kegiatan PTSL (Data Per 30 April 2019) Sumber data : Dashboard PTSL
41 Gambar 3.1 Peta Lokasi Proyek Perubahan
Sumber data : Unduhan Geokkp
Keberhasilan dalam proyek perubahan ini juga didukung oleh seluruh stakeholder di semua quadran yang memberikan pernyataan dukungan dalam proyek perubahan yang dilaksanakan di Kantor Pertanahan Kabupaten Mukomuko.
PETA Lokasi PTSL (Kelurahan Bandar Ratu)
(Data Per 30 April 2019)
PETA Lokasi PTSL (Desa Tanah Rekah)
(Data Per 30 April 2019)
42 Gambar 3.2 Kualitas data
Sumber data : Unduhan dashboard kualitas data kkp
Hambatan dan teknik penyelesaian dalam pelaksanaan proyek perubahan yang telah dilakukan adalah sebagai berikut :
No Hambatan Teknik Penyelesaian
INTERNAL
1 Kompetensi SDM dalam pelaksanaan proyek perubahan
Penguatan kompetensi dan team efektif dengan cara sering melakukan komunikasi dan kkordinasi baik formal maupun non formal dengan seluruh pelaksana proyek perubahan 2 Benturan waktu diantara anggota team Pengaturan jadwal kegiatan
dengan membagi kelompok pembuat system dan pelaksana dilapangan,sehingga waktu penyelesaian bisa dipercepat EKSTERNAL
1 Tenaga ahli integrasi system mempunyai kesibukan lain selama proyek perubahan
Mengkomunikasikan proyek perubahan di awal waktu, selain itu langkah yang dilakukan adalah
43 melakukan koordinasi secara intensif di waktu-waktu tertentu 2 Jaringan Internet tidak memadai Memilih provider yang
mempunyai kualitas terbaik, dimana setelah dilakukan berbagai percobaan dengan 3 provider yaitu im3,xl dan telkomsel akhirnya dipilih provider yang mempunyai jaringan paling stabil dan terluas cakupanya yaitu telkomsel
Tabel 3.4 Hambatan dan teknik penyelesaian
44 BAB IV
RENCANA DAN TINDAK LANJUT PROYEK PERUBAHAN
A.JANGKA MENENGAH
No. OUT PUT DESKRIPSI
1. Jangka menengah
Terlaksananya Pengukuran PTSL dengan menggunakan jaringan INA- CORS (Indonesian Continuous Operating Referencing System) milik Badan Informasi Geospasial di Kelurahan Bandar ratu,Desa Tanah Rekah dan Kelurahan Pasar Mukomuko Kecamatan Kota Mukomuko sebanyak 2500 bidang
Bahwa penggunaan jaringan INA CORS BIG dapat diterapkan dalam pelaksanaan Pengukuran PTSL di Kelurahan Bandar ratu, Desa Tanah Rekah dan Kelurahan Pasar Mukomuko Kecamatan Kota Mukomuko sebanyak 2500 bidang
Rencana jangka menengah yang akan dilakukan sesuai output pada rancangan proyek perubahan adalah terlaksananya pengukuran PTSL di kelurahan Bandar ratu dan Tanah rekah sebanyak 2500 bidang.
Dari pelaksanaan proyek perubahan didapatkan hasil bahwa pengukuran dan pemetaan di Kelurahan Bandar Ratu dan Tanah Rekah sudah selesai dan sudah menjadi desa atau kelurahan lengkap sehingga rencana jangka menengah yang akan dilakukan adalah melanjutkan pengukuran PTSL di Kelurahan yang baru yaitu Kelurahan Pasar Mukomuko
Tabel 4.1 Output kunci jangka menengah
45 Tabel 4.2 Rencana kegiatan dan anggaran jangka menengah
B.JANGKA PANJANG
No. OUT PUT DESKRIPSI
1. Jangka panjang
a. Terlaksananya Pengukuran PTSL dengan menggunakan jaringan INA-CORS (Indonesian Continuous Operating Referencing System) milik Badan Informasi Geospasial di Kabupaten Mukomuko
b. Terlaksananya pengukuran PTSL tepat waktu
c. Tersedianya alat GPS RTK yang terconect dengan INA CORS BIG melalui kerjasama pinjam pakai dengan Pemda
a.Bahwa penggunaan jaringan INA CORS BIG dapat diterapkan dalam pelaksanaan Pengukuran PTSL di Kabupaten Mukomuko b. Bahwa penggunaan jaringan INA CORS BIG dapat diterapkan dalam pelaksanaan Pengukuran PTSL di Kabupaten Mukomuko sehingga dapat mempercepat proses pengukuran
c.Dengan diterapkannya penggunaan INA CORS BIG penggunaan alat GPS RTK bertambah melalui kerjasama dengan Pemerintah Daerah dalam hal pinjam pakai alat
TAHAPAN UTAMA
WAKTU ALOKASI
BIAYA Bulan /Tahun 2019 (Rupiah) 5 6 7 8 9 10 11 12
Pelaksanaan Pengukuran PTSL dengan INA CORS BIG
500.000
Pengukuran di Kelurahan Pasar Mukomuko
Alokasi
anggaran diambil dari DIPA pengukuran PTSL
RENCANA KEGIATAN DAN ANGGARAN JANGKA MENENGAH
Tabel 4.3 Output kunci jangka panjang
46 Rencana jangka panjang yang akan dilakukan sesuai output pada rancangan proyek perubahan adalah:
1. Terlaksananya pengukuran PTSL menggunakan INA CORS BIG diseluruh Kabupaten Mukomuko
2. Penggunaan INA CORS BIG mempercepat pengukuran
3. Tersedianya alat GPS RTK melalui kerjasama dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Mukomuko
Dari pelaksanaan proyek perubahan didapatkan hasil bahwa pengukuran dan pemetaan di Kelurahan Bandar Ratu dan Tanah Rekah sudah selesai dan sudah menjadi desa atau kelurahan lengkap.Adapun rencana tindak lanjut dari evaluasi pelaksanaan proyek perubahan yang sudah dilakukan adalah dalam mewujudkan penggunaan INACORS diseluruh wilayah kabupaten Mukomuko perlu mempertimbangkan ketersedian jaringan GSM.Sedangkan untuk penambahan alat perlu dilakukan koordinasi dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Mukomuko khususnya Badan Keuangan Daerah untuk merealisasikan pengadaan alat yang baru.
Tabel 4.4 Rencana kegiatan dan anggaran jangka panjang TAHAPAN UTAMA
WAKTU ALOKASI
BIAYA Tahun (Rupiah)
2019 2020 2021
Pelaksanaan Pengukuran PTSL dengan INA CORS di seluruh Kabupaten Mukomuko
500.000.000
Anggaran diambil dari DIPA pengukuran PTSL
Pengukuran PTSL tepat waktu 500.000.000
Anggaran diambil dari DIPA pengukuran PTSL Tersedianya alat GPS RTK INA CORS BIG
melalui kerjasama pinjam pakai dengan Pemda
350.000.000
Anggaran diambil dari DIPA PEMDA Mukomuko
RENCANA KEGIATAN DAN ANGGGARAN JANGKA PANJANG