• Tidak ada hasil yang ditemukan

Tinjauan Khusus

BAB I. PENDAHULUAN

2.3. Tinjauan Khusus

Pada kasus studi ini, Medan boutique hotel akan berada dibawah managemen dari Hotel Garuda Plaza yang telah berdiri selama 52 tahun di kota Medan. Hal ini dikarenakan Hotel Garuda Plaza merupakan salah satu hotel asli dari kota Medan, selain itu, juga mengalami perkembangan yang signifikan dari tahun ke tahun.

2.3.1 Sejarah Singkat Hotel Garuda Plaza

Pada tahun 1958 Hj. Muhammad Arbie, Direksi Firma Madju Medan mendirikan sebuah perusahaan yang bergerak di bidang perhotelan yang berada di Jalan Sisingamangaraja No.18 medan (d/h Jalan Radja Medan) yang bernama Hotel Garuda. Secara berangsur-angsur sesuai dengan bergulirnya waktu pada tahun 1970 losmen tersebut berkembang mencapai 58 kamar yang terdiri dari gedung berlantai tiga.

Usaha perhotelan ini berjalan dengan penuh suka duka serta dengan modal pengalaman yang dimiliki selama berdikari dalam dunia bisnis perhotelan. Pada tahun 1973 usaha perluasan dimulai dengan didirikan sebuah hotel di jalan yang sama yaitu Motel Garuda dengan kapasitas 35 kamar dan menjadi cikal bakal Garuda Citra Hotel.

Kedua hotel dan motel ini berjalan dengan lancar dari tahun ke tahun dan usaha-usaha peningkatan dalam pelayanan di segala bidang tetap berjalan dengan baik. Dengan bertambahnya tenaga profesional yang mengelola dan menangani kegiatan sehari-hari baik yang bersifat intern maupun yang bersifat ekstern, maka diharapkan usaha ini akan menjadi lebih maju kedepannya.

Berdasarkan pengalaman yang ada dan juga hasil dari peninjauan keluar daerah maupun peninjauan keluar negeri serta juga mempelajari kebijaksanaan yang diambil oleh pemerintah untuk menggalakkan arus pariwisata ke daerah ini, maka pimpinan mencoba untuk membuat gagasan baru. Lalu direncanakan untuk membangun kedua hotel dan motel tersebut lebih lanjut.

Pada tanggal 15 Oktober 1976, dimulailah pembangunan Hotel Garuda dengan cara 2 tahap. Tahap pertama direncanakan dengan membangun 54 kamar beserta sarana-sarana hotel lainnya seperti : ruang rapat, restoran yang sesuai dengan kemampuan dan rencana yang ditetapkan.

Pada tahap kedua, membangun kamar di Hotel Garuda menjadi lebih banyak yaitu sebanyak 115 kamar. Setelah menimbang berbagai hal, maka Dewan Direksi merasa perlu membentuk suatu badan untuk melaksanakan dan untuk terus merenovasi dan membangun

kedua Hotel dan Motel tersebut. Maka di bentuk Perseroan Terbatas yang di beri nama PT.Garuda Maju Cipta dan inilah yang bertanggung jawab atas pembangunan kedua Hotel dan Motel tersebut sampai dengan selesai. Sesuai dengan rencana pokok, maka sekitar bulan Agustus 1980 dimulailah pembangunan di Motel Garuda yang meliputi 70 kamar ditambah dengan ruang pertemuan (meeting room). Pembangunan ini rampung pada tanggal 1 April 1982. Dengan selesainya pembangunan tersebut maka jadilah motel tersebut dengan nama Motel Garuda Citra sebagai salah satu hotel bertaraf internasional dengan jumlah kamar sebanyak 70 kamar.

Setelah selesai pembangunan hotel dan motel tersebut, maka hotel Garuda diberi nama Hotel Garuda City. Hotel ini memiliki bangunan dan kamar-kamar yang cukup uptodate ditinjau dari segi kuantitatif yaitu mampu menyerap para wisatawan asing (mancanegara) dengan pengadaan kamar atau ruang penginapan yang cukup memadai yakni dengan pelayanan yang diberikan serta rendahnya tarif yang diberikan oleh pihak hotel kepada tamu. Pada tahun 1982, merupakan tahun yang bersejarah bagi hotel Garuda City karena pada tahun tersebut pembangunan telah rampung dan hotel tersebut dapat dioperasikan secara penuh. Pada tanggal 22 Juli 1982, hotel tersebut relatif megah dan pada waktu itu diresmikan oleh direksi kedua hotel tersebut yang pada masa itu masih dijabat oleh Bapak Haji Muhammad Arbie.

Pada tanggal 7 Agustus 1985 Hotel Garuda City berubah nama menjadi Hotel Garuda Plaza karena untuk menciptakan kesan “lebih Indonesia” sekaligus mengikut anjuran pemerintah bagi perusahaan-perusahaan untuk menggunakan merek-merek berbahasa Indonesia. Sesuai dengan pengklasifikasian hotel sebagai hotel berbintang dilihat dari syarat-syarat lokasi, akomodasi, makanan dan minuman, fasilitas pelayanan, personil dan berbagai fasilitas lainnya. Maka sejak berdirinya hotel tersebut dan disahkan oleh Direktur Jenderal Pariwisata, Hotel Garuda Plaza sudah dianggap layak sebagai hotel bintang satu. Dan sekarang, hotel Garuda Plaza telah menjadi hotel berbintang tiga.

2.3.2 Struktur Organisasi Hotel Garuda Plaza

Setiap perusahaan perlu membentuk suatu struktur sehingga pekerjaan dapat lebih baik dan sesuai dengan bidangnya serta keahlian masing-masing.

Struktur organisasi merupakan suatu bentuk yang menunjukkan aspek-aspek pokok bentuk dan hubungan antar bagian serta saluran pengawasan yang menduduki masing-masing jabatan. Struktur organisasi menggambarkan pembagian yang penting serta garis otoritas

formal. Kesemuanya ini adalah tanggung jawab pimpinan perusahaan untuk mengkoordinir perusahaan dan bekerja lebih efektif dan efisien.

Struktrur organisasi yang dianut oleh Garuda Hotel Group adalah organisasi “Garis dan Staf” dimana terdapat pimpinan dan wakil pimpinan dari perusahaan hotel ini merupakan pimpinan perusahaan.

Struktur organisasi dapat dipandang sebagai suatu kerangka yang menyeluruh yang menghubungkan berbagai fungsi dari badan usaha dan menunjukkan hubungan yang tetap antara para pegawai yang melaksanakan berbagai fungsi tersebut.

2.3.2 Boutique Hotel

Adapun defenisi maupun pengertian dari boutique hotel, dan karakteristik dari boutique hotel.

2.3.2.1 Pengertian Boutique Hotel

Boutique hotel memiliki beberapa pengertian menurut sumber-sumber yang diperoleh, antara lain :

1. Pengertian Boutique hotel menurut Lucienne Anhar dalam artikel berjudul “The Defenition of Boutique hotels in Recent Years”14

a. Kecil : memiliki kapasitas 50 kamar (di daerah pinggiran) atau 150 kamar (di daerah perkotaan). Dari jumlah kamar yang dibawah 200 tersebut dapat meningkatkan hubungan antara tamu yang menetap dengan anggota staf

adalah

b. Orisinalitas : kebanyakan butik hotel memiliki konsep yang jauh berbeda dari hotel-hotel bintang lima, sehingga sebuah butik hotel memiliki identitas yang kuat, misalnya hotel tersebut mempunyai dekorasi layaknya galeri, barang antik bahkan ada juga yang mendekorasi layaknya tempat-tempat tinggal di perkampungan yang sangat sederhana

c. Karya arsitektur yang sustainable : material yang digunakan bervariasi dan kebanyakan konsep dasarnya selaras dengan alam dan perkembangan budaya disekitar site. Juga memperhatikan manajemen pembuangan atau sisa dan keefisienan penggunaan energi

d. Mewah : sebuah butik hotel mempunyai pedoman utama yang berbunyi “kualitas, berapapun harganya” namum hal ini tidak diterapkan dalam pemilihan material , akantetapi dalam segi pelayanan dan keramahan yaitu menempatkan keinginan individu di atas segalanya

e. Low profile : butik hotel tidak mengiklankan diri, mereka berkeyakinan bahwa para turis yang akan mencari keberadaan mereka,

2. Pengertian boutique hotel :15

a. Boutique hotel bukanlah sebuah hotel berskala besar.

14

http://www.hospitalitynet.org/news/4010409.search?query=lucienne+anhar+boutique+hotel

15

1, Rob MITCHELL /8 - Aug - 2005/ Hotel Brands Break the Chain www.brandchannel.com

2, Harry NOBLES /December - 2001/ What is a boutique hotel?

www.hotel-online.com/news

3, Lucienne ANHAR /10 - Oct - 2005/ The definition of Boutique Hotels

b. Boutique hotel bukanlah bagian dari hotel lainnya.

Tidak peduli di hotel besar mana yang dikunjungi, logo, lobi dan keseluruhan ruangannya memiliki tampilan yang sama, tetapi boutique hotel didesain dengan penekanan pada tema yang unik, tidak biasa dan suasana yang special.

c. Boutique hotel tidak terkesan kuno.

Hotel tradisional lebih mengambil pendekatan pada buku bacaan mengenai branding , akan tetapi butik hotel memilki definisi yang berbeda. Modernism dan interpretasi dari abad ke 21 banyak dijumpai pada boutique hotel yang terdapat di kota. Dalam boutique hotel, konsep hiburan tidak hanya terbatas pada acara-acara seperti pertunjukkan live musik, konsep dari hiburan pada boutique hotel lebih kepada hotel tersebut, dengan penggunaan tema yang tidak umum dan dekorasi yang berbeda.

d. Boutique hotel terkesan stylish.

Gaya, perbedaan, kehangatan dan keintiman merupakan kunci utama dari boutique hotels, dimana menarik tamu hotel yang mencari keunikan dan perbedaan dari segi arsitekturalnya.

e. Lokasi dari boutique hotel yang dipilih berperan penting

Apabila berada di area perkotaan, lokasi menjadi prioritas utama yang dipertimbangkan oleh tamu hotel.

f. Boutique hotel menawarkan suasana kosmopolitan dengan sentuhan lokal. Suasana merupakan faktor penting dalam mendesain sebuah boutique hotel.

g. Boutique hotel memiliki staf lulusan akademi pendidikan pelayanan

h. Boutique hotel adalah hotel untuk kalangan menengah ke atas

Pada saat ini, wisatawan lebih mencari penginapan yang tidak hanya sekedar menawarkan kenyamanan dan kemudahan. Dengan seriing bertambahnya jumlah wisatawan, mereka menyukai kejutan, tampilan dan suasana.

Banyak boutique hotel yang telah membuat karakteristik sendiri untuk setiap ruangnya. Berbagai pandangan mengenai boutique hotel yaitu :

1. Menurut Bhuvan G M, boutique hotel merupakan sebuah hotel yang memiliki 150 hingga 200 kamar, yang istimewa dan didekorasi menarik

2. Boutique hotel merupakan hotel yang tidak melayani lebih dari 150 kamar dan didesain dengan tema masa kini, di mana setiap ruang hotel memiliki konsep yang konsisten.

3. Kata kunci dari boutique hotel adalah kecil (small) dan disenangi (fashionable). Kecil bukan ukurannya, tetapi jumlah kamarnya yang sedikit tetapi unik (istimewa) dan nyaman (luxury).

Terdapat bermacam-macam definisi dari boutique hotel, tetapi telah disepakati bahwa boutique hotel memiliki komponen-komponen sebagai berikut16

1. Arsitektural dan Desain

:

Tema, keunikan dan keramahan serta keakraban merupakan peran utama di dalam mendesian suatu boutique hotel, yang mana pada akhirnya dapat menarik perhatian turis wisman maupun wisnus yang berkunjung ke suatu daerah. Selain itu, pihak hotel cenderung lebih akrab dengan tamu-tamu hotelnya, dan berusaha memenuhi kebutuhan individu dari tamu hotelnya.

Boutique hotel tidak memiliki standar tertentu. Konsep dan tema yang digunakan diterapkan pada keseluruhan bangunan, hal inilah yang membuat tamu tertarik untuk datang.

2. Pelayanan (Service)

Perbedaan mendasar antara boutique hotel dengan hotel standard adalah tamu-tamu hotel yang memiliki hubungan baik dengan anggota staff hotel. Para staff boutique hotel, mengenal dengan baik tamu yang pernah menginap. Kebanyakan boutique hotel memiliki kamar yang relatif sedikit. Hal ini disepakati, agar pelayanan yang diberikan oleh para staf hotel dapat maksimal.

3. Target pemasaran

Target konsumen boutique hotel umumnya adalah konsumen yang berpenghasilan menengah ke atas. Keberhasilan boutique hotel didasari oleh pemilihan lokasi. Kualitas yang diberikan, permintaan pasar, pendekatan pemasaran, dan penanganan distribusi dan reservasi yang efektif.

Berdasarkan lokasi, boutique hotel dibagi menjadi dua, yaitu : 1. Boutique hotel yang berada di tengah kota

Boutique hotel yang berlokasi pada daerah ini menjadi tujuan wisatawan. Lokasi sangat mempengaruhi keberhasilan hotel ini, karena lingkungan sekitarnya harus dapat mendukung keberadaan hotel ini. Kawasan kota yang dipilih diusahakan adalah kawasan yang unik (memiliki ciri-ciri khusus). Selain itu, teknologi juga sangat mempengaruhi, baik teknologi yang meningkatkan ambisi maupun emosional tamu, dapat berupa pencahayaan, fasilitas hiburan, akses internet, dll yang membuat tamu-tamu nyaman. Interior hotel yang menerapkan konsep tertentu juga menjadi keunikkan boutique hotel.

16

2. Boutique hotel resort

Boutique hotel resort lebih bersifat eksotis, kecil dan pribadi. Boutique Hotel ini memberikan kesempatan bagi tamu-tamu untuk menjelajahi perasaan lokal tanpa meninggalkan kemewahan yang ada. Kriteria lokasi hotel ini terkesan bersembunyi, jauh di sudut-sudut pulau atau gunung. Lokasi berperan penting untuk hotel ini, karena setiap ruang harus memiliki view yang bagus. Keberhasilan boutique hotel resort ini terletak pada perpaduan antara alam dengan buatan sehingga mempertimbangkan faktor kenyamanan dan kemewahan tanpa menghilangkan kepribadian komunitas setempat.

Prinsip boutique hotel antara lain :

1. Penggunaan elemen-elemen perancangan yang tidak biasa, seperti garis, warna, bentuk, tekstur, pola, ruang dan cahaya.

2. Langgam arsitektur yang berbeda dari lingkungan disekitarnya. 3. Hotel berskala kecil yang memilik style dan ciri khas tersendiri

4. Fokus terhadap style yang eksotis, keramahan dan keakraban serta pelayanan yang memuaskan.

Hal umum yang biasanya ditemui pada boutique hotel yang berhasil terletak pada penataan lingkungan hotel yang berbeda yang ditekankan pada desain arsitektur dan interior. Para tamu yang masuk ke boutique hotel akan disambut dengan sapaan atas nama mereka, jika mereka sudah pernah menginap di sana, bahkan akan menanyakan kabar pasangannya maupun anak-anaknya. Boutique hotel selalu berusaha untuk menyenangkan tamu yang menginap di hotelnya. Boutique hotel merupakan suatu konsep hotel yang berbeda, sehingga menarik minat para wisatawan maupun para pebisnis yang menginap dan umumnya para tamu ini biasanya betah, sehingga mencatat angka rata-rata yang tinggi pada kunjungan berulang oleh tamu yang sama.

Dari data yang diperoleh bahwa belum adanya suatu definisi tetap mengenai boutique hotel. Sehingga dapat disimpulkan bahwa boutique hotel adalah sebuah gaya hotel yang dapat diterapkan pada hotel kelas melati maupun hotel berbintang yang mana memiliki konsep perancangan arsitektur yang memiliki suatu tema tertentu. Yang menjadikan suatu boutique hotel berbeda dengan hotel pada umumnya, tidak hanya terletak pada perangkat luarnya saja (desain), tetapi juga pada segi konsep dan servis yang di tawarkan dari boutique hotel kepada para tamu yang menginap.

2.3.4 Jenis dan fasilitas standar kamar tamu

Jenis kamar hotel (Gambar 2.1) pada dasarnya dibedakan atas :

1. Single room : kamar untuk satu orang yang dilengkapi dengan satu buah tempat tidur berukuran Single untuk satu orang

2. Twin room : kamar untuk dua orang yang dilengkapi dengan dua buah tempat tidur masing – masing berukuran Single.

3. Double room : kamar yang dilengkapi dengan satu buah tempat tidur berukuran Double ( untuk dua orang )

4. Double – double : kamar untuk empat orang yang dilengkapi dengan dua kamar tamu dan dengan tempat tidur berukuran Double ( untuk dua orang ).

17

Fasilitas – fasilitas yang terdapat pada masing – masing kamar tersebut adalah : 1. Tempat tidur (jumlah dan ukuran sesuai dengan tipe kamar)

2. Kamar mandi privat 3. Lemari pakaian

4. Meja rias (dressing table)

5. Rak untuk menyimpan koper (luggage rack) 6. Sofa

7. Telepon, televisi, kulkas mini, peralatan mandi, dan alat tulis

17

Marlina Endy, Panduan perancangan Bangunan Komersial, Andy Yogyakarta, Yogyakarta 2007

Berikut ini, Gambar 2.2 merupakan bentuk kamar tidur beserta koridor dan pola kamar tidur pada Gambar 2.3.

Gambar 2.2 Bentuk kamar tidur besertakoridor

Dokumen terkait