• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV PENELITIAN

C. Tingkat daya serap siswa pada mata pelajaran

Daya serap adalah kemampuan objek didik dalam menerima isi materi atau bahan pelajaran yang diterimah oleh subjek didik sehingga menjadi pemahaman baru bagi objek didik.

Tingkat daya serap siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam di SMA Muhammadiyah disamakan wilayah memiliki tiga tingkatan yaitu siswa yang maju, siswa yang cukup dan siswa yang kurang. Dan adapun jumlah KKM yang di targetkan di SMA Muhammadiyah Disamakan Kota Makassar adalah 70-100 termasuk tuntas. Jadi jika siswa yang memperoleh 70 sampai dengan 99 termasuk dalam belajar tuntas akan tetapi jika siswa memperoleh 50 sampai 69 tidak termasuk dalam belajar tuntas.

Dari uraian tersebut maka peneliti dapat mengetahui tingkat daya serap siswa dan kendala-kendalanya melalui wawancara dengan Ibu Salma Syam selaku guru Pendidikan Agama Islam menyatakan bahwa:

Tingkat daya serap siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam mencapai 75 % dan kendala-kendala yang di alami oleh siswa dalam pembelajaran Agama Islam khususnya pada materi pembacaan Alquran sedang, namun masih ada

beberapa siswa belum mengetahui atau memahami hukum bacaan Alquran. ( Wawancara 30 Agustus 2015 , di ruang kelas X.B, ).

Lebih diperjelas lagi dalam wawancara peneliti kepada siswa yang bernama Suci Indah Sari mengatakan bahwa:

Mata pelajaran Pendidikan Agama Islam sangat membantu kami dalam memperbaiki perilaku atau akhlak serta mengajarkan kami tata cara membaca Alquran dengan baik dan memahami hukum bacaan Alquran. ( Wawancara 23 Agustus 2015 , di ruang kelas X.B ).

Dari penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa tingkat daya serap siswa SMA Muhammadiyah Disamakan Wilayah Kota Makassar sebagian siswa sudah memahami atau menerima materi pembelajaran Agama Islam mencapai 75 % dari pencapaian nilai KKM yang telah ditentukan disekolah.

Namun tingkat daya serap siswa dapat kita ketahui dari beberapa pertanyaan yaitu berupa angket ialah sebagai berikut:

1. Siswa yang cepat bosan atau jenuh ketika belajar

Siswa SMA Muhammadiyah Disamakan Wilayah pada saat menerima mata pelajaran yang dibawakan oleh guru Pendidikan Agama Islam sebagian siswa mengalami kejenuhan di karenakan belajar diwaktu siang. Selain itu siswa lebih banyak mengeluh ketika guru mengajar di waktu siang dikarenakan siswa mulai lelah, ngantuk dan lapar.

Untuk mengetahui siswa yang cepat bosan atau jenuh ketika belajar dapat di lihat pada tabel:

Tabel 10

Tingkat kebosanan atau kejenuhan siswa ketika belajar

Jawaban Frekuensi Persentase

Ya 5 14,8 %

Kadang-kadang 23 67,6 %

Tidak 6 17,6 %

Jumlah 34 100,0 %

Suber data : hasil penelitian angket kelas 1b dan 2b

Berdasarkan hasil angket diatas maka dapat disimpulkan bahwa siswa yang cepat bosan atau jenuh ketika belajar yang jawabannya ya 5 siswa dengan persentase 14,8 %, kadang-kadang 23 siswa dengan persentase 67,6 % sedangkan tidak 6 siswa dengan persentase 17,6 % jawaban responden.

Siswa yang cepat jenuh atau bosan dikarenan mereka belajar di waktu siang, atau siswa yang bosan belajar karena mereka tidak menyukai guru atau pelajaran yang diajarkan oleh guru bidang studi, dan kebanyakan siswa bosan dikarenakan gurunya kurang memberikan games atau permainan dalam belajar.

2. Siswa yang mudah memahami pelajaran Pendidikan Agama Islam

Siswa SMA Muhammadiyah Disamakan Wilayah sebagian besar yang mudah memahami mata pelajaran Pendidikan Agama Islam yang diajarkan oleh guru dan cenderung lebih memperhatikan materi yang diajarkan. Karena guru lebih mengutamakan cara mengajar yang pariatif sehingga siswa lebih mudah menangkap atau

memahami pelajaran yang diajarkan oleh guru. Dan berbagai cara yang diajarkan oleh guru agar siswa senang dan mudah memahami.

Untuk mengetahui siswa yang mudah memahami pelajaran dapat dilihat pada tabel:

Tabel 11

Tingkat kemudahan siswa memahami pelajaran

Jawaban Frekuensi Persentase

Ya 25 73,5 %

Biasa-biasa saja 2 5,9 %

Tidak 7 20,6 %

Jumlah 34 100,0 %

Suber data : hasil penelitian angket kelas 1b dan 2b

Berdasarkan hasil angket diatas maka dapat disimpulkan bahwa siswa yang mudah memahami pelajaran yang jawabannya ya 25 siswa dengan persentase 73,5 %, biasa-biasa saja 2 siswa dengan persentase 5,9 % sedangkan tidak 7 siswa dengan persentase 20,6 % jawaban responden.

Karena kebanyakan siswa senang dengan apa yang diajarkan oleh gurunya , dan gurunya menjelaskan dengan baik dan mudah di mengerti maka siswa lebih mudah memahami mata pelajaran yang dijelaskan oleh guru bidang studinya.

3. Siswa yang dapat memahami semua pelajaran dalam sehari.

Siswa SMA Muhammadiyah Disamakan Wilayah hanya mampu memahami satu atau dua mata pelajaran dalam sehari yang diberikan oleh guru. Karena tidak semua siswa mepunyai tingkat

daya serap yang sama, ada siswa yang cepat menangkap materi yang di sampaikan oleh guru dan ada pulah siswa yang bisa menangkap materi ketika guru selalu berulang-ulang menjelaskan materi pelajaran.

Untuk mengetahui siswa yang memahami semua pelajaran dalam sehari dapat dilihat pada tabel:

Tabel 12

Siswa yang memahami semua pelajaran dalam sehari

Jawaban Frekuensi Persentase

Ya 4 11,8 %

Kadang-kadang 24 70,6 %

Tidak 6 17,6 %

Jumlah 34 100,0 %

Suber data : hasil penelitian angket kelas 1b dan 2b

Berdasarkan hasil angket diatas maka dapat disimpulkan bahwa siswa yang mudah memahami pelajaran yang jawabannya ya 4 siswa dengan persentase 11,8 %, kadang-kadang 24 siswa dengan persentase 70,6 % sedangkan tidak 6 siswa dengan persentase 17,6 % jawaban responden. jadi jelas bahwa hanya beberapa siswa yang mampu memahami semua mata pelajaran dalam sehari.

Siswa yang kurang memahami semua mata pelajaran dalam sehari di karenakan kebanyakan siswa yang fokus dengan satu atau dua pelajaran saja yang dia sukai, dan sebagian siswa juga tidak bisa atau mampu menerima semua pelajaran dalam sehari.

4. Daya serap siswa dalam memahami mata pelajaran Pendidikan Agama Islam.

Sebagian siswa mampu memahami mata pelajaran Pendidikan Agama Islam yang diajarkan oleh guru, karena guru memakai beberapa cara seperti media dan metode yang dapat membuat siswa mudah mengerti dan senang terhadap pelajaran Pendidikan Agama Islam.

Untuk mengetahui siswa yang lebih memahami pelajan Pendidikan Agama Islam dapat dilihat pada tabel:

Tabel 13

Tingkat daya serap siswa dalam memahami mata pelajaran Pendidikan Agama Islam

Jawaban Frekuensi Persentase

Tinggi 25 73,5%

Sedang 9 26,5 %

Jumlah 34 100,0 %

Suber data : hasil penelitian angket kelas 1b dan 2b

Berdasarkan hasil angket diatas maka dapat disimpulkan bahwa daya serap siswa dalam memahami mata pelajaran Pendidiakn Agama Islam yang jawabannya tinggi 25 siswa dengan persentase 73,5 %, dan yang menjawab sedang 9 siswa dengan persentase 26,65%

Karena siswa ingin mengetahui lebih dalam lagi pelajaran Pendidikan Agama Islam maka siswa hanya fokus dalam pelajaran tersebut sehingga daya serap siswa pada mata Pelajaran Agama Islam itu sangat baik, dan dengan memahami mata pelajaran

Pendidikan Agama Islam, dapat membantu siswa mengetahui apa-apa saja yangg dilarangkan dan tidak dilarangkan dalam Islam.

5. Siswa yang memiliki semangat untuk belajar

Lebih banyak siswa SMA Muhammadiyah Disamakan Wilayah yang memiliki semangat untuk belajar terhadap mata pelajaran Pendidikan Agama Islam, dikarenakan mereka ingin lebih mengetahui atau memperdalam ilmu agama. Agar mereka kelak menjadi siswa yang mempunyai akhlak dan sifat yang baik.

Dari uraian diatas wawancara peneliti diperjelas oleh salah satu siswa yang benarma Saidil mengemukakan bahwa:

Dengan belajar Pendidikan Agama Islam saya mengetahui tentang kebaikan dan dapat memberikan pelajaran bagi diri saya pribadi, untuk dapat meraih akhlak kebaikan dunia akhirat.

( wawancaran 23 Agustus 2015 , di ruang kelas X.B).

Selain itu dengan belajar Pendidikan Agama Islam siswa dapat mengetahui mana yang baik dan mana yang tidak baik di lakukan, maka dari itu kebanyakan siswa lebih memilih belajar Pendidikan Agama Islam.

Untuk mengetahui siswa yang memiliki semangat untuk belajar dapat dilihat pada tabel:

Tabel 14

Tingkat siswa yang memiliki semangat untuk belajar

Jawaban Frekuensi Persentase

Semangat 31 91,2%

Kurang semangat 3 8,8%

Jumlah 34 100,0 %

Suber data : hasil penelitian angket kelas 1b dan 2b

Berdasarkan hasil angket diatas maka dapat disimpulkan bahwa siswa yang lebih memahami mata pelajaran Pendidiakn Agama Islam yang jawabannya semangat 31 siswa dengan persentase 91,2 %, kurang semangat 3 siswa dengan persentase 8,8%. Jadi dapat dilihat bahwa minat belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam sangat meningkat.

Siswa yang memiliki semangat untuk belajar memiliki daya tarik untuk mengasah ilmu yang di miliki dan menambah ilmu, karena kelak suatu hari apa yang mereka dapatkan dalam banyak belajar hasilnya akan memberikan dia pengalaman yang baik. Maka dari itu kebanyakan siswa yang memiliki semangat untuk belajar karena mereka tidak ingin ketinggalan dalam dunia persaingan.

D. Hubungan antara Pencapaian target Kurikulum dengan daya serap siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam siswa SMA Muhammadiyah Disamakan

Kurikulum Pendidikan Agama Islam sebenarnya tidak jauh berbeda dengan kurikulum secara umum, perbedaan hanya terletak pada sumber pelajarannya saja. Karena kurikulum pendidikan Agama Islam merumuskan tentang tujuan, materi, metode dan evaluasi pendidikan yang bersumber pada ajaran Agama Islam.

Daya serap adalah kemampuan objek didik dalam menerima isi materi atau bahan pelajaran yang diterimah oleh subjek didik sehingga menjadi pemahaman baru bagi objek didik.

Tingkat daya serap siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam di SMA Muhammadiyah disamakan wilayah memiliki tiga tingkatan yaitu siswa yang maju, siswa yang cukup dan siswa yang kurang.

Dari uraian tersebut maka peneliti dapat mengetahui tingkat daya serap siswa melalu salah satu angket pertanyaan yang tedapat dibagia C halaman 48 yang pertanyaanya tingkat daya serap siswa dalam memahami mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dengan jawaban presentase siswa sebanyak 73,5% dan adapun wawancara ibu Salma Syam mengenai tingkat daya serap siswa dan kendala-kendalanya melalui pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam yaitu:

Tingkat daya serap siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam mencapai 75 % dan kendala-kendala yang di alami oleh siswa dalam pembelajaran Agama Islam khususnya pada materi pembacaan Alquran sedang, namun masih ada beberapa siswa belum mengetahui atau memahami hukum bacaan Alquran. ( Wawancara 30 Agustus 2015 , di ruang kelas X.B).

Maka penulis mengemukan bahwa hubungan atara kurikulum dengan daya serap siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam saling mengaitkan dan saling berhubungan , karena tampa target kurikulum daya serap siswa tidak akan berhasil..

Dan diperjelas lagi dengan wawancara Ibu Salma Syam yang mengemukakan bahwa:

Hubungan target kurikulum dengan daya serap siswa tentu ada ,pasti ada karena kurikulum itu tidak bisa mencapai tager jika

daya serap siswa kurang. ( wawancara 30 Agustus 2015 di ruang kelas X,B ).

Dan diperjelas pula dari Drs. H. Abd. Kadir selaku Wakasek di sekolah SMA muhammadiyah Disamakan Wilayah Kota Makassar mengatakan bahwa:

Hubungan target kurikulum dengan daya serap siswa ada, karena target kurikulum tidak tercapai otomatis daya serap siswa juga tidak tercapai karena apa yang telah di programkan dalam satu semester itu itukan ada KD-nya sekian KD misalnya dalam satu semester 4 KD dalam satu semester, sementara ada KD yang tidak diajarkan jadi pencapain kurikulum tidak tercapai misalnya hanya 70% ketercapaiannya, kalau semua dilaksanakan, semua disampaikan dalam satu semester itu berarti pencapainya 90%.

Adapun angket hubungan antara pencapaian target kurikulum dengan daya serap siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam di SMA Muhammadiyah Disamakan Wilayah dapat dilihat tabel di bawa ini:

Adakah hubungan antara pencapaian target kurikulum dengan daya serap siswa

Jawaban Frekuensi Persentase

Ada 31 91,2%

Tidak ada 3 8,8%

Jumlah 34 100%

Suber data : hasil penelitian angket kelas 1b dan 2b

Berdasarkan hasil angket diatas maka dapat disimpulkan bahwa hubungan antara pencapian target kurikulum dengan daya serap siswa, siswa yang menjawab ada sebanyak 31 orang dengan presentase 91,2% dan yang menjawab tidak ada sebanyak 3 orang

dengan presentase 8,8%.. Jadi dapat dilihat bahwa hubungan target kurikum dengan daya serap siswa saling berhubungan.

Maka dapat dilihat di atas bahwa dari penjelasan Ibu Salma Syam selaku guru Sma Muhammadiyah Wilayah , sangat jelas bahwa hubungan target kurikulum dan daya serap siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam mempunyai kaitan yang sangat erat. Dan diperkuat lagi dengan angket pertanyaan siswa bahwa hubungan antara pencapaian target kurikulum dengan daya serap siswa SMA Muhammadiyah Wilayah sangat berkaitan erat.

BAB V PENUTUP

Dokumen terkait