• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

B. Tinjauan Penelitian Terdahulu

Berikut disajikan tinjauan hasil penelitian terdahulu untuk mendukung kerangka konseptual penelitian.

Tabel 2.1 Penelitian Terdahulu No Nama Peneliti dan Tahun Hasil Penelitian 1 Edward Hartawan (2008)

- Modal kerja berpengaruh terhadap rentabilitas - Aktiva lancar tidak berpengaruh terhadap rentabilitas

2 Marselina Sinaga (2008)

- Perputaran modal kerja tidak berpengaruh terhadap rentabilitas ekonomi

- Perputaran aktiva operasi berpengaruh terhadap rentabilitas ekonomi

- Perputaran modal kerja dan aktiva operasi berpengaruh secara simultan terhadap rentabilitas ekonomi

3 Josephine Silalahi (2009)

Perputaran persediaan tidak berpengaruh terhadap rentabilitas ekonomi.

4 Ahyadi Sukur (2009)

- Debt to total asset berpengaruh negatif terhadap rentabilitas

- Perputaran aktiva operasi berpengaruh positif terhadap rentabilitas

- Debt to total asset dan perputaran aktiva operasi berpengaruh secara simultan terhadap rentabilitas

1. Edward Hartawan (2008)

Judul penelitian adalah “Pengaruh Modal Kerja Terhadap Rentabilitas Ekonomi Pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia”. Variabel Independen dalam penelitian adalah modal kerja. Variabel dependen adalah rentabilitas yang diukur melalui Return On Asset. Penelitian dilakukan pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama periode 2005- 2007. Pemilihan sampel dilakukan dengan metode purposive sampling dimana dari 130 perusahaan diperoleh 42 perusahaan yang dijadikan sampel. Peneliti menggunakan metode analisis regresi dengan melakukan uji asumsi klasik terlebih dahulu. Hasil penelitian yang menunjukkan bahwa modal kerja berpengaruh positif terhadap Return on Asset sejalan dengan teori dimana jumlah modal kerja bersih yang merupakan selisih lebih aktiva lancar dibandingkan hutang lancar yang benar -benar digunakan untuk membiayai operasi perusahaan tanpa mengganggu likuiditasnya, akan mempengaruhi kemampuan perusahaan dalam memperoleh laba secara positif.

2. Marselina Sinaga (2008)

Judul penelitian adalah Pengaruh Perputaran Modal Kerja dan Perputaran Aktiva Operasi Terhadap Tingkat Rentabilitas Ekonomi pada Industri Otomotif dan Komponennya yang Terdaftar di Bursa Efek Jakarta. Peneliti menggunakan variabel perputaran modal kerja dan perputaran aktiva operasi sebagai variabel independen dan tingkat rentabilitas yang diukur dengan Return On Investment

komponennya yang terdaftar di Bursa Efek Jakarta selama periode 2004-2006. Pemilihan sampel dilakukan dengan metode purposive sampling dimana 18 perusahaan yang dijadikan sampel. Penelitian ini menggunakan metode analisis regresi dengan terlebih dahulu melakukan uji asumsi klasik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial, perputaran modal kerja tidak berpengaruh terhadap rentabilitas dimana hasil penelitian tidak sejalan dengan teori yang mengemukakan bahwa cepat lambatnya perputaran modal kerja akan mempengaruhi rentabilitas secara positif dan tidak sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Hartawan (2008). Hasil penelitian yang menunjukkan perputaran aktiva operasi secara parsial berpengaruh terhadap rentabilitas sejalan dengan teori yang dikemukakan oleh Riyanto (2001:64), bahwa peningkatan perputaran aktiva operasi akan meningkatkan rentabilitas ekonomi.

3. Josephine Hanesia Silalahi (2009)

Judul penelitian adalah Pengaruh Perputaran persediaan terhadap rentabilitas ekonomi pada perusahaan dagang yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Variabel independen adalah perputaran persediaan sedangkan variabel dependen adalah rentabilitas yang diukur dengan Return On Asset. Penelitian dilakukan pada perusahaan dagang yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama periode 2005-2007. Perusahaan yang dijadikan sampel berjumlah 13 perusahaan dari 23 perusahaan yang dipilih berdasarkan purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perputaran persediaan tidak berpengaruh terhadap rentabilitas. Hal ini tidak sesuai dengan teori dimana tingkat perputaran

persediaan sebagai bagian dari modal kerja perusahaan akan mempengaruhi tingkat rentabilitas.

4. Ahyadi Sukur (2009)

Judul penelitian adalah Pengaruh Debt to Total AssetRatio dan Total Asset Turnover Terhadap Profitabilitas Perusahaan di Jakarta Islamic Index. Variabel independen adalah Debt to Total Asset dan Total Asset Turnover. Penelitian dilakukan pada perusahaan yang listing di Jakarta Islamic Index selama tahun 2003-2006 dengan jumlah sampel sebanyak 14 perusahaan. Profitabilitas diukur dengan Return on Asset sebagai variabel dependen. Variabel independen adalah

debt to total asset dan Total Asset Turnover. Hasil penelitian menunjukkan bahwa

debt to total asset ratio berpengaruh negatif terhadap Return on Asset dimana hasil penelitian ini sejalan dengan teori yang dikemukakan bahwa semakin besar hutang maka akan semakin besar beban yang dapat menurunkan rentabilitas. Variabel Total Asset Turnover berpengaruh positif terhadap Return on Asset yang juga sejalan dengan teori dan penelitian yang dilakukan oleh Sinaga (2008). Hasil penelitian juga menunjukkan secara bersama-sama, kedua variabel independen berpengaruh terhadap Return on Asset.

C. Kerangka Konseptual dan Hipotesis

1. Kerangka Konseptual

Berdasarkan uraian teori dan penelitian terdahulu yang telah dikemukakan sebelumnya, maka dapat digambarkan kerangka konseptual sebagai berikut :

Gambar 2.1 Kerangka Konseptual

Sumber : diolah penulis, 2010

Modal kerja merupakan investasi yang ditanamkan dalam aktiva lancar atau aktiva jangka pendek seperti kas, surat-surat berharga, piutang, persediaan dan aktiva lancar lainnya yang digunakan untuk melakukan kegiatan operasi perusahaan (Kasmir:2008:250). Untuk mengetahui efisiensi penggunaan modal kerja dalam operasi perusahaan digunakan rasio perputaran modal kerja (working capital turnover), yaitu rasio antara penjualan dengan jumlah modal kerja yang menunjukkan banyaknya penjualan yang dapat diperoleh perusahaan untuk tiap rupiah modal kerja. Cepat lambatnya perputaran modal kerja mempengaruhi besar kecilnya jumlah modal kerja yang diinvestasikan. Semakin cepat perputaran modal kerja menunjukkan semakin efisien perusahaan menggunakan modal kerjanya, sehingga semakin besar peluang perusahaan dalam mendapatkan laba atas dana yang ditanam sehingga dapat meningkatkan rentabilitas. Perputaran modal kerja yang rendah menunjukkan adanya kelebihan modal kerja (Munawir:2004:80). Tingkat modal kerja yang berlebih dapat dengan mudah membuat perusahaan merealisasikan tingkat pengembalian yang rendah (Horne:2005:308). Hal ini sejalan dengan hasil penelitian terdahulu yang

Rasio hutang (X2) Rentabilitas (Y) Perputaran modal kerja (X1)

dilakukan oleh Hartawan (2008) yang menunjukkan bahwa modal kerja berpengaruh terhadap rentabilitas.

Hutang merupakan penggunaan dana dengan beban tetap dengan harapan atas penggunaan dana tersebut akan memperbesar pendapatan (Martono:2001:300). Untuk dapat menilai sejauh mana perusahaan menggunakan hutang yang dipinjam, dapat menggunakan beberapa rasio hutang (Keown:2005:209). Salah satu rasio hutang tersebut adalah rasio hutang terhadap total aktiva ( debt to total asset ratio). Rasio hutang (Debt to total asset) yang tinggi menunjukkan semakin besar hutang digunakan untuk mendanai aktiva, sebaliknya rasio hutang yang rendah menunjukkan semakin kecil hutang digunakan untuk mendanai aktiva. Penggunaan hutang yang besar akan mengakibatkan beban bunga yang tinggi dimana beban bunga tersebut akan menurunkan laba bersih sehingga mengakibatkan profit margin menjadi rendah (Brigham:2006:107). Profit margin

yang rendah akan menurunkan tingkat rentabilitas (Riyanto:2001:37). Hal ini sejalan dengan penelitian Sukur (2009) bahwa rasio hutang (Debt to total Asset) berpengaruh negatif terhadap rentabilitas.

2. Hipotesis Penelitian

Berdasarkan kerangka konseptual yang telah diuraikan, maka dapat dirumuskan hipotesis penelitian antara lain : perputaran modal kerja (Working capital turnover) dan rasio hutang (Debt to total asset) berpengaruh terhadap rentabilitas baik secara parsial maupun simultan pada perusahaan Real Estate dan Property yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.

Dokumen terkait