1. Tata waktu dan prosedur pengadaan tanah untuk pembangunan bagi kepentingan umum, merupakan suatu tahapan penting dalam kegiatan pembangunan SPALD Perkotaan. Oleh karena itu, pemahaman dan penguasaan dalam mengatur waktu dan menjalankan prosedur pengadaan tanah sangat penting bagi para peserta.
2. Dengan selesainya pembelajaran ini, diaharapkan peserta pelatihan dapat lebih meningkatkan kemampuan dan keterampilannya dalam menyusun tata waktu dan prosedur pengadaan tanah untuk pembangunan bagi kepentingan umum.
Tata Waktu Pengadaan Tanah | 28
DAFTAR PUSTAKA
Undang-Undang No. 2 Tahun 2012 Pengadaan Tanah bagi Pembangunan untuk Kepentingan Umum. Kementerian Agrarian dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional. Jakarta. Anonimous, 2018. Draft Final Petunjuk Teknis Penyusunan Dokumen Perencanaan Pengadaan
Tanah bagi Pembangunan untuk Kepentingan Umum TA 8661-Stepping Up Investment
for Growth Accelaration Program (SIGAP). ADB. Jakarta.
Anonimous. 2017. LARP Flood Management in Selected River Basins Sector Project (RRP INO
35182) Ciujung Core Subproject. Ministry of Public Works and Housing through the Directorate General of Water Resources for the Asian Development Bank. Jakarta.
Peraturan Presiden Republik Indonesia No. 56/2017 tentang Penanganan Dampak Sosial Masyarakat dalam Rangka Penyediaan Tanah untuk Proyek Strategis Nasional. Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia. Jakarta.
Instruksi Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional No. 2/Ins/VIII/2016 tentang Percepatan Pelaksanaan Pengadaan Tanah untuk Kepentingan Umum untuk Pembangunan Proyek Strategis. Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional. Jakarta.
Peraturan Mahkamah Agung No. 2/2016 tentang Pedoman Beracara dalam Sengketa Penetapan Lokasi Pembangunan untuk Kepentingan Umum di Peradilan Tata Usaha Negara. Mahkamah Agung. Jakarta.
Peraturan Mahkamah Agung No. 3/2016 tentang Tata Cara Pengajuan Keberatan dan Penitipan Ganti Kerugian ke Pengadilan Negeri dalam Pengadaan Tanah bagi Pembangunan untuk Kepentingan Umum. Mahkamah Agung. Jakarta.
Peraturan Menteri Keuangan No. 10/PMK.02/2016 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Keuangan No. 13/PMK.02/2013 tentang Biaya Operasional dan Biaya Pendukung Penyelenggaraan Pengadaan Tanah bagi Pembangunan untuk Kepentingan Umum yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. Kementerian Keuangan. Jakarta.
Peraturan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional No. 6/2015 tentang Perubahan atas Peraturan Kepala Badan Pertanahan Nasional No. 5/2012 tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengadaan Tanah. Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional. Jakarta.
Peraturan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional No. 22/2015 Perubahan Kedua atas Peraturan Kepala Badan Pertanahan Nasional No. 5/2012 tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengadaan Tanah. Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional. Jakarta.
Tata Waktu Pengadaan Tanah | 29 Peraturan Menteri Keuangan No. 219/PMK.01/2015 tentang Organisasi dan Tata Kerja
Lembaga Manajemen Aset Negara. Kementerian Keuangan. Jakarta.
Peraturan Presiden Republik Indonesia No. 30/2015 tentang Perubahan Ketiga atas Peraturan Presiden No. 71/2012 tentang Penyelanggaraan Pengadaan Tanah bagi Pembangunan untuk Kepentingan Umum. Kementerian Agrarian dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional. Jakarta.
Peraturan Presiden Republik Indonesia No. 148/2015 tentang Perubahan Keempat atas Peraturan Presiden No. 71/2012 tentang Penyelenggaraan Pengadaan Tanah bagi Pembangunan untuk Kepentingan Umum. Kementerian Agrarian dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional. Jakarta.
Peraturan Presiden Republik Indonesia No. 40/2014 tentang Perubahan atas Peraturan Presiden No. 71/2012 tentang Penyelenggaraan Pengadaan Tanah bagi Pembangunan untuk Kepentingan Umum. Kementerian Agrarian dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional. Jakarta.
Peraturan Presiden Republik Indonesia No. 99/2014 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Presiden No. 71/2012 tentang Penyelenggaraan Pengadaan Tanah bagi Pembangunan untuk Kepentingan Umum. Kementerian Agrarian dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional. Jakarta.
Peraturan Menteri Keuangan No. 13/PMK.02/2013 tentang Biaya Operasi dan Biaya Pendukung Penyelenggaraan Pengadaan Tanah bagi Pembangunan untuk Kepentingan Umum yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. Kementerian Keuangan. Jakarta.
Anonimous, 2013 “Ressettlement Plan Indonesia: Metropolitan Sanitation Management
Investment Project, Land Acquisition and Resettlement Plan Pekanbaru City Off-Site Wastewater Collection System and Treatment (Final)”, Prepared by Directorate General
of Human Settlements, under the Ministry of Public Works of the Republic of Indonesia for the Asian Development Bank
Anonimous, tahun 2013 “Ressettlement Plan Indonesia: Metropolitan Sanitation Management Investment Project, Land Acquisition and Resettlement Plan Palembang City Off-Site Wastewater Collection System and Treatment (Final), Prepared by Directorate General of Human Settlements, under the Ministry of Public Works of the Republic of Indonesia for the Asian Development Bank
Peraturan Kepala Badan Pertanahan Nasional No. 5/2012 tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengadaan Tanah. Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional. Jakarta.
Peraturan Menteri Dalam Negeri No. 72/2012 tentang Biaya Operasional dan Biaya Pendukung Penyelenggaraan Pengadaan Tanah bagi Pembangunan untuk Kepentingan Umum yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah. Kementerian Dalam Negeri. Jakarta.
Tata Waktu Pengadaan Tanah | 30 Peraturan Presiden Republik Indonesia No. 71/2012 tentang Penyelenggaraan Pengadaan
Tanah bagi Pembangunan untuk Kepentingan Umum. Kementerian Agrarian dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional. Jakarta.
Anonimous. 2009. Safeguard Policy Statement ADB. ADB. Manila.
Anonimous, 2009, “Buku Panduan Tentang Pemukiman Kembali: Suatu Petunjuk Praktis” Asian Development Bank
Tata Waktu Pengadaan Tanah | 31
DAFTAR SINGKATAN
ADB Asian Development Bank/ Bank Pembangunan Asia AMDAL Analisis Mengenai Dampak Lingkungan
Biaya penggantian Metode penilaian aset-aset untuk menggantikan kerugian/kehilangan pada nilai pasar saat ini, atau ekuivalennya, dan merupakan jumlah kas tunai atau setaranya yang diperlukan untuk mengganti suatu aset pada kondisi yang ada, tanpa pengurangan untuk biaya-biaya transaksi atau untuk material yang dapat diselamatkan.
DPPT Dokumen Perencanaan Pengadaan Tanah
Dampak yang signifikan
Artinya sekitar 200 orang atau lebih akan mengalami dampak-dampak yang besar, yang didefinisikan sebagai: (i) tergusur secara fisik dari pemukimannya, atau (ii) kehilangan 10% atau lebih dari aset produktif mereka.
EIA Environmental Impact Assessment/ Penilaian Dampak Lingkungan
Hak Susunan bermacam ukuran untuk kompensasi dan bentuk bantuan lainnya yang diberikan kepada WTP yang sesuai kriteria kelayakan masing-masing
Hak/wewenang Pemerintah
Hak/wewenang negara atau pemerintah dalam menggunakan kekuasaan yang memerintah untuk membebaskan lahan guna kepentingan umum yang sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Inventarisasi
Kerugian (Inventory
of Loss)
Proses di mana semua aset tetap dan sumber-sumber pendapatan serta mata pencaharian dalam ROW proyek diidentifikasi, diukur, dicatat pemiliknya, lokasi tepatnya telah ditandai, dan biaya penggantiannya telah dihitung.
IPDP Indigenous Peoples Development Plan/ Rencana Pengembangan
Suku-suku Asli
IPSA Initial Poverty and Social Analysis /Analisis sosial dan kemiskinan
awal Kelompok WTP yang
rentan
Sekelompok orang yang mungkin menderita secara tidak proporsional atau menghadapi risiko menjadi termarjinalkan lebih jauh oleh dampak pemukiman kembali dan khususnya meliputi: (i) kepala keluarga perempuan, (ii) rumah tangga yang dikepalai olehorang cacat, (iii) rumah tangga yang berada di bawah garis batas kemiskinan, (iv) kepala rumah tangga lansia (lebih dari 70 tahun), (v) rumah tangga yang tidak memiliki tanah, dan (vi) etnis minoritas
Tata Waktu Pengadaan Tanah | 32 Kompensasi Penggantian yang layak dan adil kepada pihak yang berhak/warga
terkena dampak proyek baik melalui pembayaran tunai atau pilihan lainnya dalam proses pengadaan tanah sesuai biaya penggantian berdasarkan nilai pasar yang berlaku.
LARP Land Acquisition and Resettlement Plan/Pengadaan tanah dan
Rencana Relokasi/Pemukiman kembali
Non-pemilik aset Mereka yang tidak memiliki hak atau klaim atas tanah yang mereka tinggali, dan termasuk warga yang menggunakan tanah pribadi atau tanah milik negara tanpa izin atau pengakuan, misalnya orang-orang yang tidak memiliki hak hukum atas tanah dan / atau bangunan yang ditempati atau digunakan oleh mereka.
RKL Rencana Pengelolaan Lingkungan
Restorasi/pemulihan penghasilan
Pembentukan kembali sumber pendapatan dan mata pencaharianWTP.
SSE Survey Sosial Ekonomi
SPS Safeguard Policy Statement
Pelanggar Orang-orang yang pindah ke lokasi proyek setelah tanggal cut-off, oleh karenanya merekabarhak untuk mendapat kompensasi atau upaya rehabilitasi lainnya yang disediakan oleh proyek.
Pengadaan tanah Proses memperoleh seluruh atau sebagian dari tanah dan aset lain yang melekat pada tanah yang dimiliki tersebut, yang akan menjadi milik dan penguasaan suatu lembaga, untuk kepentingan publik, dan sebagai gantinyaakan diberikan kompensasi yang sesuai. Relokasi Pemindahan fisik WTP dari tempat tinggalnya dan/atau usahanya
sebelum proyek ada.
Rehabilitasi Dukungan tambahan yang diberikan kepada WTP yang kehilangan aset produktif, pendapatan, pekerjaan atau sumber penghidupan, sebagai tambahan untuk pembayaran kompensasi atasasset-aset yang dibebaskan, dalam rangka untuk mencapai pemulihan standar hidup dan kualitas hidup sebelum proyek ada.
Survei lapangan Pemukiman Kembali
Suatu inventarisasi yang rinci atas kerugian, yang diselesaikan setelah desain detil dan penetapan batas-batas lahan proyek dan termasuk data sosial-ekonomi WTP, dan konsultasi-konsultasi dengan para pemangku kepentingan.
Tanggal Cut-off/ cut
off date
Tanggal sebelum adanya pekerjaan atau penggunaan area proyek yang nantinya akan menjadikan penduduk atau pengguna area tersebut dikategorikan sebagai WTP/pihak yang berhak. Tanggal cut-off akan bertepatan dengan sensus WTP dan Inventarisasi Kerugian yang akan dilakukan oleh lembaga/institusi nasional yang
Tata Waktu Pengadaan Tanah | 33 menngimplementasikan pengadaan tanah. Orang-orang yang tidak tercakup dalam sensus/inventarisasi tidak berhak diberikan ganti rugi/kompensasi dan hak-hak lainnya kecuali mereka dapat memberikan bukti yang mana (i) mereka terhapus/tidak terdaftarselama sensus dan inventarisasi yang dilakukan kurang hati-hati namun kenyataannya terkena proyek; atau (ii) mereka yang telah secara sah memiliki bukti-bukti kepemilikan atas aset yang terkena proyek setelah selesainya sensus dan sebelum pelaksanaan survei pengukuran rinci.
WTP Warga yang Terkena dampak Proyek. Semua orang/pihak yang menguasai atau memiliki obyek pengadaan tanah, relokasi, atau kehilangan pendapatan dan termasuk tiap orang, rumah tangga, perusahaan, atau institusi publik atau swasta. WTP oleh karenanya meliputi: (i) warga yang terkena dampak secara langsung oleh jalur ROW, tapak tower atau pondasi tiang atau area kerja konstruksi; (ii) warga yang memiliki lahan pertanian atau aset lainnya yang produktif seperti pohon atau tanaman yang tekena imbas proyek; (iii) warga yang bidang usahanya terkena proyek dan yang mungkin mengalami kehilangan pendapatan yang disebabkan oleh proyek; (iv) warga yang dapat mengalami kehilangan pekerjaan sebagai akibat dampak proyek; dan (v) orang-orang yang kehilangan akses ke sumber daya komunitas sebagai akibat dari proyek
WTP yang parah Para warga atau rumah tangga yang terkena dampak yang akan mengalami (i) kehilangan 10% atau lebih dari jumlah lahan dan/atau aset produktif mereka, (ii) relokasi/penggusuran; dan/atau (iii) kehilangan 10% atau lebih dari total sumber pendapatan mereka akibat proyek.
Tata Waktu Pengadaan Tanah | 35