• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

4.6 Pembahasan Penelitian

Berdasarkan hasil penelitian yang di dapatkan melalui berbagai pengujian di atas dapat diinterpretasikan bahwa pengaruh variabel independen dan variabel dependen adalah sebagai berikut :

Tabel 4.8

Uji Signifikansi Simultan (Uji-F)

ANOVAa

Model Sum of

Squares

df Mean Square F Sig.

1 Regression 20.421 5 4.084 33.108 .000b

Residual 19.614 159 .123

Total 40.035 164

a. Dependent Variable: Belanja Modal

b. Predictors: (Constant), Luas Wilayah, Produk Domestik Regional Bruto, Dana Alokasi Umum, Jumlah Penduduk, Pendapatan Asli Daerah

Universitas Sumatera Utara

70

a. Pengaruh Pendapatan Asli Daerah Terhadap Belanja Modal

Adanya pengaruh positif Pendapatan Asli Daerah terhadap Belanja Modal memiliki penjelasan bahwa Pendapatan Asli Daerah yang semakin tinggi, maka Belanja Modalnya semakin tinggi juga yang bisa dialokasikan oleh pemerintah daerah. Pendapatan Asli Daerah yang meningkat akan memberikan manfaat untuk meningkatkan penyediaan fasilitas publik melalui pembangunan sarana dan prasarana terutamanya pembangunan infrastruktur. Dengan ditemukannya hasil penelitian ini, diharapkan masing-masing daerah dapat menggali potensi penerimaan daerahnya secara maksmial. Dari hasil pengujian secara parsial menunjukkan bahwa Pendapatan Asli Daerah mempunyai nilai uji t = 5,757 >

nilai t tabel 1,654 dan memiliki nilai signifikansi 0,000, lebih kecil dari tingkat signifikansi, yakni 0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa secara parsial Pendapatan Asli Daerah berpengaruh positif signifikan terhadap Belanja Modal pada Kabupaten/Kota di Pulau Kalimantan. Artinya apabila Pendapatan Asli Daerah meningkat, maka Belanja Modal juga semakin meningkat.

Hasil penelitian ini sesuai dengan teori penelitian dan sesuai dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Susanti dan Fahlevi (2016) yang menyatakan bahwa Pendapatan Asli Daerah berpengaruh positif signifikan terhadap Belanja Modal. Sementara hasil dari penelitian ini tidak sejalan dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Wandira (2013) yang menyatakan bahwa tidak terdapat pengaruh antara Pendapatan Asli Daerah terhadap Belanja Modal.

Universitas Sumatera Utara

71

b. Pengaruh Produk Domestik Regional Bruto Terhadap Belanja Modal Dari hasil pengujian secara parsial menunjukkan bahwa Produk Domestik Regional Bruto mempunyai nilai uji t = 2,903 > nilai t tabel 1,654 dan memiliki nilai signifikansi 0,004, lebih kecil dari tingkat signifikansi, yakni 0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa secara parsial Produk Domestik Regional Bruto berpengaruh positif signifikan terhadap Belanja Modal pada Kabupaten/Kota di Pulau Kalimantan. Artinya apabila Produk Domestik Regional Bruto semakin meningkat maka Belanja Modal juga semakin meningkat. Dengan demikian dapat diketahui bahwa Belanja Modal di tahun berikutnya akan mengalami kenaikan jika Produk Domestik Regional Bruto mengalami peningkatan.

Hasil penelitian ini sesuai dengan teori penelitian dan sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Hartati (2013) yang menyatakan bahwa Produk Domestik Regional Bruto berpengaruh positif signifikan terhadap Belanja Modal.

Sementara hasil dari penelitian ini tidak sejalan dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Fatmawati (2014) yang menyatakan bahwa Produk Domestik Regional Bruto tidak berpengaruh terhadap Belanja Modal.

c. Pengaruh Dana Alokasi Umum Terhadap Belanja Modal

Dari hasil pengujian secara parsial menunjukkan bahwa Dana Alokasi Umum mempunyai nilai dari uji t = -1,250 < nilai t tabel 1,654 dan memiliki nilai signifikansi 0,213, lebih besar dari tingkat signifikansi, yakni 0,05, sehingga dapat

Universitas Sumatera Utara

72

disimpulkan bahwa secara parsial Dana Alokasi Umum berpengaruh negatif tidak signifikan terhadap Belanja Modal pada Kabupaten/Kota di Pulau Kalimantan.

Artinya apabila Dana Alokasi Umum mengalami peningkatan, belum tentu hal tersebut akan mengakibatkan terjadinya penurunan terhadap Belanja Modal.

Dengan demikian dapat diketahui Belanja Modal di tahun berikutnya tidak dapat diprediksi mengalami kenaikan atau penurunan.

Hasil penelitian ini tidak sesuai dengan teori penelitian dan tidak sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Susanti dan Fahlevi (2016) yang menyatakan bahwa Dana Alokasi Umum berpengaruh positif signifikan terhadap Belanja Modal. Sementara hasil penelitian ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Meianto, dkk (2015) yang menyatakan bahwa Dana Alokasi Umum berpengaruh negatif tidak signifikan terhadap Belanja Modal.

d. Pengaruh Jumlah Penduduk Terhadap Belanja Modal

Besarnya jumlah penduduk akan berhadapan dengan seberapa cepat kemampuan bertambahnya jumlah alat-alat pemuas kebutuhan serta sarana dan prasarana (infrastruktur-infrastruktur) untuk memenuhi kebutuhan tersebut.

Belanja Modal pemerintah daerah didasarkan pada kebutuhan daerah akan sarana dan prasarana, baik untuk kelancaran pelaksanaan tugas pemerintah maupun fasilitas publik. Dari hasil pengujian secara parsial menunjukkan bahwa Jumlah Penduduk mempunyai nilai uji t = -3,246 > nilai t tabel 1,654 dan memiliki nilai signifikansi 0,001, lebih kecil dari tingkat signifikansi, yakni 0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa secara parsial Jumlah Penduduk berpengaruh

Universitas Sumatera Utara

73

negatif signifikan terhadap Belanja Modal pada Kabupaten/Kota di Pulau Kalimantan. Artinya apabila Jumlah Penduduk mengalami peningkatan, maka Belanja Modal akan semakin menurun.

Hasil penelitian ini tidak sesuai dengan teori penelitian dan tidak sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Widiagma (2015) yang menyatakan bahwa Jumlah Penduduk berpengaruh positif signifikan terhadap Belanja Modal.

Sementara hasil penelitian ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Sumarsono (2017) yang menyatakan bahwa Jumlah Penduduk berpengaruh negatif signifikan terhadap Belanja Modal.

e. Pengaruh Luas Wilayah Terhadap Belanja Modal

Dari hasil pengujian secara parsial menunjukkan bahwa Luas Wilayah mempunyai nilai uji t = 3,895 > nilai t tabel 1,654 dan memiliki nilai signifikansi 0,000, lebih kecil dari tingkat signifikansi, yakni 0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa secara parsial Luas Wilayah berpengaruh positif signifikan terhadap Belanja Modal pada Kabupaten/Kota di Pulau Kalimantan. Dengan demikian dapat diketahui bahwa semakin besar Luas Wilayah suatu daerah maka semakin banyak juga sarana dan prasarana yang harus disediakan pemerintah daerah agar tersedia pelayanan publik yang baik.

Hasil penelitian ini sesuai dengan teori penelitian dan sesuai dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Ginting (2017) yang menyatakan bahwa Luas Wilayah berpengaruh positif signifikan terhadap Belanja Modal. Sementara hasil dari penelitian ini tidak sejalan dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh

Universitas Sumatera Utara

74

Junaedy (2014) yang menyatakan bahwa Luas Wilayah tidak berpengaruh terhadap Belanja Modal.

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan

Tujuan utama dilakukannya penelitian ini adalah untuk menguji pengaruh Pendapatan asli Daerah (PAD), Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), Dana Alokasi Umum (DAU), Jumlah Penduduk dan Luas Wilayah terhadap Belanja Modal pada Kabupaten/Kota di Pulau Kalimantan

Berdasarkan pembahasan-pembahasan yang telah disampaikan pada bab-bab terdahulu dan dengan pengujian-pengujian yang telah dilakukan, maka dapat disimpulkan bahwa:

1. Secara parsial, Pendapatan Asli Daerah (PAD), Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) dan Luas Wilayah berpengaruh positif signifikan terhadap Belanja Modal. Jumlah Penduduk berpengaruh negatif signifikan terhadap Belanja Modal. Sementara Dana Alokasi Umum berpengaruh negatif tidak signifikan terhadap Belanja Modal pada Kabupaten dan Kota di Pulau Kalimantan.

2. Secara simultan, Pendapatan Asli Daerah (PAD), Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), Dana Alokasi Umum (DAU), Jumlah Penduduk, dan Luas Wilayah berpengaruh signifikan terhadap Belanja Modal.

Universitas Sumatera Utara

75

5.2 Keterbatasan Penelitian

1. Penelitian ini hanya menggunakan data pada Kabupaten/Kota di Pulau Kalimantan, hal ini mengakibatkan hasil penelitian belum dapat digeneralisasi untuk seluruh provinsi di Indonesia.

2. Penelitian ini mengambil beberapa variabel independen sehingga penelitian ini belum dapat menjelaskan semua variabel yang mempengaruhi Belanja Modal.

5.3 Saran

Mengacu dari hasil penelitian dan kesimpulan di atas, maka saran yang dapat penulis berikan adalah:

1. Bagi peneliti selanjutnya, diharapkan agar peneliitian yang dilakukan menambahkan variabel independen yang lebih bervariasi, misalnya jenis-jenis penerimaan daerah lainnya dan menggunakan periode yang lebih lama serta objek yang lebih luas lagi.

2. Bagi pemerintah daerah, dengan melihat pengaruh Pendapatan Asli Daerah (PAD), Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), Dana Alokasi Umum (DAU), Jumlah Penduduk dan Luas Wilayah terhadap Belanja Modal diharapkan dapat lebih meningkatkan proporsi masing-masing variabel tersebut.

Universitas Sumatera Utara

76

DAFTAR PUSTAKA

Badan Pusat Statistik Provinsi Kalimantan Barat, diakses dari http://www.kalbar.bps.go.id/, diakses pada tanggal 14 September 2018 pada jam 20.20

Badan Pusat Statistik Provinsi Kalimantan Tengah, diakses dari http://www.kalteng.bps.go.id/, diakses pada tanggal 14 September 2018 jam 20.35

Badan Pusat Statistik Provinsi Kalimantan Selatan, diakses dari http://www.kalsel.bps.go.id/, diakses pada tanggal 14 September 2018 jam 20.50

Badan Pusat Statistik Provinsi Kalimantan Timur, diakses dari http://www.kaltim.bps.go.id/, diakses pada tanggal 14 September 2018 jam 21.05

Badan Pusat Statistik Provinsi Kalimantan Utara, diakses dari http://www.kaltara.bps.go.id/, diakses pada tanggal 14 September 2018 jam 21.15

Darwanto dan Yustikasari, Yulia 2007. Pengaruh Pertumbuhan Ekonomi Pendapatan Asli Daerah dan Dana Alokasi Umum terhadap Pengalokasian Anggaran Belanja Modal, Simposium Nasional Akuntansi X. Makasar.

DJPK, Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan, Kementerian Keuangan Republik Indonesia (www.djpk.kemenkeu.go.id).

Erlina. 2011. Metodologi Penelitian. USU Press, Medan

Erlina, Omar Sakti Rambe, Rasdianto. 2015. Akuntansi Keuangan Daerah Berbasis Akrual, Salemba Empat : Jakarta

Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara, Jurusan Akuntansi. Buku Petunjuk Teknik Penulisan Proposal Penelitian dan Penulisan Skripsi. Medan.

Fatmawati, Siti Aisyah. 2014. Pengaruh dari Dana Alokasi Umum (DAU), Dana Alokasi Khusus (DAK), Pendapatan Asli Daerah (PAD), dan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), terhadap Realisasi Anggaran Belanja Modal pada Kabupaten dan Kota di Jawa Tengah Tahun 2010-2012. Skripsi.

Universitas Diponegoro.

Fitriana, Nihayatul dan Sudarti. 2018. “Pengaruh Pendapatan Asli Daerah, Dana Bagi Hasil dan Jumlah Penduduk terhadap pengalokasian Anggaran Belanja

Universitas Sumatera Utara

77

Modal kabupaten/kota di Provinsi Riau pada tahun 2012-2016.” Jurnal Ilmu Ekonomi. Vol 2 No.2, 332-345.

Ghozali, Imam. 2011. Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program SPSS. Edisi Lima, Badan Penerbit Universitas Diponegoro : Semarang

Ginting, Rahmi. 2017. “Pengaruh Dana Alokasi Umum, Pendapatan Asli Daerah, Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran dan Luas Wilayah terhadap Belanja Modal(Studi Empiris Pada Pemerintah Kabupaten/Kota di Provinsi Riau)”.

Jurnal JOM Fekon, Vol. 4 No. 2.

Halim, Abdul. 2008. Akuntansi Sektor Publik Akuntansi Keuangan Daerah, Edisi Pertama. Jakarta: Salemba Empat.

Harianto, David dan Adi, Priyo Hari. 2007. “Hubungan Antara Dana Alokasi Umum, Belanja Modal, Pendapatan Asli Daerah dan Pendapatan Per Kapita”.Simposium Nasional Akuntansi X.

Hartati, Hariani Dwi. 2013. “Pengaruh Produk Domestik Regional Bruto, Pendapatan Asli Daerah dan Dana Alokasi Umum terhadap Belanja Modal di Kota Balikpapan”. Jurnal. Ekonomika-Bisnis. Vol. 4 No.2, 113-130.

Indiyani, Devi Asih. 2014. “Pengaruh Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), Pendapatan Asli Daerah (PAD), Dana Alokasi Umum (DAU), dan Dana Alokasi Khusus (DAK) terhadap Anggaran Belanja Modal pada Kabupaten dan Kota di Provinsi Kepulauan Riau Tahun 2006-2012”. Jurnal.

Universitas Negeri Riau.

Junaedy. 2014. “Pengaruh Dana Alokasi Umum, Pendapatan Asli Daerah, Dana Bagi Hasil, Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran dan Luas Wilayah Terhadap Belanja Modal”. Jurnal. Universitas Yapis Papua.

Kuncoro, Mudrajat. 2004. Otonomi dan Pembangunan Daerah. Jakarta: Erlangga.

Mardiasmo. 2002. Akuntansi Sektor Publik. Yogyakarta : Andi

Meianto, Edy, Betri dan Wenny Chrerrya Dhia. 2015. “Pengaruh DAU, DAK, PAD dan Luas Wilayah terhadap Belanja Modal pada Kabupaten/Kota di Sumatera Selatan”. Jurnal. STIE Multi Data: Palembang

Mentayani dan Rusmanto. 2013. “Pengaruh Pendapatan Asli Daerah (PAD), Dana Alokasi Umum (DAU) dan Sisa Lebih Pembayaran Anggaran Terhadap Belanja Modal pada Kota dan Kabupaten di Pulau Kalimantan”. Jurnal InFestasi. Vol.9 No.2, 91-102.

Universitas Sumatera Utara

78

Prasetya, Ikhwan. 2017. Pengaruh Pendapatan Asli Daerah, Dana Alokasi Umum, Dana Alokasi Khusus, Dana Bagi Hasil dan Belanja Pegawai terhadap Pengalokasian Anggaran Belanja Modal pada Pemerintah Provinsi di Indonesia Tahun 2012. Skripsi. Universitas Negeri Padang.

Puspitawati, Gina. 2017. Pengaruh Pendapatan Asli Daerah, Jumlah Penduduk, dan PDRB terhadap Belanja Modal (Studi Empiris Pemerintahan Kabupaten

& Kota di NTB 2010-2015). Skripsi. Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.

Republik Indonesia, Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 21 Tahun 2011 tentang Perubahan kedua Dari Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 Tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah.

______________, Peraturan Pemerintah No. 55 Tahun 2005 Tentang Dana Perimbangan.

______________, Peraturan Pemerintah No. 58 Tahun 2005 Tentang Pengelolaan Keuangan Daerah.

______________, Undang-undang RI No. 17 Tahun 2003 Tentang Keuangan Negara.

______________, Undang-undang RI No. 32 Tahun 2004 Tentang Pemerintah Daerah.

______________, Undang-undang RI No. 33 Tahun 2004 Tentang Perimbangan Keuangan Antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah.

Rusmita, Sari. 2016. “Pengaruh Dana Alokasi Umum (DAU) dan Pendapatan Asli Daerah (PAD) terhadap Belanja Daerah di Provinsi Kalimantan Barat”.

Jurnal Ekonomi Bisnis dan Kewirausahaan. Vol.5 No.3, 237-257.

Santoso, Singgih. 2000. Latihan SPSS Statistik Parmetik. Jakarta : Gramedia.

Sartika, Edna. 2015. Pengaruh Pertumbuhan Ekonomi, Pendapatan Asli Daerah, Dana Alokasi Umum terhadap Belanja Modal pada Pemerintah Provinsi se-Indonesia. Skripsi. Universitas Sumatera Utara.

Siswantoro, Dodik dan Kusnandar. 2012. “Pengaruh Dana Alokasi Umum, Pendapatan Asli Daerah, Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran dan Luas Wilayah Terhadap Belanja Modal”.Jurnal. Universitas Indonesia. Jakarta.

Sugiyono. 2008. Metode Penelitian Kunatitatif Kualitatif dan R&D. Bandung : Alfabeta.

Universitas Sumatera Utara

79

Sumarsono, Dimas Swara Dwipa. 2017. Pengaruh Pendapatan Asli Daerah, Jumlah Penduduk dan Kepadatan Penduduk terhadap Belanja Modal Pemerintah Kabupaten Kota di Pulau Jawa. Skripsi. Universitas Airlangga.

Susanti, Susi dan Fahlevi, Heru. 2016. “Pengaruh Pendapatan Asli Daerah, Dana Alokasi Umum, dan Dana Bagi Hasil terhadap Belanja Modal (Studi Pada Kabupaten/Kota di Wilayah Aceh”. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Ekonomi Akuntansi (JMEKA)

Tuasikal, Askam. 2008. “Pengaruh DAU, DAK, PAD, dan PDRB terhadap Belanja Modal Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota di Indonesia.” Jurnal Telaah & Riset Akuntansi. Vol. 1 No. 2, 142-155.

Ukwueze, Ezebuilo Romanus. 2015. “Determinants of the Size of Public Expenditure in Nigeria”. Journal. University of Nigeria.

Wandira, A.G. 2013. Pengaruh Pendapatan Asli Daerah (PAD), Dana Alokasi Umum (DAU), Dana Alokasi Khusus (DAK), dan Dana Bagi Hasil (DBH) terhadap Pengalokasian Belanja Modal (Studi Empiris pada Pemerintah Provinsi se Indonesia tahun 2012). Skripsi. Universitas Negeri Semarang.

Widiagma, Aditya Putra. 2015. “Pengaruh Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dan Jumlah Penduduk terhadap Belanja Modal Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota di Provinsi Jawa Timur”. Jurnal. Universitas Jember.

Yuwono, Sony, Dwi Cahyo Utomo, H Suheiry Zein dan H.Azrafiany. 2015.

Memahami APBD dan Permasalahnnya (Panduan Pengelolaan Keuangan Daerah). Edisi Pertama. Malang : Bayumedia.

Universitas Sumatera Utara

80

81

82

83

84

Kalimantan Utara Kab Bulungan

2014 25,56 16,07 26,53 11,74 9,54 27,40 2015 25,52 16,09 26,44 11,77 9,54 27,22 2016 25,23 16,11 26,86 11,79 9,54 25,84 Kab Malinau

2014 25,36 15,64 27,21 11,22 10,66 27,48 2015 24,99 15,68 27,19 11,26 10,66 26,90 2016 25,35 15,70 27,37 11,30 10,66 27,14 Kab Nunukan

2014 25,44 16,33 26,47 11,28 9,54 27,37 2015 25,38 16,35 26,37 12,09 9,54 27,10 2016 25,00 16,38 26,72 12,13 9,54 26,70 Kab Tana Tidung

2014 24,55 14,98 26,04 9,86 8,48 27,01 2015 24,26 14,99 25,87 9,99 8,48 26,40 2016 23,92 15,00 26,56 10,06 8,48 27,12 Kota Tarakan

2014 25,20 16,59 26,24 11,59 5,52 27,48 2015 25,06 16,64 26,07 12,37 5,52 25,58 2016 25,25 16,69 26,54 12,41 5,52 26,78

Universitas Sumatera Utara

85

LAMPIRAN 2 HASIL UJI SPSS

Statistik Deskriptif

Descriptive Statistics

N Minimum Maximum Mean Std. Deviation

PAD 165 22.04 27.35 25.1280 .79465

PDRB 165 13.16 18.25 15.8526 .91130

DAU 165 25.37 27.76 26.9459 .39841

Jumlah_Penduduk 165 9.86 13.63 12.2584 .73279

Luas_Wilayah 165 4.29 10.66 8.4276 1.49520

Belanja_Modal 165 25.53 28.01 26.6184 .49408

Valid N (listwise) 165

Uji Normalitas Data Grafik Histogram

Universitas Sumatera Utara

86

Grafik Normal P-Plot Kolmogorov-Smirnov Test

One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test

Unstandardized Residual

N 165

Normal Parametersa,b Mean .0000000

Std.

Deviation

.34582978

Most Extreme Differences Absolute .056

Positive .053

Negative -.056

Test Statistic .056

Asymp. Sig. (2-tailed) .200c,d

a. Test distribution is Normal.

b. Calculated from data.

c. Lilliefors Significance Correction.

d. This is a lower bound of the true significance.

Universitas Sumatera Utara

87

Uji Multikolinieritas

Uji Heteroskedastisitas

Coefficientsa

Model Unstandardized

Coefficients

Standardized Coefficients

t Sig. Collinearity Statistics

B Std. Error Beta Tolerance VIF

1 (Constant) 19.462 2.654 7.334 .000

PAD .411 .071 .660 5.757 .000 .234 4.268

PDRB .171 .059 .315 2.903 .004 .262 3.823

DAU -.141 .113 -.114 -1.250 .213 .372 2.687

Jumlah_Penduduk -.235 .073 -.349 -3.246 .001 .266 3.757

Luas_Wilayah .097 .025 .295 3.895 .000 .537 1.861

a. Dependent Variable: Belanja Modal

Universitas Sumatera Utara

88

a. Dependent Variable: Belanja Modal

Uji Koefisien Determinasi

a. Predictors: (Constant), Luas Wilayah, Produk Domestik Regional Bruto, Dana Alokasi Umum, Jumlah Penduduk, Pendapatan Asli Daerah

b. Dependent Variable: Belanja Modal

Model Summaryb

a. Predictors: (Constant), Luas Wilayah, Produk Domestik Regional Bruto, Dana Alokasi Umum, Jumlah Penduduk, Pendapatan Asli Daerah

b. Dependent Variable: Belanja Modal

Universitas Sumatera Utara

89

Uji Signfikansi Parsial (uji-t)

Uji Signifikansi Simultan (Uji-F)

Coefficientsa

Model Unstandardized

Coefficients

Standardized Coefficients

t Sig.

B Std. Error Beta

1 (Constant) 19.462 2.654 7.334 .000

PAD .411 .071 .660 5.757 .000

PDRB .171 .059 .315 2.903 .004

DAU -.141 .113 -.114 -1.250 .213

Jumlah_Penduduk -.235 .073 -.349 -3.246 .001

Luas_Wilayah .097 .025 .295 3.895 .000

a. Dependent Variable: Belanja Modal

ANOVAa

Model Sum of

Squares

df Mean Square F Sig.

1 Regression 20.421 5 4.084 33.108 .000b

Residual 19.614 159 .123

Total 40.035 164

a. Dependent Variable: Belanja Modal

b. Predictors: (Constant), Luas Wilayah, Produk Domestik Regional Bruto, Dana Alokasi Umum, Jumlah Penduduk, Pendapatan Asli Daerah

Universitas Sumatera Utara

90

Universitas Sumatera Utara

Dokumen terkait