• Tidak ada hasil yang ditemukan

6.2. Pertumbuhan Ekonomi

Pada periode 2000-2005, rata-rata pertumbuhan ekonomi Kota Tebing Tinggi sebesar 4,90 persen per tahun. Pertumbuhan tertinggi terjadi pada tahun 2002, yaitu sebesar 5,89 persen, sedangkan yang terendah terjadi pada tahun 2001 yang hanya tumbuh 4,08 persen. Pada tahun 2005, ekonomi Kota Tebing Tinggi tumbuh sekitar 4,38 persen. Pertumbuhan ekonomi tahun 2005 tersebut lebih lambat dari tahun 2004 yang mencapai 5,53 persen.

Dalam kurun waktu 2000-2005, sektor pengangkutan dan komunikasi mengalami peningkatan yang paling tinggi dibandingkan dengan sektor-sektor lainnya, dengan rata-rata pertumbuhan per tahun mencapai 7,63 persen. Sektor yang mengalami peningkatan pesat lainnya adalah sektor keuangan, persewaan, dan jasa perusahaan; sektor jasa-jasa; dan sektor bangunan dengan pertumbuhan masing-masing mencapai 7,38 persen per tahun; 6,09 persen per tahun; dan 5,47 persen per tahun. Sementara itu, pertumbuhan sektor yang lainnya kurang dari 5 persen per tahun. Sektor-sektor tersebut adalah sektor pertambangan dan penggalian (4,20 persen per tahun), sektor perdagangan, hotel, dan restoran (4,01 persen per tahun), sektor listrik, gas, dan air bersih (3,66 persen per tahun), sektor industri pengolahan (1,19 persen per tahun), dan sektor pertanian (0,84 persen per tahun).

TABEL 6.1.

Pertumbuhan Ekonomi Kota Tebing Tinggi menurut Lapangan Usaha Tahun 2001-2005 (Persen) Lapangan Usaha 2001 2002 2003 2004 2005* Rata-rata Pertumbuhan Per Tahun (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) 1. Pertanian 1,19 11,54 -9,17 1,15 0,55 0,84 2. Pertambangan dan Penggalian 3,16 4,37 4,79 5,47 3,22 4,20 3. Industri Pengolahan -3,64 6,99 1,50 0,30 1,10 1,19 4. Listrik, Gas, dan Air Bersih -2,66 3,75 3,91 5,73 7,90 3,66 5. Bangunan 4,44 5,64 5,76 7,43 4,11 5,47 6. Perdagangan, Hotel, dan Restoran 2,55 3,72 3,96 5,60 4,26 4,01 7. Pengangkutan dan Komunikasi 9,95 7,32 7,93 7,88 5,12 7,63 8. Keuangan, Persewaan, dan Jasa Perusahaan 5,84 10,13 -1,21 12,64 10,09 7,38 9. Jasa-jasa 7,94 4,53 8,68 4,88 4,49 6,09

Total 4,08 5,89 4,63 5,53 4,38 4,90

Catatan: *) Angka Sementara

Sumber: Badan Pusat Statistik Kota Tebing Tinggi

Dari sembilan sektor, ada lima sektor ekonomi di Kota Tebing Tinggi yang terus mengalami pertumbuhan positif sejak tahun 2001, yaitu: sektor pertambangan dan penggalian; sektor bangunan; sektor perdagangan, hotel, dan restoran; sektor pengangkutan dan komunikasi; dan sektor Jasa-jasa.

Pada tahun 2005, perkembangan kinerja riil sebagian besar sektor ekonomi lebih lambat dari tahun 2004. Akan tetapi, kondisi tersebut dapat dimaklumi, karena dengan adanya kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) pada bulan April dan Oktober telah berdampak pada tingginya angka inflasi yang secara tidak langsung menurunkan tingkat daya beli masyarakat.

Meningkatnya harga barang dan jasa (inflasi) selama tahun 2005 berdampak pada rendahnya kinerja usaha yang bergerak di sektor perdagangan, hotel, dan restoran; sektor pengangkutan dan komunikasi; sektor keuangan, persewaan, dan jasa perusahaan; dan sektor jasa-jasa dibandingkan dengan tahun 2004 lalu. Pada tahun 2005, kinerja sektor perdagangan, hotel, dan restoran hanya mampu tunbuh sebesar 4,26 persen, sektor pengangkutan dan komunikasi sebesar 5,12 persen, sektor keuangan, persewaan, dan jasa perusahaan sebesar 10,09 persen, dan sektor jasa-jasa tumbuh sebesar 4,49 persen.

Sementara itu, sektor yang mengalami pertumbuhan lebih cepat dari tahun 2004 hanya sektor industri pengolahan dan sektor listrik, gas, dan air bersih, dimana masing-masing sektor tumbuh sebesar 1,10 persen dan 7,90 persen pada tahun 2005.

Meskipun hampir seluruh sektor ekonomi mengalami perlambatan, namun kinerja ekonomi Kota Tebing Tinggi tahun 2005 masih lebih baik dari tahun 2004 lalu karena seluruh sektor mengalami pertumbuhan positif. Pertumbuhan ekonomi tertinggi di Kota Tebing Tinggi pada tahun 2005 terjadi pada sektor keuangan, persewaan, dan jasa perusahaan (10,09 persen), diikuti oleh sektor listrik, gas, dan air bersih (7,90 persen) dan sektor pengangkutan dan komunikasi (5,12 persen), sedangkan pertumbuhan terendah terjadi pada sektor pertanian (0,55 persen) dan sektor industri pengolahan (1,10 persen).

Bab 6. Tinjauan Ekonomi Kota Tebing Tinggi

Tingginya pertumbuhan sektor keuangan, persewaan, dan jasa perusahaan terutama yang berasal dari sub sektor bank (yang tumbuh 17,04 persen) mencerminkan tingginya perputaran dana di Kota Tebing Tinggi pada tahun 2005. Kondisi tersebut seharusnya dapat dimanfaatkan oleh sektor riil untuk meningkatkan usahanya.

Pada sektor pengangkutan dan komunikasi, meskipun lebih lambat dari tahun 2004, namun pertumbuhannya masih cukup tinggi. Hal ini mencerminkan bahwa proses pendistribusian barang dan jasa di Kota Tebing Tinggi masih dapat dilakukan secara lancar selama tahun 2005 meskipun ada kenaikan tarif angkutan. Kondisi ini sangat baik mengingat Kota Tebing Tinggi merupakan kota perdagangan dan jasa dimana kegiatannya sangat tergantung pada kelancaran pasokan barang-barang dari luar daerah.

6.3. Struktur Ekonomi

Seperti umumnya daerah perkotaan yang mengandalkan perdagangan dan jasa, ekonomi Kota Tebing Tinggi juga ditopang oleh kedua sektor tersebut. Pada tahun 2005, kontribusi sektor perdagangan, hotel, dan restoran mencapai 22,12 persen, dan kontribusi sektor jasa-jasa mencapai 20,18 persen. Sektor lain yang kontribusinya cukup tinggi adalah sektor industri pengolahan (18 persen), sektor pengangkutan dan komunikasi (17,86 persen), dan sektor keuangan, persewaan, dan jasa perusahaan (10,96 persen).

Sementara sektor-sektor yang kontribusinya di bawah sepuluh persen adalah sektor bangunan (8,04 persen), sektor pertanian (2,06 persen), sektor listrik, gas, dan air bersih (0,70 persen), dan sektor pertambangan dan penggalian (0,08 persen).

Meskipun sektor perdagangan, hotel, dan restoran masih memberikan kontribusi tertinggi, namun menunjukkan adanya kecenderungan menurun. Jika pada tahun 2000, kontribusi sektor perdagangan, hotel, dan restoran mencapai 25,47 persen, maka pada tahun 2001 menjadi 23,74 persen, tahun 2002 menjadi 22,80 persen, tahun 2003 menjadi 22,54 persen, tahun 2004 menjadi 22,19 persen, dan terakhir tahun 2005 sebesar 22,12 persen.

Hal yang sama juga terjadi pada sektor pertanian dan sektor pertambangan dan penggalian, dimana kontribusinya pada perekonomian Kota Tebing Tinggi cenderung mengalami penurunan. Akan tetapi, penurunan yang terjadi pada kedua sektor ini dapat dimaklumi karena keduanya merupakan sektor primer, yang kinerjanya sangat bergantung pada ketersediaan dan kondisi sumber daya alam (SDA). Jika SDA yang ada semakin berkurang sementara SDA baru belum atau tidak ditemukan maka kinerja sektor ini akan stagnan (tetap).

Sementara itu, sektor yang peranannya pada ekonomi Kota Tebing Tinggi terus meningkat adalah sektor listrik, gas, dan air bersih; sektor pengangkutan dan komunikasi; dan sektor keuangan, persewaan, dan jasa perusahaan.

TABEL 6.2.

Struktur Ekonomi Kota Tebing Tinggi menurut Lapangan Usaha Tahun 2000-2005 (Persen)

Lapangan Usaha 2000 2001 2002 2003 2004 2005*

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)

1. Pertanian 2,50 2,61 2,87 2,29 2,25 2,06 2. Pertambangan dan Penggalian 0,09 0,09 0,08 0,08 0,08 0,08 3. Industri Pengolahan 18,34 17,72 18,04 18,52 18,40 18,00 4. Listrik, Gas, dan Air Bersih 0,49 0,49 0,55 0,64 0,67 0,70 5. Bangunan 7,81 8,12 8,11 8,15 8,12 8,04 6. Perdagangan, Hotel, dan Restoran 25,47 23,74 22,80 22,54 22,19 22,12 7. Pengangkutan dan Komunikasi 15,08 15,93 16,32 16,38 16,57 17,86 8. Keuangan, Persewaan, dan Jasa Perusahaan 7,91 7,99 8,96 8,93 10,14 10,96 9. Jasa-jasa 22,29 23,31 22,28 22,48 21,58 20,18

Total 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00

Catatan: *) Angka Sementara

Sumber: Badan Pusat Statistik Kota Tebing Tinggi

Khusus untuk sektor jasa-jasa (termasuk didalamnya jasa pendidikan dan kesehatan), kontribusinya pada perekonomian Kota Tebing Tinggi cukup tinggi. Pada tahun 2000, kontribusi sektor jasa-jasa sebesar 22,29 persen, naik menjadi 23,31 persen tahun 2001. Selanjutnya, kontribusi pada tahun 2002 sebesar 22,28 persen, tahun 2003 sebesar 22,48 persen dan tahun 2004 sebesar 21,58 persen. Terakhir, kontribusinya pada tahun 2005 sebesar 20,18 persen.

Bab 6. Tinjauan Ekonomi Kota Tebing Tinggi

GRAFIK 6.2.

Struktur Ekonomi Kota Tebing Tinggi menurut Kelompok Sektor Tahun 2000 dan 2005* (Persen)

Primer 2,14% Tersier 71,12% Sekunder 26,74% Primer 2.59% Tersier 70.76% Sekunder 26.65% Primer 2.59% Tersier 70.76% Sekunder 26.65% Tahun 2000 Tahun 2005*

Catatan: *) Angka Sementara

Sumber: Badan Pusat Statistik Kota Tebing Tinggi

Jika dilihat berdasarkan kelompok sektor, maka kelompok sektor tersier merupakan penopang utama perekonomian Kota Tebing Tinggi. Kondisi tersebut sesuai dengan keadaan Kota Tebing Tinggi sebagai salah satu daerah perkotaan di Sumatera Utara.

Kontribusi sektor tersier mencapai 71,12 persen dari seluruh perekonomian di Kota Tebing Tinggi tahun 2005, sedangkan sektor sekunder hanya memberikan kontribusi 26,74 persen dan sektor primer 2,14 persen. Jika dibandingkan dengan kondisi lima tahun lalu (tahun 2000), kontribusi kelompok sektor tersier dan sekunder makin tinggi, sedangkan kontribusi kelompok sektor primer cenderung menurun.

6.4. PDRB Per Kapita

Jika kinerja ekonomi (PDRB) yang tercipta di Kota Tebing Tinggi dibagikan pada seluruh penduduk secara rata, maka akan diperoleh rata-rata pendapatan (PDRB) setiap penduduk Kota Tebing Tinggi selama setahun, atau yang dikenal dengan nama PDRB per kapita. Secara tidak langsung, PDRB per kapita menggambarkan tingkat kemakmuran di wilayah Kota Tebing Tinggi. Dikatakan tingkat kemakmuran wilayah karena belum memperhitungkan komponen-komponen

lain, seperti: penyusutan, pajak tidak langsung neto, dan pendapatan neto yang mengalir dari dan ke daerah lain.

Karena indikator pendapatan per kapita yang diperlukan belum dapat dihitung, maka PDRB per kapita dapat digunakan sebagai perkiraan kasar untuk menggambarkan tingkat kemakmuran penduduk di Kota Tebing Tinggi.

Selama periode 2000-2005, PDRB per kapita atas dasar harga berlaku Kota Tebing Tinggi terus mengalami peningkatan. Tahun 2000, PDRB per kapita atas dasar harga berlaku Kota Tebing Tinggi masih sekitar Rp.5,52 juta atau Rp.460 ribu per orang per bulan. Tahun 2005, angka tersebut naik menjadi Rp.9,24 juta, atau hampir Rp.780 ribu per orang per bulan. PDRB per kapita atas dasar harga berlaku Kota Tebing Tinggi tahun 2005 tersebut naik sekitar 13,75 persen dari tahun 2004.

Secara riil, dengan mengeluarkan faktor inflasi, PDRB per kapita atas dasar harga konstan Kota Tebing Tinggi pada tahun 2005 sebesar Rp.6,46 juta, atau sekitar Rp.538 ribu per orang per bulan. Jumlah tersebut naik sekitar 3,39 persen dari tahun 2004.

Dengan demikian, menurut PDRB per kapita atas dasar harga konstan 2000, sudah ada perbaikan dalam hal taraf hidup riil masyarakat di Kota Tebing Tinggi dalam enam tahun terakhir, dari yang sebelumnya hanya memperoleh Rp.460 ribu per orang per bulan (tahun 2000) menjadi Rp.538 ribu per orang per bulan (tahun 2005).

TABEL 6.3.

PDRB Per Kapita Kota Tebing Tinggi Tahun 2000-2005 (Rupiah)

PDRB Perkapita ADH Berlaku PDRB Perkapita ADH Konstan ’00

Tahun

Nilai (Rp.) Perubahan (%) Nilai (Rp.) Perubahan (%)

(1) (2) (3) (4) (5) 2000 5.519.619 - 5.519.619 - 2001 6.130.673 11,07 5.512.632 -0,13 2002 6.781.011 10,61 5.777.344 4,80 2003 7.377.811 8,80 5.983.239 3,56 2004 8.120.264 10,06 6.248.169 4,43 2005* 9.236.850 13,75 6.459.670 3,39

Catatan: *) Angka Sementara

Bab 6. Tinjauan Ekonomi Kota Tebing Tinggi

6.5. Inflasi pada Tingkat Produsen

Berdasarkan angka PDRB juga dapat diperoleh indikator tingkat inflasi. Akan tetapi, tingkat inflasi ini berbeda dengan tingkat inflasi yang biasa digunakan oleh pemerintah. Inflasi yang diperoleh dari besaran PDRB merupakan inflasi pada tingkat produsen, sedangkan inflasi yang biasa digunakan pemerintah adalah inflasi pada tingkat konsumen.

Pada tahun 2005, perubahan harga produsen di Kota Tebing Tinggi mencapai 10,03 persen. Sektor yang mengalami inflasi tertinggi adalah sektor pengangkutan dan komunikasi (17,76 persen), diikuti oleh keuangan, persewaan, dan jasa perusahaan (12,77 persen), sektor industri pengolahan (11,13 persen), dan sektor listrik, gas, dan air bersih (10,60 persen).

Inflasi pada tingkat produsen di Kota Tebing Tinggi pada tahun 2005 lebih tinggi dari tahun 2004 yang sebesar 5,40 persen. Hal ini tidak terlepas dari adanya kenaikan harga BBM di tingkat konsumen. Inflasi yang cukup tinggi tersebut merupakan yang ke-2 setelah terjadinya krisis ekonomi. Sebelumnya, inflasi dua digit juga pernah terjadi pada tahun 2001 lalu dengan inflasi mencapai 11,21 persen.

TABEL 6.4.

Inflasi pada Tingkat Produsen di Kota Tebing Tinggi menurut Lapangan Usaha Tahun 2001-2005 (Persen)

Lapangan Usaha 2001 2002 2003 2004 2005*

(1) (2) (3) (4) (5) (6)

1. Pertanian 19,42 9,86 -3,48 8,09 4,94 2. Pertambangan dan Penggalian 3,01 2,45 2,11 2,29 8,23 3. Industri Pengolahan 16,06 6,35 11,16 10,21 11,13 4. Listrik, Gas, dan Air Bersih 17,59 20,78 23,26 11,20 10,60 5. Bangunan 15,20 5,61 4,50 3,20 9,20 6. Perdagangan, Hotel, dan Restoran 5,20 3,47 4,54 3,93 9,80 7. Pengangkutan dan Komunikasi 11,24 6,65 2,23 4,26 17,76 8. Keuangan, Persewaan, dan Jasa Perusahaan 10,41 13,79 10,87 12,11 12,77 9. Jasa-jasa 12,12 2,21 2,03 1,82 2,77

Total 11,21 5,54 5,06 5,40 10,03

Catatan: *) Angka Sementara

Sumber: Badan Pusat Statistik Kota Tebing Tinggi

6.6. Posisi Kota Tebing Tinggi di Sumatera Utara

Proses pertumbuhan ekonomi tahun 2005 yang lebih lambat dibandingkan dengan tahun 2004 tidak hanya terjadi di Kota Tebing Tinggi, hampir seluruh Kabupaten Kota di Sumatera Utara mengalaminya. Secara umum, pertumbuhan ekonomi di Sumatera Utara pada tahun 2005 sebesar 5,48 persen, lebih lambat dibandingkan tahun 2004 yang sebesar 5,74 persen.

Jika dilihat secara lebih luas, kegiatan ekonomi yang ada di Kota Tebing Tinggi hanya sekitar 0,92 persen dari perekonomian Sumatera Utara yang sebesar Rp.136,9 triliun. Meskipun demikian, kontribusi tersebut relatif besar jika melihat luas Kota Tebing Tinggi yang hanya 0,05 persen dari luas Provinsi Sumatera Utara.

Terkait dengan luas Kota Tebing Tinggi yang hanya 38,438 Km2, mengakibatkan lahan yang digunakan untuk pembangunan. juga relatif terbatas. Terbatasnya lahan ini berdampak pada datarnya pertumbuhan ekonomi di Kota Tebing Tinggi, Dibandingkan dengan daerah-daerah lain umumnya di Sumatera Utara (khususnya daerah kabupaten), pertumbuhan ekonomi di Kota Tebing Tinggi dapat dikatakan kurang pesat, yang tercermin dari lebih rendahnya pertumbuhan ekonomi Kota Tebing Tinggi dari pertumbuhan ekonomi Sumatera Utara.

Meskipun demikian, pertumbuhan ekonomi di Kota Tebing Tinggi tidak jauh berbeda dengan kota-kota lain di Sumatera Utara. Pada tahun 2005, pertumbuhan ekonomi Kota Tebing Tinggi berada pada posisi ke-5, setelah Medan (6,42 persen), Pematang Siantar (5,67 persen), Binjai (5,29 persen), Padang Sidimpuan (4,71 persen). Sementara itu, perekonomian di Kota Sibolga dan Tanjung Balai masing-masing tumbuh sebesar 4,38 persen dan 4,19 persen.

Selain pertumbuhan ekonomi Tebing Tinggi yang kurang pesat, PDRB per kapita di wilayah Tebing Tinggi juga lebih rendah dibandingkan dengan PDRB per kapita secara umum di Sumatera Utara. Pada tahun 2005, PDRB per kapita Kota Tebing Tinggi sebesar Rp.9,24 juta, sedangkan di Sumatera Utara secara umum sebesar Rp.11,11 juta.

Bab 6. Tinjauan Ekonomi Kota Tebing Tinggi

Besaran PRDB per kapita Kota Tebing Tinggi tahun 2005 berada pada posisi ke-10 di Sumatera Utara, setelah Kota Medan (Rp.20,79 juta), Kabupaten Asahan (Rp.15,16 juta), Kabupaten Labuhan Batu (Rp.13,08 juta), Kabupaten Toba Samosir (Rp.12,46 juta), Kabupaten Deli Serdang (Rp.12,41 juta), Kabupaten Karo (Rp.11,65 juta), Kota Pematang Siantar (Rp.11,55 juta), Kota Tanjung Balai (Rp.11,55 juta), dan Kota Binjai (Rp.9,71 juta). Untuk daerah kota, PDRB per kapita Kota Tebing Tinggi tahun 2005 berada pada peringkat 5 (lima) dari 7 kota di Sumatera Utara.

Jika pertumbuhan ekonomi dan PDRB per kapita dihubungkan dalam satu diagram, maka posisi Kota Tebing Tinggi di Sumatera Utara pada tahun 2005 masuk dalam Kuadran III, yang berarti bahwa pertumbuhan ekonominya lebih lambat dari umumnya daerah lain dan PDRB per kapita di wilayahnya juga lebih rendah dari daerah lain. Kondisi tersebut berbeda dengan kondisi tahun 2001 lalu, dimana posisi Kota Tebing Tinggi berada di Kuadran IV yang berarti bahwa pertumbuhan ekonominya masih lebih cepat dari umumnya daerah lain meskipun PDRB per kapitanya lebih rendah dari daerah lain.

GRAFIK 6.3.

Posisi Kota Tebing Tinggi di Sumatera Utara

menurut Pertumbuhan Ekonomi dan PDRB Perkapita ADH Berlaku Tahun 2001 dan 2005*

Tahun 2001 Tahun 2005*

0 20

0 20

Pertumbuhan Ekonomi PDRB Per Kapita ADH Berlaku

Tebing Tinggi (4,08 ; 6,13) Sumatera Utara (3,98 ; 6,81) 0 20 0 20 Pertumbuhan Ekonomi PDRB Per Kapita ADH Berlaku

Tebing Tinggi (4,38 ; 9,24)

Sumatera Utara (5,48 ; 11,11)

Catatan: *) Angka Sementara

Sumber: Badan Pusat Statistik Kota Tebing Tinggi

Secara umum, dapat dikatakan bahwa pertumbuhan ekonomi Kota Tebing Tinggi tahun 2005 tidak sepesat tahun 2004. Akan tetapi, ekonomi Kota Tebing Tinggi tahun 2005 masih dapat dikatakan lebih baik dibandingkan tahun 2004, yang ditandai dengan masih positifnya angka pertumbuhan ekonomi.

Jika dibandingkan dengan daerah-daerah lain di Sumatera Utara, Pertumbuhan ekonomi di Kota Tebing Tinggi masih kurang pesat, dan PDRB per kapita juga masih lebih rendah. Meskipun demikian, kondisi perkembangan ekonomi di Kota Tebing Tinggi tidak jauh berbeda jika dibandingkan dengan daerah-daerah lain di Sumatera Utara, dimana hampir seluruhnya mengalami perlambatan pertumbuhan ekonomi di tahun 2005.

TABEL 1.

PDRB Kota Tebing Tinggi Atas Dasar Harga Berlaku menurut Lapangan Usaha Tahun 2000-2005

(Juta Rp.)

LAPANGAN USAHA 2000 2001 2002 2003 2004 2005*

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)

1. PERTANIAN 17.274,79 20.874,88 25.580,19 22.426,43 24.518,37 25.870,09

a. Tanaman Bahan Makanan 9.270,16 9.426,81 10.450,33 9.220,55 8.273,96 10.363,32

b. Perkebunan 571,32 657,67 759,21 837,18 948,30 971,88

c. Peternakan 7.433,31 10.790,41 14.370,65 12.368,70 15.296,11 14.534,89

d. Kahutanan - - - - - -

e. Perikanan - - - - - -

2. PERTAMBANGAN DAN PENGGALIAN 646,87 687,41 735,03 786,50 848,47 947,83

a. Pertambangan Migas - - - - - -

b. Pertambangan Non Migas - - - - - -

c. Penggalian 646,87 687,41 735,03 786,50 848,47 947,83

3. INDUSTRI PENGOLAHAN 126.535,07 141.507,89 161.012,27 181.674,76 200.813,59 225.614,79

a. Industri Migas - - - - - -

b. Industri Non Migas 126.535,07 141.507,89 161.012,27 181.674,76 200.813,59 225.614,79

4. LISTRIK, GAS, DAN AIR BERSIH 3.403,87 3.896,14 4.882,21 6.253,08 7.351,67 8.772,83

a. Listrik 1.988,24 2.334,67 3.298,68 4.305,78 5.145,79 6.135,92

b. Gas - - - - - -

c. Air Bersih 1.415,63 1.561,48 1.583,54 1.947,30 2.205,88 2.636,91

5. BANGUNAN 53.905,44 64.853,88 72.353,40 79.970,28 88.657,93 100.787,00 6. PERDAGANGAN, HOTEL, DAN RESTORAN 175.730,78 189.589,81 203.472,36 221.128,90 242.111,44 277.143,94

a. Perdagangan 154.957,14 164.799,98 176.811,13 192.499,16 211.327,14 243.576,24

b. Hotel 259,81 384,54 424,54 578,85 590,83 670,86

c. Restoran 20.513,83 24.405,29 26.236,69 28.050,89 30.193,46 32.896,83

7. PENGANGKUTAN DAN KOMUNIKASI 104.054,89 127.265,52 145.662,17 160.722,84 180.773,28 223.777,83

a. Pengangkutan 90.197,59 112.005,39 128.786,31 142.008,32 159.273,03 198.231,78

- Angkutan Rel 3.670,06 5.907,66 6.904,34 8.067,66 9.227,19 9.704,79

- Angkutan Jalan Raya 69.135,50 84.241,60 98.685,23 108.476,78 122.190,27 157.486,10

- Angkutan Laut - - - - - -

- Angkutan Sungai, Danau, & Penyebrangan - - - - - -

- Angkutan Udara - - - - - -

- Jasa Penunjang Angkutan 17.392,03 21.856,13 23.196,74 25.463,88 27.855,57 31.040,89

b. Komunikasi 13.857,30 15.260,13 16.875,86 18.714,52 21.500,25 25.546,04

8. KEUANGAN, PERSEWAAN, & JASA PRSHN 54.608,04 63.817,04 79.977,57 87.596,51 110.617,68 137.334,68

a. Bank 20.792,77 23.230,35 29.078,99 27.718,24 36.848,51 43.919,53

b. Lembaga Keuangan Bukan Bank 6.488,78 9.293,77 14.401,89 18.001,68 26.011,62 37.447,83

c. Jasa Penunjang Keuangan - - - - - -

d. Sewa Bangunan 24.919,71 28.741,15 33.774,83 38.962,35 44.629,09 52.639,52

e. Jasa Perusahaan 2.406,78 2.551,77 2.721,86 2.914,24 3.128,46 3.327,80

9. JASA-JASA 153.825,68 186.168,59 198.902,44 220.556,72 235.524,90 252.923,73

a. Jasa Pemerintah 87.508,68 115.251,91 122.517,34 137.894,21 145.952,18 154.721,25

- Jasa Pemerintahan & Pertahanan 57.001,44 73.620,87 78.413,27 88.796,19 93.069,11 98.654,51

- Jasa Pemerintahan Lainnya 30.507,24 41.631,04 44.104,07 49.098,02 52.883,08 56.066,74

b. Jasa Swasta 66.317,00 70.916,68 76.385,10 82.662,51 89.572,72 98.202,48

- Jasa Sosial Kemasyarakatan 24.333,11 25.979,89 27.817,69 29.865,17 32.099,50 34.544,80

- Jasa Hiburan dan Rekreasi 3.844,03 3.976,82 4.282,46 4.636,82 4.916,21 5.272,64

- Jasa Perorangan dan Rumahtangga 38.139,86 40.959,97 44.284,95 48.160,52 52.557,01 58.385,04

PDRB 689.985,44 798.661,17 892.577,65 981.116,03 1.091.217,33 1.253.172,71 PDRB Per Kapita (Rp.) 5.519.619 6.130.673 6.781.011 7.377.811 8.120.264 9.236.850

Catatan: *) Angka Sementara **) Angka Sangat Sementara Sumber: Badan Pusat Statistik Kota Tebing Tinggi

Lampiran

TABEL 2.

PDRB Kota Tebing Tinggi Atas Dasar Harga Konstan 2000 menurut Lapangan Usaha Tahun 2000-2005

(Juta Rp.)

LAPANGAN USAHA 2000 2001 2002 2003 2004 2005*

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)

1. PERTANIAN 17.274,79 17.480,74 19.497,96 17.710,31 17.913,84 18.011,53

a. Tanaman Bahan Makanan 9.270,16 8.045,24 8.149,11 6.667,39 5.896,49 6.921,9

b. Perkebunan 571,32 626,83 671,91 694,82 742,79 756,61

c. Peternakan 7.433,31 8.808,67 10.676,94 10.348,10 11.274,57 10.332,92

d. Kahutanan - - - - - -

e. Perikanan - - - - - -

2. PERTAMBANGAN DAN PENGGALIAN 646,87 667,34 696,48 729,86 769,77 794,56

a. Pertambangan Migas - - - - - -

b. Pertambangan Non Migas - - - - - -

c. Penggalian 646,87 667,34 696,48 729,86 769,77 794,56

3. INDUSTRI PENGOLAHAN 126.535,07 121.924,73 130.451,86 132.409,62 132.801,17 134.259,39

a. Industri Migas - - - - - -

b. Industri Non Migas 126.535,07 121.924,73 130.451,86 132.409,62 132.801,17 134.259,39

4. LISTRIK, GAS, DAN AIR BERSIH 3.403,87 3.313,39 3.437,50 3.571,79 3.776,41 4.074,59

a. Listrik 1.988,24 2.002,07 2.138,28 2.183,24 2.291,19 2.469,66

b. Gas - - - - - -

c. Air Bersih 1.415,63 1.311,31 1.299,22 1.388,55 1.485,22 1.604,93

5. BANGUNAN 53.905,44 56.296,67 59.469,44 62.896,67 67.569,44 70.345,20 6. PERDAGANGAN, HOTEL, DAN RESTORAN 175.730,78 180.217,77 186.919,01 194.319,67 205.203,63 213.936,37

a. Perdagangan 154.957,14 159.208,51 165.509,23 172.413,89 182.283,63 190.331,93

b. Hotel 259,81 320,45 303,24 361,78 328,24 335,43

c. Restoran 20.513,83 20.688,81 21.106,54 21.544,00 22.591,76 23.269,01

7. PENGANGKUTAN DAN KOMUNIKASI 104.054,89 114.405,01 122.777,63 132.519,65 142.956,46 150.280,78

a. Pengangkutan 90.197,59 99.809,55 107.365,75 116.254,55 125.198,22 131.030,84

- Angkutan Rel 3.670,06 5.099,19 5.857,67 6.629,26 7.212,77 7.480,77

- Angkutan Jalan Raya 69.135,50 75.780,41 81.341,34 88.226,27 95.304,50 99.959,66

- Angkutan Laut - - - - - -

- Angkutan Sungai, Danau, & Penyebrangan - - - - - -

- Angkutan Udara - - - - - -

- Jasa Penunjang Angkutan 17.392,03 18.929,96 20.166,74 21.399,01 22.680,95 23.590,41

b. Komunikasi 13.857,30 14.595,45 15.411,88 16.265,11 17.758,25 19.249,94

8. KEUANGAN, PERSEWAAN, & JASA PRSHN 54.608,04 57.797,91 63.654,33 62.880,97 70.830,63 77.978,30

a. Bank 20.792,77 21.032,45 23.494,38 20.734,77 26.010,10 30.442,59

b. Lembaga Keuangan Bukan Bank 6.488,78 7.054,15 7.957,72 8.400,20 8.705,16 9.156,64

c. Jasa Penunjang Keuangan - - - - - -

d. Sewa Bangunan 24.919,71 27.199,84 29.577,78 30.989,35 33.181,91 35.278,54

e. Jasa Perusahaan 2.406,78 2.511,47 2.624,45 2.756,65 2.933,45 3.100,52

9. JASA-JASA 153.825,68 166.043,52 173.561,75 188.624,56 197.820,08 206.709,19

a. Jasa Pemerintah 87.508,68 97.381,12 102.406,05 114.046,99 119.449,51 124.322,71

- Jasa Pemerintahan & Pertahanan 57.001,44 62.745,12 65.821,34 73.439,91 75.840,99 78.581,93

- Jasa Pemerintahan Lainnya 30.507,24 34.636,00 36.584,71 40.607,08 43.608,52 45.740,78

b. Jasa Swasta 66.317,00 68.662,40 71.155,70 74.577,57 78.370,57 82.386,48

- Jasa Sosial Kemasyarakatan 24.333,11 25.179,89 26.117,69 27.179,89 28.417,69 29.696,43

- Jasa Hiburan dan Rekreasi 3.844,03 3.909,18 3.849,89 4.126,64 4.281,96 4.450,28

- Jasa Perorangan dan Rumahtangga 38.139,86 39.573,33 41.188,12 43.271,04 45.670,92 48.239,77

PDRB 689.985,44 718.147,08 760.465,96 795.663,10 839.641,43 876.389,90 PDRB Per Kapita (Rp.) 5.519.619 5.512.632 5.777.344 5.983.239 6.248.169 6.459.670

Catatan: *) Angka Sementara **) Angka Sangat Sementara Sumber: Badan Pusat Statistik Kota Tebing Tinggi

TABEL 3.

Distribusi PDRB Kota Tebing Tinggi Atas Dasar Harga Berlaku menurut Lapangan Usaha Tahun 2000-2005

(Persen)

LAPANGAN USAHA 2000 2001 2002 2003 2004 2005*

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)

1. PERTANIAN 2,50 2,61 2,87 2,29 2,25 2,06

a. Tanaman Bahan Makanan 1,34 1,18 1,17 0,94 0,76 0,83

b. Perkebunan 0,08 0,08 0,09 0,09 0,09 0,08

c. Peternakan 1,08 1,35 1,61 1,26 1,40 1,16

d. Kahutanan - - - - - -

e. Perikanan - - - - - -

2. PERTAMBANGAN DAN PENGGALIAN 0,09 0,09 0,08 0,08 0,08 0,08

a. Pertambangan Migas - - - - - -

b. Pertambangan Non Migas - - - - - -

c. Penggalian 0,09 0,09 0,08 0,08 0,08 0,08

3. INDUSTRI PENGOLAHAN 18,34 17,72 18,04 18,52 18,40 18,00

a. Industri Migas - - - - - -

b. Industri Non Migas 18,34 17,72 18,04 18,52 18,40 18,00

4. LISTRIK, GAS, DAN AIR BERSIH 0,49 0,49 0,55 0,64 0,67 0,70

a. Listrik 0,29 0,29 0,37 0,44 0,47 0,49

b. Gas - - - - - -

c. Air Bersih 0,21 0,20 0,18 0,20 0,20 0,21

5. BANGUNAN 7,81 8,12 8,11 8,15 8,12 8,04

6. PERDAGANGAN, HOTEL, DAN RESTORAN 25,47 23,74 22,80 22,54 22,19 22,12

a. Perdagangan 22,46 20,63 19,81 19,62 19,37 19,44

b. Hotel 0,04 0,05 0,05 0,06 0,05 0,05

c. Restoran 2,97 3,06 2,94 2,86 2,77 2,63

7. PENGANGKUTAN DAN KOMUNIKASI 15,08 15,93 16,32 16,38 16,57 17,86

a. Pengangkutan 13,07 14,02 14,43 14,47 14,60 15,82

- Angkutan Rel 0,53 0,74 0,77 0,82 0,85 0,77

- Angkutan Jalan Raya 10,02 10,55 11,06 11,06 11,20 12,57

- Angkutan Laut - - - - - -

- Angkutan Sungai, Danau, & Penyebrangan - - - - - -

- Angkutan Udara - - - - - -

- Jasa Penunjang Angkutan 2,52 2,74 2,60 2,60 2,55 2,48

b. Komunikasi 2,01 1,91 1,89 1,91 1,97 2,04

8. KEUANGAN, PERSEWAAN, & JASA PRSHN 7,91 7,99 8,96 8,93 10,14 10,96

a. Bank 3,01 2,91 3,26 2,83 3,38 3,50

b. Lembaga Keuangan Bukan Bank 0,94 1,16 1,61 1,83 2,38 2,99

c. Jasa Penunjang Keuangan - - - - - -

d. Sewa Bangunan 3,61 3,60 3,78 3,97 4,09 4,20

e. Jasa Perusahaan 0,35 0,32 0,30 0,30 0,29 0,27

9. JASA-JASA 22,29 23,31 22,28 22,48 21,58 20,18

a. Jasa Pemerintah 12,68 14,43 13,73 14,05 13,38 12,35

- Jasa Pemerintahan & Pertahanan 8,26 9,22 8,79 9,05 8,53 7,87

- Jasa Pemerintahan Lainnya 4,42 5,21 4,94 5,00 4,85 4,47

b. Jasa Swasta 9,61 8,88 8,56 8,43 8,21 7,84

- Jasa Sosial Kemasyarakatan 3,53 3,25 3,12 3,04 2,94 2,76

- Jasa Hiburan dan Rekreasi 0,56 0,50 0,48 0,47 0,45 0,42

- Jasa Perorangan dan Rumahtangga 5,53 5,13 4,96 4,91 4,82 4,66

PDRB 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00

Catatan: *) Angka Sementara **) Angka Sangat Sementara Sumber: Badan Pusat Statistik Kota Tebing Tinggi

Lampiran

TABEL 4.

Distribusi PDRB Kota Tebing Tinggi Atas Dasar Harga Konstan 2000 menurut Lapangan Usaha Tahun 2000-2005

(Persen)

LAPANGAN USAHA 2000 2001 2002 2003 2004 2005*

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)

1. PERTANIAN 2,50 2,43 2,56 2,23 2,13 2,06

a. Tanaman Bahan Makanan 1,34 1,12 1,07 0,84 0,70 0,79

b. Perkebunan 0,08 0,09 0,09 0,09 0,09 0,09

c. Peternakan 1,08 1,23 1,40 1,30 1,34 1,18

d. Kahutanan - - - - - -

e. Perikanan - - - - - -

2. PERTAMBANGAN DAN PENGGALIAN 0,09 0,09 0,09 0,09 0,09 0,09

a. Pertambangan Migas - - - - - -

b. Pertambangan Non Migas - - - - - -

c. Penggalian 0,09 0,09 0,09 0,09 0,09 0,09

3. INDUSTRI PENGOLAHAN 18,34 16,98 17,15 16,64 15,82 15,32

a. Industri Migas - - - - - -

b. Industri Non Migas 18,34 16,98 17,15 16,64 15,82 15,32

4. LISTRIK, GAS, DAN AIR BERSIH 0,49 0,46 0,45 0,45 0,45 0,46

a. Listrik 0,29 0,28 0,28 0,27 0,27 0,28

b. Gas - - - - - -

c. Air Bersih 0,21 0,18 0,17 0,17 0,18 0,18

5. BANGUNAN 7,81 7,84 7,82 7,90 8,05 8,03

6. PERDAGANGAN, HOTEL, DAN RESTORAN 25,47 25,09 24,58 24,42 24,44 24,41

a. Perdagangan 22,46 22,17 21,76 21,67 21,71 21,72

b. Hotel 0,04 0,04 0,04 0,05 0,04 0,04

c. Restoran 2,97 2,88 2,78 2,71 2,69 2,66

7. PENGANGKUTAN DAN KOMUNIKASI 15,08 15,93 16,15 16,66 17,03 17,15

a. Pengangkutan 13,07 13,90 14,12 14,61 14,91 14,95

- Angkutan Rel 0,53 0,71 0,77 0,83 0,86 0,85

- Angkutan Jalan Raya 10,02 10,55 10,70 11,09 11,35 11,41

- Angkutan Laut - - - - - -

- Angkutan Sungai, Danau, & Penyebrangan - - - - - -

- Angkutan Udara - - - - - -

- Jasa Penunjang Angkutan 2,52 2,64 2,65 2,69 2,70 2,69

b. Komunikasi 2,01 2,03 2,03 2,04 2,11 2,20

8. KEUANGAN, PERSEWAAN, & JASA PRSHN 7,91 8,05 8,37 7,90 8,44 8,90

a. Bank 3,01 2,93 3,09 2,61 3,10 3,47

b. Lembaga Keuangan Bukan Bank 0,94 0,98 1,05 1,06 1,04 1,04

c. Jasa Penunjang Keuangan - - - - - -

d. Sewa Bangunan 3,61 3,79 3,89 3,89 3,95 4,03

e. Jasa Perusahaan 0,35 0,35 0,35 0,35 0,35 0,35

9. JASA-JASA 22,29 23,12 22,82 23,71 23,56 23,59

a. Jasa Pemerintah 12,68 13,56 13,47 14,33 14,23 14,19

- Jasa Pemerintahan & Pertahanan 8,26 8,74 8,66 9,23 9,03 8,97

- Jasa Pemerintahan Lainnya 4,42 4,82 4,81 5,10 5,19 5,22

b. Jasa Swasta 9,61 9,56 9,36 9,37 9,33 9,40

- Jasa Sosial Kemasyarakatan 3,53 3,51 3,43 3,42 3,38 3,39

- Jasa Hiburan dan Rekreasi 0,56 0,54 0,51 0,52 0,51 0,51

- Jasa Perorangan dan Rumahtangga 5,53 5,51 5,42 5,44 5,44 5,50

PDRB 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00

Catatan: *) Angka Sementara **) Angka Sangat Sementara Sumber: Badan Pusat Statistik Kota Tebing Tinggi

TABEL 5.

Pertumbuhan PDRB Kota Tebing Tinggi Atas Dasar Harga Berlaku menurut Lapangan Usaha Tahun 2000-2005

(Persen)

LAPANGAN USAHA 2000 2001 2002 2003 2004 2005*

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)

1. PERTANIAN - 20,84 22,54 -12,33 9,33 5,51

a. Tanaman Bahan Makanan - 1,69 10,86 -11,77 -10,27 25,25

b. Perkebunan - 15,11 15,44 10,27 13,27 2,49

c. Peternakan - 45,16 33,18 -13,93 23,67 -4,98

d. Kahutanan - - - - - -

e. Perikanan - - - - - -

2. PERTAMBANGAN DAN PENGGALIAN - 6,27 6,93 7,00 7,88 11,71

a. Pertambangan Migas - - - - - -

b. Pertambangan Non Migas - - - - - -

c. Penggalian - 6,27 6,93 7,00 7,88 11,71

3. INDUSTRI PENGOLAHAN - 11,83 13,78 12,83 10,53 12,35

a. Industri Migas - - - - - -

b. Industri Non Migas - 11,83 13,78 12,83 10,53 12,35

4. LISTRIK, GAS, DAN AIR BERSIH - 14,46 25,31 28,08 17,57 19,33

a. Listrik - 17,42 41,29 30,53 19,51 19,24

b. Gas - - - - - -

c. Air Bersih - 10,30 1,41 22,97 13,28 19,54

5. BANGUNAN - 20,31 11,56 10,53 10,86 13,68

6. PERDAGANGAN, HOTEL, DAN RESTORAN - 7,89 7,32 8,68 9,49 14,47

a. Perdagangan - 6,35 7,29 8,87 9,78 15,26

b. Hotel - 48,01 10,41 36,34 2,07 13,54

c. Restoran - 18,97 7,50 6,91 7,64 8,95

7. PENGANGKUTAN DAN KOMUNIKASI - 22,31 14,46 10,34 12,48 23,79

- 24,18 14,98 10,27 12,16 24,46

a. Pengangkutan

- Angkutan Rel - 60,97 16,87 16,85 14,37 5,18

- Angkutan Jalan Raya - 21,85 17,15 9,92 12,64 28,89

- Angkutan Laut - - - - - -

- Angkutan Sungai, Danau, & Penyebrangan - - - - - -

- Angkutan Udara - - - - - -

- Jasa Penunjang Angkutan - 25,67 6,13 9,77 9,39 11,44

b. Komunikasi - 10,12 10,59 10,90 14,89 18,82

8. KEUANGAN, PERSEWAAN, & JASA PRSHN - 16,86 25,32 9,53 26,28 24,15

a. Bank - 11,72 25,18 -4,68 32,94 19,19

b. Lembaga Keuangan Bukan Bank - 43,23 54,96 25,00 44,50 43,97

c. Jasa Penunjang Keuangan - - - - - -

d. Sewa Bangunan - 15,34 17,51 15,36 14,54 17,95

e. Jasa Perusahaan - 6,02 6,67 7,07 7,35 6,37

9. JASA-JASA - 21,03 6,84 10,89 6,79 7,39

a. Jasa Pemerintah - 31,70 6,30 12,55 5,84 6,01

- Jasa Pemerintahan & Pertahanan - 29,16 6,51 13,24 4,81 6,00

- Jasa Pemerintahan Lainnya - 36,46 5,94 11,32 7,71 6,02

b. Jasa Swasta - 6,94 7,71 8,22 8,36 9,63

- Jasa Sosial Kemasyarakatan - 6,77 7,07 7,36 7,48 7,62

- Jasa Hiburan dan Rekreasi - 3,45 7,69 8,27 6,03 7,25

- Jasa Perorangan dan Rumahtangga - 7,39 8,12 8,75 9,13 11,09

PDRB - 15,75 11,76 9,92 11,22 14,84

PDRB Per Kapita (Rp.) - 11,07 10,61 8,80 10,06 13,75

Catatan: *) Angka Sementara **) Angka Sangat Sementara Sumber: Badan Pusat Statistik Kota Tebing Tinggi

Lampiran

TABEL 6.

Pertumbuhan PDRB Kota Tebing Tinggi Atas Dasar Harga Konstan 2000 menurut Lapangan Usaha Tahun 2000-2005

(Persen)

LAPANGAN USAHA 2000 2001 2002 2003 2004 2005*

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)

1. PERTANIAN - 1,19 11,54 -9,17 1,15 0,55

a. Tanaman Bahan Makanan - -13,21 1,29 -18,18 -11,56 17,39

b. Perkebunan - 9,72 7,19 3,41 6,90 1,86

c. Peternakan - 18,50 21,21 -3,08 8,95 -8,35

d. Kahutanan - - - - - -

e. Perikanan - - - - - -

2. PERTAMBANGAN DAN PENGGALIAN - 3,16 4,37 4,79 5,47 3,22

a. Pertambangan Migas - - - - - -

b. Pertambangan Non Migas - - - - - -

c. Penggalian - 3,16 4,37 4,79 5,47 3,22

3. INDUSTRI PENGOLAHAN - -3,64 6,99 1,50 0,30 1,10

a. Industri Migas - - - - - -

b. Industri Non Migas - -3,64 6,99 1,50 0,30 1,10

4. LISTRIK, GAS, DAN AIR BERSIH - -2,66 3,75 3,91 5,73 7,90

a. Listrik - 0,70 6,80 2,10 4,94 7,79

b. Gas - - - - - -

c. Air Bersih - -7,37 -0,92 6,88 6,96 8,06

5. BANGUNAN - 4,44 5,64 5,76 7,43 4,11

6. PERDAGANGAN, HOTEL, DAN RESTORAN - 2,55 3,72 3,96 5,60 4,26

a. Perdagangan - 2,74 3,96 4,17 5,72 4,42

b. Hotel - 23,34 -5,36 19,29 -9,27 2,19

c. Restoran - 0,85 2,02 2,07 4,86 3,00

7. PENGANGKUTAN DAN KOMUNIKASI - 9,95 7,32 7,93 7,88 5,12

a. Pengangkutan - 10,66 7,57 8,28 7,69 4,66

- Angkutan Rel - 38,94 14,87 13,17 8,80 3,72

- Angkutan Jalan Raya - 9,61 7,34 8,46 8,02 4,88

- Angkutan Laut - - - - - -

- Angkutan Sungai, Danau, & Penyebrangan - - - - - -

- Angkutan Udara - - - - - -

- Jasa Penunjang Angkutan - 8,84 6,53 6,11 5,99 4,01

b. Komunikasi - 5,33 5,59 5,54 9,18 8,40

8. KEUANGAN, PERSEWAAN, & JASA PRSHN - 5,84 10,13 -1,21 12,64 10,09

a. Bank - 1,15 11,71 -11,75 25,44 17,04

b. Lembaga Keuangan Bukan Bank - 8,71 12,81 5,56 3,63 5,19

c. Jasa Penunjang Keuangan - - - - - -

d. Sewa Bangunan - 9,15 8,74 4,77 7,08 6,32

e. Jasa Perusahaan - 4,35 4,50 5,04 6,41 5,70

9. JASA-JASA - 7,94 4,53 8,68 4,88 4,49

a. Jasa Pemerintah - 11,28 5,16 11,37 4,74 4,08

- Jasa Pemerintahan & Pertahanan - 10,08 4,90 11,57 3,27 3,61

- Jasa Pemerintahan Lainnya - 13,53 5,63 10,99 7,39 4,89

b. Jasa Swasta - 3,54 3,63 4,81 5,09 5,12

- Jasa Sosial Kemasyarakatan - 3,48 3,72 4,07 4,55 4,50

- Jasa Hiburan dan Rekreasi - 1,69 -1,52 7,19 3,76 3,93

- Jasa Perorangan dan Rumahtangga - 3,76 4,08 5,06 5,55 5,62

PDRB - 4,08 5,89 4,63 5,53 4,38

PDRB Per Kapita (Rp.) - -0,13 4,80 3,56 4,43 3,39

Catatan: *) Angka Sementara **) Angka Sangat Sementara Sumber: Badan Pusat Statistik Kota Tebing Tinggi

TABEL 7.

Indeks Berantai PDRB Kota Tebing Tinggi Atas Dasar Harga Berlaku menurut Lapangan Usaha Tahun 2000-2005

(Tahun sebelumnya = 100)

LAPANGAN USAHA 2000 2001 2002 2003 2004 2005*

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)

1. PERTANIAN - 120,84 122,54 87,67 109,33 105,51

a. Tanaman Bahan Makanan - 101,69 110,86 88,23 89,73 125,25

b. Perkebunan - 115,11 115,44 110,27 113,27 102,49

c. Peternakan - 145,16 133,18 86,07 123,67 95,02

d. Kahutanan - - - - - -

e. Perikanan - - - - - -

2. PERTAMBANGAN DAN PENGGALIAN - 106,27 106,93 107,00 107,88 111,71

a. Pertambangan Migas - - - - - -

b. Pertambangan Non Migas - - - - - -

c. Penggalian - 106,27 106,93 107,00 107,88 111,71

3. INDUSTRI PENGOLAHAN - 111,83 113,78 112,83 110,53 112,35

a. Industri Migas - - - - - -

b. Industri Non Migas - 111,83 113,78 112,83 110,53 112,35

4. LISTRIK, GAS, DAN AIR BERSIH - 114,46 125,31 128,08 117,57 119,33

a. Listrik - 117,42 141,29 130,53 119,51 119,24

b. Gas - - - - - -

c. Air Bersih - 110,30 101,41 122,97 113,28 119,54

5. BANGUNAN - 120,31 111,56 110,53 110,86 113,68

6. PERDAGANGAN, HOTEL, DAN RESTORAN - 107,89 107,32 108,68 109,49 114,47

a. Perdagangan - 106,35 107,29 108,87 109,78 115,26

b. Hotel - 148,01 110,40 136,35 102,07 113,54

c. Restoran - 118,97 107,50 106,91 107,64 108,95

7. PENGANGKUTAN DAN KOMUNIKASI - 122,31 114,46 110,34 112,48 123,79

a. Pengangkutan - 124,18 114,98 110,27 112,16 124,46

- Angkutan Rel - 160,97 116,87 116,85 114,37 105,18

- Angkutan Jalan Raya - 121,85 117,15 109,92 112,64 128,89

- Angkutan Laut - - - - - -

- Angkutan Sungai, Danau, & Penyebrangan - - - - - -

- Angkutan Udara - - - - - -

- Jasa Penunjang Angkutan - 125,67 106,13 109,77 109,39 111,44

b. Komunikasi - 110,12 110,59 110,90 114,89 118,82

8. KEUANGAN, PERSEWAAN, & JASA PRSHN - 116,86 125,32 109,53 126,28 124,15

a. Bank - 111,72 125,18 95,32 132,94 119,19

b. Lembaga Keuangan Bukan Bank - 143,23 154,96 125,00 144,50 143,97

c. Jasa Penunjang Keuangan - - - - - -

d. Sewa Bangunan - 115,34 117,51 115,36 114,54 117,95

e. Jasa Perusahaan - 106,02 106,67 107,07 107,35 106,37

9. JASA-JASA - 121,03 106,84 110,89 106,79 107,39

a. Jasa Pemerintah - 131,70 106,30 112,55 105,84 106,01

- Jasa Pemerintahan & Pertahanan - 129,16 106,51 113,24 104,81 106,00

Dokumen terkait