• Tidak ada hasil yang ditemukan

3. METODE PENELITIAN

4.3. Tingkat Keberhasilan Transplantasi

Tingkat keberhasilan transplantasi karang sangat ditentukan oleh tingkat kelangsungan hidup karang yang ditransplantasikan tersebut. Tingkat keberhasilan hidup karang dapat diketahui dengan membandingkan antara jumlah karang yang hidup pada akhir penelitian (Nt) dibandingkan dengan jumlah karang yang ditransplantasikan (No). Tingkat keberhasilan transplantasi karang yang diteliti di perairan lokasi penelitian dapat dilihat pada Tabel 8.

Tabel 8. Tingkat kelangsungan hidup fragmen karang yang ditransplantasikan di perairan Pulau Karya

Jenis Tingkat Kelangsungan Hidup (%)

April – Mei 2009 Mei – Juni 2009 Juni – Juli 2009

Stylophora pistillata 100 100 100

Pocillopora verrucosa 98 98 90

Berdasarkan Tabel 8, dapat dilihat bahwa tingkat pertumbuhan fragmen Stylophora pistillata memiliki tingkat kelangsungan hidup sebesar 100% pada akhir penelitian. Hal ini berarti fragmen karang jenis ini tidak ada yang mati saat penelitian. Untuk fragmen Pocillopora verrucosa yang ditransplantasikan saat penelitian mengalami penurunan setiap bulan pengamatan. Pada periode pengamatan April-Mei 2009 tingkat kelangsungan hidup karang ini menjadi 98%, dan pada periode Mei-Juni 2009 tingkat kelangsungan hidupnya tetap. Pada akhir penelitian, tingkat kelangsungan hidup fragmen jenis ini menjadi 90% dari total awal (N0). Grafik tingkat

kelangsungan hidup fragmen Stylophora pistillatadapat dilihat pada Gambar 25.

Gambar 25. Tingkat kelangsungan hidup fragmen jenis Stylophora pistillata

100 100 100 100 0 10 20 30 40 50 60 70 80 90 100

April (n=69) Mei (n=69) Juni (n=69) Juli (n=69)

%

Berdasarkan Gambar 25, terlihat bahwa persentase tingkat kelangsungan hidup fragmen jenis Stylophora pistillataterlihat konstan dari awal penelitian hingga akhir penelitian pada bulan April hingga Juli 2009. Tingkat kelangsungan hidup fragmen Stylophora pistillata sebesar 100%. Diduga, kondisi perairan Pulau Karya yang digunakan sebagai lokasi penelitian ini mendukung untuk kehidupan fragmen jenis ini, sehingga fragmen jenis ini dapat bertahan hidup pada perairan tersebut. Selain kondisi perairan yang mendukung, fragmen jenis Stylophora pistillata memiliki ketahanan hidup yang tinggi terhadap kondisi perairan yang buruk. Seperti yang dilaporkan oleh Walker & Ormond (1982) inSupriharyono (2007), spesies Stylophora pistillatadapat bertahan hidup pada perairan yang kaya akan unsur hara, yang menyebabkan pertumbuhan makroalga berkembang pesat sehingga mengganggu pertumbuhan karang. Selain itu, menurut Loya (1976) inSupriharyono (2007), spesies Stylophora pistillatajuga dapat bertahan hidup pada perairan yang tercemar limbah organik.

Fragmen jenis Pocillopora verrucosa yang ditransplantasikan pada lokasi yang sama mengalami penurunan persentase tingkat kelangsungan hidup yang cukup besar. Pada bulan pertama pengamatan, terjadi kematian fragmen jenis ini sebanyak satu fragmen yang disebabkan fragmen karang tertutup alga sehingga tingkat keberhasilan hidup fragmen ini menurun menjadi 98%. Kematian yang disebabkan oleh adanya invansi alga terhadap fragmen karang disebabkan karena adanya kandungan nitrat dan amonia yang cukup tinggi di perairan tersebut (Gambar 26 ). Kandungan nitrat pada bulan April 2009 sebesar 0,032 ml/l dan amonia sebesar 0,199 mg/l, yang menyebabkan pertumbuhan alga pada daerah tersebut juga meningkat.

Gambar 26. Kematian fragmen karang akibat invansi alga (Dok.PKSPL-IPB) Menurut Umar et al. (1997), bahwa sedimentasi yang tinggi juga dapat menyebabkan peningkatan kelimpahan makroalga. Secara langsung hal ini dapat

menyebabkan adanya rekrutmen

menjadi penghambat para kompetitornya (K Pada periode Mei

kelangsungan hidup fragmen kandungan nutrien yang terdapat kecil, yaitu kandungan nitrat kandungan amonia sebesar pada bulan April 2009, nilai pengamatan bulan Juni-Juli 2009, hidup fragmen menjadi sebesar oleh invansi alga sebanyak satu pemutihan karang. Pada bulan tinggi dari bulan-bulan sebelumnya, dan ortofosfat sebesar 0,030 pada fragmen juga meningkat. Pocillopora verrucosa yang dilihat pada Gambar 26.

Gambar 27. Tingkat kelangsungan hidup fra Pemutihan karang dis

organisme simbiotik pada hewan beberapa faktor seperti perubahan gangguan dari Acanthaster

adanya rekrutmen dari makroalga, atau secara tidak langsung menjadi penghambat para kompetitornya (Karang) atau organisme herbivora (ikan).

de Mei-Juni 2009 tidak terjadi penurunan persentase hidup fragmen Pocillopora verrucosa. Hal ini dapat disebabk nutrien yang terdapat pada perairan tersebut pada bulan Mei 2009 kandungan nitrat sebesar 0,013 mg/l, ortofosfat sebesar 0,018 mg/l,

amonia sebesar 0,120 mg/l. Dibandingkan dengan kandungan 2009, nilai nutrien pada bulan ini lebih rendah. Pada

Juli 2009, terjadi penurunan persentase tingkat kelangsungan menjadi sebesar 90%. Kematian karang pada periode ini disebabkan

sebanyak satu fragmen, dan sebanyak tiga fragmen disebabk karang. Pada bulan Juni 2009, kandungan nutrien pada perairan

bulan sebelumnya, yaitu untuk kandungan nitrat sebesar 0,073 sebesar 0,030 mg/l sehingga dapat menyebabkan pertumbuh juga meningkat. Grafik tingkat kelangsungan hidup fragm

yang yang ditransplantasikan di perairan Pulau Karya

. Tingkat kelangsungan hidup fragmen jenis Pocillopora verrucosa karang disebabkan karena hilangnya zooxanthellae simbiotik pada hewan karang. Pemutihan karang dapat disebabkan

seperti perubahan salinitas, kekeruhan, surut terendah, atau anthaster plancii (Goreau 1964; Glynn 1993; Williams & Bunkley

tidak langsung dapat arang) atau organisme herbivora (ikan).

persentase tingkat dapat disebabkan oleh bulan Mei 2009 cukup sebesar 0,018 mg/l, dan kandungan nutrien rendah. Pada periode tingkat kelangsungan periode ini disebabkan fragmen disebabkan oleh pada perairan ini lebih sebesar 0,073 mg/l, pertumbuhan alga hidup fragmen jenis Pulau Karya dapat

errucosa

zooxanthellae sebagai dapat disebabkan oleh terendah, atau adanya Williams & Bunkley-

Williams 1990 in Winter et al. 1998). Kematian yang disebabkan oleh pemutihan karang dapat disebabkan karena kenaikan suhu pada bulan Juni-Juli 2009 yang lumayan besar, yaitu sebesar 0,5 OC. Selain adanya kenaikan suhu, kematian ini juga

dapat disebabkan oleh adanya gangguan dari biota lain yang terdapat pada lokasi penelitian ini, seperti adanya bulu babi. Selain kematian yang disebabkan oleh pemutihan karang, kematian fragmen karang ini disebabkan karena tertutupnya fragmen karang oleh alga sehingga dalam persaingan memperoleh nutrien, fragmen karang tersebut kalah. Adanya nutrien yang mencukupi untuk kehidupan alga menyebabkan alga yang terdapat di perairan tersebut dapat tumbuh, sehingga pertumbuhan fragmen karang menjadi terganggu. Adanya nutrien yang terkandung dalam perairan tersebut dapat menyebabkan alga dan tumbuhan air lainnya dapat tumbuh pada perairan tersebut, sehingga menimbulkan persaingan antara alga dan karang untuk memperebutkan unsur hara, sehingga hal ini dapat mempengaruhi pertumbuhan karang. Selain itu, adanya alga yang terdapat pada tubuh fragmen karang menyebabkan polip karang tertutup, sehingga dapat menyebabkan kematian karang yang disebabkan polip tersebut tidak mampu lagi melakukan aktivitas fotosintesis akibat tertutup oleh alga.

Menurut Harriot & Fisk 1998 in Pratama 2005, suatu kegiatan transplantasi karang dapat dikatakan berhasil apabila tingkat kelangsungan hidupnya sebesar 50- 100 %. Hasil ini dapat terjadi apabila karang ditansplantasikan pada habitat yang kurang lebih sama dengan tempat dimana karang tersebut diambil, khususnya dalam pergerakan, kedalaman, dan kekeruhan. Berdasarkan hasil yang diperoleh, maka dapat dikatakan bahwa transplantasi yang dilakukan untuk kegiatan penelitian ini berhasil dengan tingkat kelangsungan hidup pada akhir penelitian untuk fragmen jenis Stylophora pistillata sebesar 100% dan tingkat kelangsungan hidup untuk fragmen jenis Pocillopora verrucosasebesar 90%.

Dokumen terkait