• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL DAN PEMBAHASAN

IV.3. Analisis Deskriptif

IV.3.3 Tingkat Loyalitas Merek BlackBerry pada Mahasiswa

Tabel 22

Kesesuaian Penggunaan BlackBerry dengan Gaya Hidup

Tingkat Kesesuaian Frekuensi Persentase (%)

1. Biasa saja 33 53.2

2. Sesuai 27 43.6

3. Sangat sesuai 2 3.2

Total 62 100

Berdasarkan tabel 22 di atas, tingkat kesesuaian penggunaan BlackBerry dengan gaya hidup responden seperti yang terlihat pada tabel frekuensi didominasi pada tingkat biasa saja. Lebih jelas tentang alasan mereka mengatakan

demikian dikarenakan penggunaan BlackBerry sebagai alat komunikasi mereka memang digunakan sesuai dengan keperluan, di samping sebagai media browse atau chatting. Sebagai mahasiswa tentu setiap harinya akan disibukkan dengan berbagai tugas yang diberikan oleh dosen, dan mereka mengakui bahwa tugas lebih sering dikirimkan dalam bentuk file ke dalam e-mail, hal ini dinilai lebih efisien dan ekonomis, serta menghemat penggunaan kertas. Secara lebih rinci dapat diuraikan sebagai berikut: responden yang mengatakan tingkat kesesuaiannya berada pada frekuensi biasa saja adalah sebanyak 33 orang atau sebesar 53,2%, yang memilih mengatakan sesuai adalah sebanyak 27 orang atau sebesar 43,6%, sedangkan yang mengatakan sangat sesuai sebanyak 2 orang atau sebesar 3,2%.

Tabel 23

BlackBerry Dapat Meningkatkan prestige

Pendapat Frekuensi Persentase (%)

1. Biasa saja 33 53.2

2. Bisa 25 40.3

3. Sangat bisa 4 6.5

Total 62 100

Berdasarkan tabel 23 diatas, adapun analisis deskriptif mengenai pendapat mahasiswa tentang BlackBerry dapat meningkan prestige dapat diuraikan sebagai berikut: dari jumlah responden 62 mahasiswa atau 100%, diketahui bahwa

responden yang mengatakan biasa saja adalah sebanyak 33 orang atau sebesar 53,2%, yang mengatakan bisa adalah sebanyak 25 orang atau sebesar 40,3%, sedangkan yang mengatakan sangat bisa adalah sebanyak 4 orang atau sebesar 6,5%. Secara umum memang mengatakan penggunaan BlackBerry ini adalah hal yang biasa saja, namun juga tidak sedikit dari mereka yang mengatakan bahwa BlackBerry memang bisa untuk meningkatkan prestige dari si pengguna tersebut.

Tabel 24

Produk Lain Sejenis Mempengaruhi Keputusan Penggunaan

Pendapat Frekuensi Persentase (%)

1. Sangat mempengaruhi 8 12.9

2. Mempengaruhi 42 67.7

3. Tidak mempengaruhi 12 19.4

Total 62 100

Berdasarkan tabel 24 diatas, mayoritas responden mengatakan bahwa jika ada produk lain yang menawarkan fasilitas sejenis dapat mempengaruhi keputusan membeli. Adapun analisis deskriptif mengenai pendapat mahasiswa tentang produk lain yang sejenis dapat mempengaruhi keputusan membeli dapat diuraikan sebagai berikut: dari jumlah responden 62 mahasiswa atau 100%, diketahui bahwa responden yang mengatakan sangat mempengaruhi adalah sebanyak 8 orang atau sebesar 12,9%, responden yang mengatakan

mempengaruhi adalah sebanyak 42 orang atau sebesar 67,7%, sedangkan yang mengatakan sangat memoengaruhi adaah sebanya 12 orang atau sebesar 19,4%.

Tabel 25

BlackBerry Digunakan Sesuai Dengan Kebutuhan

Pendapat Frekuensi Persentase (%)

1. Tidak 15 24.2

2. Ya 42 67.7

3. Pasti 5 8.1

Total 62 100

Berdasarkan tabel 25 di atas, dapat dilihat mayoritas mahasiswa sebagai responden mengatakan bahwa mereka menggunakan BlackBerry sesuai dengan kebutuhan. Ini menunjukkan adanya keefektifan dalam penggunaan BlackBrry sebagai alat komunikasi. Dengan kata lain penggunaan BlackBerry disini sangat berdayaguna. Secara rinci dapat diuraikan sebagai berikut: responden yang mengatakan tidak adalah sebanyak 15 orang atau sebesar 24,2%, yang mengatakan ya adalah sebanyak 42 orang atau sebesar 67,7%, dan yang mengatakan pasti adalah sebanyak 5 orang atau sebesar 8,1%. Dengan digunakannya BlackBerry sesuai dengan kebutuhan, tentu hal ini juga dapat menjadi salah satu faktor penting untuk meningkatkan loyalitas responden terhadap BlackBerry.

Tabel 26

BlackBerry Memiliki Keunikan atau Ciri Khas

Pendapat Frekuensi Persentase (%)

1. Cukup memiliki 20 32.2

2. Memiliki 37 59.7

3. Sangat memiliki 5 8.1

Total 62 100

Berdasarkan tabel 26 di atas, adapun analisis deskriptif tentang keberadaan BlackBerry sebagai suatu benda yang memiliki keunikan atau ciri khas yang dapat diuraikan adalah sebagai berikut:sebanyak 20 orang atau sebesar 32,2% mengatakan cukup memiliki, 37 orang atau sebesar 59,7% mengatakan memili keunikan atau ciri khas, dan sebanyak 5 orang atau sebesar 8,1% mengatakan sangat memiliki. Dapat ditarik kesimpulan bahwa secara keseluruhan mereka mengatakan bahwa BlackBerry memang memiliki keunikan atau ciri khas yang membuat produk ini berbeda dengan produk yang memiliki fasilitas atau fitur sejenis. Ini akan menjadi suatu nilai lebih yang dapat dijadikan faktor atau alasan mengapa seseorang itu menggunakan BlackBerry.

Tabel 27

Fitur BlackBerry Mempengaruhi Penggunaannya

Pendapat Frekuensi Persentase (%)

1. Tidak 7 11.3

2. Ya 49 79

3. Pasti 6 9.7

Total 62 100

Berdasarkan tabel 27 di atas, adapun analisis deskriptif tentang fitur BlackBerry mempengaruhi penggunaannya, secara rinci dapat diuraikan adalah sebagai berikut: responden yang mengatakan tidak berada pada frekuensi sebanyak 7 orang atau sebesar 11,3%, yang mengatakan ya adalah sebanyak 49 orang atau sebesar 79%, dan yang mengatakan pasti adalah sebanyak 6 orang atau 9,7%. Karena sebagian besar responden mengatakan dapat mempengaruhi, ini tentunya menjadi masukan yang baik bagi pihak produsen dari BlackBeryy itu sendiri agar lebih memperhatikan dari segi fitur-fitur yang disediakan guna menjaga loyalitas pada para pengguna BlackBerry.

Tabel 28

Harga Mempengaruhi Penggunaan BlackBerry

Pendapat Frekuensi Persentase (%)

1. Tidak mempengaruhi 18 29

2. mempengaruhi 39 62.9

3. Sangat mempengaruhi 5 8.1

Total 62 100

Berdasarkan tabel 28 di atas, mayoritas responden mengatakan harga juga mempengaruhi penggunaan BlackBerry . Adapun analisis deskriptif tentang harga BlackBerry mempengaruhi penggunaannya, secara rinci dapat diuraikan adalah sebagai berikut: sebanyak 18 orang atau sebesar 29% mengatakan tidak mempengaruhi dan berada pada tingkat frekuensi ke dua setelah di posisi pertama responden mengatakan harga memang mempengaruhi dalam hal penggunaan BlackBerry dengan jumlah sebanyak 39 orang atau sebesar 62,9%, sedangkan pada tingkat frekuensi terkecil responden mengatakan bahwa harga sangat mempengaruhi mereka dalam hal penggunaan BlackBerry sebagai alat komunikasi mereka. Ini juga dapat menjadi masukan yang cukup baik.

IV.4. Pembahasan

BlackBerry sebagai suatu perkembangan inovasi dari produk-produk komunikasi lainnya saat ini memang sangat menjadi sorotan pada saat ini. Blackberry merupakan sebuah perangkat ciptaan Research In Motion atau disingkat RIM yang berasal dari Kanada, perangkat ini sejenis dengan PDA dengan teknologi utamanya untuk email, pada awalnya sasaran blackberry ini adalah orang kantoran yang tidak selalu di depan email client yang ada di komputernya. Misalnya seorang profesional yang seringnya berada dilapangan daripada didepan komputer. Disatu sisi dia harus bersosialisasi dengan relasi dan disisi lain dia harus memeriksa email dan me reply nya sesuai dengan tuntutan tugas maka dia harus memiliki perangkat email yang sifatnya mobile dan Blackberry inilah salah satu perangkat yang bisa membantunya. (http://www.blackberryindonesia.com/)

Berdasarkan penelitian lapangan yang telah dilakukan, diperoleh hasil bahwa dari 62 responden yang terpilih sebagai objek penelitian, sebanyak 50 orang meyatakan mereka mengenal produk BlackBerry. Hal ini menunjukkan bahwa lebih dari setengah atau berkisar pada persentase 80,6% responden sudah mengenal BlackBerry. Dan ketika ditanya kepada responden apakah mereka memang sudah mengenal BlackBerry sebelum menggunakannya mereka mengatakan bahwa mereka telah mengenal BlackBerry terlebih dahulu.

Terkait dengan BlackBerry sebagai suatu merek alat komunikasi, pada hasil penelitian sebanyak 45 responden mengatakan bahwa BlackBerry adalah suatu merek yang memang mudah untuk diingat. Ini merupakan kabar baik bagi

pihak produsen BlackBerry. Karena merek memang mempunyai peran penting dalam menentukan frekuensi atau tingkat penjualan suatu produk. Merek adalah strategi awal yang cukup mampu menarik perhatian calon konsumen untuk menggunakan produk yang ditawarkan. Namun ketika ditanya apakah merek BlackBerry merupakan merek pertama yang muncul di pikiran mereka, berdasarkan data yang diperoleh mereka justru mengatakan tidak, dengan rincian berjumlah sebanyak 42 orang atau sebesar 67,7%. Mengacu pada merek yang mereka anggap sebagai suatu merek yang mudah diingat, seharusnya terdapat keterkaitan atau koherensi antara suatu merek yang mudah diingat dengan merek yang pertama kali muncul dalam pikiran mereka. Ini tentunya menjadi PR bagi pihak pengelola atau pihak produsen BlackBerry itu sendiri, bagaimana upaya mereka misalnya dalam bentuk strategi pemasaran untuk terus menemukan suatu hasil yang mampu membuat BlackBerry begitu diingat oleh para calon atau pengguna langsung dari BlackBerry tersebut.

Untuk melihat bagaimana gambaran para responden dalam mendeskripsikan BlackBerry sebagai suatu produk yang berharga, dari data yang diperoleh berdasarkan tabel 11, secara umum mereka mengatakan bahwa BlackBerry tersebut diibaratkan sebagai suatu kendaraan “Mercedes Benz”. Hal ini bukan sesuatu yang dapat dianggap “enteng”, ini merupakan hasil yang cukup memuaskan, karena ternyata pada umumnya mereka mengakui bahwa BlackBerry memiliki nilai yang begitu tinggi. kemudian data ini juga semakin diperkuat dengan pernyataan mengenai hal atau kata-kata apa yang pertama kali melintas dalam pikiran mereka saat mendengar BlackBerry mereka mengatakan bahwa BlackBerry merupakan suatu produk yang memiliki desain menarik, HP BBM-an,

dan canggih, dengan persentase sebesar 51,6% pada 32 responden dari jumlah keseluruhan responden sebanyak 62 orang.

Fitur BlackBerry BlackBerry Messenger adalah itu BlackBerry Messenger juga merupakan salah satu keunggulan daripenggunaan

perangkat

khusus bagi pemilik antara pengguna. Berdasarkan tabel 13 dan 14 diperoleh data bahwa secara umum para responden telah mengetahui keberadaan fitur ini di dalam handphone mereka yaitu BlackBerry, dengan jumlah sebanyak 44 orang atau sebesar 70,9%. Jumlah ini melebihi setengah dari jumlah sampel yang menjadi responden dalam penelitian ini, dapat disimpulkan secara sederhana bahwa mereka memang telah mengetahui keberadaan fitur ini bahkan sebelum mereka menggunakan BlackBerry. Berdasar pada tabel 14 tentang pemenuhan fitur BlackBerry Messenger, sebagian besar responden juga mengatakan bahwa fitur tersebut telah terpenuhi dan dapat difungsikan dengan baik, dengan rincian data sebanyak 53 orang atau sebesar 85,5%. Angka yang cukup tinggi untuk tingkat frekuensi pada tabel pemenuhan fitur tersebut.

Tanggapan yang diperoleh mengenai slogan/tagline BlackBerry yaitu “Always On, always connected” sebagai suatu hal yang mampu menunjang ekuitas merek BlackBerry, merupakan slogan/tagline yang mudah untuk diingat. Sebanyak 45 orang mengatakan mudah diingat, kemudian ada 2 orang yang mengatkan sangat mudah diingat, namun ada juga sebanyak 15 orang yang mengatakan bahwa slogan/tagline BlackBerry ini tidak mudah untuk diingat.

Dari data yang diperoleh bahwa ternyata slogan/tagline tidak cukup kuat dijadikan sebagai satu alasan untuk tetap terus bertahan pada penggunaan suatu produk. Slogan/tagline harus juga didukung oleh fasilitas-fasilitas yang menunjang suatu produk sehingga dapat menarik perhatian calon pengguna, seperti yang terlihat pada tabel 16, dengan rincian sebanyak 34 orang mengatakan bahwa slogan/itagline tidak mampu meyakinkan mereka untuk menggunakan suatu produk yang dalam hal ini adalah BlackBerry.

Kepuasan pengguna produk (konsumen) juga merupakan hal yang sangat perlu diperhatikan oleh para produsen. Menurut Philip Kotler (1997:36) Kepuasan konsumen adalah perasaan senang atau kecewa seseorang yang berasal dari perbandingan antara kesannya terhadap kinerja ( hasil) suatu produk dengan harapannya. Menurut Philip Kotler (2000) dalam Principle of Marketing 7e bahwa Kepuasan Konsumen adalah hasil yang dirasakan oleh pembeli yang mengalami kinerja sebuah perusahaan yang sesuai dengan harapannya. Pelanggan merasa puas kalau harapan mereka terpenuhi, dan merasa amat gembira kalau harapan mereka terlampaui. Pelanggan yang puas cenderung tetap loyal lebih lama, membeli lebih banyak, kurang peka terhadap perubahan harga dan pembicaraannya menguntungkan perusahaan. Dalam rangka menciptakan kepuasan pelanggan, produk yang ditawarkan organisasi/perusahaan harus berkualitas. Kualitas mencerminkan semua dimensi penawaran produk yang menghasilkan manfaat (benefits) bagi pelanggan.

Dalam kaitannya dengan kepuasan konsumen/pelanggan, peneliti juga menanyakan hal seputar tingkat kepuasaan, kebanggaan, penyaranan penggunaan BlackBerry kepada orang lain, serta posisi BlackBerry diukur dari penilaian subjektif responden pada kuesioner yang disebarkan kepada para responden. Dari data yang diperoleh diperoleh hasil bahwa dari tabel 17 dan 18, sebanyak 40 orang mengatakan bahwa mereka telah puas dalam menggunakan BlackBerry sebagai alat komunikasi mereka dan 4 orang mengatakan sangat puas, dari segi bangga terhadap produk, sebagian besar mereka mengatakan hal itu adalah biasa saja dengan presentase sebesar 59,7% dari 62 jumlah responden. Pada tabel 19 posisi BlackBerry diukur dari penilaian subjektif responden berada pada posisi pilihan no. 2, dengan jumlah sebanyak 35 orang.

Di era yang bergerak super cepat sekarang ini, informasi mengalir tiada henti, sementara akses untuk mendapatkan informasi-informasi tersebut bisa dikatakan masih relatif mahal di Indonesia. Bayangkan saja, di negara kita biaya telepon (PSTN) lokal/interlokal saja masih dikenakan tarif per menit. Di negara-negara maju seperti Amerika Serikat biasanya tarif tidak dihitung berdasarkan jumlah pemakaian;alias bayar sekali pakai sepuasnya. Belum lagi biaya yang harus dikeluarkan untuk memiliki handphone, sms, internet, dan sebagainya. Disinilah Blackberry masuk untuk menyelesaikan masalah tersebut. Meskipun tidak tuntas, masalah-masalah yang terurai di atas cukup terselesaikan dengan menggunakan Blackberry. Seperti yang terlihat pada tabel 20 dan 21, sebagian besar mereka mengatakan bahwa BlackBerry memang membantu serta mempermudah mereka dalam mengakses berbagai informasi dalam dunia internet, ditambah dengan fasilitas push e-mail yang disediakan oleh BlackBerry.

Sebanyak 51 orang mengatakan BlackBerry membantu serta mempermudah mereka dalam mengakses berbagai situs di internet dan 57 orang mengatakan BlackBerry mempermudah pengiriman data (push e-mail).

Untuk melihat bagaimana kesetiaan merek yang terdapat pada responden, pada akhir kuesioner, peneliti juga menanyakan hal-hal yang menyangkut tentang brand loyalty atau kesetiaan merek. Pada tabel 22 tentang kesesuaian penggunaan BlackBerry dengan gaya hidup, sebanyak 33 orang mengatakan hal tersebut adalah biasa saja dan sebanyak 27 orang mengatakan hal tersebut telah sesuai. Terkait dengan keberadaan BlackBerry yang mampu meningkatkan prestige sebesar 40,3% dari 62 jumlah responden mengatakan hal tersebut adalah benar adanya. Penggunaan BlackBerry memang dapat meningkatkan prestige seseorang.

Keberadaan fitur-fitur atau fasilitas sejenis yang juga ditawarkan oleh produk lain, keunikan atau ciri khas suatu produk, serta tingkat kualitas juga sangat mempengaruhi pengguna dalam menggunakan BlackBerry. Pada tabel 24 - 28 dapat dilihat sebanyak bagaimana tingkat loyalitas merek BlackBerry tersebut. Dari data yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa ternyata keberadaan fitur-fitur, desain dan berbagai fasilitas lain yang menjadi keunikan BlackBerry sangat berpengaruh pada tingkat loyalitas responden sebagai pengguna, termasuk harga yang juga menjadi bahan pertimbangan mereka sebelum menggunakan BlackBerry.

Loyalitas merek (brand loyalty) merupakan suatu ukuran keterkaitan pelanggan kepada sebuah merek. Ukuran ini mampu memberikan gambaran tentang mungkin tidaknya seorang pelanggan beralih ke merek lain yang

ditawarkan oleh kompetitor, terutama jika pada merek tersebut ditemukan adanya perubahan, baik menyangkut harga ataupun atribut lainnya. Seorang pelanggan yang sangat loyal kepada suatu merek tidak akan dengan mudah memindahkan pembeliannya ke merek lain, apa pun yang terjadi dengan merek tersebut. Bila loyalitas pelanggan terhadap suatu merek meningkat, kerentanan kelompok pelanggan tersebut dari ancaman dan serangan merek produk pesaing dapat dikurangi. Dengan demikian, brand loyalty merupakan salah satu indikator inti

dari

(Aaker (1997:56).

BAB V

Dokumen terkait