• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.4. Perilaku Kesehatan

2.4.3. Tindakan

Tindakan yang tercakup dalam domain psikomotorik mempunyai empat tingkatan:

1. Persepsi (perception) yaitu mengenal atau memilih berbagai objek sehubungan dengan tindakan yang akan diambil.

2. Respon terpimpin (guided response), yaitu dapat melakukan sesuatu sesuai dengan urutan yang benar dan sesuai dengan contoh.

3. Mekanisme (mecanism) yaitu apabila seseorang telah dapat melakukan sesuatu dengan benar secara otomatis, sesuatu itu sudah merupakan kebiasaan.

4. Adaptasi (adaptation), yaitu suatu praktek atau tindakan yang sudah berkembang dengan baik.

2.5 Komponen Fisik Rumah Sehat

Rumah adalah salah satu syarat pokok bagi kehidupan manusia. Rumah merupakan tempat untuk perkembangan dan pertumbuhan manusia secara utuh, maka rumah harus dapat memenuhi kebutuhan penghuni akan kesehatannya. Rumah juga merupakan tempat berkumpulnya anggota keluarga untuk menghabiskan sebagian besar waktunya (Depkes RI, 2002). Rumah sehat menurut Winslow memiliki kriteria, antara lain:

1. Dapat memenuhi kebutuhan fisiologis 2. Dapat memenuhi kebutuhan psikologis 3. Dapat menghindarkan terjadinya kecelakaan

4. Dapat menghindarkan terjadinya penularan penyakit.

Dalam pemenuhan kriteria rumah sehat, ada beberapa variabel yang harus diperhatikan:

1. Bahan bangunan

a. Lantai yang kedap air dan mudah di bersihkan. Lantai ubin dan semen adalah baik.

b. Dinding yang paling baik adalah tembok, akan tetapi tidak cocok apabila ventilasi rumah tidak cukup.

c. Langit- langit harus mudah dibersihkan dan tidak rawan kecelakaan. d. Atap berfungsi untuk melindungi isi ruangan rumah dari gangguan angin,

panas dan hujan, debu, asap dan lain-lain. 2. Ventilasi

Ventilasi mempunyai mempunyai banyak fungsi diantaranya adalah lubang masuk udara yang bersih dan segar dari luar ke dalam ruangan dan sebagai lubang masuknya cahaya dari luar seperti cahaya matahari, sehingga di dalam rumah tidak gelap pada waktu pagi, siang hari maupun sore hari. Ada dua macam cara yang dapat dilakukan agar ruangannya mempunyai sistem aliran udara yang baik, yaitu:

a. Ventilasi alamiah, yaitu pintu, lubang angin, lubang-lubang pada dinding dan sebagainya. Di pihak lain ventilasi alamiah ini tidak menguntungkan, karena juga merupakan jalan masuknya nyamuk dan serangga lainnya ke dalam rumah.

b. Ventilasi buatan, yaitu dengan mempergunakan alat-alat khusus untuk mengalirkan udara tersebut, misalnya kipas angin dan mesin pengisap udara. 3. Pencahayaan

Rumah yang sehat memerlukan cahaya yang cukup. Kurangnya cahaya yang masuk ke dalam rumah, terutama cahaya matahari, di samping kurang nyaman, juga

merupakan media atau tempat yang baik untuk hidup dan berkembangnya bibit penyakit. Sebaliknya terlalu banyak cahaya dalam rumah akan menyebabkan silau dan akhirnya dapat merusak mata. Sumber cahaya untuk perumahan antara lain:

a. Cahaya alamiah yaitu matahari, rumah yang sehat harus mempunyai jalan masuk cahaya matahari yang cukup. Sebaiknya jalan masuk cahaya (jendela) luasnya sekurang-kurangnya 15%-20% dari luas lantai yang terdapat dalam ruangan rumah.

b. Cahaya buatan, yaitu menggunakan sumber cahaya yang bukan alamiah, seperti lampu minyak tanah, listrik dan sebagainya.

4. Luas bangunan rumah

Luas lantai bangunan rumah sehat harus cukup untuk penghuni didalamnya, artinya luas lantai bangunan tersebut harus disesuaikan dengan jumlah penghuninya. Luas bangunan yang tidak sebanding dengan jumlah penghuninya akan menyebabkan kepadatan penghuni (over crowded). Hal ini tidak sehat, sebab disamping menyebabkan kurangnya konsumsi oksigen juga bila salah satu anggota keluarga terkena penyakit infeksi, akan mudah menular kepada anggota keluarga yang lain. Luas bangunan yang optimum adalah apabila dapat menyediakan 2,5 – 3

m2untuk setiap orang di dalam keluarga (Slamet, 2002). 2.6 Asrama Mahasiswa

Berdasarkan Kemenpera No. 9/PERMEN/M/2008 tentang pedoman bantuan pembangunan rumah susun sederhana sewa pada lembaga pendidikan tinggi dan lembaga pendidikan berasrama, asrama adalah rumah susun sederhana sewa

(rusunawa) yang diperuntukkan bagi mahasiswa/siswa/santri. Ketentuan dalam pembangunan rusunawa untuk mahasiswa adalah sebagai berikut:

a. luas unit sekurang-kurangnya 21m2

b. kamar mandi komunal berada di luar unit hunian

c. jumlah lantai bangunan rusunawa sekurang-kurangnya 3 lantai dan sebanyak-banyaknya berjumlah 5 lantai

d. lantai dasar dimanfaatkan untuk sarana sosial, umum dan/ atau komersial e. 1 (satu) bangunan rusunawa dapat berbentuk satu blok (mono block) atau dua

blok (twin block)

Menurut PP No. 4 tahun 1998 tentang rumah susun, sebuah rumah susun harus memenuhi syarat antara lain, secara teknis semua ruang yang dipergunakan untuk kegiatan sehari-hari harus mempunyai hubungan langsung maupun tidak langsung dengan udara luar dan pencahayaan langsung maupun tidak langsung secara alami, dalam jumlah yang cukup, sesuai dengan persyaratan yang berlaku.

Rumah susun harus direncanakan dan dibangun dengan struktur, komponen, dan penggunaan bahan bangunan yang berlaku. Struktur, komponen, dan penggunaan bahan bangunan harus diperhitungkan kuat dan tahan terhadap gempa, hujan, angin, dan banjir. Kelengkapan rumah susun antara lain:

a. Jaringan air bersih yang memenuhi persyaratan mengenai persiapan dan perlengkapannya termasuk meter air, pengatur tekanan air, dan tangki air dalam bangunan.

b. Jaringan listrik yang memenuhi persyaratan mengenai kabel dan perlengkapannya, termasuk meter listrik dan pembatas arus, serta

pengamanan terhadap kemungkinan timbulnya hal-hal yang membahayakan. c. Saluran pembuangan air hujan yang memenuhi persyaratan kualitas,

kuantitas, dan pemasangan.

d. Saluran pembuangan air limbah yang memenuhi persyaratan kualitas, kuantitas dan pemasangan.

e. Saluran dan/ atau tempat pembuangan sampah yang memenuhi persyaratan terhadap kebersihan, kesehatan, dan kemudahan; tempat pembuangan sampah yang fungsinya adalah sebagai tempat pengumpulan sampah dari rumah susun untuk selanjutnya dibuang ke tempat pembuangan sampah kota, dengan memperhatikan faktor-faktor kemudahan pengangkutan, kesehatan, kebersihan, dan keindahan.

f. Tempat jemuran

2.7 Kerangka Konsep

Personal Hygiene:

- Kebersihan kulit

- Kebersihan kuku, tangan, dan kaki

- Kebersihan rambut dan kulit kepala

- Kebersihan genitalia

Sanitasi Dasar

Asrama:

-Penyediaan air bersih -Jamban

-Pengelolaan air limbah -Pembuangan sampah

Keluhan Kesehatan Kulit Penghuni Asrama Putri USU Perilaku: -Pengetahuan -Sikap -Tindakan Komponen Fisik Asrama: - Langit-langit - Dinding - Lantai - Jendela Kamar - Ventilasi - Pencahayaan

Dokumen terkait