HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
5) Tindak Tutur Ilokusi Komisif (commissives)
4.3.2 Tindak Tutur Perlokusi dalam Program Acara Hitam Putih Berdasarkan perumusan dan penjabaran mengenai tindak tutur
perlokusi di atas, peneliti menemukan empat macam efek perlokusi. Yule (2006:84) menuturkan menciptakan tuturan yang memiliki fungsi bukanlah hal sederhana tanpa memaksudkan tuturan tersebut memiliki akibat. Tuturan ini bergantung pada suatu keadaan di mana asumsi pendengarnya akan mengenali akibat yang akan ditimbulkan dari tuturan tersebut. Pada program acara Hitam Putih di Trans7, terdapat data-data tuturan dari efek tindak tutur perlokusi yang didapat dari tuturan ilokusi saat berkomunikasi antara penutur dengan mitra tutur. Tindak tutur perlokusi terbagi menjadi empat wujud di antaranya; (1) tindak tutur perlokusi representatif, (2) tindak tutur perlokusi direktif, (3) tindak tutur perlokusi ekspresif, dan (4) tindak tutur perlokusi komisif.
Hasil dari penelitian dari teori relevan pertama, peneliti menemukan tuturan berupa ilokusi representatif, data yang didapat dari tindak tutur ilokusi presentatif tersebut, peneliti dapat menyimpulkan bahwa perlokusi yang diterima adalah perlokusi representatif. Tindak tutur perlokusi representatif adalah jenis tindak tutur yang menyatakan keyakinan penutur. Pernyataan tersebut berupa fakta, penegasan, kesimpulan, dan mendeskripsikan sesuatu hal. Pada program acara Hitam Putih di Trans7, terdapat beberapa data wujud tindak tutur perlokusi representatif. Data tersebut berisi delapan data tindak tutur representatif yang menyatakan; (1) fakta, (2) mendeskripsikan sesuatu, dan (3) penegasan terhadap suatu informasi. Perlokusi representatif biasanya membuat seseorang untuk melakukan sesuatu sesuai dengan arahan atau tuturan dari si penutur.
Selanjutnya, peneliti menemukan efek tindak tutur perlokusi dari tindak tutur ilokusi ekspresif. Tindak tutur perlokusi ekspresif merupakan tindak tutur untuk menyatakan sesuatu yang dirasakan oleh penutur.
Tindak tutur ini mencerminkan pernyataan-pernyataan psikologis dan dapat berupa pernyataan kegembiraan (bahagia), kesulitan, kesedihan, kebencian, kesenangan, haru dan kesengsaraan. Pada program acara Hitam Putih di Trans7, terdapat 10 data berisi efek tuturan perlokusi ekspresif.
Data yang ditemukan oleh peneliti berisi data tuturan ekspresif yang menyatakan kegembiraan dan kesedihan. Dari data tersebut dapat disimpulkan bahwa perlokusi yang didapatkan adalah mitra tutur mengetahui perasaan yang dialami oleh si penutur saat komunikasi berlangsung.
Pada penelitian ini, peneliti menemukan efek dari tindak tutur perlokusi direktif. Tindak tutur perlokusi direktif adalah tindak tutur yang dipakai oleh penutur untuk menyuruh orang lain melakukan sesuatu. Jenis tindak tutur ini menyatakan apa yang menjadi keinginan penutur ini meliputi: perintah, pesan, permohonan, dan pemberian saran dapat berupa kalimat positif maupun negatif. Pada program acara Hitam Putih di
Trans7, terdapat beberapa data tuturan perlokusi direktif. Data yang ditemukan oleh peneliti berupa data-data berisi efek tuturan direktif yang menyatakan; (1) perintah, (2) permohonan, dan (3) pemberian saran.
Tuturan yang menyatakan perintah biasanya mengharuskan mitra tutur untuk melakukan apa yang diperintahkan seperti „silakan‟dan „jangan‟.
Data tindak tutur perlokusi direktif berupa permohonan berisi uturan-tuturan memohon untuk meminta mitra tutur melakukan apa yang diperintahkan diutarakan secara halus. Data perlokusi direktif berupa saran dari penutur ialah memberikan saran untuk melakukan sesuatu dengan benar sesuai langkah kerja yang tepat.
Temuan terakhir dari penelitian ini adalah menemukan efek tindak tutur perlokusi dari tindak tutur ilokusi komisif. Tindak tutur perlokusi komisif adalah tindak tutur yang dipahami oleh penutur untuk mengaitkan diri dengan tindakan-tindakan di masa yang akan datang. Tindak tutur ini menyatakan apa saja yang dimaksudkan oleh penutur. Tindak tutur komisif dapat berupa janji, ancaman, penolakan, dan ikrar. Pada program acara Hitam Putih di Trans7, terdapat beberapa data tuturan perlokusi komisif. Data yang ditemukan oleh peneliti berupa data-data berisi efek tuturan komisif yang menyatakan penolakan terhadap suatu tuturan yang diutarakan oleh lawan bicara sembari memberikan pejelasan mengenai fakta yang sebenarnya terjadi. Tindak tutur perlokusi komisif berupa janji menyatakan bahwa penutur benar-benar sirius mengucapkan kalimat tersebut tetapi bisa saja diingkari suatu waktu, sedangkan ikrar biasanya untuk menyatakan sirius melakukan apa yang diucapkan agar mitra tutur percaya. Terakhir, tindak tutur perlokusi komisif berupa ancaman menyatakan ancaman agar mitra tutur melakukan apa yang diminta penutur, biasanya dapat diutarakan secara tegas maupun tidak.
Berdasarkan penjabaran di atas dapat disimpulkan bahwa dalam komunikasi bahasa berkaitan dengan tindak tutur ilokusi seperti dikemukakan oleh Yule (2006:84) sudah sesuai. Tindak tutur ilokusi pada penelitian di atas, berupa tindak tutur deklaratif, representatif, ekspresif,
direktif, dan komisif. Selain itu, disimpulkan bahwa tindak tutur perlokusi mampu menciptakan tuturan yang memiliki akibat. Perlokusi merupakan hal yang sangat penting dalam berkomunikasi agar mitra tutur dapat memahami tuturan dengan baik. Tindak tutur perlokusi terbagi menjadi empat wujud di antaranya; (1) tindak tutur perlokusi representatif, (2) tindak tutur perlokusi direktif, (3) tindak tutur perlokusi ekspresif, dan (4) tindak tutur perlokusi komisif.
Dari data di atas, peneliti menemukan tiga wujud tindak tutur nonverbal tersebut di dalam dialog interaktif pada program acara Hitam Putih di Trans7. Tindak tutur nonverbal tersebut sesuai dengan teori Solihin (2015), dalam komunikasi nonverbal, kinesik (gerak tubuh) meliputi (1) kontak mata, (2) ekspresi wajah, dan (3) gerak tubuh. Dalam proses mengumpulkan data, peneliti hanya menemukan satu tindak tutur nonverbal meliputi kontak mata. Peneliti lebih memberi fokus pada tindak tutur nonverbal ekspresi wajah dan gerak tubuh, karena terdapat data penutur banyak menggunakan gerak tubuh seperti menunjuk, menggelengkan kepala serta posisi kaki. Kedua, ditemukan data dengan ekspresi wajah sedih, bahagia, ragu-ragu, dan juga ekspresi kesakitan.
Pada tindak tutur ilokusi dalam dialog interaktif di Hitam Putih, perlu memperhatikan tuturan agar mitra tutur dapat menangkap perlokusi atau maksud tuturan dengan baik. Pada data tuturan di atas, tersemat kalimat motivasi yang digunakan untuk mengajak mitra tutur lebih memahami makna hidup. Penonton yang menyimak tayangan ini rentangnya dari usia sekolah menengah hingga orang lanjut usia. Deddy Corbuzier dan Fanny, selaku pembawa acara sangat memperhatikan lawan bicaranya dengan beragam latar belakang. Bahasa yang banyak digunakan dalam talk show ini berupa bahasa Indonesia baku, terkadang bercampur dengan bahasa daerah (Betawi) dan bahasa Inggris.
79
BAB V PENUTUP
5.1 Simpulan
Bab ini berisi dua hal pokok, yaitu simpulan dan saran. Simpulan berisi rangkuman isi keseluruhan dari data penelitian yang telah dianalisis.
Kemudian, ada saran yang berisi hal yang perlu diperhatikan atau berupa masukan terhadap penelitian selanjutnya agar dapat memperbaiki hal yang kurang pada penelitian sebelumnya. Penelitian ini membahas dua masalah pokok yaitu wujud tindak tutur ilokusi dan perlokusi. Dalam penelitian ini terdapat data-data yang mencangkup wujud-wujud tindak tutur ilokusi beserta perlokusi dalam tindak tutur verbal dan nonverbal.
a. Tindak Tutur Ilokusi
Terdapat data-data berisi maksud tindak tutur ilokusi yang ditemukan dalam sepuluh video program acara Hitam Putih di Trans7 yang diambil secara acak pada setiap periode. Dari program acara tersebut, peneliti menemukan tuturan yang mendeklarasikan suatu hal berupa gambaran bagaimana seorang ahli menjelaskan suatu tindakan yang dapat mengubah cara pandang mitra tuturnya. Tindak tutur ilokusi deklaratif ini bila diucapkan oleh penutur akan menghasilkan suatu kondisi yang baru mengenai permasalahan tertentu. Kedua, peneliti menemukan data tuturan dalam tindak tutur ilokusi representatif berupa suatu fakta, penegasan suatu informasi, menyimpulkan, dan mendeskripsikan seseorang atau benda melalui tuturan. Ketiga, peneliti menemukan data tuturan ilokusi ekspresif berisi data tuturan ekspresif yang menyatakan kegembiraan, kesedihan, dan rasa haru. Keempat, peneliti menemukan data tuturan direktif yang menyatakan perintah,
permohonan, dan pemberian saran. Terakhir, peneliti menemukan data tuturan komisif yang menyatakan janji, ancaman, penolakan, dan ikrar.
b) Tindak Tutur Perlokusi
Terdapat data-data tuturan berisi efek tindak tutur perlokusi dari tindak tutur ilokusi di atas. Tindak tutur perlokusi terbagi menjadi 4 wujud diantaranya ialah tindak tutur perlokusi representatif merupakan jenis tindak tutur yang menyatakan keyakinan penutur berupa fakta, penegasan, kesimpulan, dan mendeskripsikan sesuatu hal. Kedua, tindak tutur perlokusi ekspresif merupakan tindak tutur untuk menyatakan sesuatu yang dirasakan oleh penutur berupa pernyataan kegembiraan (bahagia), kesulitan, kesedihan, kebencian, kesenangan, haru dan kesengsaraan.
Ketiga, tindak tutur perlokusi direktif adalah tindak tutur yang dipakai oleh penutur untuk menyuruh orang lain melakukan sesuatu seperti
„silahkan‟dan „jangan‟ diutarakan secara halus. Terakhir, tindak tutur perlokusi komisif berupa ancaman menyatakan ancaman agar mitra tutur melakukan apa yang diminta penutur, biasanya dapat diutarakan secara tegas maupun tidak.
5.2 Saran
Berdasarkan penelitian yang didapat mengenai tindak tutur, peneliti akan memberikan beberapa saran yang perlu diperhatikan lebih baik lagi. Berikut saran-saran dari peneliti untuk penelitian lanjutan. Penelitian ini membahas tentang wujud tindak ilokusi dan perlokusi pada program acara Hitam Putih.
Diharapkan peneliti lain dapat menemukan lebih banyak wujud tindak tutur ilokusi dan efek perlokusi lainnya.
81