• Tidak ada hasil yang ditemukan

Tingkat Pendidikan 2011 2012 2013

Dalam dokumen KAJIAN EKONOMI REGIONAL (Halaman 70-75)

SD 98,37 99,69 n.a

SLTP 97,39 97,56 97,68

SLTA 94,43 94,50 98,11

SMK 95,67 96,49 99,79

O

OOUUUTTTLLLOOOOOOKKKPPPEEERRRTTTUUUMMMBBBUUUHHHAAANNNEEEKKKOOONNNOOOMMMIIIDDDAAANNN

I

IINNNFFFLLLAAASSSIIIDDDIIIDDDAAAEEERRRAAAHHH

Berlangsungnya Festival Komodo diperkirakan mampu mendongkrak kinerja PHR secara umum.

Kinerja perekonomian NTT pada triwulan II-2014 diperkirakan mengalami peningkatan seiring panen raya subsektor tabama.

Tekanan Inflasi pada triwulan mendatang diperkirakan lebih tinggi seiring berkurangnya frekuensi penerbangan, liburan sekolah dan fluktuasi harga komoditas strategis menjelang Ramadhan.

6

6..11.. PPeerrttuummbbuuhhaannEEkkoonnoommii

Laju pertumbuhan ekonomi Provinsi Nusa Tenggara Timur pada triwulan II-2014 diperkirakan mengalami peningkatan dibandingkan triwulan laporan. Berdasarkan historis, kondisi ekonomi terkini, dan prediksi

shock yang akan terjadi di masa mendatang, pertumbuhan ekonomi tahunan pada triwulan II-2014 diperkirakan akan berada pada kisaran 5,1% - 5,5% (yoy) dengan kecenderungan moderat.

Secara sektoral, stabilnya kinerja tiga sektor utama yakni sektor pertanian, sektor Perdagangan, Hotel, & Restoran (PHR), dan sektor jasa-jasa diperkirakan menjadi penopang pertumbuhan NTT. Panen raya yang

terjadi di triwulan II menjadi faktor utama pendorong peningkatan sektor pertanian. Selanjutnya, rencana Festival Komodo 2014 yang berlangsung pada bulan Mei 2014 diperkirakan mampu mendongkrak kinerja sektor PHR dan jasa-jasa.

Dari sisi penggunaan, kinerja konsumsi rumah tangga maupun swasta diperkirakan meningkat. Hal ini seiring optimisme masyarakat terhadap

kondisi perekonomian pada triwulan mendatang. Sementara itu, kinerja net ekspor diperkirakan masih mengalami perlambatan. Hal ini terkait perkembangan ekonomi negara-negara berkembang yang masih menunjukkan tren perlambatan. Selain itu faktor nilai tukar rupiah yang masih berada di atas Rp 11.000 diperkirakan turut memberikan andil terhadap perlambatan net ekspor secara umum.

-8.00% -6.00% -4.00% -2.00% 0.00% 2.00% 4.00% 6.00% 8.00% 3,000.0 3,100.0 3,200.0 3,300.0 3,400.0 3,500.0 3,600.0 3,700.0 3,800.0 3,900.0 4,000.0

I II III IV I II III IV I IIP

2012 2013 2014 Rp Miliar PE(Nominal) PE(yoy) PE (qtq) -30 -20 -10 0 10 20 30 40 50 60

I II III IV I II III IV I IIP

2012 2013 2014

SKDU Harga Jual

Realisasi Triwulan I 2014 Ekspektasi Triwulan II 2014 Realisasi Triwulan I 2014 Ekspektasi Triwulan II 2014 Pertanian -29.05 25.39 10.48 0 Pertambangan Industri Pengolahan 0.73 1.51 0.18 0.18 Listrik, Gas dan Air Bersih 0.53 0.53 0.53 0.53

Bangunan -6.74 0 0 1.35

Perdagangan, Hotel dan Restoran -0.99 7.51 1.55 2.96 Pengangkutan dan Komunikasi -0.67 0.08 3.01 2.42 Keuangan, Persewaan dan Jasa Keuangan -0.61 2.25 2.25 2.25

Jasa-jasa 18.32 18.54 0 0.22

TOTAL SELURUH SEKTOR -18.48 55.81 18 9.91

Kegiatan Dunia Usaha Harga Jual Sektor

Secara umum, sektor pertanian diperkirakan mengalami peningkatan kinerja. Panen raya yang diperkirakan terjadi ada triwulan II diyakini

mampu meningkatkan kinerja sektor pertanian terutama subsektor tabama. Berdasarkan Kalender Musim Tanam (MT) I 2013/2014, panen raya subsektor tabama terjadi pada awal periode triwulan II-2014. Selain itu, kondisi cuaca yang kondusif diperkirakan turut meningkatkan kinerja subsektor perkebunan. Sejalan dengan hal tersebut, subsektor perikanan diperkirakan mengalami peningkatan seiring melimpahnya perikanan di sekitar wilayah NTT akibat fenomena El-Nino.

Festival Komodo 2014 yang rencananya akan diselenggarakan pada bulan Mei 2014 mampu mendongkrak kinerja PHR secara umum. Adanya

festival tersebut terutama berpengaruh terhadap kinerja subsektor hotel dan

Tabel 6.1 Ekspektasi Kondisi Usaha Provinsi NTT Triwulan I-2014 (Indeks)

Sumber : BPS & SKDU diolah

restoran. Selain itu, kinerja subsektor perdagangan diperkirakan turut mengalami peningkatan seiring meningkatnya permintaan.

Sektor jasa-jasa diperkirkan turut mengalami peningkatan pada triwulan II. Perayaan Festival Komodo tidak hanya mempengaruhi sektor PHR

akan tetapi juga mempengaruhi sektor Jasa-jasa terutama subsektor jasa swasta. Adanya peningkatan wisatawan baik domestik maupun internasional menjadi penopang peningkatan subsektor jasa swasta. Subsektor jasa pemerintahan juga diperkirakan mengalami peningkatan seiring mulai terealisasinya proyek yang bersumber realisasi anggaran pemerintah.

0.00 20.00 40.00 60.00 80.00 100.00 120.00 140.00 160.00

I II III IV I II III IV I II*

2012 2013 2014

Penghasilan saat ini dibandingkan 6 bln yang lalu Ketersediaan lapangan kerja saat ini Ketepatan waktu pembelian barang tahan lama

0.00 20.00 40.00 60.00 80.00 100.00 120.00 140.00 160.00 180.00

I II III IV I II III IV I II*

2012 2013 2014

Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) Ekspektasi penghasilan 6 bulan y.a.d. Kondisi ekonomi Indonesia 6 bulan y.a.d.

Dari sisi penggunaan, perkembangan terakhir komponen konsumsi rumah tangga megindikasikan peningkatan pada triwulan mendatang. Hal

ini diantaranya terindikasi dari beberapa hasil survei terakhir seperti Survei Konsumen (SK) serta Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU). Hasil SKDU menunjukkan bahwa kegiatan dunia usaha pada triwulan mendatang diperkirakan akan mengalami peningkatan. Hal tersebut sejalan dengan hasil SK bulan April yang menunjukkan optimisme masyarakat terhadap kondisi ekonomi saat ini maupun kedepannya.

Berdasarkan pola historisnya, konsumsi pemerintah diperkirakan mulai mengalami peningkatan. Peningkatan tersebut salah satunya berasal dari

belanja operasi dan belanja modal. Hal ini terutama terkait realisasi anggaran pemerintah yang mulai optimal terutama pasca Musrenbang dan Pemilu 2014. Sementara itu, konsumsi nirlaba diperkirakan mengalami peningkatan menjelang dan pasca pelaksanaan Pemilu Presiden.

Grafik 6.3 Perkembangan Tendensi Konsumen Mendatang

Grafik 6.4 Perkembangan Ekspektasi Konsumen Mendatang

Sumber : SK diolah * : s.d April 2014

Pertumbuhan Ekonomi Global 2013 2014 2015 2014 2015 2014 2014 2015 2014 2015 2014 2015 2014 2015 2014 2015 2014 2015 World output3 2.98 3.65 3.86 3.6 3.9 3.8 3.7 3.9 3.62 3.91 3.61 3.89 3.60 3.94 3.52 4.0 3.63 3.9 Advanced economies 1.3 2.2 2.3 2.3 2.3 2.2 2.4 2.2 2.4 2.2 2.4 1.9 2.5 2.2 2.3 United States 1.9 2.8 3.0 2.9 3.0 2.8 2.8 2.9 2.8 3.0 2.9 3.0 2.8 3.1 2.5 3.5 2.8 3.0 Euro area -0.4 1.0 1.4 1.1 1.4 0.9 1.1 1.4 1.0 1.4 1.0 1.4 1.1 1.4 0.8 1.4 0.9 1.4 Japan 1.7 1.7 1.0 1.5 1.0 1.4 1.4 1.2 1.7 1.2 1.6 1.3 1.4 1.3 1.2 1.1 1.7 1.1

Emerging and developing economies 4.7 5.1 5.4 5.0 5.4 5.3 5.5 5.30 5.7 5.24 5.6 5.25 5.7 5.0 5.2 5.0 5.4

Developing As ia 6.5 6.7 6.8 6.7 6.8 6.7 7.0 6.7 6.9 6.6 6.9

China 7.7 7.5 7.3 7.5 7.3 8.0 7.7 7.5 7.5 7.4 7.5 7.3 7.4 7.3 7.5 7.5 7.5 7.5

India 4.4 5.4 6.4 5.4 6.4 6.5 6.2 6.6 5.4 6.8 5.4 6.8 5.4 6.8 5.2 6.3 5.3 6.4

ASEAN-5 5.0 5.1 5.6 5.0 5.5

World trade volume (goods and services) 2.7 4.5 5.2 4.5 5.3 5.0 4.6 5.1 3.2 5.2 3.8 5.1

Commodity prices (U.S. dollars)

Oi l (USD per barel)1 104.1 103.8 98.5 99.4 94.3 101.0 102.0 102.2 105 100 105 100

Nonfuel (average bas ed on world

commodity export weight) -1.5 -6.1 -2.4 -6.3 -3.0 -1.1 -2.0 -3.2 -0.5 1.9 0.2 2.1

1rata-rata harga minyak jenis Brent, Dubai, dan West Texas Intermediate (WTI) 2tenor 6 bulan untuk AS dan Jepang, sedangkan Eropa menggunakan tenor 3 bulan (IMF), 3 IMF dengan bobot Purchasing Power Parity (PPP) Oct-12, dan WB dengan bobot PPP 2005 ** Asumsi dalam RDG: Minyak jenis Minas, Libor USD tenor 3 bulan

* Data WEO (IMF) awal

Feb-14 RDG** Jan-14 World Bank Jan-14 Mar-14* WEO (IMF) Mar-14 Consensus Forecast Feb-14 Jan-14 Jan-14 Jun-13

Perkembangan kinerja ekspor-impor pada triwulan II-2014 diperkirakan masih mengalami perlambatan. Meskipun saat ini perkembangan

ekonomi global mulai menunjukkan hal positif, namun perlambatan perkembangan ekonomi negara-negara tujuan ekspor terutama negara Tiongkok masih terus berlanjut. Berdasarkan consensus forecast, laju pertumbuhan ekonomi Tiongkok diperkirakan masih mengalami perlambatan. Hal ini tentu saja akan mempengaruhi secara langsung kinerja ekspor-impor Provinsi NTT yang sebagian besar berasal dan menuju negara Tiongkok. Selain itu, kondisi nilai tukar rupiah yang masih di atas Rp 11.000 turut memberikan andil terhadap perlambatan kinerja impor.

6

6..22.. IInnffllaassii

Inflasi tahunan Provinsi Nusa Tenggara Timur pada triwulan mendatang diperkirakan akan berada pada kisaran 7,8%-8,2% (yoy), lebih tinggi dibandingkan triwulan I-2014. Meningkatnya tekanan inflasi pada

triwulan II-2014 terutama disebabkan oleh tekanan dari kelompok administered prices. Kebijakan penyesuaian Tarif Tenaga Listrik (TTL) berdasarkan Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral No. 9 Tahun 2014 tentang Tarif Tenaga Listrik yang disediakan oleh PLN yang mulai diterapkan per-1 Mei, diperkirakan akan memberikan dampak cukup signifikan terhadap laju inflasi.

bulannya hingga akhir tahun. Sementara untuk golongan II dan III (sektor industri) diterapkan setiap 2 bulan sekali hingga bulan November. Selain itu, liburan

sekolah yang diperkirakan jatuh pada bulan Juni diperkirakan akan meningkatkan

tarif angkutan udara seiring meningkatnya permintaan.

Penyesuaian TTL setiap bulannya diperkirakan akan memberikan tekanan terhadap laju inflasi kelompok inti. Ketidakpastian penentuan TTL

yang berubah-ubah setiap bulannya terutama untuk golongan I diperkirakan akan meningkatkan tekanan terutama kelompok makanan jadi dan mendorong cost push inflation yang akan memberatkan production cost terutama terhadap kelompok makanan jadi. Selain itu, tingginya ketergantungan NTT terhadap barang jadi yang berasal dari daerah lain diperkirakan turut memberikan tekanan terhadap laju inflasi kelompok inti.

Menjelang bulan Ramadhan, diperkirakan laju inflasi yang berasal dari kelompok bergejolak (volatile foods) diperkirakan meningkat. Hal ini

disebabkan tingginya permintaan menjelang ramadhan. Ditambah lagi, peningkatan harga bahan makanan yang berasal dari daerah lain diperkirakan turut mendorong laju inflasi kelompok bergejolak.

Dari sisi konsumen, ekspektasi inflasi diperkirakan meningkat.

Konsumen masih menyakini akan terjadi kenaikan harga untuk 3 bulan dengan ekspektasi kenaikan harga lebih tinggi dibanding bulan sebelumnya. Tingginya ekspektasi kenaikan harga didorong oleh adanya bulan puasa pada periode 3 bulan kedepan serta liburan sekolah. Hal serupa juga diyakini oleh pedagang, dimana dalam 3 bulan kedepan harga-harga diperkirakan akan mengalami kenaikan. Hal tersebut sebagaimana tercermin pada hasil Survei Pedagang Eceran dengan indeks sebesar 111. Kenaikan harga diperkirakan karena adanya tekanan dari sisi demand menjelang bulan Ramadhan.

Dalam dokumen KAJIAN EKONOMI REGIONAL (Halaman 70-75)

Dokumen terkait