• Tidak ada hasil yang ditemukan

Tindak lanjut yang dilakukan Guru atas hasil belajar peserta didik

Kesimpulan

32 • Program kebijakan SKB 4 Menteri terkait Pembelajaran di Masa Pandemi Covid-19 dinilai memberikan respon positif terhadap orang

tua siswa, terbukti dengan adanya komunikasi secara aktif melalui media sosial sebanyak 87,57%, komunikasi langsung sebanyak 11,17%, sisanya menggunakan komunikasi gabungan antara media sosial dan langsung sebanyak 1,27% . Demikian juga kalau dilihat dari kuantitas komunikasi yang dilakukan, pada umumnya (95,32%) orang tua melakukannya 1-5 kali perminggu serta ada yang lebih dari 5 kali perminggu (4,02%). Sedangkan sisanya (0,66%) tidak pernah melakukan komunikasi.

• Metode pembelajaran yang digunakan adalah metode daring (47,36%), metode kombinasi daring dan luring (45,81%) dan sisanya metode luring (6,83%). Untuk metode daring aplikasi yang paling banyak digunakan adalah Google Classroom sebanyak 34,84% dan pembelajaran luring dilakukan paling banyak dengan tatap muka sebanyak 56,37%.

• Berdasarkan hasil survey terkait pelatihan dan bahan ajar yang digunakan, sebanyak 79% sudah mendapatkan pelatihan bahan ajar. Bahan ajar yang digunakan oleh guru dalam metode daring berupa video pembelajaran 58,62%, sebanyak 54,25% menggunakan buku/modul, sebanyak 46,92% bahan ajar power point dan sebanyak 16,61% menggunakan bahan ajar lainnya. Sedangkan untuk bahan ajar yang digunakan dalam metode luring sebagian besar menggunakan buku paket/modul cetak, bahan ajar power point dan lembar kerja.

• Sebanyak 52,10% guru menggunakan sumber belajar dalam metode daring berupa, buku paket/modul digital, Google classroom, youtube, quipper. Untuk selanjutnya, 33,88% memanfaatkan Rumah Belajar, 33,34% memanfaatkan Ruang Guru, 12,8% menggunakan Sekolahmu, 11,33% menggunakan Zenius dan sebanyak 6,64% menggunakan Kelas Pintar

• Dalam hal penilaian pembelajaran, guru telah melakukan penilaian (asesmen diagnostik) sebanyak 90% dan waktu yang digunakan untuk melaksanakan penilaian tsb pada saat mengakhiri pembelajaran sebanyak 51%, lainnya sebanyak 49% melakukannya pada awal pembelajaran. Selanjutnya guru menindaklanjuti penilaian tersebut dengan cara diajar di kelas bersama-sama(45,4%), membagi kelompok dan mengajar secara terpisah (38,03%), titip ke kelas bawah (0,85%) dan lainnya (38,03%).

• Dalam menentukan muatan RPP berdasarkan survey, guru menentukannya melalui penyesuaian KI dan KD Kurikulum 2013 sebanyak 85,6%, menyesuaikan dengan silabus 9.20% dan RPP disusun sesuai kondisi pandemi covid sebanyak 5,2%. Media yang digunakan untuk menyampaikan informasi RPP kepada orang tua adalah media digital (77,54%), tatap muka (12,59%), radio (0,19%), televisi (0,03%) dan media lainnya (9,65%).

Kesimpulan

33

• Guru yang telah menyiapkan Lembar Aktivitas Peserta Didik 85%, dan guru menginformasikan kepada peserta didik/orang tua/wali untuk mengisi lembar aktivitas tersebut sebanyak 1-3 kali per minggu (69%), sebanyak 4-5 kali per minggu (15%), sebanyak 6 kali perminggu (14%) dan sisanya tidak menginformasikan hal tsb kepada orang tua siswa (2%).

• Dalam rangka mengikuti perkembangan pembelajaran peserta didik, guru melakukannya melalui penugasan belajar sebanyak 72,79%, refleksi pembelajaran oleh masing-masing peserta didik sebanyak 24,68%, metode lainnya sebanyak 2,37% dan guru tidak mengikuti perkembangan pembelajaran masih ada sebanyak 5%.

• Guru yang memberikan tugas sebanyak 1-3 kali perminggu (86%), 4-5 kali perminggu (7%), setiap hari (7%) dan tidak ada guru yang tidak memberikan tugas. Muatan penugasan berupa penugasan berupa soal-soal atau permasalahan (74,61%), merangkum materi/membuat refleksi dari materi yang sudah diajarkan (15,87%), menggunakan bahan video (6,48%) dan memberikan tugas langsung sesuai dengan karakteristik matapelajaran (3,04%). Untuk pengumpulan tugas, tugas dikumpulkan setiap akhir minggu (74%), setiap hari sebanyak (11%), 3 hari sekali (9%), 2 hari sekali (2%) dan tidak pernah dikumpulkan tugas (1%).

• Terkait umpan balik atas hasil belajar peserta didik, guru memberi nilai kuantitatif sebanyak 74,19%, melalui respon kritis (kualitatif) sebanyak 17,87% dan kombinasi keduanya sebanyak 7,94%. Tindak lanjut yang dilakukan guru atas hasil belajar peserta didik adalah memberikan nilai kepada peserta didk (11,23%), melaksanakan remedial (67,85%), memberikan pengayaan (15,23%), melakukan analisis sebagai dasar perbaikan pembelajaran serta menentukan materi apa yang belum dikuasai peserta didik (5,67%) dan jawaban peserta didik dikembalikan dan diberikan motivasi untuk lebih meningkatkan pemahamannya (0,03%).

• Selanjutnya, terkait dengan adanya kebijakan jika pembelajaran tatap muka di perluas untuk wilayah oranye pada era pandemi sebanyak 64% menyatakan setuju dan sebanyak 36% menyatakan tidak setuju.

34

Rekomendasi

35

• Karena respon positif orangtua yang aktif melakukan komunikasi dengan guru (87,57%) terhadap program Belajar Dari Rumah selama masa Pandemi Covid 2019, maka perlu disusun panduan/contoh alternatif yang lebih teknis bagaimana Belajar Dari Rumah itu diterapkan, baik panduan untuk guru/pihak sekolah maupun panduan untuk orang tua/masyarakat terkait. Hal tersebut juga diperlukan, karena masih ada orang tua yang tidak terlalu merespon (kurang perhatian), sehingga pada panduan/juknis tersebut perlu dijelaskan peran orang tua dalam membantu peserta didik untuk pelaksanaan Belajar dari Rumah, disamping untuk guru dan stakeholder lain yang terkait.

• Memberikan panduan/contoh alternatif penggunaan metode atau model pemebelajaran daring maupun luring atau kombinasi keduanya untuk memperkuat kompetensi guru dalam mendukung pelaksanaan Belajar dari Rumah, serta contoh pembuatan bahan ajar digital maupun bahan ajar cetak/modul, serta pemanfaatan sumber belajar yang sudah ada maupun memanfaatkan/memilih sumber lain yang relevan, seperti Rumah Belajar, Zenius, atau Kelas Pintar.

• Memperhatikan banyak dan seringnya guru (86%) yang memberikan tugas atau aktifitas kepada peserta didik, maka perlu adanyan contoh alternatif pembelajaran/aktifitas peserta didik dan penilaiannya secara daring atau luring, agar peserta didik dapat tetap belajar dalam kondisi yang terbatas tanpa terbebani dengan banyaknya lembar tugas atau aktifitas.

36

• Hanya sebagian kecil 5,2% guru yang membuat RPP dengan muatan materi dalam KD disesuaikan dengan kondisi peserta didik terkait dengan pandemi Covid 19, memperhatikan hal tersebut maka masih diperlukan peningkatan pemahaman guru terhadap penentuan muatan khusus RPP yang disesuaikan dengan kondisi peserta didik dalam kondisi tertentu.

• Memperhatikan masih banyaknya guru yang memberikan penugasan secara perorangan per matapelajaran, maka perlu dibuatkan contoh alternatif Belajar Dari Rumah dengan model kolaborasi antar guru agar peserta didik tidak terlalu banyak mengerjakan soal-soal.

• Berdasarkan hasil di atas, maka perlu penjelasan lebih tentang tindak lanjut hasil belajar peserta didik, selain untuk remedial dan pengayaan, terutama untuk penentuan umpan balik/perbaikan pembelajaran (pemberian contoh kasus dan alternatif tindak lanjutnya)

• Memperhatikan masih 36% tidak setuju untuk pembelajaran tatap muka, maka sebaiknya pembelajaran secara terintegrasi, (blended learning) perlu lebih diperhatikan, terutama dari segi kualitas metode, bahan ajar, dan kuantitas aktifitas/tugas yang harus dikerjakan peserta didik.

v

Polling

Dokumen terkait