Industri kecil didefinisikan dengan berbagai cara yang berbeda, tergantung negaranya dan juga tergantung pada aspek-aspek lainnya seperti spesifikasi teknologinya, dan lain-lain. Karena itu perlu dilakukan tinjauan khusus terhadap definisi-definisi ini, agar diperoleh pengertian yang jelas mengenai industri kecil.
Berbagai definisi mengenai industri kecil di Indonesia terdapat berbagai definisi yang berbeda mengenai industri kecil, sesuai kepentingan lembaga yang memberi definisi [1]: menurut Biro Pusat Statistik: Industri kecil adalah perusahaan industri dengan karyawan yang jumlahnya antara 5 s/d 19 orang. Menurut Bank Indonesia industri kecil adalah perusahaan industri dengan karakteristik berikut: Modalnya kurang dari Rp. 20 juta, untuk satu putaran dari usahanya hanya membutuhkan uang paling banyak Rp. 5 juta. Sedangkan di Amerika usaha atau industri kecil adalah industri yang tidak dominan di sektornya dan mempunyai karyawan yang jumlahnya kurang dari 500 orang.
Kekuatan dan Kelemahan Industri Kecil Pengkajian terhadap permasalahan dan keterbatasan industri kecil menyebabkan tumbuhnya pandangan-pandangan tentang industri kecil. Pandangan-pandangan tersebut umumnya berusaha menelusuri kemungkinan-kemungkinan kekuatan industri kecil
dibandingkan kelompok industri lainnya, terutama kelompok industri besar.
Staley dan Morse menyatakan terdapat sepuluh kekuatan yang “favorable” bagi perusahaan industri kecil [2]. Kesepuluh faktor kekuatan tersebut memberikan gambaran adanya dimensi karakteristik tertentu pada produk industri kecil. Karakteristik produk inilah yang menyebabkan dominasi produk industri kecil pada sektor tertentu.
Jika ditinjau lebih lanjut, maka karakteristik tersebut merupakan syarat bagi tercapainya keberhasilan perusahaan industri kecil, tetapi tidak merupakan jaminan kepastian tercapainya keberhasilan itu sendiri. Berikut adalah kesepuluh faktor kekuatan yang dimiliki oleh industri kecil menurut Staley dan Morse.
a. Hubungan antara aspek fisik dan aspek engineering
b. Produk yang memerlukan tingkat keterampilan dan ketelitian tinggi
c. Produk massal komponen-komponen khusus atau produk akhir yang bersifat khusus
d. Produk yang dibuat dalam jumlah kecil
e. Produk-produk yang dipengaruhi oleh lokasi dan ongkos transformasi
f. Produk dengan desain khusus atau produk yang memerlukan inovasi tinggi
Keenam faktor tersebut di atas terkait dengan karakteristik produk industri kecil, sedangkan empat faktor selanjutnya adalah faktor-faktor yang berhubungan dengan kondisi dinamis industri kecil dalam kaitannya dengan pengelolaan organisasi perusahaannya. Oleh karena itu, keempat faktor tersebut tidak dibahas secara lebih terperinci. Empat faktor selanjutnya adalah :
a. Hubungan yang dekat antara personil-personil dalam industri kecil
b. Fleksibilitas operasi dan ongkos tak langsung yang rendah
c. Pelayanan yang lebih baik
d. Respon yang cepat terhadap perkembangan Sepuluh kekuatan yang cocok bagi industri kecil, komposisinya tidak selalu tetap, selalu berubah sesuai dengan kondisi lingkungannya. Disamping itu terdapat faktor-faktor kekuatan yang cocok bagi perusahaan atau industri kecil dan menengah, maka
kelompok industri ini juga memiliki beberapa faktor kelemahan. Dari hasil pengamatan beberapa ahli, ditemukan bahwa kesulitan yang dihadapi oleh para pengusaha kecil dan menengah dalam menghadapi persaingan dengan pengusaha besar antara lain dikarenakan oleh :
a. Keterbatasan wawasan bisnis serta pengetahuan para pengusaha kecil dan menengah tentang cara mengelola usaha yang baik
b. Keterbatasan pengetahuan mengenai jaring-jaring pemasaran yang ada sehingga para pengusaha kecil dan menengah mengalami kesulitan untuk memperoleh akses ke pasar, karena volume pasar yang besar umumnya diikuti dengan syarat-syarat tertentu yang menyangkut: mutu, ketepatan delivery, pelayanan dan lain-lain.
c. Keterbatasan pengetahuan yang menyangkut manajemen produksi, termasuk desain, product development, teknologi produksi dan sebagainya.
d. Keterbatasan modal, baik modal investasi maupun modal kerja.
Karena berbagai kelemahan itu, kerjasama antara industri besar dengan industri kecil dan menengah seringkali mengalami hambatan, terutama dalam hal yang berkaitan dengan persyaratan-persyaratan dari industri besar yang seringkali tidak dapat dipenuhi oleh industri kecil dan menengah.
METODOLOGI PENELITIAN
Untuk mengidentifikasi mekanisme sukses industri kecil logam maka perlu pengamatan terhadap perusahaan-perusahaan yang sukses dan tidak sukses, diharapkan dari pengamatan tersebut (perusahaan Industri Kecil Sukses/IKS dan Industri Kecil Tidak Sukses IKTS) bisa diperoleh gambaran mengenai mekanisme yang memungkinkan perusahaan bisa berhasil, dan juga berbagai faktor yang terlibat dalam mekanisme keberhasilan tersebut.
Berkaitan dengan hal itu, maka harus memperoleh berbagai keterangan dari proses pengumpulan data maupun pengolahan data akan digunakan untuk menarik kesimpulan dalam merumuskan identifikasi mekanisme sukses industri kecil logam, sesuai dengan
tujuan penelitian. Kegiatan analisis dilakukan sebagai berikut :
Analisis Profil Komoditi
Analisis ini dilakukan dengan menggunakan 2 model pendekatan yaitu Model Persyaratan Sukses Industri Kecil yang bertujuan untuk menganalisis perusahaan industri kecil untuk mendapatkan gambaran performansi perusahaan terhadap persyaratan sukses yang harus dipenuhi oleh industri kecil, pendekatan yang kedua menggunakan Model Mekanisme Sukses yang bertujuan untuk memperoleh gambaran mengenai mekanisme keberhasilan industri kecil dalam mencapai sukses.
Model Persyaratan Sukses Industri Kecil Dalam penelitian ini akan dilakukan analisis yang tujuannya untuk mengidentifikasi karakteristik dominan komoditas usaha Industri Kecil sukses, sehingga diperlukan perangkat analisis yang memenuhi persyaratan-persyaratan tertentu (Bahan baku, Produk, Pasar, Fasilitas/Sistem Produksi, Modal, Manajemen Internal, Manajemen Eksternal, Persepsi Lingkungan, Pengusaha) yang baik, seperti yang dijelaskan pada Gambar 1.
Untuk pengetahui apakah perusahaan tersebut memenuhi syarat untuk sukses maka Model Persyaratan Sukses Industri Kecil yang dibuat Lubis [3] dapat menjelaskan mengenai syarat untuk sukses sebuah perusahaan.
Menurut Lubis, dalam analisis Model Persyaratan Sukses membahas persyaratan sukses suatu perusahaan industri kecil secara teoritis dan tidak membahas mengenai faktor lingkungan luar usaha, karena itu komponen-komponen lingkungan tidak terlalu terperhatikan dalam model tersebut.
Model Mekanisme Sukses
Kemudian muncul Model Mekanisme Sukses [3] Gambar 2, model yang dibuat oleh Lubis, dimana lebih memperhatikan faktor lingkungan dan cenderung mencoba menggambarkan bagaimana mekanisme interaksi perusahaan dengan lingkungan.
Dalam model tersebut (Gambar. 2) dijelaskan bahwa sebuah perusahaan industri
Jurnal Ilmiah Teknik Industri 1 (1), 2013; 60 – 66
kecil bisa sukses (berhasil) jika ada permintaan pasar yang memadai.
PRODUK
SISTEM PRODUKSI
BAHAN BAKU
AKSES LUAR/
MANAJEMEN EKSTERNAL
MODAL PENGUSAHA
ADANYA PERMINTAAN PASAR
Gambar. 2. Model Mekanisme Sukses Perusahaan perlu menyediakan produk yang sesuai dengan permintaan pasar tersebut (jenis, jumlah dan mutunya). Ini dapat dicapai jika perusahaan mempunyai sistem produksi yang sesuai. Selanjutnya, hanya pengusaha yang memenuhi syarat yang dapat mengusahakan terjadinya kesesuaian tersebut, dengan persyaratan bahwa tersedia modal yang mencukupi untuk membiayai seluruh kegiatan dan juga adanya berbagai akses tertentu untuk memudahkan kesesuaian tersebut.
Dengan dasar Model Mekanisme Sukses berbagai aspek yang telah dijelaskan akan dicoba diidentifikasikan. Identifikasi tersebut dilakukan berdasarkan data yang telah dikumpulkan.
Kedua model ini digunakan berdasarkan pada suatu model analisis yang berlaku umum, yaitu berlaku bagi semua jenis komoditi.
Model tersebut menjelaskan mekanisme usaha untuk mencapai keberhasilan yang terjadi pada perusahaan industri sehingga dapat digunakan untuk menjelaskan profil mekanisme usaha pada setiap komoditas, dan juga bisa menunjukkan perbedaannya satu sama lainnya.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Sesuai dengan metodologi yang telah dijelaskan, pengolahan data akan didahului dengan identifikasi komoditas usaha industri kecil yang dipelajari. Selanjutnya dilakukan pengolahan data untuk menganalisis perbedaan profil perusahaan IKS dan IKTS. Data tersebut akan digunakan untuk mengidentifikasi mekanisme sukses industri kecil logam.
Data yang diperoleh secara langsung di lapangan dengan rincian sebagai berikut :
a. Menginventarisasi kondisi aspek-aspek usaha di masa lalu dan masa kini
b. Mengidentifikasi perbedaan antara perusahaan industri kecil sukses dengan kurang sukses (profil perusahaan industri kecil sukses dan perusahaan industri kecil tidak sukses)
Hasil pengolahan data bagi setiap komoditas usaha yang dipelajari disajikan pada tabel profil industri kecil (Tabel 1)
BAHAN BAKU YANG BAIK
PRODUK YANG BAIK PEMASARAN YANG
BAIK
FASILITAS YANG BAIK
MANAJEMEN EKSTERNAL YANG BAIK
PERSEPSI YANG BAIK TENTANG
KONDISI LINGKUNGAN
USAHA
PERMODALAN
YANG BAIK MANAJEMEN
INTERNAL YANG BAIK
PENGUSAHA YANG BAIK
PERUSAHAAN LINGKUNGAN
USAHA
OBYEKTIF/ TUJUAN PERUSAHAAN
TUNTUTAN LINGKUNGAN (BERUPA KESEMPATAN DAN HAMBATAN)
PERUSAHAAN BERUSAHA MENCAPAI TUJUAN
PERUSAHAAN BERADAPTASI TERHADAP KONDISI LINGKUNGAN
Gambar 1. Model Persyaratan Sukses Industri Kecil.
Tabel 1. Profil Industri Kecil Komoditas Logam
Profil perusahaan IKS dan IKTS mempunyai perbedaan pada aspek-aspek berikut ini :
1. Jenis Produk IKS dan IKTS bisa menghasilkan produk engineering maupun produk non-engineering, tetapi IKS cenderung ditujukan untuk pasar industri sedang produk IKTS untuk melayani konsumen/pemesan individual.
2. Bahan Baku Bahan baku IKS dan IKTS tidak sulit diperoleh, supplai bahan baku terjamin..
3. Transformasi a. Fasilitas produksi IKS mendukung kegiatan proses produksi
b. Fasilitas produksi IKTS seadanya, jika perlu proses permesinan khusus (mesin yang tidak dimiliki IKTS) maka menggunakan fasilitas BLK.
4. Tenaga Kerja a. Tenaga Kerja untuk IKS cukup memadai karena upah yang cukup dan ada insentif jika pekerjaan selesai sebelum deadline.
b. Tenaga Kerja untuk IKTS kekurangan pada operator dan desain.
5. Fasilitas Luar (Hardware)
a. IKS memperoleh bantuan teknologi dari pembeli b. IKTS memanfaatkan fasilitas BLK
6. Cara Mengontrol/
memeriksa
a. IKS sangat mengutamakan pemeriksaan kualitas karena sangat berpengaruh pada hasil pengerjaan yang rapih.
b. IKTS memeriksa seperlunya.
7. Pasar/
Pemasaran
a. IKS melayani segmen pasar industri, kuantitas pesanan besar dan dilakukan secara rutin.
b. IKS lebih mampu mengembangkan hubungan dengan calon konsumen dengan memanfaatkan berbagai program pembinaan akses, seperti pameran.
c. IKTS melayani konsumen individual dengan kuantitas terbatas dan pesanan temporer.
8. Cara Memperoleh Informasi
IKS cenderung secara aktif mencari informasi untuk kepentingan usahanya dan sering memanfaatkan pembinaan untuk maksud tersebut.
9. Manajemen Internal a. IKS melakukan penjadualan produksi b. Pembukuan IKS lebih baik
c. IKS memiliki manajemen internal yang lebih baik dengan menerapkan berbagai hasil yang diperoleh dari pembinaan.
10. Pengelolaan SDM Pengelolaan SDM pada IKS baik dengan imbalan yang baik pula.
11. Pesaing a. IKS cenderung mampu mengatasi pesaing, dengan cara membuat produk lebih rapih dan harga lebih murah.
b. IKTS cenderung sulit mengatasi pesaing, pasif dalam menghadapi pesaing.
12. Modal IKS memanfaatkan Bank untuk permodalannya selain menggunakan modal sendiri.
13. Organisasi Fungsi organisasi di IKS lebih lengkap.
14. Strategi a. Strategi yang dilakukan IKS adalah mempertinggi keterampilan tenaga kerja dan menambah investasi mesin.
b. IKTS tidak melakukan perencanaan strategis karena sumber daya dan modal terbatas, sehingga cenderung pasif dan hanya menjalankan kegiatan produksi rutin saja.
Catatan :
Pada bagian ini akan dilakukan analisis terhadap perusahaan IKS komoditas kulit dengan menggunakan Model Mekanisme Sukses [3] Gambar. 2.
Skenario Mekanisme Sukses
Para pengusaha IKS logam bermula sebagai operator disebuah industri logam, selain mengerjakan produk perusahaan, ia juga
mengerjakan pesanan perorangan atau industri yang diorderkan secara pribadi, karena telah mengetahui sumber bahan dan memiliki relasi yang menjadi konsumennya maka secara bertahap ia membuka bengkel logam sendiri dengan cara membeli mesin secara kredit.
Dalam perjalanan perkembangan usahanya ternyata perusahaan sangat tergantung pada kemampuan pengusaha yang memiliki kemampuan teknis yang baik, sehingga banyak mendapatkan order pesanan dari perusahaan secara kontinyu dan dalam kuantitas besar, kemudian mampu menjalin hubungan baik dengan pihak perantara yang mempunyai order dari pihak perusahaan sehingga mampu menjadi pihak komplementer yang menerima order subkontrak.
Setelah sukses, karena memiliki keahlian teknis yang baik, selanjutnya penataan dan pengelolaan berbagai fungsi dalam perusahaan perlu diarahkan lebih lanjut agar perusahaan (a) mempunyai hubungan baik dengan pihak perantara yang menghubungkan dengan pihak yang membutuhkan order, (b) memanfaatkan akses yang lain untuk memperoleh teknologi, yaitu terutama dari perusahaan dan industri besar yang dilayani, (c) karena nilai transaksi yang relatif besar maka perusahaan memanfaatkan akses pada bank.
Model Mekanisme Sukses
Mengacu pada penjelasan sebelumnya dapat digambarkan konfigurasi model mekanisme/sistem usaha perusahaan industri kecil sukses seperti pada Gambar 3.
AKSES LUAR/3) MANAJEMEN
Kemampuan dalam memilih produk dan mendisain atau
memproduksi
ADANYA PERMINTAAN PASAR2)
PRODUK4)
SISTEM PRODUK1)
BAHAN BAKU7)
MODAL6)
Menguasai permesinan, sehingga unggul dalam
teknologi tinggi
PENGUSAHA5)
Supplai bahan baku terjamin
Mempunyai order yang
kontinyu
Gambar 3. Model Mekanisme Sukses Komoditas Logam Dalam perjalanan perkembangan
usahanya ternyata perusahaan sangat tergantung pada kemampuan pengusaha yang memiliki kemampuan teknis yang dalam sistem produksi (a), sehingga banyak mendapatkan order pesanan dari perusahaan secara kontinyu dan dalam kuantitas besar, mampu mengusahakan permintaan pasar (b). Kemudian mampu menjalin hubungan baik dengan pihak perantara yang mempunyai order dari pihak perusahaan sehingga mampu menjadi pihak komplementer
yang menerima order subkontrak, perusahaan berhasil mengakses pasar (c). Membuat produk (d) sesuai dengan tuntutan persyaratan teknis yang diajukan oleh konsumen industri yang dilayani. Pengusaha (e) yang mampu membina pasar, mengusaha modal (f) dan mengusahakan terjaminnya supplai bahan baku (g).
Dengan demikian, perusahaan industri kecil sukses dapat terwujud apabila dipenuhi beberapa persyaratan awal seperti pada Tabel 2.
Tabel 2. Persyaratan Awal Perusahaan Industri Kecil Sukses Bisa Terwujud No. Uraian
1. Memiliki kemampuan dalam sistem produksi
menggunakan cara yang relatif maju karena adanya tuntutan persyaratan teknis yang diajukan oleh konsumen industri yang dilayani.
2. Mempunyai order yang kontinyu dalam jumlah besar
• Mempunyai kemampuan teknis yang tinggi sehingga banyak mendapatkan order pesanan dari perusahaan secara kontinyu dan dalam kuantitas banyak.
• Mampu menjalin hubungan baik dengan pihak perantara yang mempunyai order dari pihak perusahaan sehingga mampu menjadi pihak komplementer yang menerima order subkontrak.
3. Melayani konsumen industry
Konsumen industri adalah konsumen yang memberikan order yang kontinyu dengan kuantitas besar, sehingga perusahaan dijamin selalu berproduksi.
4. Adanya pengusaha yang memiliki kemampuan :
a. Mempunyai hubungan baik dengan pihak perantara yang menghubungkan dengan pihak yang membutuhkan order.
b. Memanfaatkan akses yang lain untuk memperoleh teknologi, yaitu terutama dari perusahaan dan industri besar yang dilayani
c. Memanfaatkan akses pada bank.
KESIMPULAN
Berbagai temuan dari studi ini memberikan gambaran mengenai berbagai hal yang berkaitan dengan profil industri kecil logam. Berdasarkan gambaran tersebut dapat diidentifikasi mekanisme sukses industri kecil logam, antara lain keberhasilan Industri Kecil logam karena mampu memenuhi persyaratan teknis yang diinginkan konsumen dan konsumen yang dilayaninya adalah konsumen industri yang memberikan order kontinyu dengan kuantitas besar. Mekanisme keberhasilan Industri Kecil Logam adalah adanya permintaan pasar, maka konsumen industri kecil logam adalah job order yang merupakan subkontrak sebuah industri besar karena menjamin adanya permintaan produk.
Keunggulan IKS dari industri sejenisnya adalah industri kecil yang tidak sukses melayani
konsumen individu dimana order tidak kontinyu dengan kuantitas kecil, sehingga biaya produksi terkuras untuk set-up dan harga sedikit lebih tinggi. Faktor lain yang menentukan kesuksesan industri logam adalah adanya pengusaha yang mampu menjaga hubungan baik dengan pihak perantara yang menghubungkan perusahaan dengan industri besar (konsumen).
DAFTAR PUSTAKA
[1]. BPS, 1995, Profil Industri Kecil dan Kerajinan Rumah Tangga Indonesia 1993, Jakarta.
[2]. Staley Eugene and Richard Morse, 1965, Modern Small Industri for Developing Countries, New York, McGraw Hill.
[3]. Lubis, S.B. Hari, 1995, Manajemen Usaha Kecil, diktat kuliah, Bandung.
Penyunting menerima naskah hasil penelitian bidang ilmu Teknik Industri, dalam Bahasa Indonesia atau Bahasa Inggris, yang belum pernah dipublikasikan disertai pernyataan dari penulis di atas materai Rp.
6.000,-.
Setiap artikel akan di-review oleh 2 (dua) orang reviewer. Penulis yang artikelnya diterbitkan akan diberikan nomor bukti terbit dan cetak lepas sebanyak 3 (tiga) eksemplar. Isi artikel di luar tanggung jawab pengelola. Penyunting berhak mengedit redaksional tanpa mengubah arti. Tata cara penulisan sebagai berikut:
JUDUL ARTIKEL (12 pt, all cap, center)
Nama penulis (12 pt, center, bold) Institusi (10 pt, center)
e-mail: (10 pt, center) ABSTRAK/ABSTRACT
Artikel ditulis di kertas ukuran A4 (210 mm x 297 mm) menggunakan huruf Times New Roman 12 pt dengan format satu kolom dan marjin kiri 2 cm, kanan 2 cm, atas 2,5 cm dan bawah 2,7 cm. Makalah diawali dengan abstrak maksimum 200 kata dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris. Abstrak ditulis miring huruf 10 pt, 1 (satu) spasi dengan marjin kiri dan kanan ditambah 10 mm. Abstrak memuat rangkuman latar belakang penelitian, tujuan penelitian, metode penelitian dan hasil yang dicapai.
Kata kunci: terdiri dari 3 sampai 5 kata.
PENDAHULUAN
Berisi tentang latar belakang penelitian, permasalahan, batasan penelitian, tujuan dan manfaat penelitian. Pendahuluan ditulis berbentuk alenia, dengan memberikan tab untuk setiap alenia baru, tanpa spasi tambahan dan tanpa bullets dan numbering.
TINJAUAN PUSTAKA
Berisi telaah pustaka yang diacu secara langsung dalam makalah. rujukan dapat berupa buku, jurnal, publikasi ilmiah lain maupun publikasi internet yang dapat dipertanggung jawabkan. Metode sitasi dengan memberikan notasi angka dalam kurung [ ] sesuai urutan pengutipan.
METODE PENELITIAN
Berisi tentang bahan penelitian, metode pengambilan data, standar pengujian, prosedur pengambilan dan pengolahan data. Metode penelitian ditulis runtut, jelas dan memungkinkan dilakukan pengulangan tahapan penelitian tersebut oleh peneliti lain.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Berisi tentang hasil penelitian yang telah dilakukan, berupa gambar, grafik dan tabel yang mudah dipahami. Hasil hendaknya dibahas secara detail, mengacu pada kepustakaan yang ada di pendahuluan.
KESIMPULAN
Berisi hasil penelitian secara umum yang dicapai dan kontribusi bagi pengembangan ilmu atau penelitian berikutnya. Simpulan ditulis dengan uraian tanpa bullets dan numbering.
DAFTAR PUSTAKA
Disusun dan diberi nomor urut berdasarkan urutan kutipan. Penulisan pustaka: nama penulis (tanpa gelar), tahun, judul, penerbit, kota terbit, dan halaman.
Kutipan ditulis dengan menuliskan nomor urut kemunculan dalam tinjauan pustaka:[ ]
Format standar:
[1]. Beer, Ferdinand P., E Russel Johnston, Jr., 2004, Vector Mechanics of Engineer: Statics &
Dynamics, Seventh edition, McGraw-Hill, Singapore.
Format Internet:
[2]. D. Poelman ([email protected]), "Re:
Question on transformerless power supply,"
Usenet post to sci.electronics.design, diakses 4 Juli 1997.
Penulisan Gambar
Nomor urut dan nama di bawah gambar berdasarkan urutan kemunculan, ditulis rata tengah.
Penulisan Tabel
Nomor urut dan nama di atas tabel berdasarkan urutan kemunculan, ditulis rata tengah.
Penulisan Persamaan
Nomor urut persamaan berdasarkan kemunculan, ditulis rata kanan.
Penulisan Lampiran
Nomor urut dan nama di atas lampiran berdasarkan urutan kemunculan, ditulis rata tengah.
Alamat Redaksi:
Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Tarumanagara Jl. Let. Jend. S. Parman No. 1 Jakarta 11440
Telp. (021) 5663124, 5672548, 5638335 Fax. (021) 5663277
e-mail: [email protected]