ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN
A. Tinjauan Pustaka
1 Pengertian Perbankan
Menurut Undang-Undang No. 7 Tahun 1992 tentang Perbankan sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang No. 10 Tahun 1998, pengertian Bank adalah:
“Bank adalah badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya kepada masyarakat dalam bentuk kredit dan atau bentuk-bentuk lainnya dalam rangka meningkatkan taraf hidup orang banyak”.
Bank merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang keuangan artinya aktivitas perbankan selalu berkaitan dalam bidang keuangan (Kasmir, 2004:23).
2 Pengertian Prosedur
Prosedur adalah suatu uraian kegiatan klerikal, biasanya melibatkan beberapa orang dalam satu departemen atau lebih yang dibuat untuk menjamin penanganan secara seragam transaksi-transaksi yang terjadi berulang-ulang (Mulyadi, 2001:5). Kegiatan klerikel merupakan kegiatan yang dilakukan untuk mencatat informasi dalam formulir, buku jurnal, dan buku besar.
commit to user 3 Pengertian Kredit
Istilah kredit berasal dari bahasa Yunani “credere” yang berarti “kepercayaan” atau dalam istilah latin “creditum” yang berarti kepercayaan akan kebenaran. Pengertian kredit dalam praktek sehari-hari adalah kemampuan untuk melaksanakan suatu pembelian atau mengadakan suatu pinjaman dengan suatu janji pembayarannya akan ditangguhkan pada satu jangka waktu yang disepakati (Muljono, 1994: 9-10).
Menurut Undang-Undang No. 7 Tahun 1998, tentang perbankan, pengertian kredit adalah:
”Penyediaan uang atau tagihan yang dipersamakan dengan itu berdasarkan persetujuan atau kesepakatan pinjam-meminjam antara Bank dengan pihak lain yang mewajibkan pihak peminjam untuk melunasi hutangnya setelah jangka waktu tertentu dengan jumlah bunga imbalan atau pembagian hasil keuntungan”. 4 Unsur-Unsur Kredit
Didalam hal mempertimbangan pemberian kredit terdapat beberapa unsur yang harus benar-benar diperhatikan. Adapun unsur-unsur yang terkandung dalam pemberian kredit menurut Kasmir (2002: 94).
a. Kepercayaan
Yaitu keyakinan dari pemberi kredit bahwa kredit yang diberikan berupa uang, barang atau jasa akan benar-benar
commit to user
diterima kembali dalam jangka waktu tertentu di masa yang akan datang.
b. Kesepakatan
Yaitu suatu perjanjian dimana masing-masing pihak menandatangani hak dan kewajiban masing-masing.
c. Jangka Waktu
Yaitu masa perjanjian kredit yang telah disepakati. Jangka tersebut bisa berbentuk jangka panjang, jangka menengah atau jangka pendek.
d. Risiko
Yaitu adanya suatu tenggang waktu pengembalian akan menyebabkan suatu risiko tidak tertagih/ macet pemberian kredit.
e. Balas Jasa
Yaitu keuntungan atas pemberian suatu kredit yang berbentuk bunga dan administrasi kredit.
5 Tujuan dan Fungsi Kredit
Menurut Suyatno, dkk (1995:15) tujuan kredit yang diberikan oleh Bank adalah sebagai berikut:
a. Turut menyukseskan program pemerintah di bidang
ekonomi dan pemerintahan.
b. Meningkatkan aktivitas perusahaan agar dapat menjalankan
commit to user
c. Memperoleh laba agar kelangsungan hidup perusahaan
terjamin dan dapat memperluas usahanya.
Fungsi kredit dalam kehidupan perekonomian dan perdagangan menurut Kasmir (2002:97) yaitu:
a. Meningkatkan daya guna uang.
b. Meningkatkan ladang peredaran lalu lintas uang.
c. Meningkatkan peredaran barang.
d. Sebagai alat stabilitas ekonomi.
e. Meningkatkan pemerataan pembangunan.
f. Meningkatkan usaha.
g. Meningkatkan hubungan internasional.
6 Jenis-Jenis Kredit
Pada prinsipnya, kredit itu hanya ada satu macam saja, yaitu uang bank yang dipinjamkan kepada nasabah dan akan dikembalikan pada suatu waktu tertentu diu masa yang mendatang, disertai dengan suatu “kontra prestasi” berupa bunga. Tetapi berdasarkan berbagai keperluan usaha serta berbagai unsur ekonomi yang mempengarui bidang usaha para nasabah, maka jenis kredit menjadi beraneka ragam, yaitu antara lain (Martono, 2002:53-55):
a Kredit Menurut Penggunaanya:
commit to user
Kredit ini dipergunakan oleh peminjam untuk keperluan konsumsi, artinya uang kredit akan habis dipergunakan atau semua akan terpakai untuk memenuhi kebutuhannya.
2) Kredit Produktif
Kredit ini ditujukan untuk keperluan produksi dalam arti luas. Melalui kredit produktif inilah suatu utility uang dan barang dapat dilihat dengan nyata.
b Jenis Kredit Menurut Keperluannya
1) Kredit Produksi/Eksploitasi
Kredit diperlukan perusahaan untuk meningkatkan produksi baik peningkatan kuantitatif, yaitu jumlah hasil produksi maupun peningkatan kualitatif yaitu peningkatan kualitas / mutu hasil produksi. Disebut juga kredit ekploitasi karena bantuan modal kerja tersebut digunakan untuk menutup biaya-biaya eksloitasi perusahaan secara luas berupa pembelian bahan-bahan baku, bahan penolong dan biaya produksi lainnya (upah, biaya pengepakan, biaya distribusi dan sebagainya).
commit to user
Kredit ini digunakan untuk keperluan-keperluan
pada umumnya, yang berarti peningkatan utility of
place dari sesuatu barang.
3) Kredit Investasi
Kredit yang diberikan oleh bank kepada para pengusaha untuk keperluan investasi.
Pemanfaatanya bukanlah untuk keperluan
penanaman modal kerja, akan tetapi untuk keperluan perbaikan ataupun pertambahan barang modal beserta fasilitas yang erat hubungannya dengan itu.
c Jenis Kredit Menurut Jangka Waktu
Menurut jangka waktu kredit dapat dibagi menjadi:
1) Kredit jangka pendek, yaitu kredit dengan jangka
waktu selama-lamanya 1 tahun.
2) Kredit jangka menengah, adalah kredit yang
berjangka waktu antara 1 sampai dengan 10 tahun.
3) Kredit jangka panjang, adalah kredit yang berjangka
waktu lebih dari 10 tahun.
d Jenis Kredit Menurut Jaminanya
1) Kredit tanpa jaminan (Unsecured Loans)
Jaminan disini yang dimaksud adalah jaminan fisik.
commit to user
Jenis kredit ini adalah kredit yang penilaiannya lengkap dalam arti segala aspek penilaian turut dipertimbangkan termasuk jaminan.
7 Prinsip-Prinsip Penilaian Kredit
Prinsip perkreditan disebut juga sebagai konsep 5C dan 7P. Pada dasarnya konsep 5C ini akan dapat memberikan informasi
mengenai iktikad baik (willingness to pay) dan kemampuan
membayar (ability to pay) nasabah untuk melunasi kembali
pinjaman beserta bunganya. Prinsip perkreditan 5C tersebut adalah sebagai berikut (Martono, 2002:57-59):
a. Character
Pada prinsip ini diperhatikan dan diteliti tentang kebiasaan-kebiasaan, sifat-sifat pribadi, cara hidup (style of living),
keadaan keluarga, hobby dan socialstanding calon debitur.
Prinsip ini merupakan ukuran tentang kemampuan untuk
membayar (wiliingnes to pay).
b. Capacity
Penilaian terhadap capacity debitur dilakukan untuk
mengetahui sejauh mana kemampuan debitur
mengembalikan pokok pinjaman beserta bunga pinjamanya. c. Capital
Penyelidikan terhadap prinsip capital atau permodalan
commit to user
tetapi juga bagaimana distribusi modal itu ditempatkan oleh debitur.
d. Colleteral
Penilaian terhadap barang jaminan (collateral) yang
diserahkan debitur sebagai jaminan atas kredit bank yang diperolehnya adalah untuk mengetahui sejumlah mana nilai barang jaminan atau agunan dapat menutupi risiko kegagalan pengembalian kewajiban-kewajiban debitur. e. Condition
Pada prinsip kondisi (condition), dinilai kondisi ekonomi
secara umum serta kondisi pada sektor usaha calon debitur. Sedangkan prinsip-prinsip 7P dalam kredit adalah sebagai berikut:
a. Personality
Bank mencari data tentang kepribadian calon debitur seperti riwayat hidupnya dan hal-hal lainnya yang berkaitan dengan kepribadian calon debitur.
b. Purpose
Bank mencari data tentang tujuan atau keperluan penggunaan kredit.
c. Prospect
Merupakan harapan masa depan dari bidang usaha atau kegiatan usaha calon debitur selama beberapa bulan atau tahun, perkembangan keadaan ekonomi/perdagangan,
commit to user
keadaan sektor usaha calon debitur, kekuatan keuangan perusahaan masa lalu dan perkiraan masa datang.
d. Payment
Merupakn prinsip untuk mengetahui bagaimana
pembayaran kembali pinjaman yang akan diberikan. e. Party
Merupakan pengklasifikasian nasabah ke dalam klasifikasi tertentu atau golongan-golongan tertentu berdasarkan modal, loyalitas serta karakternya.
f. Profitability
Profitability merupakan kemampuan nasabah dalam mencari laba.
g. Protection
Tujuannya adalah bagaimana menjaga kredit yang dikucurkan oleh bank melalui suatu perlindungan.
8 Manfaat kredit
Menurut Muljono (1994:58-72) manfaat kredit dilihat dari pihak-pihak yang berkepentingan antara lain:
a. Manfaat Perkreditan Ditinjau dari Sudut Kepentingan
Debitur:
1) Relatif mudah diperoleh kalau memang usahanya
commit to user
2) Telah ada lembaga yang kuat di masyarakat perbankan
yang menawarkan jasanya di bidang penyediaan dana (kredit).
3) Biaya untuk memperoleh kredit (bunga, administrasi
expense) dapat diperkirakan dengan tepat hingga memudahkan para pengusaha dalam menyusun rencana kerjanya untuk masa yang akan datang.
4) Dengan memperoleh kredit dari bank, debitur sekaligus
juga akan memperoleh berbagai manfaat yang lain.
5) Rahasia keuangan debitur akan lebih terlindung karena
adanya ketentuan mengenai Rahasia Bank dalam Undang-Undang Pokok Perbankan.
6) Dengan fasilitas kredit memungkinkan para debitur
untuk memperluas dan mengembangkan usahanya dengan lebih leluasa.
b. Manfaat Perkreditan Ditinjau dari Sudut Kepentingan
Perbankan
1) Memperoleh pendapatan bunga kredit.
2) Untuk menjaga solvabilitas usahanya.
3) Dengan memberikan kredit akan membantu
memasarkan jasa-jasa perbankan yang lain.
4) Pemberian kredit untuk mempertahankan dan
commit to user
5) Pemberian kredit untuk merebut pasar dalam
industri perbankan.
6) Dengan pemberian kredit akan sering digunakan
oleh bank sebagai perangsang dalam merebut nasabah bank lain dengan pemberian kredit yang lebih besar jumlahnya dan dengan suku bunga yang lebih rendah.
c. Manfaat Perkreditan Ditinjau dari Sudut Kepentingan
Pemerintah
1) Perkreditan dapat digunakan sebagai alat untuk
memacu pertumbuhan ekonomi baik secara umum maupun untuk pertumbuhan sektor-sektor ekonomi tertentu.
2) Sebagai alat untuk mengendalikan kegiatan
moneter.
3) Perkreditan sebagai alat untuk menciptakan
lapangan usaha atau kegiatan.
4) Pemberian kredit sebagai alat peningkatan dan
pemerataan pendapatan masyarakat.
5) Perkreditan sebagai sumber pendapatan Negara.
6) Penciptaan pasar.
d. Manfaat Perkreditan Ditinjau dari Kepentingan Masyarakat
commit to user
1) Dengan adanya kelancaran dari proses perkreditan
diharapkan akan diperoleh adanya pertumbuhan ekonomi yang pesat dan membuka lapangan usaha yang baru.
2) Para pemilik dana yang disimpan di bank berharap
agar dana yang di milikinya dapat diterima kembali secara utuh beserta bunganya.
3) Dari masyarakat pengusaha akan sangat
berkepentingan untuk memperoleh faktor-faktor produksi dengan cara yang mudah, cepat, serta dengan biaya yang relaif murah.
4) Dengan semakin banyaknya proyek dan perusahaan
yang dibuka karena memperoleh fasilitas kredit sudah tentu akan menyerap banyak tenaga kerja baru.
9 Prosedur Kredit
Prosedur pemberian kredit dan penilaian kredit oleh dunia perbankan secara umum antara bank satu dengan bank yang lain tidak jauh berbeda.
Yang menjadi perbedaan mungkin hanya terletak dari bagaimana tujuan bank serta persyaratan yang ditetapkan dengan pertimbangan masing-masing. Secara umum dapat dijelaskan sebagai berikut (Suyatno, dkk:1995) :
commit to user
a. Pengajuan Berkas-Berkas
Pengajuan proposal kredit yang dilampiri dengan berkas yang telah dipersyaratkan untuk dilakukan penilaian.
b. Penyelidikan Berkas Pinjaman
Tujuannya adalah mengetahui apakah berkas pinjaman yang diajukan sudah lengkap sesuai persyaratan dan sudah benar. Jika menurut pihak perbankan tidak lengkap nasabah diminta untuk segera melengkapinya. Dan apabila sampai batas waktu tertentu nasabah tidak sanggup melengkapi kekurangan sebaiknya kredit dibatalkan.
c. Wawancara I
Merupakan penyelidikan kepada calon peminjam dengan langsung berhadapan dengan calon peminjam.
d. Survei Lapangan
Merupakan kegiatan pelaksanaan ke lapangan dengan meninjau berbagai objek yang akan dijadikan usaha atau jaminan. Kemudian hasilnya dicocokkan dengan hasil wawancara I.
e. Wawancara II
Merupakan kegiatan perbaikan berkas, jika mungkin ada kekurangan pada saat setelah survei dilapangan.
commit to user
f. Keputusan Kredit
Keputusan kredit dalam hal ini adalah menentukan apakah kredit akan diberikan atau ditolak, jika diterima maka disiapkan administrasinya.
g. Penandatanganan Akad Kredit/Perjanjian Lainnya
Kegiatan ini merupakan kelanjutan dari diputuskanya kredit, maka sebelum kredit dicairkan maka terlebih dahulu calon nasabah menandatangani akad kredit.
h. Pemberian Kredit
Diberikan setelah penandatangan surat-surat yang
diperlukan dengan cara membuka rekening tabungan di bank yang bersangkutan.
commit to user
B. Standar Operasional Prosedur Pemberian Kredit Usaha Rakyat (KUR) Mikro Pada PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
1. Kebijakan Prosedur Permohonan Kredit Usaha Rakyat (KUR) Mikro Pada PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
a Dokumen yang harus dipenuhi debitur dalam permohonan
Kredit Usaha Rakyat (KUR) Mikro antara lain fotocopy KTP, Kartu Keluarga, agunan asli objek yang dibiayai. Sedangkan dokumen yang harus dipenuhi oleh pihak BRI berupa Formulir Permohonan Kredit (FPK), dan Lembar Analisa Kredit.
b Petugas yang bertanggungjawab atas permohonan Kredit
Usaha Rakyat (KUR) Mikro adalah customer service.
c Prosedur Permohonan Kredit Usaha Rakyat (KUR) Mikro
Pada PT. BRI (Persero) Tbk.
1) Pendaftaran harus dilakukan di kantor BRI Unit setiap
jam kerja. Calon debitur langsung datang ke kantor BRI Unit terdekat dengan membawa dokumen syarat (fotocopy KTP, KK, dan Agunan Asli) untuk permohonan kredit.
2) Customer service menerima pengajuan permohonan kredit dari calon debitur dan memeriksa kelengkapan dokumen syarat calon debitur antara lain copy KTP, KK, serta tanda bukti agunan objek yang dibiayai
commit to user
misalnya BPKB kendaraan bermotor atau Surat Hak Milik.
3) Customer service menyiapkan Formulir Permohonan Kredit (FPK) yang diberikan kepada debitur untuk di lengkapi dan di isi tentang data debitur, besarnya plafond kredit serta maksud dan tujuan kredit.
4) Memproses data calon debitur ke Sistem Informasi
Debitur (SID) untuk memastikan calon debitur tidak terikat dengan kredit program pemerintah lainnya.Jika terikat kredit dengan program lain maka dokumen permohonan kredit di kembalikan ke debitur jika tidak terikat maka permohonan kredit dilanjutkan.
5) Jika tidak terikat dengan kredit lain selanjutnya
menyiapkan LAK yang di gunakan mantri untuk peninjauan lokasi ke tempat usaha debitur.
6) Semua dokumen dijadikan satu dalam map dan
diserahkan ke mantri untuk proses analisa kredit lebih lanjut.
2. Kebijakan Prosedur Analisa Kredit Usaha Rakyat (KUR) Mikro Pada PT. Bank Rakyat Indonesia (Perseo) Tbk.
a. Dokumen yang digunakan dalam prosedur analisa Kredit
Usaha Rakyat (KUR) Mikro pada PT. BRI (Persero) Tbk adalah LAK, FPK, dokumen syarat dari debitur, dan LHS.
commit to user
b. Petugas yang berwenang dalam pelaksanaan analisa kredit
adalah mantri dan ka unit.
c. Prosedur Analisa Kredit Pada PT. BRI (Persero) Tbk.
1) Bagian Mantri
a) Mantri menerima dokumen permohonan kredit
dari customer service untuk analisa lebih lanjut.
b) Mantri datang ke tempat usaha calon debitur
untuk survei tempat usaha serta wawancara dan membuat LHS.
c) LHS dijadikan satu ke dalam map beserta
dokumen permohonan kredit untuk memberi rekomendasi kredit dari hasil survei.
d) Semua dokumen dijadikan satu ke dalam map
untuk diserahkan ke ka unit yang berwenang memberi keputusan apakah kredit ditolak atau di setujui.
2) Bagian Ka Unit
a) Ka unit menerima dokumen analisa kredit dan
permohonan kredit dari mantri.
b) Ka unit melakukan rekomendasi ulang dan
commit to user
c) Jika hasil keputusan negatif (kredit di tolak)
maka semua dokumen permohonan kredit di kembalikan kepada debitur.
d) Jika hasil keputusan positif maka ka unit
melakukan approve pada LAS.
e) Semua dokumen kredit disetujui dikembalikan
ke bagian mantri untuk di verifikasi ulang.
3) Bagian Mantri
a) Bagian mantri menerima dokumen kredit
disetujui dari ka unit.
b) Mantri melakukan verifikasi ulang putusan ka
unit pada LAS.
c) Semua dokumen dijadikan satu ke dalam map
dan diserahkan ke bagian customer service
untuk proses pencairan kredit.
3. Kebijakan Prosedur Pencairan Kredit Usaha Rakyat (KUR) Mikro Pada PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
a. Dokumen yang digunakan dalam pencairan Kredit Usaha
Rakyat (KUR) Mikro PT. BRI (Persero) Tbk. adalah LHS, FPK, LAK, Dokumen syarat permohonan kredit, SPH, dan KP.
b. Petugas yang berwenang dalam pelaksanaan pencairan
commit to user
c. Prosedur Pencairan Kredit Usaha Rakyat (KUR) Mikro
Pada PT. BRI (Persero) Tbk.
1) Bagian Customer Service
a) Customer service menerima dokumen dari mantri.
b) Customer service menghubungi debitur untuk pengikatan kredit.
c) Customer service menyiapkan dokumen dari
mantri.
d) Debitur datang ke BRI Unit untuk melakukan
pengikatan kredit.
e) Mencatat data-data debitur dalam daftar
pinjaman.
f) Semua dokumen diserahkan kembali ke bagian
mantri.
g) Customer service menyiapkan SPH rangkap 2 untuk debitur dan arsip bagi bank.
h) Customer service membacakan isi SPH dihadapan debitur dan di tandatangani ka unit.
i) Selanjutnya menyiapkan kwitansi pinjaman
untuk pencairan kredit sebanyak 3 lembar dan di tandatangani oleh debitur, ka unit dan CS.
commit to user
j) SPH lembar pertama diserahkan ke debitur,
lembar kedua diserahkan ke mantri untuk di arsip dan kwitansi pinjaman diserahkan ke teller untuk pencairan kredit.
2) Bagian Teller
a) Teller menerima KP rangkap 3 dari customer
service.
b) Teller memberi cap pada KP dan menyiapkan
sejumlah uang sebesar kredit yang disetujui.
c) KP lembar pertama diserahkan ke debitur
beserta sebesar jumlah kredit yang disetujui. Dan KP lembar ke 2 dan ke 3 dijadikan bukti untuk proses pencatatan.
4. Kebijakan Prosedur Pencatatan Kredit Usaha Rakyat (KUR) Pada PT. BRI (Persero) Tbk.
a. Dokumen yang digunakan dalam pencatatan Kredit Usaha
Rakyat (KUR) Mikro PT. BRI (Persero) Tbk. adalah LHS, FPK, LAK, Dokumen syarat permohonan kredit, SPH, dan KP.
b. Petugas yang berwenang dalam pencatatan KUR Mikro
commit to user
c. Prosedur Pencatatan Kredit Usaha Rakyat (KUR) Mikro
Pada PT. BRI (Persero) Tbk.
1) Bagian Teller
a) Dari bukti KP kemudian di jurnal melalui
program IBS.
b) KP lembar kedua diarsip teller dan lembar
ketiga diserahkan ke bagian mantri untuk diarsip.
2) Bagian Mantri
Menerima dokumen dari customer service
dan kwitansi pinjaman dari teller untuk diarsip. 5. Bagan Alir Prosedur Pemberian Kredit Usaha Rakyat (KUR)
commit to user Bagian Customer Service
Debitur datang ke bank membawa dokumen syarat untuk permohonan kredit
Ya
Tidak
Debitur
Keterangan:
LAK: Lembar Analisa Kredit FPK: Formulir Permohonan Kredit
Gambar 2.1 Bagan Alir Prosedur Permohonan Kredit KUR Mikro PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Mulai
Menerima pengajuan kredit dan memeriksa
kelengkapan dok. syarat
Menyiapkan FPK unk di isi ttg data debitur, plafond serta tujuan mengajukan kredit.
Data debitur diproses melalui SID
Menyiapkan LAK unk survei lapangan LAK FPK Dok. syarat 1 Hasil proses data debitur FPK Dok. Syarat selesai
commit to user Bagian Mantri
Datang ke tempat debitur
Keterangan:
LHS: Lembar Hasil Survei Gambar 2.2 Bagan Alir Prosedur Analisa Kredit KUR Mikro
PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. LAK FPK Dok. Syarat Survei tempat usaha, wawancara dan membuat LHS LHS LAK FPK Dok. Syarat Memberi rekomendasi kredit berdasarkan hasil survei lapangan
LHS LAK FPK Dok. Syarat 2 1
commit to user Bagian ka unit
Negatif
Positif
Debitur
Gambar 2.3 Bagan Alir Prosedur Analisa Kredit KUR Mikro PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
2 LHS LAK FPK Dok. Syarat Merekomendasi ulang dan memberi putusan kredit Hasil Keputusan Approve pada LAS LHS LAK FPK Dok. Syarat LHS LAK FPK Dok. Syarat 3 N Selesai
commit to user Bagian Mantri
Gambar 2.4 Bagan Alir Prosedur Analisa Kredit KUR Mikro PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
3 LHS LAK FPK Dok. Syarat LHS LAK FPK Dok. Syarat 4 Kredit disetujui Ka Unit Verifikasi ulang putusan pd LAS
commit to user Bagian Customer service
Menghubungi debitur untuk pengikatan kredit
Gambar 2.5 Bagan Alir Prosedur Pencairan Kredit KUR Mikro PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
4 LHS LAK FPK Dok. syarat 5
commit to user Bagian Customer service
Debitur datang ke bank Untuk pengikatan kredit
Keterangan:
SPH:Surat Pengakuan Hutang
Gambar 2.6 Bagan Alir Prosedur Pencairan Kredit KUR Mikro PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
5 LHS LAK FPK Dok. Syarat LHS LAK FPK Dok. Syarat Menyiapkan SPH rangkap 2 2 6 8 Mencatat data debitur ke daftar pinjaman SPH 1
commit to user Bagian Customer service
ditandatangani debitur dan ka unit
Ditandatangani debitur, CS dan ka unit
Debitur
Keterangan:
KP: Kwitansi Pinjaman
Gambar 2.7 Bagan Alir Prosedur Pencairan Kredit KUR Mikro PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
6 2 SPH 1 Membacakan isi SPH 2 SPH 1 Menyiapkan KP rangkap 3 2 SPH 1 3 2 KP 1 9 7
commit to user Bagian Teller
Gambar 2.8 Bagan Alir Prosedur Pencairan Kredit KUR Mikro PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Diserahkan uang sebesar jml kredit yg disetujui
8 Memberi cap pada KP dan menyiapkan uang sebesar jumlah kredit yg disetujui 7 3 2 KP 1 3 2 KP 1 Debitur
commit to user Bagian Teller
Gambar 2.9 Bagan Alir Prosedur Pencatatan KUR Mikro PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
8 3 3 KP 2 Jurnal KP pada IBS 3 KP 2 9 N
commit to user Bagian Mantri
Gambar 2.10 Bagan Alir Prosedur Pencatatan KUR Mikro PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
9 SPH KP LHS LAK FPK Dok. Syarat N Selesai
commit to user
C. Pelaksanaan Prosedur Pemberian Kredit Usaha Rakyat (KUR) Mikro Pada PT. BRI (Persero) Tbk. Unit Jebres.
1. Prosedur Permohonan Kredit KUR Mikro pada PT. BRI (Persero) Tbk. Unit Jebres
a. Dokumen yang harus dipenuhi debitur dalam permohonan
Kredit Usaha Rakyat (KUR) Mikro antara lain fotocopy KTP, Kartu Keluarga, agunan asli objek yang dibiayai. Sedangkan dokumen yang harus dipenuhi oleh pihak bank berupa Formulir Permohonan Kredit (FPK), dan Lembar Analisa Kredit (LAK).
b. Petugas yang bertanggungjawab atas permohonan Kredit
Usaha Rakyat (KUR) Mikro pada PT. BRI (Persero) Tbk.
Unit Jebres adalah customer service.
c. Prosedur Permohonan Kredit Usaha Rakyat (KUR) Mikro
Pada PT. BRI (Persero) Tbk Unit Jebres.
1) Pendaftaran harus dilakukan di kantor BRI Unit
Jebres setiap jam kerja. Calon debitur langsung datang ke kantor BRI Unit Jebres dengan membawa dokumen syarat (fotocopy KTP, KK, dan agunan asli) untuk permohonan kredit.
2) Customer service menerima pengajuan permohonan kredit dari calon debitur dan memeriksa kelengkapan dokumen syarat calon debitur antara lain copy KTP,
commit to user
KK, serta tanda bukti agunan objek yang dibiayai misalnya BPKB kendaraan bermotor atau Surat Hak Milik.
3) Customer service menyiapkan Formulir Permohonan Kredit (FPK) yang diberikan kepada debitur untuk di