Adapun penelitian-penelitian terdahulu yang relevan dalam mendukung penelitian ini, diantaranya:
Tabel 1. Penelitian Terdahulu
Nama Judul Hasil Penelitian Perbedaan
Penelitian
restrukturisasi
9
Islam namun akan tetapi dalam pengurangan
Sumber : Diolah dari hasil penelitian terdahulu (2020)
Penelitian sebelumnya pada umumnya hanya melihat konteks pelayanan, peningkatan kinerja, tahap perencanaan dan tahap evaluasi sedangkan penelitian ini mengkaji tentang bagaimana strategi pemerintah dalam peningkatan sumber daya manusia. Adapun perbedaannya yaitu pada lokasi penelitian, fokus penelitian, teori penelitian yang di gunakan dan konten penelitian (penelitian yang bersifat mendalam terhadap isi suatu informasi) B. Konsep dan Teori
1. Manajemen
Manajemen merupakan suatu proses pencapaian sasaran melalui pihak lain. Dengan kata lain manajemen merupakan suatu proses membuat perencanaan, mengorganisasikan, memimpin dan mengendalikan berbagai usaha dan semua sumber daya termasuk sumber daya manusia, untuk mencapai sasaran dan tujuan organisasi.
Manajemen merupakan suatu bentuk ilmu dan seni untuk membuat
orang lain bekerja untuk mencapai tujuan yang telah direncanakan bersama karena itu manajemen memerlukan konsep dasar pengetahuan, kemampuan untuk mengatasi situasi, kondisi, sumber daya manusia yang ada dan membuat langkah yang tepat untuk melaksnakan kegiatan yang saling berhubungan untuk mencapai tujuan tertentu.
Menurut Hamel dan Prahalad dalam Sari (2016) strategi merupakan tindakan yang bersifat incremental (senantiasa meningkat) dan terus menerus, serta dilakukan berdasar sudut pandang tentang apa yang diharapkan oleh para pelanggan di masa depan. Berdasarkan pendapat diatas diketahui bahwa dapat mempengaruhi kemakmuran organisasi dalam jangka panjang, khusunya untuk lima tahun, dan berorientasi ke masa depan.
Manajemen memiliki konsekuensi yang multifungsi dan multidimensi serta perlu mempertimbangkan faktor-faktor internal dan eksternal tidak hanya itu strategi merupakan alat untuk mencapai tujuan organisasi dalam kaitanya dengan tujuan jangka panjang, serta prioritas alokasi sumber daya.
Terdapat elemen utama yang merupakan jantung manajemen strategi, menurut Kuncoro (2006:7), strategi memerlukan 3 proses yang berkelanjutan yaitu: Analisis, Keputusan dan Aksi. Dari pendapat tersebut diketahui bahwa strategi sangatlah penting, setiap organisasi harus memili strategi agar tujuan yang telah disusun dapat mencapai tujuannya.
Manajemen strategi mengkombinasikan aktivitas-aktivitas dari berbagai bagian fungsional suatu bisnis untuk mencapai tujuan organisasi. Strategi merupakan tindakan yang bersifat incremental (senantiasa meningkat) dan
11
terus menerus, serta dilakukan berdasarkan sudut pandang tentang apa yang diharapkan oleh pelanggan di masa depan.
Dengan demikian, strategi hampir selalu dimulai dari apa yang dapat terjadi dan bukan dimulai dari apa yang terjadi. Sedangkan konsep strategi menurut Itami Kuncoro (2006:1) menentukan kerangka kerja dari aktivitas bisnis organisasi dan memberikan pedoman untuk mengkordinasikan aktivitas. Berdasarkan perspektif, strategi dapat didefinisikan sebagai program untuk menentukan dan mencapai tujuan organisasi dan implementasi misinya. Artinya, bahwa para manajer memainkan peranan penting yang aktif, sadar dan rasional dalam merumuskan strategi organisasi. Sedangkan berdasarkan perspektif kedua, strategi didefinisikan sebagai pola tanggapan atau respon organisasi terhadap lingkungannya sepanjang waktu. Pada definisi ini, setiap organisasi pasti memiliki strategi, meskipun strategi tersebut tidak pernah dirumuskan secara eksplisit. Pandangan ini diterapkan bagi para manajer yang bersifat reaktif, yaitu hanya menanggapi dan menyesuaikan diri terhadap lingkungan secara pasif manakala dibutuhkan. Pernyataan strategi secara eksplisit merupakan kunci keberhasilan dalam menghadapi perubahan lingkungan bisnis.
. Stanton dalam Budhita (2004 : 8) menyebutkan bahwa strategi adalah sebagai suatu rencana dasar yang luas dari suatu tindakan orgnisasi untuk mencapai suatu tujuan tersebut sesuai dengan lingkungan eksternal dan internal perusahaan.
Adapun manfaat manajemen strategis menurut David (2011:23) adalah sebagai berikut: “Manfaat utama dari manajemen strategis untuk membantu organisasi merumuskan strategi-strategi yang lebih baik melalui penggunaan pendekatan terhadap pilihan strategi yang lebih sistematis, logis dan rasional, dan komunikasi adalah kunci bagi manajemen strategis yang berhasil.” Manajemen strategis mampu memberikan berbagai keuntungan untuk perusahaan, baik keuntungan keuangan maupun yang bukan keuntungan keuangan. Pada sisi keuangan, manajemen strategis mengarahkan perusahaan dalam melakukan perbaikan dalam bagian penjualan, dan laba. Pada sisi non keuangan, manajemen strategis membantu perusahaan dalam meningkatkan produktivitas karyawan, menyadari ancaman dan peluang bagi perusahaan dan kekuatan serta kelemahan dalam perusahaan. (Ray, 2019)
Menurut Sondang P. Siagian (Syamsuddin, 2017), fungsi-fungsi manajemen mencakup:
a. Perencanaan (planning) dapat didefinisikan sebagai keseluruhan proses pemikiran dan penentuan secara matang tentang hal-hal yang akan dikerjakan dimasa yang akan datang dalam rangka mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
b. Pengorganisasian (organizing) adalah keseluruhan proses pengelompokan orang-orang, alat-alat, tugas-tugas, tanggung jawab dan wewenang sedemikian rupa sehingga menciptakan suatu organisasi yang dapat digerakkan sebagai suatu kesatuan dalam
13
rangka pencapaian tujuan yang telah di tentukan.
c. Pemberian motivasi (motivating) dapat didefinisikan sebagai keseluruhan proses pemberian dorongan bekerja kepada para bawahan sedemikian rupa sehingga mereka mau bekerja dengan ikhlas demi tercapainya tujuan organisasi dengan efesien dan ekonomis.
d. Pengawasan (controlling) adalah proses pengamatan pelaksanaan seluruh kegiatan organisasi untuk menjamin agar semua pekerjaan yang sedang dilakukan berjalan sesuai dengan rencana yang telah ditentukan sebelumnya.
Penilaian (evaluation) adalah proses pengukuran dan perbandingan hasil Menurut George R. Terry dan Liesli W. Rue (Syamsuddin, 2017) fungsi- fungsi manajemen yaitu:
a. Planning, menentukan tujuan yang hendak dicapai selama suatu masa yang akan datang dan apa yang harus diperbuat agar dapat mencapai tujuan-tujuan itu.
b. Organizing, mengelompokkan dan menentukan berbagai kegiatan penting dan memberikan kekuasaan untuk melaksanakan kegiatan- kegiatan itu.
c. Staffing, menentukan keperluan-keperluan sumber daya manusia, pengarahan, penyaringan, latihan, dan pengembangan tenaga kerja.
d. Motivating, mengarahkan atau menyalurkan perilaku manusia kearah tujuan.
e. Controlling, mengukur pelaksanaan dengan tujuan-tujuan menentukan sebab-sebab penyimpangan dan pengambilan tindakan-tindakan korelatif.
Henry Fayol mengusulkan bahwa semua manajer paling tidak melaksanakan lima fungsi manajemen, yakni merancang, mengorganisasikan, memerintah, mengkoordinasikan, dan mengendalikan.
a. Perencanaan dapat diartikan sebagai suatu proses untuk menentukan tujuan serta sasaran yang ingin dicapai dan mengambil langkah-langkah strategis guna mencapai tujuan tersebut. Melalui perencanaan seorang manajer akan dapat mengetahui apa saja yang harus dilakukan dan bagaimana cara untuk melakukannya.
b. Pengorganisasian merupakan proses pemberian perintah, pengalokasian sumber daya serta pengaturan kegiatan secara terkoordinir kepada setiap individu dan kelompok untuk menerapkan renacana. Kegiatan-kegiatan yang terlibat dalam pengorganisasian mencakup tiga kegiatan yaitu (1) membagi komponen-komponen kegiatan yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan dan sasaran dalam kelompok-kelompok, (2) membagi tugas kepada manajer dan bawahan untuk mengadakan pengelompokkan tersebut, (3) menetapkan wewenang di antara kelompok atau unit-unit organisasi.
c. Pengarahan adalah proses untuk menumbuhkan semangat (motivation) pada karyawan agar dapat bekerja keras dan giat serta membimbing mereka dalam melaksanakan rencana untuk mencapai
15
tujuan yang efektif dan efisien. Melalui pengarahan, seorang manajer menciptakan komitmen, mendorong usaha-usaha yang mendukung tercapainya tujuan.
d. Pengendalian bagian terakhir dari proses manajemen adalah pengendalian (controlling). Pengendalian dimaksudkan untuk melihat apakah kegiatan organisasi sudah sesuai dengan rencana sebelumnya (Batlajery, 2016).
2. Konsep Kompetensi
Ratminto & Atik Septi Winarsih (2008: 24) menyebutkan
“kompetensi harus ditetapkan dengan tepat berdasarkan pengetahuan, keahlian, keterampilan, sikap, dan perilaku yang dibutuhkan.” Selanjutnya Spencer (Sutrisno, 2011: 202) mengatakan bahwa “Kompetensi adalah suatu yang mendasari dari suatu individu yang dihubungkan dengan hasil yang diperoleh dalam suatu pekerjaaan. Karakteristik dasar kompetensi berarti kemampuan adalah sesuatu yang kronis dan dalam bagian dari kepribadian seseorang dan dapat diramalkan perilaku di dalam suatu tugas pekerjaan.”
a. Perilaku
Disamping pengetahuan dan ketrampilan pegawai, hal yang perlu diperhatikan adalah sikap perilaku kerja pegawai. Apabila pegawai mempunyai sifat yang mendukung pencapaian tujuan organisasi, maka secara otomatis segala tugas yang dibebankan kepadanya akan dilaksanakan dengan sebaik-baiknya.
b. Pengalaman kerja
Banyak perusahaan atau organisasi yang kerapkali menganggap bahwa pengalaman sebagai indikator yang tepat dari kemampuan dan sikap yang berhubungan dengan pekerjaan. Pengalaman adalah keseluruhan pelajaran yang diperoleh seseorang dari peristiwa-peristiwa yang dialami dalam perjalanan hidup. Pengalaman yang dapat membentuk kompetensi seseorang misalnya pengalaman yang diperoleh dari bekerja dan berorganisasi. Baik pengalaman manis maupun pahit berperan penting dalam pembentukan kompetensi dari individu. Mengingat pengalaman seseorang memiliki peran yang cukup besar dalam pembentukan kompetensi, maka sudah sewajarnya seorang pemimpin mengetahui latar belakang sumber daya manusianya.
c. Sumber Daya Manusia
Pengembangan sumber daya sebagai kapital harus terus-menerus dikembangkan, sehingga mampu memberi kontribusi pada pencapaian tujuan organisasi. Dengan tepat dinyatakan, “Hanya dengan pegawai yang tepat yang ditempatkan dalam jabatannya dan memperoleh pelatihan, peralatan, struktur, insentif dan akuntabilitas untuk bekerja secara efektif, maka sangat mungkin organisasi tersebut akan berhasil.”
(Kencono, 2019).
Dalam konteks reformasi dan reinvensi pemerintahan atau birokrasi, manajemen sumber daya manusia bukan hanya dipandang sebagai salah satu dari komponen reformasi, tetapi merupakan bagian dari perubahan besar pemerintahan. Dengan memandang manajemen sumber daya manusia sebagai bagian dari komponen reformasi, maka,
17
reformasi manajemen sumber daya manusia menjadi komponen yang sama dan diperlukan untuk reformasi dan reinvensi pemerintahan (U.S.
Office of Personnel Management, 1999:5). Perkembangan serta perubahan masyarakat dan dunia usaha membawa pada kondisi yang makin rumit (kompleks) dan adakalanya semrawut (chaos), sehingga menuntut adanya perubahan pada birokrasi pemerintah. Dalam pandangan Mukherji dan Misra (2004:3), perubahan pada lingkungan strategis organisasi, mendorong organisasi menetapkan tujuan (intent) strategisnya dan mengharuskannya menetapkan misi organisasi, struktur organisasi dan nilai-nilai yang mengikutinya.
Oleh sebab itu, untuk mencapai tujuan kinerja tersebut, maka, organisasi harus memiliki orang-orang yang memiliki kompetensi.
Karena kondisi inilah, manajemen strategis sumber daya manusia menjadi sangat penting, baik bagi organisasi pelayan publik maupun organisasi bisnis yang menyediakan barang dan jasa. Metode baru pengkajian kompetensi pegawai yang dimiliki suatu organisasi, serta cukup populer dan banyak digunakan adalah assessment center. Metode ini berguna dalam membantu suatu organisasi mengidentifikasi dan mengembangkan orang-orang yang kompeten.
3. Manajemen Strategik
Manajemen strategik adalah serangkaian keputusan dan tindakan manajerial yang menentukan kinerja perusahaan dalam jangka panjang.
Manajemen strategis meliputi pengamatan lingkungan, perumusan strategi
(perencanaan strategis dan perencanaan jangka panjang), implemetasi strategi, dan evaluasi serta pengendalian. Manajemen strategis menekankan pada pengamatan dan evaluasi peluang dan ancaman lingkungan dengan melihat kekuatan dan kelemahan perusahaan. (Wheelen dan Hunger, 2001).
Manajemen strategik terdiri dari empat langkah utama dalam menciptakan masa depan perusahaan (Mulyadi, 2007:36):
a. Perencanaan laba jangka panjang (long-range profit planning), yang terdiri dari tiga langkah penting berikut ini:
1) Perumusan strategi (strategy formulation) 2) Perencanaan strategik (strategic planning) 3) Penyusunan program (programming)
b. Perencanaan laba jangka pendek (short-range profit planning) c. Pengimplementasian (implementation)
d. Pemantauan (monitoring)
Manajemen strategis adalah suatu proses yang digunakan oleh manajer dan karyawan untuk merumuskan dan mengimplementasikan strategi dalam penyediaan customer value terbaik untuk mewujudkan visi perusahaan.
Pada dasarnya manajemen strategis adalah suatu upaya manajemen dan karyawan untuk membangun masa depan perusahaan.
Strategi adalah pola tindakan utama yang dipilih untuk mewujudkan visi perusahaan, melalui misi. (Mulyadi, 2007:38) Tujuan utama dalam manajemen strategis adalah memadukan variabel variabel internal perusahaan untuk memberikan kompentensi unik, yang memampukan
19
perusahaan untuk mencapai keunggulan kompetitif secara terus menerus, sehingga menghasilkan laba. (Sambow et al., 2015).
C. Kerangka Pikir
Manajemen strategis bisa dimaknai sebagai cara memandu perusahaan untuk mencapai sejumlah sasaran. Mulai dari nilai & tanggung jawab korporasi, kapabilitas manajerial, hingga sistem administrasi yang berkaitan dengan pengambilan keputusan strategis dan operasional di berbagai tingkat hierarki. Intinya, manajemen strategis adalah serangkaian keputusan dan tindakan mendasar bikinan manajemen tertinggi yang diaplikasikan oleh semua anggota suatu oragnisasi demi terwujudnya tujuan organisasi.
Pengertian lain dari manajemen strategi ialah suatu disiplin ilmu yang menyusun, menerapkan, dan mengevaluasi sebuah keputusan fungsional yang dapat memungkinkan suatu perusahaan mencapai tujuannya. Merupakan suatu rangkaian kegiatan–kegiatan pengambilan keputusan yang bersifat mendasar dan menyeluruh, disertai dengan penetapan dan cara melaksanakannya yang telah dibuat oleh pimpinan lalu diterapkan oleh seluruh jajaran yang ada dalam suatu organisasi atau perusahaan untuk mencapai targetnya. Untuk mencapai tujuan organisasi, manajemen strategi mengkombinasikan segala macam bentuk aktivitas yang berasal dari bagian funsional suatu bisnis.
Menurut George R. Terry dan Liesli W. Rue (Syamsuddin, 2017) fungsi-fungsi manajemen yaitu:
1. Planning, menentukan tujuan yang hendak dicapai selama suatu masa
yang akan datang dan apa yang harus diperbuat agar dapat mencapai tujuan-tujuan itu.
2. Organizing, mengelompokkan dan menentukan berbagai kegiatan penting dan memberikan kekuasaan untuk melaksanakan kegiatan- kegiatan itu.
3. Motivating, mengarahkan atau menyalurkan perilaku manusia kearah tujuan.
4. Controlling, mengukur pelaksanaan dengan tujuan-tujuan menentukan sebab-sebab penyimpangan dan pengambilan tindakan-tindakan korelatif.
Untuk memudahkan dalam mengetahui kerangka Pikir pada penelitian ini, maka dapat dilihat pada bagan berikut ini.