Bab 5 Hasil dan Pembahasan
1. Hasil Penelitian
1.2 Tingkat Kecemasan
Hasil penelitian tentang gejala kecemasan orang tua dalam menghadapi pemasangan infus pada anaknya. Berdasarkan kondisi/ situasi yang orang tua alami ketika anaknya dilakukan pemasangan infus intravena, yaitu : respon afektif : 15 orang tua mempunyai firasat buruk ketika melihat tindakan pemasangan infus pada anaknya (33%), sebanyak 37 orang tua takut jika anaknya mendapatkan tindakan perawatan (pemasangan infus) yang tidak pantas (dilakukan tusukan berulang dan dengan cara yang kasar) (80%), sebagian besar orang tua (39 orang) takut jika pemasangan infus yang dilakukan akan memberikan efek yang membuat anaknya merasa semakin sakit atau nyeri (85%), sebanyak 22 orang tua merasa tegang saat melihat tindakan pemasangan infus pada anaknya (48%), sebanyak 34 orang tua merasa gelisah ketika melihat tindakan pemasangan infus pada anaknya (74%), 22 orang tua merasa lemas dan tidak berdaya ketika melihat anaknya dipasang infus (48%), hampir semua orang tua (41 orang) merasa sedih ketika melihat anaknya dipasang infus (89%). Gangguan kecerdasan (respon kognitif) yang dialami orang tua : sebanyak 24 orang tua sulit berkonsentrasi ketika melihat pemasangan infus pada anaknya (52%), 16 orang tua merasa kehilangan kontrol/ kendali pada saat melihat pemasangan infus pada anaknya (35%), 21 orang tua tidak mampu melakukan hal apapun ketika melihat pemasangan infus pada anaknya (46%) dan 22 orang tua yang menjadi kurang perhatian pada dirinya, keluarga dan anak-anaknya yang lain ketika menghadapi prosedur pemasangan infus pada anaknya (48%). Gejala fisiologis = kardiovaskuler : sebanyak 24 orang tua yang merasa jantungnya berdebar-debar saat melihat anakya dipasang infus (52%) dan 18 orang tua yang merasa denyut
nadinya semakin meningkat ketika melihat pemasangan infus pada anaknya (39%); respiratori (pernafasan) : 20 orang tua yang merasa dadanya terasa sempit pada saat melihat pemasangan infus pada (44%) dan sebanyak 34 orang tua sering menarik nafas panjang ketika melihat pemasangan infus pada anaknya (74%); gejala somatic yang dirasakan orang tua : 12 orang tua merasa tangannya terasa dingin dan lembab saat melihat pemasangan infus pada anak saya (26%); gastrointestinal : 27 orang tua menjadi tidak selera makan atau selera makannya menurun ketika melihat anaknya dipasang infus (59%); autonom : 10 orang tua merasa pusing/ sakit kepala pada saat melihat pemasangan infus pada anaknya (22%) dan hanya 8 orang tua yang merasa wajahnya terlihat pucat ketika melihat prosedur pemasangan infus pada anaknya (17%). Respon perilaku yang terjadi adalah : 18 orang tua ikut menangis ketika mendengar anaknya menangis pada saat dipasang infus (39%), hanya 8 orang tua yang tangannya gemetar pada saat melihat anaknya dipasang infus (17%), sebanyak 35 orang tua tidak tenang ketika menghadapi prosedur pemasangan infus pada anaknya (76%), hanya 10 orang tua keluar/ tidak mau melihat ketika anaknya dipasang infus (22%), 17 orang tua suka meremas-remas jari ketika melihat pemasangan infus pada anaknya (37%), hampir semua orang tua (45 orang) lebih banyak berdo’a pada saat melihat pemasangan infus pada anaknya (98%) dan sebanyak 34 orang tua merasa bersalah ketika anaknya merasakan sakit/ nyeri pada saat dilakukan pemasangan infus (74%), hanya 10 orang tua merasa banyak bicara dari biasanya dengan suara yang keras ketika melihat pemasangan infus pada anaknya (22%) dan 15 orang tua menjadi lebih gugup pada saat melihat tindakan pemasangan infus pada anaknya (33%). Selengkapnya dapat dilihat pada tabel 5.2.
Tabel 5.2 Distribusi frekuensi dan persentasi berdasarkan kuesioner kecemasan responden (n = 46 orang) di Ruang III RSUD Dr. Pirngadi Medan.
No. Pernyataan
Jawaban
Ya Tidak
1. Saya mempunyai firasat buruk ketika melihat tindakan pemasangan infus pada anak saya
33% (15 orang) 67% (31 orang)
2. Saya takut jika anak saya mendapatkan tindakan perawatan (pemasangan infus) yang tidak pantas (dilakukan tusukan berulang dan dengan cara yang kasar)
80% (37 orang) 20% (9 orang)
3. Saya takut jika pemasangan infus yang dilakukan akan memberikan efek yang membuat anak saya merasa semakin sakit atau nyeri.
85% (39 orang) 15% (7 orang)
4. Saya merasa tegang saat melihat tindakan pemasangan infus pada anak saya
48% (22 orang) 52% (24 orang)
5. Saya merasa gelisah ketika melihat tindakan pemasangan infus pada anak saya
74% (34 orang) 26% (12 orang)
6. Saya merasa lemas dan tidak berdaya ketika melihat anak saya dipasang infus
48% (22 orang) 52% (24 orang)
7. Saya merasa sedih ketika melihat anak saya dipasang infus
89% (41 orang) 11% (5 orang)
8. Saya ikut menangis ketika mendengar anak saya menangis pada saat dipasang infus
39% (18 orang), 61% (28 orang)
9. Tangan saya gemetar pada saat melihat anak saya dipasang infus
17% (8 orang) 83% (38 orang)
10. Saya sulit berkonsentrasi ketika melihat pemasangan infus pada anak saya
52% (24 orang) 48% (22 orang)
11. Jantung saya berdebar-debar saat melihat anak saya dipasang infus
52% (24 orang) 48% (22 orang)
12. Denyut nadi saya semakin meningkat ketika melihat pemasangan infus pada anak saya
No. Pernyataan
Jawaban
Ya Tidak
13. Dada saya terasa sempit pada saat melihat pemasangan infus pada anak saya
44% (20 orang) 56% (26 orang)
14. Saya sering menarik nafas panjang ketika melihat pemasangan infus pada anak saya
74% (34 orang) 26% (12 orang)
15. Tangan saya terasa dingin dan lembab saat melihat pemasangan infus pada anak saya
26% (12 orang) 74% (34 orang)
16. Saya tidak tenang ketika menghadapi prosedur pemasangan infus pada anak saya
76% (35 orang) 24% (11 orang)
17. Saya keluar/ tidak mau melihat ketika anak saya dipasang infus
22% (10 orang) 78% (36 orang)
18. Saya merasa banyak bicara dari biasanya dengan suara yang keras ketika melihat pemasangan infus pada anak saya
22% (10 orang) 78% (36 orang)
19. Saya merasa kehilangan kontrol/ kendali pada saat melihat pemasangan infus pada anak saya
35% (16 orang) 65% (30 orang)
20. Saya menjadi tidak selera makan atau selera makan saya menurun ketika melihat anak saya dipasang infus
59% (27 orang) 41% (19 orang)
21. Saya menjadi kurang perhatian pada diri saya, keluarga dan anak-anak saya yang lain ketika menghadapi prosedur pemasangan infus pada anak saya
48% (22 orang) 52% (24 orang)
22. Saya merasa pusing/ sakit kepala pada saat melihat pemasangan infus pada anak saya
22% (10 orang) 78% (36 orang)
23. Wajah saya terlihat pucat ketika melihat prosedur pemasangan infus pada anak saya
17% (8 orang) 83% (38 orang)
24. Saya merasa bersalah ketika anak saya merasakan sakit/ nyeri pada saat dilakukan pemasangan infus
74% (34 orang) 26% (12 orang)
25. Saya suka meremas-remas jari ketika melihat pemasangan infus pada anak saya
No. Pernyataan
Jawaban
Ya Tidak
26. Saya lebih banyak berdo’a pada saat melihat pemasangan infus pada anak saya
98% (45 orang) 2% (1 orang)
27. Saya tidak mampu melakukan hal apapun ketika melihat pemasangan infus pada anak saya
46% (21 orang) 54% (25 orang)
28. Saya menjadi lebih gugup pada saat melihat tindakan pemasangan infus pada anak saya
33% (15 orang) 67% (31 orang)
Berdasarkan hasil jawaban, maka dapat dilihat tingkat kecemasan orang tua yaitu : 7 orang (15,2%) berada pada tingkat cemas ringan, 13 orang (28,3%) berada pada tingkat cemas sedang, 18 orang (39,1%) berada pada tingkat cemas berat dan 8 orang (17,4%) berada pada tingkat panik. Selengkapnya dapat dilihat pada tabel 5.3.
Tabel 5.3 Distribusi frekuensi dan persentase berdasarkan tingkat kecemasan orang tua terhadap pemasangan infus pada anak usia prasekolah di Ruang III RSU. Dr. Pirngadi Medan (n = 46).
Tingkat Kecemasan Frekuensi Persentase (%)
Cemas ringan (28-34) 7 orang 15,2%
Cemas sedang (35-41) 13 orang 28,3%
Cemas berat (42-48) 18 orang 39,1%