DESKRIPSI, ANALISIS DATA, DAN PEMBAHASAN
A. Deskripsi Data
2. Tindakan Pembelajaran Siklus II
Kegiatan siklus II merupakan tindak lanjut dari siklus I yang didasarkan pada hasil refleksi peneliti dan guru kolaborator terhadap pelaaksanaan pembelajaran dengan menggunakan strategi pemecahan masalah Polya.
a. Tahap Perencanaan
Kegiatan yang dilakukan pada tahap perencanaan ini adalah menyiapkan RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran), lembar observasi, lembar wawancara, lembar angket, lembar kerja siswa, lembar kerja kelompok, ringkasan materi dan instrumen siklus II berupa soal tes kemampuan berpikir kreatif siswa yang terdiri dari 5 butir soal.
Berdasarkan hasil refleksi dari siklus I, pada siklus II ini pembelajaran harus lebih diarahkan. Peneliti harus mampu mengelola kelas lebih baik, seperti mengoptimalkan waktu yang digunakan agar pembelajaran menggunakan strategi pemecahan masalah ini dapat selesai sesuai alokasi waktu yang ditetapkan. Peneliti juga harus lebih tegas dalam mengkondisikan kelas dan memberikan reward kepada siswa yang berani mempresentasikan hasil diskusi maupun hasil jawaban pada LKS.
Pada kegiatan diskusi kelompok, peneliti memberikan pengarahan lebih kepada siswa tentang cara berpikir dalam memahami, menemukan dan memvisualisasikan bentuk bangun dengan menggunakan teknik sederhana menutup sebagian gambar dengan bantuan telapak tangan, buku maupun kertas untuk lebih mempermudah siswa mengidentifikasi satu persatu dalam menentukan luas sebuah bangun datar dari gabungan beberapa bangun datar, sehingga siswa diharapkan dapat memberikan alternatif jawaban yang berbeda dan bervariasi. Selain itu siswa juga diarahkan untuk lebih memperinci langkah-langkah penyelesaian dari sebelumnya supaya dapat mengembangkan kemampuan berpikir kreatif matematis lebih baik dari siklus I.
69
b. Tahap Pelaksanaan
1. Pertemuan keenam/ Sabtu, 7 Desember 2013
Kegiatan membuka pelajaran diawali dengan memberikan salam dan memeriksa kehadiran siswa di kelas. Siswa yang tidak hadir 4 siswa, 2 siswa sakit dan 2 siswa izin. Dalam pelaksanaan pembelajaran tak lupa peneliti selalu memberikan motivasi agar siswa lebih bersemangat dan tertarik untuk mengikuti proses pembelajaran seperti menyanyikan lagu maupun yel-yel yang menghibur. Selanjutnya memberikan apersepsi dengan mengajukan sebuah pertanyaan sebagai upaya membantu siswa untuk mengingat kembali materi dan mengorientasikan siswa pada masalah serta menginformasikan mengenai tujuan pembelajaran dan pokok bahasan yang akan dibahas yaitu menghitung luas bangun datar jajar genjang dan menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan luas bangun datar jajar genjang.
Pada pertemuaan keenam ini, peneliti memberikan pengarahan agar siswa semakin aktif, tertib dan lebih serius mengikuti kegiatan pembelajaran agar proses pembelajaran di kelas lebih baik lagi dari sebelumnya. Setelah penjelaskan materi dengan mendemonstrasikan bersama siswa rumus turunan luas jajar genjang dari luas persegi panjang pada ringkasan materi. Proses pembelajaran selanjutnya peneliti mengulas dan menjelaskan kembali strategi pembelajaran pemecahan masalah Polya dengan menjabarkan secara rinci uraian langkah-langkah penyelesaian. Hal ini dimaksudkan agar siswa bisa lebih paham dan lancar menerapkan setiap langkah Polya dalam penyelesaian soal. Bentuk soal cerita yang peneliti berikan terkait dengan kehidupan sehari-hari siswa. Siswa diarahkan untuk membaca soal dengan teliti dan berulang-ulang agar lebih mendalami dan memahami benar maksud soal sehingga siswa dapat menjabarkan dan menuliskan kembali secara rinci setiap langkah penyelesaian dengan
kalimatnya sendiri. Siswa juga diingatkan agar tidak asal-asalan dan terburu-buru saat mengerjakan, selalu mengoreksi ulang kembali jawaban dengan memeriksa hasil penafsiran dan perhitungan pada langkah-langkah sebelumnya dengan teliti sampai membuat siswa yakin jika hasil jawaban akhir yang diperoleh benar.
Seperti biasa peneliti membagikan LKS yang terdiri dari 2 soal uraian untuk dikerjakan. Semua siswa terlihat sibuk dan lebih serius menyelesaikan soal yang diberikan dengan langkah-langkah yang ada pada lembar soal tersebut. Saat mengamati proses pengerjaan siswa, peneliti melihat masih ada siswa yang mengalami kebingungan dalam mengerjakan, akan tetapi banyak juga siswa yang sudah bisa dan semangat dalam mengerjakan LKS.
Waktu yang diberikan dalam mengerjakan LKS yaitu 20 menit, setelah semua siswa selesai mengerjakan dan mengumpulkan LKS yang diberikan. Peneliti menunjuk siswa untuk menuliskan jawaban di depan kelas dan memberikan penjelasan kepada teman-temannya. Aktivitas siswa pada pertemuan ini sudah lebih baik hampir semua siswa memperhatikan penjelasan temannya yang maju, walaupun ada juga siswa yang masih mengobrol namun peneliti dan observer menanganinya dengan menegur.
Siswa diminta mengoreksi bersama dan menanggapi jawaban temannya, disamping itu siswa mencatat hasil jawaban yang benar pada buku tugas. Peneliti memberikan umpan balik dengan bertanya kepada siswa mengenai materi yang belum dipahami dan menanggapi pertanyaan siswa dengan jawaban yang tepat. Dilanjutkan dengan melakukan tanya jawab berupa kuis yang ditujukan kepada siswa secara acak dan memberikan hadiah pada siswa yang bisa menjawab dengan benar. Hal ini bertujuan untuk memancing siswa agar lebih berani dan aktif di kelas.
71
Sebelum menutup pelajaran, siswa menyimpulkan bersama materi yang telah dipelajari, kemudian peneliti menginformasikan pada pertemuan berikutnya akan diadakan pembentukan kelompok dengan anggota kelompok yang sudah ditentukan dan memberikan tugas pada siswa untuk membaca dan mempelajari materi yang akan diajarkan dipertemuan berikutnya mengenai luas bangun trapesium. 2. Pertemuan ketujuh/ Selasa 10 Desember
Sebagaimana pertemuan sebelumnya, kegiatan pembelajaran diawali dengan memberikan motivasi, melakukan apersepsi dan menyampaikan tujuan pembelajaran. Pada pertemuan ini 2 siswa tidak hadir karena sakit. Materi yang dibahas adalah menghitung luas bangun datar trapesium dan menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan luas bangun datar trapesium. Penjelaskan materi dilakukan dengan mendemonstrasikan bersama siswa rumus turunan luas trapesium dari luas persegi panjang dan luas segitiga pada lembar uraian materi yang terlebih dahulu telah dibagikan kepada siswa.
Sebagai pedoman perbaikan kelompok pada siklus II, kelompok yang dibentuk heterogen dari segi kemampuan akademik yaitu setiap kelompok terdiri atas siswa yang berkemampuan tinggi, sedang dan rendah baik siswa laki-laki maupun siswa perempuan. Siswa dibentuk kelompok kecil untuk menyelesaikan lembar kerja kelompok. Agar penggunaan waktu lebih efisien dan efektif, peneliti memberikan pengarahan kepada siswa bahwa penggunaan waktu yang tersedia untuk menyelesaikan permasalahan secara berkelompok dibatasi 15 menit. Agar dalam pembagian kerja diskusi kelompok lebih efektif, diadakan penentuan ketua kelompok, pencatat sesuai dengan kesepakatan kelompok. Akan tetapi dalam penyelesaian masalah yang diberikan tetap dilakukan bersama melalui diskusi.
Dalam diskusi kelompok peneliti dan observer berkeliling melakukan observasi terhadap kinerja dan perilaku siswa. Hal ini bertujuan untuk mengamati proses diskusi dan hasil pekerjaan siswa dalam menyelesaikan permasalahan yang diberikan. Setelah semua perwakilan kelompok mempresentasikan dan membahas hasil diskusi kelompoknya di depan kelas, siswa diminta mencatat semua cara penyelesaian berbeda yang mereka temukan. Kemudian peneliti memberikan beberapa cara penyelesaian tambahan.
Setelah diskusi kelas selesai dilaksanakan siswa mengerjakan latihan soal secara individu pada LKS dengan langkah Polya, Berdasarkan pengamatan peneliti saat berkeliling memberikan bimbingan dan arahan, terlihat siswa sudah mulai menerapkan empat langkah strategi pemecahan masalah Polya dengan baik karena siswa sudah mulai terbiasa. Aktivitas siswa pada pertemuan ini sudah mulai mengalami kemajuan, hal ini dapat terlihat dari tidak banyak siswa yang keluar dari tempat duduknya berjalan-jalan. Keadaan di kelas sudah mulai tenang dan proses pembelajaran sudah mulai berjalan baik.
Gambar 4.7
Aktivitas siswa saat pembelajaran di kelas pada siklus II Jawaban siswa pada LKS sudah mampu menunjukan kemampuan berpikir kreatif aspek berpikir rinci dengan menggunakan penyelesaian pemecahan masalah Polya. Pada akhir pembelajaran
73
setelah peneliti melakukan tanya jawab berupa kuis secara acak, siswa menyimpulkan materi yang telah dipelajari. Proses pembelajaran ditutup dengan doa dan informasi tentang pembelajaran matematika untuk besok yaitu membahas luas bangun layang-layang.
3. Pertemuan kedelapan/ Rabu 11 Desember
Proses pembelajaran hari ini, peneliti membuka pelajaran dengan mengucapkan salam, mengabsen siswa. Siswa yang hadir pada pertemuan hari ini 24 siswa satu orang tidak masuk karena izin. Peneliti memulai proses pembelajaran dengan melakukan apersepsi yaitu mengingatkankan kembali pada materi luas bangun datar sebelumnya kemudian peneliti menunjuk salah satu siswa untuk mengambar bentuk bangun layang-layang.
Peneliti menjelaskan materi menentukan luas layang-layang dengan mendemonstrasikan bersama siswa rumus turunan luas layang-layang dari luas persegi panjang dan luas segitiga, dilanjutkan materi memecahkan masalah yang berkaitan dengan luas bangun datar layang-layang menggunakan strategi pemecahan masalah Polya.
Memasuki kegiatan diskusi, Peneliti meminta siswa untuk duduk bersama kelompok yang sudah dibagi pada pertemuan sebelumnya sehingga dalam berdiskusi tercipta suasana yang kondusif. Selama diskusi berlangsung peneliti dan observer berkeliling untuk memantau kelompok yang sedang berdiskusi. Saat diskusi berlangsung suasana kelas terasa tenang dan terlihat setiap kelompok sibuk dengan diskusi mereka. Masing-masing kelompok terlihat sudah menunjukan kekompakan dan kerjasama yang baik dalam melakukan diskusi.
Presentasi dilakukan secara acak terhadap setiap anggota kelompok yang belum pernah mempresentasikan hasil diskusi. Setelah hasil diskusi dibahas dan dievaluasi bersama cara penyelesaian dengan menggunakan alternatif jawaban yang berbeda, seperti biasa siswa
mengerjakan latihan soal pada LKS dengan rinci menggunakan langkah pemecahan masalah Polya. Sebelum menutup pelajaran peneliti memberikan penguatan materi dan dangan melakukan tanya jawab, menyimpulkan bersama materi yang telah dipelajari pada pertemuan hari ini. Selain itu peneliti juga menyarankan kepada siswa untuk mempelajari materi yang akan dipelajari pada pertemuan selanjutnya
4. Pertemuan kesembilan/ Sabtu 14 Desember
Materi yang dibahas pada pertemuan kesembilan adalah menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan luas bangun datar jajar genjang, trapesium dan layang-layang. Siswa yang tidak hadir 1 siswa tanpa keterangan. Pembelajaran dimulai memasuki jam kedua yaitu pukul 08.25–09.35. Peneliti mengkondisikan siswa untuk mengikuti pembelajaran dengan lebih baik, memberikan motivasi, mengingatkan kembali materi yang sudah siswa pelajari sebelumnya dan menyampaikan tujuan pembelajaran.
Sebelum penjelasan dan mendemonstrasikan uraian materi, guru meminta siswa untuk duduk bersama kelompok yang sudah dibagi pada pertemuan sebelumnya. Peneliti memberikan pengarahan agar proses pembelajaran siswa semakin aktif dan antusias dalam menerapkan strategi pemecahan masalah Polya untuk menyelesaikan soal cerita.
Peneliti dan observer membagikan lembar kerja kelompok, tanpa intruksi dari peneliti siswa langsung berdiskusi dengan kelompoknya. Siswa sudah mulai terbiasa dan lancar menerapkan langkah-langkah pemecahan masalah Polya. Selama berjalanya diskusi siswa terlihat lebih aktif berdiskusi dengan kelompoknya. Rata-rata siswa tidak bertanya mengenai langkah penyelesaian, cara atau rumus dari materi yang telah diajarkan, melainkan siswa hanya ragu dan
75
ingin menyakinkan saja apakah jawaban yang telah dikerjakan sudah benar atau salah.
Dari hasil pengerjaan terlihat 5 kelompok semuanya sudah mampu menerapkan langkah-langkah pemecahan masalah dengan benar dan siswa sudah lebih menunjukan kemampuan berpikir kreatifnya dengan menggunakan beragam cara penyelesaian, walaupun ada yang masih sama dalam memberikan alternatif jawaban dalam menghitung luasnya.
Pada akhir pembelajaran seperti biasanya guru memberikan latihan soal pada lembar kerja siswa. Mengingat waktu yang diberikan terbatas tanpa intruksi langsung dari peneliti siswa sudah terlihat lancar menerapkan langkah-langkah pemecahan masalah Polya dan lebih terperinci memberikan jawaban dalam mengerjakan soal.
Setelah membahas lembar kerja siswa, peneliti memberikan kesempatan untuk kembali melakukan tanya jawab mengenai hal yang belum mereka pahami. Pada akhir pembelajaran peneliti dan siswa membuat kesimpulan mengenai pelajaran hari ini. Selanjutnnya peneliti menginformasikan bahwa pertemuan selanjutnya akan diadakan tes akhir mengenai materi yang telah dipelajari sebelumnya sampai pertemuan hari ini.
5. Pertemuan kesepuluh/ Selasa, 17 Desember
Pada pertemuan hari ini akan dilaksanakan tes akhir siklus II yang tujuannya untuk mengetahui kemampuan berpikir kreatif matematis siswa, apakah mengalami peningkatan dari siklus I atau tidak. Kegiatan pembelajaran dimulai dengan memeriksa absensi dan semua siswa tampak hadir untuk mengikuti tes. Tes berbentuk essay dengan jumlah soal 5 yang dilaksanakan selama 2 jam pelajaran (2 x 35 menit). Selama proses berlangsung terlihat ada perbedaan dengan tes siklus I, dimana saat ini hampir seluruhnya siswa mengerjakan
sendiri meskipun ada sebagian kecil yang belum percaya diri untuk mengerjakan soal-soal yang dianggap sulit dan beberapa siswa ada yang masih bercanda namun peneliti segera menegurnya.
Setelah waktu ujian habis siswa segera mengumpulkan lembar tes jawaban, kemudian peneliti melakukan wawancara dengan siswa untuk mengungkapkan pendapat mereka tentang pembelajaran matematika dalam penyelesaian soal dengan menggunakan strategi pemecahan masalah Polya.
Siswa dikatakan memahami masalah jika siswa mampu mengemukakan data yang diketahui dan yang ditanyakan dari masalah yang diberikan. Pada langkah kedua siswa mampu membuat perencanaan jika siswa mampu membuat strategi yang akan dilakukan terhadap masalah yang diberikan untuk merumuskan suatu rencana pemecahan masalah. Pada langkah melaksanakan rencana siswa melaksanakan rencana penyelesaian yang telah disusun untuk memecahkan masalah yang diberikan. Selanjutkan pada langkah terakhir yaitu meninjau kembali siswa meneliti kembali pada solusi yang lengkap hasil yang telah dilakukan dengan mengecek setiap langkah dan menelaah kembali langkah-langkah yang telah dilakukan dalam pemecahan masalah.
c. Tahap Pengamatan
Tindakan pembelajaran pada siklus II ini dapat dikatakan lebih baik, karena dari pembelajaran pertemuan terakhir sudah berjalan dengan tertib dan lancar, tidak ada siswa yang keluar-keluar dari kelompok belajarnya, siswa sudah mulai fokus dan mampu bekerja sama dalam kelompoknya. Setiap siswa sudah tidak ragu mengerjakan soal dengan berbagai alternatif jawaban dan siswa sudah mengerti cara penyelesaian soal menggunakan langkah-langkah pemecahan masalah polya.
77
Tabel 4.6
Hasil Pengamatan Aktivitas Pembelajaran Siswa Siklus II N
o Aspek yang diamati
Penilaian Total Ket P5 P6 P7 P8 1 Memperhatikan penjelasan guru 3 3 4 4 14 Sangat Baik 2 Menjawab pertanyaan guru 2 3 4 4 13 Sangat Baik 3 Mengajukan pertanyaan 3 3 3 3 12 Baik 4 Keterlibatan dalam kegiatan belajar 4 3 3 4 14 Sangat Baik 5 Memperhatikan/mengh
argai pendapat teman 4 4 4 4 16
Sangat Baik 6 Ketertarikan pada materi pembelajaran 2 3 4 4 13 Sangat Baik 7 Mencatat penjelasan
yang disampaikan guru 3 3 3 3 12 Baik 8 Mengerjakan tugas/latihan 3 4 4 4 15 Sangat Baik Total skor 24 26 29 30 109 Skor maksimal 32 32 32 32 128 Persentase (%) 75,00 81,25 90,63 93,75 Rata-rata (%) 85,16 Keterangan: P = Pertemuan
Kriteria nilai: Skala skor total : 1 = Kurang Baik Kurang Baik = 1 – 4 2 = Cukup Baik Cukup Baik = 5 – 8 3 = Baik Baik = 9 – 12 4 = Sangat Baik Sangat Baik = 13 – 16
Berdasarkan hasil observasi aktivitas siswa menunjukkan bahwa semua komponen yang diamati berada dalam kategori baik walaupun masih ada kekurangan yaitu pada saat diskusi kelompok masih ada siswa yang tidak berani bertanya, dan masih ada dominasi siswa yang berkemampuan tinggi dalam mengerjakan lembar kerja kelompok tanpa melibatkan teman dalam kelompoknya.
Berdasarkan pengamatan terlihat bahwa persentase aktivitas pembelajaran siswa dari pertemuan ke 6 sampai 9 mengalami
peningkatan. Terlihat pada setiap skor yang diberikan pada aspek yang diamati menunjukan keseluruhan rata-rata presentase sebesar 85,16 % diatas indikator yang diharapkan sebesar yaitu 70 %. Peningkatan rata-rata presentase aktivitas siswa pada siklus II ditunjukan dengan meningkatnya perolehan nilai beberapa aspek aktivitas yang diamati seperti pada aspek memperhatikan penjelasan guru siklus I dari kategori baik menjadi sangat baik pada siklus II, terlihat dimana siswa sudah mulai fokus terhadap materi yang diajarkan guru. Pada aspek menjawab pertanyaan menunjukan peningkatan dari baik menjadi sangat baik, siswa yang menjawab pertanyaan sekarang sudah tidak didominasi siswa yang pintar saja tetapi hampir semua siswa berani menjawab pertanyaan karena pertanyaan diajukan guru secara acak dan bergilir sehingga semua siswa mempunyai kesempatan menjawab pertanyaan baik dalam mempresentasikan jawaban diskusi kelompok, membahas LKS, dan kegiatan tanya jawab guru pada saat apersepsi maupun konfirmasi.
Peningkatan aktivitas yang cukup signifikan terlihat pada mengajukan pertanyaan pada siklus II dalam kategori baik dari sebelumnya berkategori cukup. Kegiatan siswa mengajukan pertanyaan selama di kelas pada siklus I yang masih didominasi siswa yang pintar, namun pada siklus II tidak terlihat lagi karena peneliti berusaha memancing pertanyaan pada semua siswa dengan memberikan kesempatan dengan menunjuk siswa secara acak dan rata untuk berani mengungkapkan pendapatnya secara lisan dan berani. Pemberian berupa reward dari peneliti berupa hadiah bagi siswa yang berani mengajukan pertanyaan, dan pemberian bintang ternyata cukup memberikan pengaruh pada aktivitas siswa dalam mengajukan pertanyaan.
Keterlibatan siswa pada pembelajaran terlihat sangat baik, hampir semua siswa terlibat dalam proses pembelajaran dikelas
79
melalui kegiatan berdiskusi, mengerjakan LKS dan sebagainya karena peneliti beserta observer membimbing dan memantau jalannya proses pembelajaran dengan lebih tegas dengan memberikan sanksi berupa pengurangan nilai pada siswa yang tidak ikut berdiskusi kelompok atau mengerjakan LKS.
Aktivitas siswa memperhatikan atau menghargai pendapat teman berdasarkan data tabel meunjukan hasil yang sangat baik, hal ini terlihat saat proses jalannya kegiatan diskusi dan mempresentasikan hasil diskusi perkelompok semua siswa menghargai hasil diskusi kelompok lainnya.
Ketertarikan siswa pada materi pembelajaran berdasarkan data tabel mengalami peningkatan dari kategori baik pada siklus I dengan perolehan nilai keseluruhan 9 menjadi 13 termasuk dalam kategori sangat baik pada siklus II. Hal ini dikarenakan siswa sudah mulai terbiasa menggunakan langkah-langkah pemecahan masalah Polya dalam menyelesaikan soal dengan beragam cara yang mampu mengembangkan kemampuan berpikir kreatif matematis siswa.
Pada siklus I masih banyak siswa yang tidak mencatat materi yang penting, maka pada siklus II ini jauh lebih baik karena siswa mencatat hasil diskusi, mencatat hasil pembahasan LKS dan mencatat materi tambahan yang diberikan oleh peneliti. Pada saat mengerjakan tugas atau latihan yang diberikan peneliti awalnya pada siklus I siswa masih terlihat bingung bahkan hanya mengerjakan soal-soal yang dianggap mudah saja dan masih salah pada penempatan langkah Polya. Pada siklus II ini siswa sudah mau mengerjakan tugas atau latihan secara berkelompok maupun individu dengan baik dan bertanggung jawab. Hal ini terlihat saat siswa mau bekerja sama mengerjakan lembar kerja kelompok dan mengerjakan lembar kerja siswa yang diberikan peneliti sebagai bahan penilaian.
2. Aktivitas Pembelajaran Guru (Peneliti)
Hasil kegiatan pengamatan pada siklus II yang dilakukan oleh observer (guru bidang studi matematika) yang memberi penilaian terhadap seluruh aktifitas peneliti selama proses pembelajaran berlangsung di kelas dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel 4.7
Hasil Pengamatan Aktivitas Mengajar Guru Siklus II
No Aspek yang diamati Penilaian Total Ket
P5 P6 P7 P8
1 Membuka pelajaran 4 4 4 4 16 Sangat Baik 2 Merumuskan tujuan 4 4 4 4 16 Sangat Baik 3 Penguasaan materi 4 4 4 4 16 Sangat Baik 4 Mengajukan pertanyaan 3 3 4 4 14 Sangat Baik 5 Memotivasi siswa 3 3 3 4 13 Sangat Baik
6 Memilih media 3 3 3 3 12 Baik
7 Pengelolaan kelas 3 3 3 4 13 Sangat Baik 8 Pengaturan kelompok 4 4 4 4 16 Sangat Baik 9
Membimbing dan memonitor siswa dalam belajar
4 4 4 4 16 Sangat Baik
10 Pemberian tugas/latihan 3 4 4 4 15 Sangat Baik 11 Menyusun alat evaluasi 3 4 4 4 15 Sangat Baik 12 Menutup pelajaran 4 4 4 4 16 Sangat Baik
Total skor 42 44 45 47 178
Skor Maksimal 48 48 48 48 192
Persentase (%) 87,50 91,67 93,75 97,90
Rata-rata (%) 92,71
Keterangan: P = Pertemuan
Kriteria nilai: Skala skor total : 1 = Kurang Baik Kurang Baik = 1 – 4 2 = Cukup Baik Cukup Baik = 5 – 8 3 = Baik Baik = 9 – 12 4 = Sangat Baik Sangat Baik = 13 – 16
Berdasarkan tabel 4.7 terkait dengan hasil observasi kegiatan aktifitas mengajar, peneliti sudah mengikuti setiap aspek yang diamati dalam lembar observasi dan melakukan langkah-langkah yang tersusun di dalam RPP. Sesuai dengan data yang diperoleh
81
dapat diketahui bahwa hasil rata-rata aktifitas mengajar peneliti pada siklus II mengalami peningkatan rata-rata presentase menjadi 92,71 % yang menunjukan rata-rata keseluruhan dalam kategori “Sangat
Baik”.
3. Hasil Wawancara
Wawancara dilakukan setelah proses pembelajaran pada akhir tes siklus II selesai. Wawancara ini dilakukan untuk mengetahui respon dan ketertarikan siswa terhadap strategi pemecahan masalah Polya. Wawancara dilakukan dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan berdasarkan tingkat kemampuan siswa dalam belajar matematika yang dipilih secara acak.
Berdasarkan hasil wawancara pada siklus II dapat disimpulkan bahwa sebagian besar siswa berkomentar positif terhadap strategi pembelajaran yang dilakukan peneliti. Pembelajaran menggunakan strategi pemecahan masalah Polya dirasa bagus, lebih menyenangkan dan membuat lebih bersemangat. Siswa yang berkemampuan tinggi dan sedang rata-rata sudah tidak mengalami kesulitan dalam mengerjakan langkah penyelesaian karena sudah terbiasa, sedangkan siswa yang berkemampuan rendah masih terkendala pada proses perhitungan yang merupakan salah satu langkah penyelesaian dalam melaksanakan rencana.
Hal lain dari hasil wawancara menunjukan siswa sudah dapat menggunakan langkah-langkah strategi pemecahan masalah Polya untuk dapat menyelesaikan soal secara terperinci dan dengan cara yang berbeda dalam memberikan jawaban lebih dari satu cara. Menurut sebagian siswa strategi pembelajaran ini juga dirasa sudah layak atau pantas diterapkan dalam pembelajaran matematika disekolah, namun waktunya perlu ditambah lagi. Siswa yang
berkemampuan rendah bisa terbantu belajar lebih baik dengan bekerja sama teman lainnya melalui kegiatan diskusi kelompok.
4. Hasil Angket
Setelah data hasil angket siswa pada siklus II dianalisis, langkah selanjutnya adalah menginterpretasikan data tersebut dengan mencari jumlah rata-rata nilai presentase respon siswa terhadap strategi pembelajaran masalah Polya. Berikut presentase jawaban hasil angket yang diperoleh dari 15 butir pernyataan yang dijabarkan pada tabel dibawah ini: