BAB III GAMBARAN DATA PAJAK HIBURAN
H. Tinjauan Praktik
Berdasarkan Praktik Kerja Lapangan Mandiri (PKLM) yang telah penulis lakukan di Dinas Pendapatan Daerah Kota Medan dan dengan melihat data yang berhasil diperoleh dari instansi tersebut,maka Dinas Pendapatan Daerah Kota Medan telah melaksanakan kewajibanya dalam hal pengajuan permohonan pengansuran dan penundaan pembayaran pajak hiburan oleh wajib pajak
Adapun mekanisme pengajuan permohonan pengangsuran dan penundaan dan penundaan pembayaran pajak hiburan pada Dinas Pendapatan Daerah Kota Medan adalah :
1. Angsuran Pembayaran
d. Kegiatan yang dilakukan antara lain :
− Wajib Pajak atau penanggung pajak yang akan melakukan pengangsuran pembayaran pajak harus menyerahkan permohonan secara tertulis kepada Kepala Dinas dengan melampirkan foto copy Kartu Tanda Penduduk
− Atas pengajuan permohonan Wajib Pajak tersebut,Sub Dinas Penetapan akan menyediakan penelitian sebagai bahan rekomendasi untuk memberikan persetujuan atau penolakan oleh Kepala Dinas atas pengajuan permohonan pengangsuran pembayaran pajak hiburan.
− Kepala Dinas akan memberikan persetujuan terhadap permohonan angsuran pajak yang dinyatakan lebih lanjut dala Surat Perjanjian Angsuran kepada Wajib pajak atau penanggung pajak dalam kurun waktu tertentu dengan dikenakan bunga sebesar 2% sebulan dari jumlah pajak yang belum atau kurang bayar.
− Kepada Dinas akan menyerahkan Surat Perjanjian Angsuran kepada Wajib pajak dan daftar Surat Perjanjian Pengangsuran kepada unit-unit lain yang terkait.
e. Formulir dan Buku/Daftar yang digunakan adalah : 1. Formulir terdiri dari :
a. Surat Setoran pajak daerah (DPD-12) b. Surat Permohonan Angsuran (DPD-15) c. Surat Perjanjian Anggsuran (DPD-17)
d. Surat Pemberitahuan Penolakan Angsuran (DPD-19) 2. Buku/Daftar terdiri dari :
a. Buku Register Permohonan Angsuran (BK-12) b. Daftar Surat Perjanjian Angsuran (BK-13)
2. Penundaan Pembayaran
a. Kegiatan yang dilaksanakan terdiri dari :
− Wajib Pajak atau penanggung pajak yang akan melakukan penundaan pembayaran pajak harus menyampaikan Surat Permohonan Penundaan Pembayaran pajak secara tertulis kepada Kepala Dnas dengan melampirkan foto copy Kartu Tanda Penduduk.
− Atas pengajuan permohonan penundaan pembayaran pajak tersebut,Sub Dinas Penetapan akan menyediakan penelitian sebagai bahan rekomendasi untuk memberikan persetujuan atau penolakan olek kepala Dinas atas pengajuan permohonan penundaan pembayaran pajak hiburan
− Kepala Dinas akan memberikan persetujuan terhadap prmohonan penundaan pajak yang dinyattakan lebih lanjut dalam Surat Persetujuan Penundaan kepada wajib pajak atau penanggung pajak dalam kurun waktu tertentu dengan dikenakan bunga 2% sebulan darri jumlah pajak yang belum atau kurang bayar.
3. Kepala Dinas akan menyerahkan Surat Perjanjian Angsuran kepada wajib Pajak dan daftar Surat Perjanjian Pengangsuran Kepada unit-unit lain yang terkait.
b. Formulir dan Buku/daftar yang digunakan adalah: 1. Formulir terdiri dari :
a. Surat Permohonan Penundaan Pembayaran (DPD-16) b. Surat Persetujuan Penundaan Pembayaran (DPD-18)
c. Surat Pemberitahuan Penolakan Penundaan Pembayaran (DPD-19) 2. Buku/Dafttar terdiri dari
a. Buku Register Permohonan Penundaan Pembayaran (BK-14) b. Daftar Persetujuan Penundaan Pembayaran (DPD-15)
Dengan adanya pengangsuran dan penundaan pembayaran pajak tersebut,maka Wajib pajak diberikan kesempatan untuk melunasi pajak terutangnya dengan catatan maksimal 3 (tiga) kali dengan dikenakan bunga sebesar 2% setiap bulan.
Akan tetapi,tidak selalu permohonan pengangsuran dan penundaan pajak disetujui oleh Kepala Daerah.hal ini disebabkan karena setelah dilakukan pemeriksaan terhadap wajib Pajak,tidak ditemukan kesulitan keuangan dari usaha tersebut,sehingga tidak mungkin Wajib Pajak tidak mampu melunasi utang pajaknya.
Selain memperoleh keterangan mengenai mekanisme pengajuan permohonan pengangsuran dan penundaan pembayaran pajak hiburan,penulis juga telah mengamati dan mengetahui penyebab adanya pengajuan permohonan pengangsuran dan penundaan pembayaran pajak hiburan oleh Wajib Pajak pada Dinas Pendapatan Daerah Kota Medan.
Penyebab pengajuan permohonan pengangsuran dan penundaan pembayaran pajak hiburan antara lain :
1. Adanya Pemeriksaan
Salah satu tahapan yang penting dalam keberhasilan pemungutan pajak daerah adalah adanya kepastian bahwa Wajib Pajak telah melaksanakan kewajianya secara benar.Untuk mengetahui hal ini,Kepala Daerah atau pejabat yang ditunjuk harus melakukan pemeriksan terhadap Wajib Pajak. Hal ini juga diatur dalam Undang-undang Nomor 18 Tahun 1997,yang dalam pasal 35 ditentukan bahwa Kepala Daerah Berwenang melakukan pemeriksaan untuk menguji kepatuhan pemenuhan kewajiban perpajakan daerah dalam rangka melaksanakan peraturan perundang-undangan perpajakn daerah. Pemeriksaan pajak daerah adalah suatu proses yang diperlakukan dalam pemungutan pajak untuk membuktikan kebenaran ppelaksanaan kewajiban perajakan yang diatur oleh Undang- undang.apabila wajib pajak tidak dapat memenuhi kewajibanya yang berkaitan dengan pemeriksaan pajak,dikenakan penetapan secara jabatan.Hal ini diatur untuk memberikan kepastian kepada fiskus untuk melaksanakan tugasnya dan menghindarkan wajib Pajak dari keinginan untuk menghalangi jalanya pemeriksaan. Laporan pemeriksaan yang dibuat oleh pemeriksa digunakan sebagai dasar penerbitan SKPDKB, SKPDKBT, atau STPD,atau tujuan lain untuk
pelaksanaan ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan daerah.jika perhitungan besarnya pajak yang terutang dalam SKPDKB, SKPDKBT, dan STPD berbeda dengan SPTPD. Perbedaan besarnya pajak diberitahukan kepada wajib pajak yang bersangkutan. Terhadap temuan dalam pemeriksaan yang tidak atau seluruhnya disetujui oleh wajib Pajak atau penanggung pajak,dilakukan pembahasan akhir hhasil pemeriksaan dan dibuatkan dalam bentuk berita acara yang ditandatangani oleh pemeriksa dan Wajib Pajak yang bersangkutan,yang selanjutnya dijadikan dasar penerbitan surat ketetapan pajak daerah atau STPD,dimana dalam jangka waktu 7 hari setelah tanggal Surat Teguran atau Surat Peringatan atau surat sejenis lainya,Wajib Pajak harus melunasi pajak hiburan yang terutang. Dalam kasus ini,bisa saja Wajib Pajak tidak dapat melunasi pajak terutangnya,maka untuk menghindari pengenaan sanksi,Wajib Pajak dapat mengajukan permohonan pengangsuran dan penundaan pembayaran pajak hiburan sebagai alternatif lain untuk menyelamatkan usaha dan aset mereka dari pengenaan sanksi atas ketidakmampuan Wajib Pajak dalam melunasi pajak terutangnya.
2. Ketetapan yang diberikan oleh Kepala Daerah atau Pejabat
Ketetapan yang ditetapkan oleh Kepala Daerah atau pejabat yang dituangkan dalam Surat Ketetapan Pajak Ddaerah (SKPD) tidak selamanya dapat disanggupi oleh wajib Pajak,mengingat kondisi usaha wajib Pajak yyang tidak selalu ramai dikunjungi para pengunjung. Dengan alasan tersebut diatas,untuk menghindarkan diri dari pengenaan sanksi, maka wajib pajak lebih memilih untuk mengajukan permohonan pengangsuran dan penundaan pembayaran pajak.