BAB III METODE PENELITIAN
3.2 Definisi Operasional dan Pengukuran Variabel
3.2.2 Tingkat Kepuasan Pemirsa
5. Skill Test : kontestan mengadu kecepatan dalam mengolah bahan makanan.(http://www.masterchefindonesia.com/)
3.2.2. Tingkat Kepuasan Pemirsa
Kepuasan pada penelitian ini adalah kebutuhan khalayak yang terpenuhi dalam penggunaan media massa yang didasari oleh motif tertentu. Kepuasan akan tercapai ketika khalayak sebagai pemirsa bersifat aktif dan selektif dalam memilih penggunaan media massa yang sesuai dengan kebutuhan akan informasi, identitas pribadi, integrasi dan interaksi sosial, dan hiburan. Pada penelitian ini menggunakan konsep Palmgreen bahwa kepuasan terbagi menjadi dua, yakni kepuasan yang diinginkan (Gratifications Sought) dan kepuasan yang diperoleh (Gratifications Obtained). Dalam penggunaan media massa, kepuasan khalayak dapat diukur dari perbedaan perolehan skor kesenjangan antara kepuasan yang diinginkan (Gratifications Sought) dengan kepuasan yang diperoleh (Gratifications Obtained).
a.Gratifications Sought
Gratifications Sought (GS) adalah motif yang mendorong seseorang dalam mengkonsumsi media sebagai alasan yang timbul dari sejumlah kebutuhan yang ingin dicapai individu pada suatu objek tertentu. Dalam penggunaan media, individu akan terdorong untuk berkeinginan mencari kepuasan atas kebutuhan tertentu. Dengan kata lain, pemilihan individu terhadap penggunaan suatu media dipengaruhi oleh sebab yang mendasari motif pemenuhan sejumlah kebutuhan.
Dalam penelitian ini yang dimaksud motif adalah motif pemirsa Surabaya dalam menonton program acara talent show “MasterChef” Indonesia di RCTI.
Menurut Mc. Quail (2002 : 72), Indikator yang digunakan untuk mengukur Gratifications Sought (GS) dibagi menjadi empat kategori, yaitu :
1. Motif Informasi, yaitu motif yang berkenaan dengan kebutuhan akan informasi dan eksplorasi sosial, meliputi :
a. Ingin mendapatkan informasi tentang cara mengolah appetizer (makanan pembuka) dari bahan dasar seafood.
b. Ingin mendapatkan informasi tentang cara mengolah main course (makanan utama) dari bahan dasar daging.
c. Ingin mendapatkan informasi tentang cara mengolah dessert (makanan penutup) cake luar negeri namun memiliki taste Indonesia.
d. Ingin mengetahui informasi mengenai cara penilaian juri terhadap masakan kontestan dari segi taste (cita rasa).
e. Ingin mengetahui informasi mengenai cara penilaian juri terhadap masakan kontestan dari segi presentasi.
f. Ingin mengetahui informasi mengenai cara penilaian juri terhadap masakan kontestan dari segi tekstur.
g. Ingin mengetahui informasi mengenai cara menduplikasi masakan luar negeri dengan taste Indonesia yang telah dipresentasikan para juri.
h. Ingin mengetahui informasi mengenai cara mengolah masakan lokal menjadi masakan yang bernilai tinggi yang telah dipresentasikan oleh Brian.
41
2. Motif Identitas Pribadi, yaitu motif yang mendorong individu menggunakan isi media untuk memperkuat atau menonjolkan sesuatu yang penting dalam kehidupan atau situasi khalayak yang bersangkutan, meliputi :
a. Sebagai individu untuk memotivasi diri sendiri agar dapat sukses berkarir di bidang kuliner.
b. Sebagai dorongan individu untuk mengeksplorasi kreativitas dan bakat dalam memasak.
c. Sebagai dorongan untuk menemukan contoh figure orang sukses melalui program acara talent show “MasterChef” Indonesia di RCTI, di bidang kuliner.
d. Meningkatkan pemahaman tentang diri sendiri melalui resep yang diberikan para juri.
e. Menemukan penunjang nilai–nilai yang baik dari bintang tamu yang diundang dalam acara tersebut di bidang kuliner.
f. Menemukan penunjang nilai-nilai yang baik dari profil para juri. g. Menemukan pennjang nilai-nilai yang baik dari profil para kontestan. h. Sebagai dorongan untuk menemukan karakter pribadi melalui program
acara tersebut.
3. Motif Integrasi dan Interaksi Sosial, yaitu motif yang berkenaan pada kelangsungan hubungan individu dengan orang lain, meliputi :
a. Ingin menjadikan segala informasi mengenai cara mengolah appetizer (makanan pembuka) dari bahan dasar seafood sebagai pembicaraan dengan teman.
b. Ingin menjadikan segala informasi mengenai cara mengolah main course (makanan utama) dari bahan dasar daging sebagai pembicaraan dengan keluarga.
c. Ingin menjadikan segala informasi mengenai cara mengolah desssert (makanan penutup) cake luar negeri namun memiliki taste Indonesia sebagai pembicaraan dengan masyarakat di lingkungan sekitar.
d. Ingin memberikan berbagai informasi mengenai menduplikasi sebuah makanan dari bahan yang telah ditentukan kepada teman, sanak keluarga, dan masyarakat di lingkungan sekitar.
e. Ingin memberikan informasi kepada teman dengan mengajak untuk mengolah daging menjadi masakan berkelas tinggi sebagai hidangan menu utama dalam kehidupan sehari-hari.
f. Ingin memperoleh pengetahuan dari keadaan orang lain (para kontestan) yang awalnya tidak bisa apa-apa dan sekarang bisa meraih sukses lewat program acara talent show “MasterChef” Indonesia di RCTI.
g. Ingin hubungan anda dengan orang lain (masyarakat) menjadi dekat.
h. Ingin memberikan informasi kepada tetangga dengan mengajak untuk memasak resep gulai kambing dari kontestan Brian menjadi masakan yang berkelas tinggi.
4. Motif Hiburan yaitu, motif yang berkaitan dengan kebutuhan akan pelepasan diri dari tekanan dan kebutuhan akan hiburan, meliputi :
a. Dapat meningkatkan nilai seni (estetika) dari fashion para juri. b. Dapat mengatasi rasa bosan ketika jenuh.
43
c. Mengisi atau menghabiskan waktu luang.
d. Memperoleh hiburan dan kesenangan (penyaluran emosi).
e. Dapat meningkatkan nilai seni (estetika) makanan dari segi tekstur. f. Dapat meningkatkan nilai seni (estetika) makanan dari segi plating. g. Dapat meningkatkan nilai seni (estetika) dari karakter para juri. h. Dapat melepaskan diri atau terpisah dari permasalahan.
b.Gratifications Obtained
Gratifications Obtained (GO) adalah kepuasan nyata yang diperoleh individu atas terpenuhinya kebutuhan tertentu setelah individu menggunakan media. Pada penelitian ini kepuasan yang diperoleh berkaitan dengan sejumlah kebutuhan dapat terpenuhi setelah individu menonton program acara talent show “MasterChef” Indonesia di RCTI.
Indikator mengukur kepuasan Gratifications Obtained (GO) dibagi menjadi empat kategori, yaitu:
1. Motif Informasi, yaitu motif yang berkenaan dengan kebutuhan akan informasi dan eksplorasi sosial, meliputi :
a. Mendapatkan informasi tentang cara mengolah appetizer (makanan pembuka) dari bahan dasar seafood.
b. Mendapatkan informasi tentang cara mengolah main course (makanan utama) dari bahan dasar daging.
c. Mendapatkan informasi tentang cara mengolah dessert (makanan penutup) cake luar negeri namun memiliki taste Indonesia.
d. Mengetahui informasi mengenai cara penilaian juri terhadap masakan kontestan dari segi taste (cita rasa).
e. Mengetahui informasi mengenai cara penilaian juri terhadap masakan kontestan dari segi presentasi.
f. Mengetahui informasi mengenai cara penilaian juri terhadap masakan kontestan dari segi tekstur.
g. Mengetahui informasi mengenai cara menduplikasi masakan luar negeri dengan taste Indonesia yang telah dipresentasikan para juri.
h. Mengetahui informasi mengenai cara mengolah masakan lokal menjadi masakan yang bernilai tinggi yang telah dipresentasikan oleh Brian.
2. Motif Identitas Pribadi, yaitu motif yang mendorong individu menggunakan isi media untuk memperkuat atau menonjolkan sesuatu yang penting dalam kehidupan atau situasi khalayak yang bersangkutan, meliputi :
a. Sebagai individu untuk memotivasi diri sendiri agar dapat sukses berkarir di bidang kuliner.
b. Sebagai dorongan individu untuk mengeksplorasi kreativitas dan bakat dalam memasak.
c. Menemukan contoh figure orang sukses melalui program acara talent show “MasterChef” Indonesia di RCTI, di bidang kuliner.
d. Meningkatkan pemahaman tentang diri sendiri melalui resep yang diberikan para juri.
e. Menemukan penunjang nilai–nilai yang baik dari bintang tamu yang diundang dalam acara tersebut di bidang kuliner.
45
f. Menemukan penunjang nilai-nilai yang baik dari profil para juri. g. Menemukan pennjang nilai-nilai yang baik dari profil para kontestan.
h. Sebagai dorongan untuk menemukan karakter pribadi melalui program acara tersebut.
3. Motif Integrasi dan Interaksi Sosial, yaitu motif yang berkenaan pada kelangsungan hubungan individu dengan orang lain, meliputi :
a. Menjadikan segala informasi mengenai cara mengolah appetizer (makanan pembuka) dari bahan dasar seafood sebagai pembicaraan dengan teman. b. Menjadikan segala informasi mengenai cara mengolah main course
(makanan utama) dari bahan dasar daging sebagai pembicaraan dengan keluarga.
c. Menjadikan segala informasi mengenai cara mengolah desssert (makanan penutup) cake luar negeri namun memiliki taste Indonesia sebagai pembicaraan dengan masyarakat di lingkungan sekitar.
d. Memberikan berbagai informasi mengenai menduplikasi sebuah makanan dari bahan yang telah ditentukan kepada teman, sanak keluarga, dan masyarakat di lingkungan sekitar.
e. Memberikan informasi kepada teman dengan mengajak untuk mengolah daging menjadi masakan berkelas tinggi sebagai hidangan menu utama dalam kehidupan sehari-hari.
f. Memperoleh pengetahuan dari keadaan orang lain (para kontestan) yang awalnya tidak bisa apa-apa dan sekarang bisa meraih sukses lewat program acara talent show “MasterChef” Indonesia di RCTI.
g. Hubungan anda dengan orang lain (masyarakat) menjadi dekat.
h. Memberikan informasi kepada tetangga dengan mengajak untuk memasak resep gulai kambing dari kontestan Brian menjadi masakan yang berkelas tinggi.
4. Motif Hiburan yaitu, motif yang berkaitan dengan kebutuhan akan pelepasan diri dari tekanan dan kebutuhan akan hiburan, meliputi :
a. Meningkatkan nilai seni (estetika) dari fashion para juri. b. Mengatasi rasa bosan ketika jenuh.
c. Mengisi atau menghabiskan waktu luang.
d. Memperoleh hiburan dan kesenangan (penyaluran emosi). e. Meningkatkan nilai seni (estetika) makanan dari segi tekstur.
f. Dapat meningkatkan nilai seni (estetika) makanan dari segi plating. g. Dapat meningkatkan nilai seni (estetika) dari karakter para juri. h. Dapat melepaskan diri atau terpisah dari permasalahan.
Dalam penelitian ini, pengukuran variabel menggunakan skala Likert. Menurut Sugiyono (2011 : 93), skala likert digunakan untuk mengukur sikap, pendapat, dan persepsi seseorang atau sekelompok orang tentang fenomena sosial. Dengan menggunakan skala Likert, maka variabel yang akan diukur dijabarkan dari setiap jawaban dihubungkan dengan bentuk pernyataan, pertanyaan, atau dukungan sikap yang diungkapkan dengan kata-kata kesetujuan dan ketidaksetujuan. Jawaban pernyataan digolongkan menjadi empat alternatif jawaban, yaitu : “Sangat Setuju”, “Setuju”, “tidak Setuju”, dan “Sangat Tidak Setuju”.
47
Dalam kategorisasi ini, alternative jawaban “Ragu-Ragu” (undecided) ditiadakan. Menurut Hadi (2000 : 20), alasannya adalah sebagai berikut :
1. Kategori undecided memiliki arti ganda, biasa diartikan belum dapat memberikan jawaban netral dan ragu-ragu dan ini tidak diharapkan dalam instrument penelitian.
2. Tersedianya jawaban ditengah/netral akan menghilangkan banyaknya informasi yang dapat dijaring responden.
3. Tersedianya jawaban ditengah/netral akan menimbulkan kecenderungan menjawab ketengah, terutama bagi mereka yang jawabannya ragu-ragu.
Skala interval yang diberikan adalah sama dan berlaku untuk semua variabel, baik kategori motif yang diingini maupun kepuasan yang diperoleh. Selanjutnya sub-sub yang digunakan pada masing-masing jawaban sikap diberi bobot skor sebagai berikut :
Sangat Setuju (SS) : diberi skor 4, jika responden sangat menyetujui dan sependapat dengan pertanyaan yang diajukan.
Setuju (S) : diberi skor 3, jika responden setuju akan tetapi ada keraguan dengan pertanyaan yang diajukan.
Tidak Setuju (TS) : diberi skor 2, jika responden tidak sependapat dengan pertanyaan yang diajukan.
Sangat Tidak Setuju (STS) : diberi skor 1, jika responden sangat tidak sependapat dengan pertanyaan yang diajukan.
Maka :
Skoring dilakukan dengan menjumlahkan skor dari setiap sub, baik kategori motif yang diingini maupun kepuasan yang diperoleh, dari tiap-tiap kuisioner sehingga diperoleh skor total dari tiap kuisioner tersebut untuk masing-masing individu. Selanjutnya, tiap-tiap kategori kepuasan yang diinginkan (GS) dan kategori kepuasan yang diperoleh (GO) diukur melalui pertanyaan-pertanyaan yang terdapat pada angket.
Setelah itu, jawaban yang telah dipilih kemudian diberi skor dan di total. Total skor dalam setiap kategori baik kepuasan yang diharapkan (GS) maupun kepuasan yang diperoleh (GO) di kategorisasikan ke dalam tiga bentuk interval, yaitu rendah, sedang, dan tinggi. Penentuan interval dilakukan dengan penggunaan range. Range untuk masing-masing kategorinya, ditentukan rumus :
Keterangan :
Skor jawaban tertinggi : hasil kali antara jumlah banyak pertanyaan dengan nilai tertinggi.
Skor jawaban terandah : hasil kali antara jumlah banyak pertanyaan dengan nilai terendah.
Interval : batasan dari setiap angkatan.
R (range) = skor jawaban tertinggi – skor jawaban terendah
diinginkan yang jenjang ter endah jawaban skor ter tinggi jawaban skor Inter val = − 8 3 8) (1 -8) (4 Interval = × × =
49
Hasil interval diatas menunjukkan bahwa pemberian skor pada jawaban responden adalah sebagai berikut :
Rendah = 8 – 15 Sedang = 16 – 23 Tinggi = 24 – 32
Keterangan :
Rendah : Mempunyai tingkat kepuasan sangat sedikit yang didapat berdasarkan keempat motif yang mendasari individu dalam memenuhi kebutuhannya dari menonton program acara talent show “MasterChef” Indonesia di RCTI.
Sedang : Mempunyai tingkat kepuasan hanya sebagian saja yang didapat berdasarkan keempat motif yang mendasari individu dalam memenuhi kebutuhannya dari menonton program acara talent show “MasterChef” Indonesia di RCTI.
Tinggi : Mempunyai tingkat kepuasan sangat tinggi yang didapat berdasarkan keempat motif yang mendasari individu dalam memenuhi kebutuhannya dari menonton program acara talent show “MasterChef” Indonesia di RCTI.
Jika telah diketahui skor dan tingkat interval dari tiap - tiap kategori (GS dan GO), maka hasil yang diperoleh akan diinterpretasikan dan di analisis. Kesenjangan kepuasan pemirsa dalam menonton program acara talent show “MasterChef” Indonesia di RCTI dapat diukur melihat jawaban yang diberikan responden mengenai Gartifications Sought (GS) dan Gratifications Obtained
(GO). Indikator dari kepuasan yang diinginkan (GS) dan kepuasan yang diperoleh (GO) adalah sebagai berikut :
a. Jika GS = GO, maka terdapat kepuasan karena seluruh kebutuhan telah terpenuhi.
b. Jika GS < GO, maka adanya tingkat kepuasan yang lebih besar (sangat puas). Hal ini dikarenakan kebutuhan yang diperoleh lebih banyak dibandingkan dengan kebutuhan yang diinginkan. Dengan kata lain program acara tersebut dapat memuaskan khalayaknya.
c. Jika GS > GO, maka tidak adanya kepuasan. Hal ini dikarenakan ada beberapa kebutuhan yang diperoleh lebih sedikit dibandingkan dengan kebutuhan yang diinginkan. Dengan kata lain, bahwa jenis media massa yang dikonsumsi tersebut tidak memuaskan khalayaknya.