TINJAUAN PUSTAKA
2.2 Tinjauan Penelitian Terdahulu
Beberapa penelitian mengenai pengungkapan Enterprise Risk Management yang telah dilakukan dapat diiuraikan sebagai berikut:
Tabel 2.1
Tinjauan Penelitian Terdahulu
No Nama
Peneliti Variabel Penelitian Hasil Penelitian 1. Rustiarini
(2012)
Variabel Independen :
Komisaris Independen, Reputasi Auditor, Risk Management
Terdapat hubungan positif antara variabel independen Reputasi auditor serta Leverage terhadap pengungkapan Enterprise Risk Management.
Sedangkan tidak terdapat hubungan antara variabel independen Komisaris Independen, Risk Management Committee, dan Ukuran
Perusahaan terhadap
pengungkapan Enterprise Risk Management.
2. Sari (2013) Variabel Independen :
Komisaris Independen, Reputasi Auditor, Risk Management
Secara simultan, terdapat pengaruh antara variabel independen Komisaris Independen, Reputasi Auditor, Risk Management Committee, Konsentrasi Kepemilikan dan Ukuran Perusahaan terhadap pengungkapan Enterprise Risk Management.
Terdapat hubungan positif antara variabel independen Reputasi Auditor, Risk Management Committee, Konsentrasi Kepemilikan, dan Ukuran
27
Perusahaan terhadap
pengungkapan Enterprise Risk Management.
Sedangkan tidak terdapat pengaruh antara variabel Komisaris Independen terhadap pengungkapan Enterprise Risk Management.
Secara simultan, terdapat pengaruh antara variabel independen Risk Management Committee, ukuran dewan komisaris, chief risk officer, dan Risk Management Committee terhadap pengungkapan Enterprise Risk Management.
Sedangkan tidak terdapat pengaruh antara variabel independen Chief Risk Officer, ukuran dewan komisaris, dan
Terdapat hubungan positif antara variabel independen Ukuran Perusahaan, Leverage, Konsentrasi Kepemilikan, Reputasi Auditor, dan Chief Risk Officer terhadap pengungkapan Enterprise Risk Management.
Sedangkan tidak terdapat pengaruh antara variabel independen Leverage terhadap pengungkapan Enterprise Risk Management. Reputasi Auditor, Risk
Terdapat hubungan positif antara variabel independen Reputasi auditor, Risk Management Committee, dan ukuran
28
pengungkapan Enterprise Risk Management.
Sedangkan tidak terdapat pengaruh antara variabel komisaris independen terhadap pengungkapan Enterprise Risk Management.
Terdapat hubungan positif antara variabel Ukuran perusahaan, Risk Management Committee, Reputasi Auditor, dan Konsentrasi Kepemilikan
Secara simultan, terdapat pengaruh antara variabel independen ukuran perusahaan, konsentrasi kepemilikan, reputasi auditor, dan Risk Management
Committee terhadap
pengungkapan Enterprise Risk Management.
Secara parsial, terdapat hubungan positif antara ukuran perusahaan terhadap pengungkapan Enterprise Risk Management.
Sedangkan terdapat hubungan negatif antara variabel independen konsentrasi kepemilikan terhadap pengungkapan Enterprise Risk Management.
Selain itu, tidak terdapat pengaruh antara variabel independen Reputasi auditor dan Risk Management Committee terhadap
29 pengungkapan Enterprise Risk Management.
Terdapat hubungan positif antara variabel independen Leverage dan profitabilitas terhadap pengungkapan Enterprise Risk Management.
Sedangkan tidak terdapat pengaruh antara variabel independen ukuran perusahaan dan reputasi auditor terhadap pengungkapan Enterprise Risk Management.
Sumber : Data olahan peneliti (2022)
Tabel 2.1 memaparkan uraian penelitian sebelumnya mengenai Pengungkapan Enterprise Risk Management. Rustiarini (2012) meneliti pengungkapan Enterprise Risk Management dengan variabel independen yaitu komisaris independen, reputasi auditor, risk management committee, leverage, dan ukuran perusahaan. Sampel perusahaan yang dianalisis dalam penelitian ini sebanyak 27 perusahaan yang terdaftar di indeks LQ45 pada periode 2016-2018 dan memberikan hasil bahwa terdapat hubungan positif antara variabel independen reputasi auditor dan leverage terhadap pengungkapan Enterprise Risk Management, sedangkan tidak terdapat pengaruh antara variabel independen komisaris independen, Risk Management Committee, dan ukuran perusahaan terhadap pengungkapan Enterprise Risk Management.
Penelitian yang dilakukan oleh Sari (2013) yaitu pengungkapan Enterprise Risk Management dengan variabel independen yang digunakan adalah komisaris independen, reputasi auditor, risk management committee, konsentrasi kepemilikan, dan ukuran perusahaan. Sampel yang digunakan dalam penelitian adalah sebanyak
30 90 perusahaan manufakatur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada periode 2010-2011 dan memberikan hasil bahwa terdapat pengaruh secara simultan antara variabel komisaris independen, reputasi auditor, risk management committee, konsentrasi kepemilikan, dan ukuran perusahaan terhadap pengungkapan Enterprise Risk Management, serta terdapat hubungan positif secara parsial antara variabel independen reputasi auditor, risk management committee, konsentrasi kepemilikan, dan ukuran perusahaan terhadap pengungkapan Enterprise Risk Management. Sedangkan tidak terdapat pengaruh antara variabel independen komisaris independen terhadap pengungkapan Enterprise Risk Management.
Asmoro (2016) meneliti tentang Pengaruh Risk Management Committee, Ukuran Dewan Komisaris, Chief Risk Officer, dan Kepemilikan Institusional terhadap Pengungkapan Enterprise Risk Management. Sampel yang digunakan sebanyak 17 perusahaan yang terdaftar dalam IDX30 di Bursa Efek Indonesia pada periode 2012-2014 dan hasil menemukan bahwa terdapat pengaruh secara simultan antara variabel independen Risk Management Committee, ukuran dewan komisaris, chief risk officer, dan kepemilikan institusional terhadap pengungkapan Enterprise Risk Management serta terdapat hubungan positif secara parsial antara variabel independen Risk Management Committee terhadap pengungkapan Enterprise Risk Management. Sedangkan tidak terdapat pengaruh antara variabel independen Chief Risk Officer, ukuran dewan komisaris, dan kepemilikan institusional terhadap pengungkapan Enterprise Risk Management.
Syifa’ (2013) meneliti tentang Pengaruh Ukuran Perusahaan, Leverage, Konsentrasi Kepemilikan, Reputasi Auditor, Chief Risk Officer terhadap
31 Pengungkapan Enterprise Risk Management. Sampel yang digunakan sebanyak 94 perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada periode 2010-2011 dan hasil menemukan bahwa terdapat hubungan positif antara variabel independen ukuran perusahaan, leverage, konsentrasi kepemilikan, reputasi auditor, dan Chief Risk Officer terhadap Pengungkapan Enterprise Risk Management.
Sedangkan tidak terdapat pengaruh antara variabel independen leverage terhadap Pengungkapan Enterprise Risk Management.
Meizaroh dan Lucyanda (2011) meneliti tentang Pengaruh Komisaris Independen, Reputasi Auditor, Risk Management Committee, dan Ukuran Perusahaan terhadap Pengungkapan Enterprise Risk Management. Sampel yang digunakan sebanyak 32 perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada periode 2012-2014 dan hasil menemukan bahwa terdapat hubungan positif antara variabel independen reputasi auditor, Risk Management Committee, dan ukuran perusahaan terhadap Pengungkapan Enterprise Risk Management.
Sedangkan tidak terdapat pengaruh antara variabel komisaris independen terhadap Pengungkapan Enterprise Risk Management.
Handayani dan Yanto (2013) meneliti tentang Pengaruh Ukuran Perusahaan, Risk Management Committee, Reputasi Auditor, Konsentrasi Kepemilikan terhadap Pengungkapan Enterprise Risk Management. Sampel yang digunakan sebanyak 90 perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada periode 2011-2012 dan hasil menemukan bahwa terdapat hubungan positif antara variabel independen ukuran perusahaan, Risk Management Committee, reputasi
32 auditor, dan konsentrasi kepemilikan terhadap Pengungkapan Enterprise Risk Management.
Wiona, D. dan Nurbaiti A. (2020) meneliti tentang Pengaruh Ukuran Perusahaan, Konsentrasi Kepemilikan, Reputasi Auditor, dan Risk Management Committee terhadap Pengungkapan Enterprise Risk Management. Sampel yang digunakan sebanyak 41 perusahaan perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada periode 2015-2018 dan hasil menemukan bahwa secara simultan terdapat pengaruh antara variabel independen ukuran perusahaan, konsentrasi kepemilikan, reputasi auditor, dan Risk Management Committee terhadap pengungkapan Enterprise Risk Management, dan secara parsial variabel ukuran perusahaan berpengaruh positif dan konsentrasi kepemilikan berpengaruh negatif terhadap pengungkapan Enterprise Risk Management. Sedangkan, tidak terdapat pengaruh antara variabel reputasi auditor dan Risk Management Committee terhadap pengungkapan Enterprise Risk Management.
Kumalasari (2014) meneliti tentang Pengaruh Leverage, Ukuran Perusahaan, Profitabilitas, dan Reputasi Auditor terhadap Pengungkapan Enterprise Risk Management. Sampel yang digunakan sebanyak 22 perusahaan hotel, restoran, dan pariwisata yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada periode 2010-2012 dan hasil menemukan bahwa terdapat hubungan positif antara variabel independen leverage dan profitabilitas terhadap pengungkapan Enterprise Risk Management. Sedangkan tidak terdapat pengaruh antara variabel ukuran perusahaan dan reputasi auditor terhadap pengungkapan Enterprise Risk Management.
33 2.3 Kerangka Konseptual
Kerangka konseptual diperlukan agar dapat memahami pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen. Penelitian ini menggunakan variabel Konsentrasi Kepemilikan (X1), Komisaris Independen (X2), Chief Risk Officer (X3), Risk Management Committee (X4), dan Ukuran Perusahaan (X5) sebagai variabel independen dan Pengungkapan Enterprise Risk Management (Y) sebagai variabel dependen.
Kerangka konseptual pada penelitian ini berlandaskan pada signaling theory, yaitu teori yang menjelaskan bahwa perusahaan akan melakukan pengungkapan informasi laporan keuangan untuk memberikan sinyal positif kepada pihak luar (Spence, 1973). Signaling theory menjelaskan bahwa pengungkapan Enterprise Risk Management akan sangat dipengaruhi oleh konsentrasi kepemilikan (X1), komisaris independen (X2), chief risk officer (X3), risk management committee (X4), dan ukuran perusahaan (X5). Dimana, jika semakin tinggi konsentrasi kepemilikan, maka semakin tinggi pengungkapan Enterprise Risk Management. Jika semakin tinggi jumlah komisaris independen, maka semakin tinggi pengungkapan Enterprise Risk Management. Selanjutnya, jika perusahaan memiliki chief risk officer, maka akan meningkatkan pengungkapan Enterprise Risk Management.
Begitu pula jika perusahaan mempunyai risk management committee, maka akan meningkatkan pengungkapan Enterprise Risk Management. Jika semakin besar ukuran suatu perusahaan, maka semakin tinggi pengungkapan Enterprise Risk Management. Dengan demikian, kerangka konseptual dalam penelitian ini dapat diilustrasikan pada gambar 2.1 berikut ini.
34 Gambar 2.1
Kerangka Konseptual