PERUBAHAN IKLIM GLOBAL
KOMPOS PENGHIJAU LINGKUNGAN DISUSUN OLEH:
Gabriel Noval A T Gabriel Misnan D
Dimaz Ray F P
SMP KEMALA BHAYANGKARI 7 PORONG PUSDIK SABHARA POLRI PORONG
NPSN : 20539975 / NSS : 204050204027 / TERAKREDITASI A Jl. Bhayangkari No. 36-B, Porong, Telp. (0343) 852 563 Porong-Sidoarjo
2022
i
1. Judul Karya Ilmiah : Kompos Penghijau Lingkungan
2. Sekolah : SMP Kemala Bhayangkari 7 Porong
3. Sub Tema Karya : Perubahan Iklim
Global 4. Ketua Tim
a. Nama Lengkap : Gabriel Noval Andy Triyo
b. NISN : 0081518371
c. Alamat Rumah : Tanggulangin
d. Alamat Sekolah : Jl. Bhayangkari No.36B, Porong 0064051934Sidoarjo e. Telepon / Email : 083112255386
5. Anggota Tim : 1. Gabriel Misnan Darianto
: 2. Dimaz Ray Fandyah Putra Menyetujui,
Wali Kelas VII-3
Ronald Albert Wijaya, S.Pd
Ketua Tim
Gabriel Noval A T
Kepala Sekolah SMP Kemala Bhayangkari 7
Kafi Muslihuddin, S.Pd
KATA PENGANTAR
ii
laporan proyek yang berjudul “Kompos Penghijau Lingkungan” dapat terselesaikan. Tidak lupa pula penulis mengirimkan shalawat dan salam kepada junjungan nabi besar kita yakni Nabi Muhammad SAW.
Penyusunan karya tulis ini merupakan tugas proyek yang kami lansanakan seseuai dengan kurikulum sekolah penggerak yang diterapkan sekolah kami.
Diharapkan dengan pengetahuan ini kami bisa berinofasi lebih baik lagi kedepannya.
Penulis menyadari bahwa keberhasilan penyusunan laporan proyek tidak lepas dari bantuan berbagai pihak. Karena itu, penulis mengucapkan terima kasih kepada:
1. Kafi Muslihudin, S.Pd sebagai kepala sekolah SMP Kemala Bhayangkari 7 Porong.
2. Ronald Albert Wijaya, S.Pd selaku wali kelas 3. Bapak-ibu guru pendamping di VII-3.
4. Orang tua saya yang selalu memberikan dukungan dalam proyek kompos.
5. Teman dan seluruh pihak yang telah membantu penyusunan proyek kompos.
Penulis berharap tulisan ini dapat digunakan sebagai rujukan dalam melakukan penetitian sejenis.
Porong, 11 November 2021
Penulis
KOMPOS PENGHIJAU LINGKUNGAN
iii
Gabriel Noval, Gabriel Misnan, Dimaz Ray Email: gabrielnovalandyl11@gmail .com
Abstrak: Penelitian ini memaparkan tentang upaya kami siswa-siswi SMP Kemala Bhayangkari dalam mengatasi Perubahan Iklim Global. Kami berupaya mengatasi perubahan iklim global dengan cara membuat kompos dari sampah rumah tangga yang biasanya dibuang percuma dan menumpuk tidak termanfaatkan. Semoga dengan upaya kami ini bisa menghijaukan sekolah kami SMP Kemala Bhayangkari 7 Porong, menghijaukan kami dan membantu mengatasi perubahan iklim global Kata kunci: sampah, kompos, perubahan ikhlim global
iv
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Iklim merupakan rata-rata cuaca yang juga menjadi penanda keadaan atmosfer dalam suatu kurun waktu tertentu.
Iklim juga didefinisikan sebagai ukuran variabilitas kuantitas serta rata-rata yang relevan dari sebuah variabel tertentu yaitu curah hujan, temperatur, atau angin pada suatu periode tertentu, yang umumnya merentang dari bulan hingga tahunan atau bahkan hingga jutaan tahun.
Iklim sendiri berubah secara terus menerus karena adanya interaksi antara suatu komponen dan faktor eksternal misalnya saja pada erupsi vulkanik, variasi sinar matahari, serta faktor- faktor yang disebabkan oleh kegiatan manusia seperti pada perubahan penggunaan lahan serta penggunaan bahan bakar fosil. (gramedia.com)
California Menyoroti Hari Bumi 2019 yang jatuh pada 22 April, persoalan perubahan iklim semakin nyata terjadi di kehidupan kita sehari-hari. Berbagai penelitian baru yang dilakukan hanya dalam enam bulan terakhir menemukan fakta terbaru tentang perubahan iklim yang disebabkan manusia.
Hal tersebut memengaruhi sistem cuaca global dan keberlangsungan planet kita. Peneliti Benjamin Santer dari Lawrence Livermore National Laboratory di Livermore, California, Amerika Serikat memaparkan, ada kemungkinan 99% manusia adalah penyebab pemanasan global. faktor ulah manusia ikut memengaruhi perubahan iklim yang berlangsung selama beberapa dekade.
"Manusia membakar bahan bakar fosil, seperti minyak, batu bara, dan gas.
Semua itu melepaskan karbon dioksida (CO2), metana, dan gas lainnya ke atmosfer, dan lautan Bumi. Nah, CO2 ini adalah gas rumah kaca yang paling bertanggung jawab untuk pemanasan global," papar Benjamin, dikutip dari USA Today. (Liputan6.com)
Berdasarkan latar belakang diatas inilah akhirnya kami ditugaskan membuat kompos sesuai dengan tema proyek sekolah penggerak “Perubahan iklim global”. Diharapkan dengan terlaksananya proyek ini kami bisa lebih memahami pentingnya menjaga lingkungan, bagaimana cara mengelolah sampah organik, dan bagaimana membuat lingkungan di sekitar kami hijau, terutama lingkungan SMP Kemala Bhayangkari 7 Porong, agar tercipta suasana belajar yang nyaman dan membantu memperbaiki perubahan iklim global dimulai dari skala kecil.
1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, kami menarik beberapa masalah dengan berdasarkan kepada :
1. Apakah kompos organik dapat membantu mengatasi perubahan iklim global?
2. Bagaimanakah proses sampah organik dijadikan kompos?
3. Apa kegunaan kompos bagi lingkungan?
1.3 Tujuan Penelitian
Berdasarkan rumusan masalah di atas diperoleh tujuan penelitian sebagai berikut: mengetahui manfaat sampah organik yang dijadikan kompos. Adapun tujuan penelitian khusus antara lain:
1. Mengetahui bahwa sampah organik dapat dijadikan kompos 2. Mengetahui proses sampah organik dijadikan kompos 3. Mengetahui kegunaan kompos bagi lingkungan.
1.4 Manfaat Penelitian
Penelitian ini memiliki manfaat sebagai berikut:
1. Penelitian ini dapat dijadikan alternatif bahan bakar terbaharukan yang diperoleh dari sampah yang dihasilkan dalam rumah tangga setiap hari.
2. Penelitian ini dapat memberi wawasan pada siswa bahwa nasi limbah dapat dijadikan bioetanol pengganti bahan bakar.
3. Penelitian ini dapat dijadikan media pembelajaran IPA bagi peneliti sebagai bukti bahwa sumber teknologi berawal dari IPA.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Kompos Organik
Kompos adalah pupuk yang terbuat dari sampah organik yang kaya akan unsur Karbon dan Nitrogen. Secara alami, sampah organik akan mengalami pembusukan dan peruraian oleh ratusan jenis mikroba (bakteri, jamur, ragu) dan berbagai jenis binatang kecil yang hidup di tanah. Proses alami inilah yang dimanfaatkan untuk mengelola sampah organik menjadi pupuk. (Knowledge) 2.3 Perubahan Iklim Global
Ilmu alamiah atau sering disebut ilmu pengetahuan alam (natural science), merupakan pengetahuan yang mengkaji mengenai gejala-gejala dalam alam semesta, termasuk di muka bumi ini, sehingga terbentuk konsep dan prinsip. Ilmu Alamiah Dasar hanya mengkaji konsep-konsep dan prinsip-prinsip dasar yang essensial saja (Alhasyi.blocspot).
BAB III
METODE PENELITIAN
3.1 Jenis Penelitian
Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen yaitu uji coba dengan pembuatan kompos yang berbahan dasar sampah rumah tangga.
3.2 Tempat Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan di dalam kelas SMP Kemala Bhayangkari 7 Porong dengan menyiapkan bahan yang diperoleh dari sisa nasi dirumah.
3.3 Waktu Penelitian
Penelitian ini dilaksanankan dari 8 November 2021 sampai 21 Mei 2022.
3.4.2 Percobaan (Eksperimen)
Adalah kegiatan untuk melakukan pembuktian terhadap permasalahan akan alternatif penyelesaiannya melalui percobaan.
3.4.3 Dokumentasi
Dokumentasi dilakukan untuk memberikan bukti yang akurat dari pencatatan sumber-sumber yang dibutuhkan selama penelitian berlangsung
3.5 Teknik Pembuatan 3.5.1 Alat Percobaan
a. Cetok
b. Gunting / pisau / cutter
c. Ember (tempat mencampur kompos)
3.5.2 Bahan Percobaan
a. Tanah kebun/tanah sawah b. Daun kering
c. Sampah sayur (sayur harus dalam kondisi belum dimasak) d. Biji buah randu (kapuk)
e. Kotoran kambing (bisa kotoran hewan lain yang mudah kamu dapatkan) f. Sekam
g. Sampah rumah tangga lain (kulit bawang, isi cabe, kulit telur, bumbu dapur seperti jahe, kunyit, laos)
3.5.3 Percobaan awal a. Siapkan alat dan bahan
b. Cacah sampah sayur, dan rumah tangga lainnya
c. Campurkan tanah dengan kotoran kambing, dan sampah yang sudah di cacah ke dalam ember
d. Campurkan biji randu e. Campurkan EM4 f. Campurkan sekam
g. Aduk rata dalam ember yang kamu bawah
h. Ambil wakul nasi, dan lubangi kecil-kecil bagian bawah wakul nasi dengan pisau, gunting atau cutter
i. Ambil ember yang disediakan sekolah
j. Letakkan wakul nasi pada posisi terbalik pada ember kemudian sisipkan pinggir-pinggir wakul dengan daun kering, usahakan daun tertata rapi sehingga pupuk tidak tercecer kebawah
k. Masukan semua campuran kompos dalam ember
l. Letakan ember berisi kompos di tempat teduh dengan udara stabil (bisa diletakan di lab IPA dekat lemari alat)
m. Tunggu sampai berfermentasi 3 bulan
3.5.3 Percobaan lanjutan
a. Setelah beberapa 3 bulan fermentasi, angkat kompos ke tempat dengan pencahayaan cukup
b. Buka tutup kompos, siapkan cetok c. Identifikasih kompos
d. Kemas kompos
BAB IV PEMBAHASAN
Bau dan aroma pupuk seperti bau tanah tidak lagi berbau kotoran/ sampah
Bau pupuk sudah tidak berbau kotoran lagi melainkan sudah berubah menjadi bau tanah...
...
...
...
Memiliki warna yang kehitaman. Jika masih hijau atau cokelat masih belum memiliki kualitas baik
Warna pupuk sedikit berwarna cokelat
...
...
...
...
Pupuk yang baik memiliki suhu yang stabil, apabila kita pegang maka rasanya dingin ditanggan
Suhu pupuk sedikit dingin
...
...
...
...
Memiliki tekstur seperti remah, dimana tidak terlalu keras dan mudah terurai Tekstur seperti remah tetapi masih ada beberapa bagian yang masih keras
...
...
...
...
Jelaskan bagaimana komposmu berdasarkan pengamatan
Warna sedikit cokelat, suhu sedikit dingin, tekstur seperti remah tetapi masih ada beberapa bagian yang masih keras
...
...
...
...
14
5.1 Simpulan
Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, diperoleh jawaban pertanyaan-pertanyaan penelitian sebagai berikut:
1. Kompos organik dapat membantu mengatasi perubahan iklim global
2. Pembuatan kompos organik membutuhkan waktu yang cukup lama dan bisa gagal jika bahan-bahan yang digunakan tidak bisa terfeementasi dengan baik 3. Kegunaan kompos bagi lingkingan untuk menhijaukan lingkungan sekitar
terutama lingkungan SMP Kemala Bhayangkari 7 Porong
5.2 Saran
1. Pilih bahan-bahan yang mudah terurai
2. Pastikan komposisi bahan tepat dengan jumlah yang pas
3. Perhatikan tempat penyimpanan (tidak lembab, tidak panas dengan suhu ruangan)
4. Tempat penyimpan harus jauh dari jangkauan hewan
15
SILAHKAN DI ISI DENGAN FOTO KALIAN JUMAT MENARIN