• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV TINJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAP PUTUSAN

B. Tinjauan Hukum Islam Terhadap Putusan Pengadilan Agama

Nomor: 0792/Pdt.G/2014/PA.Sby

Dalam perkara Nomor. 0792/Pdt.G/2014/PA.Sby Suami (Penggugat) yang ingin mengingkari sahnya anak, mengajukan gugatan kepada Pengadilan Agama Surabaya dalam jangka masih didalam 360

hari sesuai Pasal 102 Kompilasi Hukum Islam, bahwa suami yang akan

mengingkari seorang anak yang lahir dari istrinya, mengajukan gugatan kepada Pengadilan Agama dalam jangka waktu 180 hari sesudah lahirnya atau 360 hari sesudah putusnya perkawinan atau setelah suami itu mengetahui bahwa istrinya malahirkan anak dan berada ditepat yang memungkinkan dia mengajukan perkaranya kepada Pengadilan Agama.

Dalam pandangan Hukum Islam, ada empat syarat supaya nasab anak itu dianggap sah, yaitu: Pertama, kehamilan bagi seorang istri bukan hal yang mustahil, artinya normal dan wajar untuk hamil. Kedua, tenggang waktu kelahiran dengan pelaksanaan perkawinan sedikit- dkitnya enam bulan sejak perkawinan dilaksanakan. Ketiga, anak yang lahir itu terjadi dalam waktu kurang dari masa sepanjang kehamilan.

58

Keempat, suami tidak mengingkari anak tersebut melalui lembaga li’an.2

Sebagaimana Firman Allah SWT surat an-Nu>r ayat 6-7 yaitu:3

                                                   

Artinya: Dan orang-orang yang menuduh isterinya (berzina), padahal mereka tidak ada mempunyai saksi-saksi selain diri mereka sendiri, maka persaksian orang itu ialah empat kali bersumpah dengan nama Allah, sesungguhnya dia adalah termasuk orang- orang yang benar. Dan (sumpah) yang kelima: Bahwa la'nat Allah atasnya, jika dia termasuk orang-orang yang berdusta.

Dari penjelasan ayat diatas jika sami menuduh istrinya berzina atau mengingkari anak yang ada/yang telah lahir dari kandungan istri maka suami harus bisa mendatangkan empat orang saksi dan jika tidak sanggup maka suami harus bersumpah empat kali dengan kata tuduhan zina dan/atau pengingkaran ana tersebut, diikuti dengan sumpah yang kelima dengan kata-kata; “laknat Allah SWT atas dirinya apabila tuduhan danlatau pengingkaran tersebut bohong”.

Abu Hurairah juga menjelaskan dalam sebuah hadis yang diriwayatkannya:

ْﻟا ِﺮِﻫﺎَﻌْﻠِﻟَو ِشاَﺮِﻔْﻠِﻟ ُﺪَﻟَﻮْﻟا َلﺎَﻗ َﻢﱠﻠَﺳَو ِﻪْﻴَﻠَﻋ ُﻪﱠﻠﻟا ﻰﱠﻠَﺻ ِﻪﱠﻠﻟا ُلْﻮُﺳَر ﱠنَأ َةَﺮْـﻳَﺮُﻫ ْﻲِﺑَأ ْﻦَﻋ

ُﺮَﺠَﺤ

Artinya: Diriwayatkan dari Abi Hurairah, bahwa Rasullullah SAW. Bersabda: “Anak itu bagi siapa yang menggauli ibunya dan

2Abdul Manan., Aneka Masalah Hukum Perdata Islam Diindonesia. ( Jakarta: Kencana.

2006), 79.

59

bagi pezinaan adalah batu sandungan (celaan/rajam).4

Jadi bahwa pengingkaran anak akan berakibat buruk pada nasib sianak yang akan menjadikan statusnya sebagai anak zina dan nasabnya hanya akan berbats pada ibu dan keluarga ibunya saja, tidak tersambung dari bapaknya.

Dan sesuai Pasal 42 Undang-undang No. 1 tahun 1974 tentang Perkawinan dan Pasal 99 (a) Kompilasi Hukum Islam mengenai anak sah, maka Pengadilan Agama Surabaya memutuskan bahwa anak yang dilahirkan tergugat adalah anak sah dari penggugat dan tergugat karena telah dilahirkan dalam perkawinan yang sah, meskipun ada nya perselingkuhan penggugat dengan laki-laki lain. Sebab ketiga anak tersebut telah dicatatkan atau didaftarkan di Kantor Pencatatan Sipil Surabaya dan dengan diterbitkannya Akta atas anak-anaknya tersebut. Sebagai titipan dan amanah Allah SWT, tuhan pemilik segalanya dan kelak akan dipertanggungjawabkan dihadapan-NYA dihari Akhirat nanti ketika menyianyiakan mereka, dan betapa mulia dan besarnya ganjaran pahala bagi kedua orang tua yang telah tulus ikhlas memelihara, merawat, mendidik dan membimbng anak-anaknya menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Allah sehingga mampu mempersembahkan baktinya kepada orang tuanya disaat kedua orang tuanya tersebut telah berusia lanjut, lemah lunglai dan tidak berdaya lagi inilah harapan dan doa setiap orang tua yang memiliki anak, sebab mereka merupakan investasi yang

4Asy-Sya>fi’i, Al-Imam. Al-Umm, diterjemahkan oleh Ismail Yakub dengan judul al-Umm Kitab

60

tidak ternilai harganya dibandingkan dengan jabatan, harta kekayaan, serta status sosial papaun yang dimilikikedua orang tua.

Sehingga dapat disimpulkan bahwa pengingkaran anak akan membuat kemudh}orotan bagi sianak itu sendiri baik dari segi kehidupan, nasab, dan psikologi anak tersebut sehingga dapat mempengaruhi mental anak tersebut menjadi lemah sebab anak yang belum dewasa dan labil sangat memerlukan bimbingan dan kasih sayang dari keluarganya.

BAB V PENUTUP

A. Kesimpulan

Berdasarkan rumusan masalah dan penelitian yang telah disusun, maka kesimpulan yang diperoleh dari penelitian terhadap Putusan Pengadilan Agama Surabaya Nomor: 0792/Pdt.G/2014/PA.Sby tentang penolakan pengingkaran anak adalah sebagai berikut:

1. Dalam memutuskan perkara ini majlis hakim menitik beratkan pada bukti adanya akta kelahiran dan catatan sipil yang diterbitkan oleh pemerintah sebagai bukti yang sah, dikarenakan saksi-saksi yang diajukan penggugat tidak menyatakan adanya perselingkuhan sebelumnya dan Tes DNA tidak bisa dilakukan sebagai alasan pengingkaran anak. Sehingga hakim lebih yakin adanya bukti tertulis yaitu akta kelahiran dan catatn sipil sebagai akta otentik untuk menolak perkara tersebut, bahwa anak tersebut adalah anak sah dari penggugat dan tergugat.

2. Menurut pandangan Hukum Islam putusan yang diterbitkan Pengadilan Agama tentang pengingkaran anak akan berdampak buruk pada nasib sianak yang menjadi anak zina jika diterima gugatannya sebagai batu sandungan sehingga anak tersebut hanya bernasab pada ibunya saja dan anak sudah terputus nasabnya dari bapaknya.

62

Dengan kesimpulan diatas, maka penulis dapat memberikan sarannya sebagai berikut:

1. Agar tidak terjadinya pengingkaran anak yang berkelanjutan di Pengadilan Agama maka dalam undang-undang atau peraturan yang berlaku ditambahkan adanya Tes DNA untuk membuktikan nasab seseorang yang saat ini sudah adanya kemajuan teknologi, sehingga garis keturunan atau nasab seseorang dapat dilihat lebih mudah dan efisien.

2. Sebaiknya bagi orang tua dan kalangan masyarakat tidak mudah untuk melakukan pengingkaran anak ketika sudah bercerai, sebab nasib anak yang akan menjadi anak zina. Serta pemerintah juga menegaskan dalam undang-undang untuk melindungi anak kalaupun terjadinya pengingkaran agar anak tersebut masih ada lindungan dari pihak keluarga dan pemerintah sesuai undang-undang yang berlaku.

Daftar Pustaka

Kadir, Muhammad Abdul. Hukum dan Penelitian Hukum. Bandung: Citra Aditya

Bakti, 2004.

Anwar, Moch. Dasar-dasar Hukum Islam dalam Menetapkan keputusan di

Pengadilan Agama, Bandung: CV. Dipenogoro, 1991.

Arikunto, Suharsimi. Prosedur Penelitian. Yogyakarta: PT. Remaja Rosdakarya, 2004.

Asy-Sya>fi’i, Al-Imam. Al-Umm, juz 10. diterjemahkan oleh Ismail Yakub dengan judul al-Umm Kitab Induk, Jakarta: CV. Faizan, 1998.

Beker, Anton. Metode-metode Filsafat, Jakarta: Ghalia Indonesia. 1986.

Departemen Pendidikan Nasional, Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Pustaka Gramedia, 2010.

Deprtemen Agama RI, Al-Qur’an Dan Terjemahannya

Harahap, M. Yahya. Kedudukan Kewaganegaraan dan Acara Peradilan Agama.

Jakarta : Kencana Prenada Media Group, 2006.

Husain, Abdul Razaq. Islam wa Tiflu, Alih Bahasa Azwir Butun, Hak-hak Anak dalam Islam. Jakarta: Fika Hati Aniska, 1992.

Kementerian Agama RI, Al - Qur'an & Tafsirnya. Bandung: CV Penerbit J-ART, 2005.

Kompilasi Hukum Islam, Undang-undang Nomor 1 tahun 1974, tentang

Perkawinan. Permata Pres.

Mertokusumo, Sudikno. Hukum Acara Perdata Indonesia, Yogjakrta: Liberty, 1999.

Nasution, Bahder Johan & Sri Warjiyati, Hukum Perdata Islam, Bandung: CV. Mandar Maju, 1971.

64

Nurrudin, Amiur dan Azhari Akma Taringan. Hukum Perdata Islam Diindonesia.

Jakarta: Kencana, 2004.

Nuruddin, Amiur dan Azhari Akmal Tarigan, Hukum Perdata Islam Di Indonesia.

Jakarta: Prenada Media. 2006.

Prawirohamidjo, R.Soetoyo dan Marthalina Pohan, Hukum Orang dan Keluarga.

Surabaya: Universitas Aislangga Press, 1995.

Prodjodikoro, Wirjono. Hukum Perkawinan di Indonesia. Jakarta: Sumur

Bandung, 1960.

Prodjodikoro, Wirjono. Hukum Perkawinan di Indonesia. Jakarta: Sumur

Bandung, 1960.

Sabiq, Sayyid. Fiqqih Sunna{h, terjemah, Mohammadd Talib, jilid 6, Bandung : PT. Al-Ma’arif, 1990.

Sanggona, Bambang. Metode Penelitian Hukum, Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, 2003`.

Satrio, Juswito. Hukum Keluarga Tentang Kedudukan Anak Dalam Undang-

undang. Bandung: PT. CitraAditya Bakti 2005.

Skripsi Azizah, “Analisis Ibnu Rusyd Tentang Pengingkaran Status Anak Oleh

Sang Suami Sebagai Alasan Perceraian”, Skripsi, Fakultas Syariah, Jurusan Akhwal Syakhsiyah, (Surabaya, IAIN Sunan Ampel, 2004). Skripsi Mafazatun Ni’mah Khofifah, “Pembatalan Pustusan Pengadilan Agama

Lamongan Oleh Pengadilan Tinggi Agama Surabaya Tentang Pengingkaran Anak (Studi Analisis Putusan Ppengadilan Tinggi Agama

Surabaya No. 155/Pdt/G/Pta Sby”, (IAIN Sunan Ampel Surabaya Tahun

2009).

Soedaryo, Soimin. Hukum Orang dan Keluarga, Jakarta: Sinar Grafika, 1992. Soesilo, Kitab Undang-undang Hukum Perdata. Buana Press.

65

Dokumen terkait