BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
C. Interpretasi Hasil Analisis
1) Catatan Lapangan
Pada tahap observasi, peneliti melakukan observasi dengan menyiapkan lembar observasi yang terdiri dari lembar observasi aktivitas siswa, aktivitas guru, dan catatan lapangan.
Hasil Observasi Aktivitas Siswa dalam proses pembelajaran dengan menggunakan metode pembelajaran Jigsaw pada siklus I dapat dilihat pada tabel berikut.
Tabel 4
AKTIVITAS SISWA SIKLUS I
No Aspek yang Diobservasi
Keterangan Nilai
Ada Tidak SB B C K SK
1 Melaksanakan tes awal
2
Mendengarkan penjelasan materi yang disampaikan oleh guru
3
Semangat dan antusias mengikuti kegiatan pembelajaran
4 Implementasi metode
Jigsaw
5 Komunikasi dan kerjasama
6 Aktif dalam diskusi
kelompok
7 Aktif dalam mengajukan
pertanyaan
8 Aktif mengungkapkan
pendapat
9 Menjawab pertanyaan dari
guru
10 Melaksanakan tes akhir
(post test)
Berdasarkan tabel di atas dapat diketahui bahwa aktivitas siswa pada proses pembelajaran fiqih masih perlu ditingkatkan karena masih banyak siswa yang kurang memerhatikan penjelasan guru, implementasi metode Jigsaw masih kurang dipahami siswa, serta kurangnya semangat dan antusias siswa dalam mengikuti
kegiatan pembelajaran, dan sebagian siswa masih kurang aktif dalam diskusi kelompok.78
Hasil Observasi Aktivitas Guru pada siklus I dalam proses pembelajaran dengan menggunakan metode pembelajaran Jigsaw
dapat dilihat pada tabel berikut ini.
Tabel 5
AKTIVITAS GURU SIKLUS I
No Aspek yang Diobservasi
Keterangan Nilai
Ada Tidak SB B C K SK
1 Mengondisikan situasi pembelajaran dan kesiapan siswa untuk mengikuti proses pembelajaran
2 Apersepsi
3 Membangkitkan minat atau rasa ingin tahu siswa (motivasi)
4 Menyampaikan tujuan
indikator yang ingin dicapai
5 Penggunaan media atau alat pembelajaran yang sesuai dengan indikator bahan ajar
6 Menjelaskan langkah-langkah pembelajaran kooperatif tipe
78
Hasil Observasi tentang Aktivitas Siswa pada Siklus I di MA Pembangunan UIN Jakarta dengan Observer Guru Mata Pelajaran Fiqih pada hari Senin, 1 dan 8 Agustus 2016 pukul 13.20 Wib.
Jigsaw
7 Teknik menjelaskan atau
menyampaikan materi
8 Pengelolaan kegiatan
pembelajaran dengan metode kooperatif tipe Jigsaw
9 Memberi bimbingan kepada
kelompok
10 Pemberian kesempatan
kepada siswa untuk berpikir
11 Pemberian kesempatan kepada siswa untuk bertanya dan mengungkapkan jawaban
12 Mengalami kesulitan dan
kemajuan belajar siswa
13 Keterampilan menerangkan kembali atau menyimpulkan materi yang disampaikan
14 Keterampilan memberikan kegiatan tindakan lanjut setelah penyampaian materi
15 Kemampuan memberi
evaluasi pembelajaran yang sesuai dengan indikator yang ingin dicapai
Hasil observasi aktivitas guru dalam proses pembelajaran pada siklus I masih rendah. Hal ini terjadi karena guru kurang mengondisikan siswa dalam belajar, kurang membangkitkan minat dan motivasi siswa dalam belajar, kurang dalam pengimplementasi metode pembelajaran Jigsaw, serta masih kurang terampil dalam menerangkan dan menyimpulkan materi pembelajaran. Dalam hal ini dapat dilihat bahwa guru belum terbiasa menciptakan suasana pembelajaran yang mengarah pada metode pembelajaran Jigsaw
sehingga guru harus beradaptasi dengan keadaan siswa dan kelas.79 2) Wawancara
a) Wawancara Guru Mata Pelajaran Fiqih dengan Bapak Yayat Hidayatul Mutaqin
Dari hasil wawancara guru terlihat bahwa pembelajaran metode Jigsaw sangat bagus diterapkan dalam mata pelajaran Fiqih, karena belajar dengan metode Jigsaw membuat siswa berpikir untuk memecahkan masalah antar teman diskusinya, serta siswa menjadi ikut terlibat dalam pembelajaran bahkan menjadi pusatnya atau student centered.80
b) Wawancara Siswa dengan Muhammad Paundra dan Nur Arsyi Himmatul Ulya
Dalam wawancara ditemukan, siswa merasa senang dan termotivasi untuk belajar Fiqih dengan menggunakan metode pembelajaran Jigsaw. Dalam Jigsaw setiap siswa mendapat kesempatan untuk presentasi secara bergantian, hal ini berarti siswa berperan menjadi guru dan siswa bagi temannya. Dan
79
Hasil Observasi tentang Aktivitas Guru pada Siklus I di MA Pembangunan UIN Jakarta dengan Observer Guru Mata Pelajaran Fiqih pada hari Senin, 1 dan 8 Agustus 2016 pukul 13.20 Wib.
80
Hasil Wawancara Guru dengan Guru Mata Pelajaran Fiqih, Bapak Yayat Hidayatul Mutaqin di MA Pembangunan UIN Jakarta pada hari Jumat, 16 September 2016 pukul 11.00 Wib.
nilai pada mata pelajaran Fiqih siswa cenderung meningkat (baik).81
3) Hasil Belajar
Pembelajaran fiqih dengan menggunakan Metode Pembelajaran Kooperatif Jigsaw bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar fiqih siswa. Data hasil belajar fiqih siswa berdasarkan hasil pre test dan post test pada siklus I dapat dilihat pada tabel berikut.
Tabel 6
HASIL BELAJAR SISWA MATA PELAJARAN FIQIH KELAS XI IPS II PADA SIKLUS I
No Nama Pre test Post test N-Gain Kriteria
Ketercapaian KKM (75)
1 Ahmad Rafi Farhan Noor 50 70 0,4 Sedang Belum
Tercapai
2 Ahmad Watsiq Ahdillah 60 70 0,17 Rendah Belum
Tercapai
3 Ananda Ruby Nurcantika 70 80 0,33 Sedang Tercapai
4 Anindya Nurhasna Putri 70 80 0,33 Sedang Tercapai
5 Aulia Ratna Pramesti N. 70 80 0,33 Sedang Tercapai
6 Cahya Zenitha 60 70 0,17 Rendah Belum
Tercapai
7 Dandi Akmal Rizki 60 80 0,5 Sedang Tercapai
8 Dylan Arrifqi Qadrian 30 60 0,43 Sedang Belum
Tercapai
81
Hasil Wawancara Siswa dengan Siswa/i Kelas XI IPS II, Muhammad Paundra dan Nur Arsyi Himmatul Ulya di MA Pembangunan UIN Jakarta pada hari Senin, 5 September 2016 pukul 10.35 Wib.
9 Eriska Razilhija 60 70 0,17 Rendah Belum Tercapai
10 Ferdinan Sultan 60 70 0,17 Rendah Belum
Tercapai
11 Fiona Daffa Darmawan 60 80 0,5 Sedang Tercapai
12 Imadinna Marsha D. 40 60 0,33 Sedang Belum
Tercapai
13 Luthfialdi Nouval 70 80 0,33 Sedang Tercapai
14 Maulana Rafly Al Fadzry 50 60 0,2 Rendah Belum
Tercapai
15 Miftah Farid Hasan 60 70 0,17 Rendah Belum
Tercapai
16 Mohammad Satria B. 70 80 0,33 Sedang Tercapai
17 Muhammad Alifian R. 70 80 0,33 Sedang Tercapai
18 Muhammad Arraf B. 50 60 0,2 Rendah Belum
Tercapai
19 Muhammad Herdin H. 70 80 0,33 Sedang Tercapai
20 Muhammad Paundra B. 50 70 0,4 Sedang Belum
Tercapai
21 Muhammad Raihansyah 50 70 0,4 Sedang Belum
Tercapai
22 Muhammad Valdy Putra 40 70 0,5 Sedang Belum
Tercapai
23 Nishita Amalia 70 80 0,33 Sedang Tercapai
24 Nur Arsyi Himmatul U. 70 80 0,33 Sedang Tercapai
25 Pranggara Dimassiwi 60 70 0,17 Rendah Belum
26 Qurrata Akyun 70 80 0,33 Sedang Tercapai
27 Rafli Al Fayyad 60 70 0,17 Rendah Belum
Tercapai
28 Rayhan Naufaldi Hidayat 70 80 0,33 Sedang Tercapai
29 Rizky Satria Perdana 60 70 0,17 Rendah Belum
Tercapai
30 Rukmini Puspita Sari 70 100 1 Tinggi Tercapai
31 Safira Talitha Anzani 60 70 0,17 Rendah Belum
Tercapai
32 Syifa Nurul Amira 70 90 0,67 Sedang Tercapai
33 Varrel Raflyanda Ridwan 40 50 0,16 Rendah Belum
Tercapai
JUMLAH 1970 2430 10,85
RATA-RATA 59,69 73,63 0,32
Hasil belajar siswa pada siklus I menunjukkan rata-rata nilai pre test sebesar 59,69 , dan rata-rata nilai post test sebesar 73,63 dengan nilai terendah adalah 30 dan nilai tertinggi sebesar 100. Siswa yang memperoleh nilai kurang dari KKM sebanyak 18 siswa (59%), sedangkan siswa yang mendapat nilai di atas KKM sebanyak 15 siswa (41%). Hal ini berarti metode pembelajaran Jigsaw belum efektif dalam meningkatkan hasil belajar. Dengan demikian, indikator keberhasilan belum tercapai, untuk itu peneliti melanjutkan ke siklus II untuk memperbaiki dan menyempurnakan kekurangan yang terdapat pada siklus I. Oleh sebab itu perlu adanya perbaikan-perbaikan dari kekurangan yang terdapat pada siklus I untuk kegiatan pada siklus II, dan seterusnya.
d. Tahap Refleksi
Hasil refleksi pada siklus I ini, masih banyak kekurangan yang harus diperbaiki dalam melaksanakan pembelajaran dengan Metode Pembelajaran Jigsaw. Adapun kekurangan pada siklus I berdasarkan lembar observasi adalah sebagai berikut:
1) Guru belum terbiasa menciptakan suasana pembelajaran yang mengarah pada metode pembelajaran Jigsaw sehingga guru harus membiasakan dengan keadaan siswa dan suasana kelas.
2) Guru kurang mengondisikan siswa pada setiap langkah pembelajaran Jigsaw. Sehingga pembelajaran Jigsaw kurang maksimal.
3) Guru kurang terampil dalam menerangkan materi dan kurang memotivasi siswa dalam belajar. Sehingga siswa cenderung kurang aktif dalam kegiatan pembelajaran.
4) Kurangnya antusias siswa ketika pembelajaran Jigsaw. e. Keputusan Siklus I
Berdasarkan hasil penelitian pada siklus I, masih banyak yang harus diperbaiki dalam pemberian tindakan maka kemudian dapat dikatakan penelitian pada siklus I ini belum berhasil. Sehingga untuk memperbaiki kelemahan tersebut penelitian akan dilanjutkan pada siklus II di mana perlu dibuat pengembangan perencanaan pemberian tindakan berdasarkan hasil refleksi siklus I.
2.Tindakan Pembelajaran Siklus II
Seperti pada siklus I, siklus II terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi.
a. Tahap Perencanaan
Berdasarkan hasil refleksi pada siklus I, maka perencanaan pada siklus II ini lebih dikembangkan agar indikator keberhasilannya tercapai. Perencanaan dimulai dengan membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) mata pelajaran fiqih dengan sub materi jinayah dan
hikmahnya dengan menggunakan metode pembelajaran Jigsaw, menyiapkan materi ajar, menyiapkan media pembelajaran, menyiapkan instrumen tes hasil belajar, lembar observasi aktifitas siswa, lembar aktifitas guru dan catatan lapangan.
b. Tahap Pelaksanaan
Proses pelaksanaan siklus II dilaksanakan dua kali pertemuan, yaitu pada tanggal 15-22 Agustus 2016.
1) Pertemuan Pertama
Sebelum proses pembelajaran guru mengajak siswa untuk berdoa bersama, mengecek kehadiran siswa kemudian melakukan apersepsi materi yang telah disampaikan pada siklus I. Guru memberikan ice breaking terlebih dahulu kemudian guru memberikan soal pre test kepada siswa untuk dikerjakan. Setelah siswa mengerjakan soal pre test, guru menjelaskan tujuan pembelajaran dan menjelaskan kembali metode pembelajaran
Jigsaw agar dalam pelaksanaan pembelajaran siswa lebih paham dan mengerti metode tersebut. Setelah itu dengan menggunakan media gambar dalam power point tentang jinayah, guru mengajukan pertanyaan yang komunikatif tentang materi tersebut.
Kegiatan berikutnya guru mengimplementasikan metode
Jigsaw dengan membagi siswa ke dalam 4 kelompok besar yang disebut kelompok asal di mana masing-masing kelompok terdiri dari 8-9 orang siswa. Selanjutnya guru membagi materi kepada setiap kelompok, guru menginstruksikan kepada setiap kelompok untuk mendiskusikan poin-poin penting yang terdapat dalam buku paket dan memahami materi dengan pemahaman individu.
Pada akhir kegiatan pembelajaran, guru bersama siswa menyimpulkan materi yang telah dipelajari kemudian menutup pembelajaran dengan berdoa.
2) Pertemuan Kedua
Sebelum proses pembelajaran dimulai guru mengajak siswa untuk berdoa bersama, mengecek kehadiran siswa kemudian menyampaikan tujuan pembelajaran serta memberikan ice breaking
guna memotivasi siswa agar lebih bersemangat mengikuti proses pembelajaran. Kemudian guru memberikan soal pre test kepada siswa, soal pre test guru berikan sebanyak dua kali, yaitu pada pertemuan pertama dan pertemuan kedua, akan tetapi guru menggabungkan hasil belajar pre test menjadi satu dalam hasil belajar siswa pada siklus I.
Kegiatan selanjutnya yaitu merupakan kegiatan lanjutan dari kegiatan pada pertemuan pertama, yakni guru membagi 4 kelompok besar tersebut menjadi kelompok baru yang disebut kelompok ahli sehingga nantinya akan terbentuk 8 kelompok yang beranggotakan empat orang. Setiap anggota kelompok mempresentasikan sekaligus mengajarkan satu sama lain tentang apa yang siswa telah pelajari di kelompok asal. Guru menginstruksikan kepada seluruh kelompok untuk kembali ke kelompok asal. Kemudian setiap kelompok menyelaraskan pemahaman siswa yang dihasilkan dari kelompok tadi, dan menanyakan apabila ada materi yang belum dipahami baik kepada guru atau teman kelompoknya. Setelah itu guru menjelaskan materi pelajaran dengan tujuan memperbaiki dan meningkatkan pemahaman siswa.
Pada akhir kegiatan pembelajaran, guru bersama siswa menyimpulkan pelajaran pada hari itu, kemudian guru memberikan
post test dengan tujuan untuk mengetahui penguasaan siswa terhadap materi yang telah dipelajari. Guru memberikan post test
c. Tahap Observasi 1) Catatan Lapangan
Seperti halnya pada siklus I, pada tahap observasi ini peneliti melakukan observasi dengan menyampaikan lembar observasi yang terdiri dari lembar observasi aktivitas siswa, aktivitas guru dan catatan lapangan.
Hasil Observasi Aktivitas Siswa dalam proses pembelajaran dengan menggunakan metode pembelajaran Jigsaw pada siklus II dapat dilihat pada tabel berikut.
Tabel 7
AKTIVITAS SISWA SIKLUS II
No Aspek yang Diobservasi
Keterangan Nilai
Ada Tidak SB B C K SK
1 Melaksanakan tes awal
(pre test)
2
Mendengarkan penjelasan materi yang disampaikan oleh guru
3
Semangat dan antusias mengikuti kegiatan pembelajaran
4 Implementasi metode
Jigsaw
5 Komunikasi dan kerjasama
kelompok
7 Aktif dalam mengajukan
pertanyaan
8 Aktif mengungkapkan
pendapat
9 Menjawab pertanyaan dari
guru
10 Melaksanakan tes akhir
(post test)
Berdasarkan tabel di atas dapat disimpulkan bahwa aktivitas belajar siswa semakin meningkat dibanding dengan aktivitas siswa pada siklus I. Hal ini terbukti dari siswa aktif dalam diskusi kelompok, siswa sangat baik dalam memerhatikan penjelasan yang disampaikan guru, serta sangat baik semangat dan antusias siswa dalam mengikuti kegiatan pembelajaran dengan menggunakan metode Jigsaw. Hal lainnya yaitu siswa sudah memahami langkah-langkah pembelajaran Jigsaw.82
Hasil Observasi Aktivitas Guru pada siklus II dalam proses pembelajaran dengan menggunakan metode pembelajaran Jigsaw
dapat dilihat pada tabel berikut ini.
82
Hasil Observasi tentang Aktivitas Siswa pada Siklus II di MA Pembangunan UIN Jakarta dengan Observer Guru Mata Pelajaran Fiqih pada hari Senin, 15 dan 22 Agustus 2016 pukul 13.20 Wib.
Tabel 8
AKTIVITAS GURU SIKLUS II
No Aspek yang Diobservasi
Keterangan Nilai
Ada Tidak SB B C K SK
1 Mengondisikan situasi pembelajaran dan kesiapan siswa untuk mengikuti proses pembelajaran
2 Apersepsi
3 Membangkitkan minat atau rasa ingin tahu siswa (motivasi)
4 Menyampaikan tujuan
indikator yang ingin dicapai
5 Penggunaan media atau alat pembelajaran yang sesuai dengan indikator bahan ajar
6 Menjelaskan langkah-langkah pembelajaran kooperatif tipe
Jigsaw
7 Teknik menjelaskan atau
menyampaikan materi
8 Pengelolaan kegiatan
pembelajaran dengan metode kooperatif tipe Jigsaw
9 Memberi bimbingan kepada
kelompok
10 Pemberian kesempatan
kepada siswa untuk berpikir
11 Pemberian kesempatan kepada siswa untuk bertanya dan mengungkapkan jawaban
12 Mengalami kesulitan dan
kemajuan belajar siswa
13 Keterampilan menerangkan kembali atau menyimpulkan materi yang disampaikan
14 Keterampilan memberikan kegiatan tindakan lanjut setelah penyampaian materi
15 Kemampuan memberi
evaluasi pembelajaran yang sesuai dengan indikator yang ingin dicapai
Dilihat dari hasil observasi di atas guru telah dapat menjalankan pembelajaran dengan metode Jigsaw. Guru sudah dapat beradaptasi dengan siswa secara baik, guru membuat ruang kelas menjadi lebih kondusif, dan guru telah dapat terampil dalam menyampaikan materi
serta memotivasi semangat belajar siswa dengan sangat baik dibandingkan dengan siklus sebelumnya.83