IDENTIFIKASI PRONUNCIATION ERRORS DALAM MENYANYIKAN LAGU BERBAHASA INGGRIS
II. Tinjauan Pustaka
Menurut Geographical WebsterRevised Home And Office Dictionary Of The English (dalam Gopur,2008:5) Error merupakan kesalahan yang terdsapat dalam menulis atau yang lainnya, yang tidak sesuai dengan aturan yang ada.Hal ini juga di pertegas oleh Noan Chomsky bahwa Native speakers juga masih menjalani kesalahan pada saat tampil di muka umum, padahal Native Speakers sudah aktif dalam berkomunikasi dalam pertemuan.Dilanjutkan oleh Mardiana (2008:7) bahwa kesalahan adalah kebiasaan yang sering dilakukan oleh manusia yang tidak bisa dihindari dari kesalahan yang tidak ada dari ketentuan yang ada. Menurut Astuti dalam buku nya error analysis pronuncing ada 2 macam sumber kesalahan belajar bahasa yaitu:
1. Interlingual Error
Kesalahan yang disebabkan karena adanya campur tangan bahasa ibu (mother tongue) dengan bahasa asing yang sedang dipelajari.
2. Intralingual Error and Development Errors
Kesalahan yang disebabkan oleh siswa belajar Bahasa asing (Intralingual Error) dari kesalahan pengembangan bahasa asing dari pengalaman yang mereka peroleh ( Development Error).
Dengan demikian kesalahan (Error) merupakan kesalahan proses pembelajaran dalam menulis atau ber4bicara dalam pemblajaran bahasa Inggris, dengan Error dapat melainkan makna dalam bahasa Inggris ,kesalahan (Error) sering terjadi akibat orang tua dan pengembangan bahasa Inggris juga pengalaman dalam belajar bahasa Inggris.
Menurut (Hel) Pronunciation merupakan suatu bentuk pembelajaran yang penting di lakukan dalam pengajaran Bahasa Inggris, berbeda dengan Bahasa Indonesia, Pengajaran Bahasa Inggris memiliki fonem (Binyi kata) dan lafalan yang sedikit sulit untuk di ajarkan. Dengan memplajari Pronunciation kita akan mengetahui bagaimana pengucapan (How to pronounce) sebuah kata yang benar. Begitu pentingnya dalam Bahasa Inggris adalah karna salah pelafalan kata dalam bnahasa Inggris dapat berakibat fatal. Salah dalam
5664
menghafalkan satu huruf konsonan atau huruf vokal saja dalam suatu kata dapat membuat perbedaan kata yang akan berakibat pada kesalahan makna yang di maksud.
Menurut Surwantono (2006:45) pengucapan merupakan bagian penting dalam bahasa, untuk sifat bahasa lisan, menurut Gimson ( dalam Surwanto 2006:45) bunyi vokal bahasa Inggris terdiri dari vokal murni dan vokal geser ( Slide ) atau vokal rangkap ( dipthong ) vokal murni sendiri sebagian ada yang di lafalkan lebih panjang.
Terdapat ketidakkonsistensian antara tulisan dan ucapan dalam Bahasa Inggris. Barangkali hal ini merupakan penyebab utama permasalahan penulisan dan pelafalan bahasa Inggris bagi pembelajar Indonesia. Dapat di contohkan beberapa ketidakkonsistensian antara tulisan dengan ucapan bahasa Inggris sebagai berikut:Tulisan sama diucapkan berbeda:
Fruit [u:] guitar [I] guide [αi] ruin [uI ] Should [u:] shout [αu] enough [^]
Tulisan berbeda diucapkan sama:
Pear[ə:] Sir[ə:] Hurt [ə:] Colour[ə:] Her[ə:]
Guard [α:] Sharp [α:]
Bila kita cermati sebagian bunyi vokal Bahasa Inggris sama dengan yang terdapat dalam bahasa Indonesia, sebagian mirip dan sekitar 50% lainnya merupakan bunyi yang benar-benar baru bagi pembelajar di Indonesia.Sebelum berbicara tentang efektivitas lagu sebagai media dalam bahasa belajar, disini ada beberapa pengertian lagu dari beberapa ahli:
a. Menurut Jamalus ( Ratna sari,2007 : 10 ) lagu bisa di katakan sebagai seni bekerja jika mereka terdengar atau di (nyanyikan) dengan perangkat iringan musik
b. Menurut Hornby ( ratna sari,2007 : 11 ) menyatakan lagu sebagai puisi pendek/syair yang di tetapkan ke dalam musik yang di peruntukan untuk di nyanyikan.
c. The Encyclopedia Of America ( Ratna sary, 2007 :11 ) mendefinisikan lagu sebagai karya musik pendek yang terdiri daru teks-teks puitis dengan di berikan nya musik dan di iringi oleh instrumen pengiring.
Dengan demikian dapat di simpulkan lagu adalah rangkaian kata berupa lirik yang diikuti dengan irama musik yang menghasilkan makna puitis.Menurut Jamalus ketika lagu di mainkan pendengar tidak hanya akan mendengarkan lirik,tetapi juga mendengarkan melodi, sehingga dapat di nikmati dengan harmoni,ekspresi dan irama, unsur-unsur musik di bagi menjadi dua kategori.
1. Element utama
Elemen utama adalah unsur-unsur utama yang terdapat dalam lagu yang terdiri dari ritme,melodi, harmoni, dan lirik. Dimana; ritme adalah unsur lagu yang berupa hamparan pergrakan suara. Hal ini menjadi dasar dalam musik sehingga terdengar ada irama yang panjang dan irama yang pendek bahkan terkadang terdapat jedah dalam irama lagu. Melodi adalah susunan peregangan suara, harmoni adalah kesatuan dari dua atau lebih nada yang memiliki tingkat berbeda ketika di mainkan bersama dan yang terakhir lirik yaitu kalimat musik dalam sebuah lagu.
2. Elemen Ekspresi.
Elemen ekspresi adalah cara musisi mengekspresikan pikiran dan perasaan mereka, yang terdiri dari:Tempo, dinamis, dan warna suara. Semua unsur-unsur di atas sangat di perlukan ketika seseorang menciptakan sebuah lagu.
5665 Penelitian di lakukan di masterpiece karaoke keluarga, Jalan Setia Budi No 93 Medan. Kegiatan ini di mulai dari Mei-Desember 2015. Desain penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif karena penulis ingin menjelaskan secara tepat tentang kesalahan yang dihasilkan oleh penyanyi. Penulis akan menjelaskan data dalam kata-kata, frase atau kalimat untuk mendapatkan kesimpulan umum dari subjek penelitian. Studi ini berfokus untuk menguraikan kesalahan pengucapan baik itu pada vokal, konsonana ataupun diftong. Oleh karena itu, seluruh kondisi tidak di lakukan, sehingga peneliti hanya mengamati pengaturan studi dengan cara itu. Kegiatan yang penulis lakukan adalah observasi.
Dari data yang mencakup rekaman lagu, kemudian penulis membuat transkripsi menggunakan simbol-simbol fonetik . Setelah itu , penulis menulis dan membuat daftar penyanyi ' kata-kata dan menempatkan semua penyanyi ' kata berdampingan dengan bentuk nyata yang dinyanyikan oleh kata-kata samping penyanyi asli atau nyata, Dari perbandingan antara bentuk aktual dan bentuk nyata dinyanyikan oleh pribumi, penulis menemukan kesalahan yang dilakukan oleh penyanyi Indonesia . Kemudian, dengan mengumpulkan kesalahan dalam beberapa kategori,penulis menemukan apa konsonan, vokal atau diftong kesalahan yang muncul . Setelah itu yang terakhir adalah penulis menarik kesimpulan dari penelitian.
Populasi penelitian ini adalah seluruh mahasiswa semester VI Fakultas Sastra Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah Medan, dan dengan sampel di ambil secara acak dengan mengundi mahasiswa yang akan di jadikan sampel penelitian sebanyak 10 orang. Sesuai dengan judul penelitian ini maka instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah lembar observasi yang digunakan sesuai dengan indikator, vokal, diftong dan konsonan yang benar, yang kemudian dijadikan instrumen baku dalam menganalisis kesalahan dalam sebuah lagu. Analisa data yang di gunakan adalah menghitung indikator observasi dengan menggunakan Ms.Excel dan mendeskripsikan dalam grafik.
IV. Hasil Dan Pembahasan
Hasil penelitian yang didapatkan dari 10 lagu yang dinyanyikan oleh sepuluh mahasiswa Fakultas Sastra UMN Al Washliyah Medan. Sepuluh lagu terdiri dari 2.569 kata-kata dan dari kata-kata terhitung bahwa ada 506 kesalahan pengucapan yang dilakukan oleh mahasiswa fakultas sastra UMN Al Washliyah Medan dalam menyanyikan lagu-lagu bahasa Inggris. Kesalahan terdiri dari tiga kategori yaitu kesalahan konsonan, kesalahan vokal dan kesalahan pada diftong.
Ditemukan bahwa ada 226 kesalahan dalam pengucapan konsonan, 186 kesalahan vokal dan yang terakhir adalah 94 kesalahan diftong yang dibuat oleh mahasiswa fakultas sastra UMN Al Washliyah Medan dalam menyanyikan lagu-lagu ber bahasa Inggris. Dari penelitian ini saya menemukan 506 kesalahan pengucapan yang dilakukan oleh mahasiswa Fakultas Sastra UMN Al Washliyah Medan. 506 kesalahan tersebut ditemukan dari 10 lagu berbahasa Inggris yang mereka nyanyikan.
1. Kesalahan pada Konsonan
Kesalahan pertama ditemukan dalam pengucapan konsonan. Dalam pengucapan konsonan saya menemukan 226 kesalahan. Hasil analisis menunjukkan bahwa ada sebelas konsonan yang diucapkan tidak
benar oleh mahasiswa. Mereka / t /, / d /, / k /, / v / / θ /, / ð /, / s /, / z /, / ʃ /, / m /, / r / dan sisanya adalah
kesalahan aneka di konsonan. Hasil kesalahan dapat dilihat pada tabel dibawah ini:
5666 No. Konsonan Frekuensi (Banyak) Kesalahan
Error % 1 T 48 21.3 2 D 26 11.6 3 K 6 2.8 4 V 9 3.9 5 Θ 23 10.2 6 Ð 10 4.4 7 S 11 4.9 8 Z 63 27.9 9 ʃ 8 3.6 10 M 2 0.8 11 R 16 7.2 12 miscellaneous error 3 1.4 Total Error 226 100
Dari tabel diatas dapat kita lihat bahwa kesalahan terbanyak pada pengucapan konsonan terletak pada konsonan T, yaitu sebanyak 48 kali yaitu 21,3 %. Sedangkan kesalahan yang paling sedikit mengalami pengucapan dalam konsonan adalah M, yaitu sebanyak 2 kali, yakni 0,8 %.
2. Kesalahan pada Pengucapan Vokal
Yang berikutnya adalah kesalahan vokal. Terdapat 186 kesalahan dari mahasiswa fakultas sastra UMN Al Washliyah dalam mengucapkan vokal. Posisi kedua setelah konsonan. Hasil analisis menunjukkan bahwa mereka membuat kesalahan pengucapan dalam sebelas vokal, / ɪ /, / ʌ /, / ɜ /, / ə /, / ɔː /, / æ /, / e /, / ʊ /, / u: /, / i: / dan / a: /. Hasil nya bisa dilihat pada tabel dibawah ini:
Tabel 2.Kesalahan pada Pengucapan Vokal No. Vokal Frekuensi
(banyak)kesalahan % 1 ɪ 134 72.1 2 ʌ 9 4.8 3 ɜ 4 2.2 4 ə 13 6.9 5 ɔː 3 1.6 6 Æ 5 2.7 7 E 1 0.5 8 ʊ 1 0.5 9 u: 4 2.2 10 i: 11 5.9 11 a: 1 0.5 Total Error 186 100
Dari tabel diatas dapat kita lihat bahwa kesalahan terbanyak pada pengucapan vokal terletak pada vokal I, yaitu 134 kali kesalahan yakni 72,1 %. Sedangkan kesalahan yang paling sedikit terjadi terlihat dalam beberapa vokal yaitu, E, ʊ, a:, ketiga vokal tersebut masing2 mengalami 1 kali kesalahan yakni 0,5%.
3. Kesalahan pada pengucapan diftong
Yang berikutnya adalah kesalahan dalam pengucapan diftong yang terjadi 94 kali. Ada empat diftong yang salah diucapkan oleh mereka, yaitu / aɪ /, / oʊ /, / eɪ / dan / aʊ/. Hasilnya bisa dilihat pada tabel dibawah ini:
Tabel 3. Kesalahan Pada Pengucapan diftong
No. Diftong Frekuensi (banyak)
5667 1 aɪ 79 84 2 oʊ 12 12.8 3 eɪ 1 1.1 4 aʊ 2 2.1 Total Error 94 100
Dari tabel diatas dapat kita lihat bahwa kesalahan terbanyak pada pengucapan diftong terletak pada diftong aɪ, yaitu 79 kali kesalahan yakni 84%. Sedangkan kesalahan yang paling sedikit terjadi terlihat dalam pengucapan diftong eɪ yaitu sekali kesalahan yakni 0,5%. Dari data yang ditemukan bahwa sebagian besar kesalahan terjadi karena pengaruh bahasa pertama yaitu bahasa Indonesia. Kemungkinan pertama adalah perbedaan sistem fonologi antara bahasa Indonesia sebagai bahasa pertama dan bahasa Inggris sebagai bahasa kedua. Penyebab potensi kedua kesalahan adalah
profiency Inggris terbatas dari mahasiswa fakultas sastra UMN Al Washliyah. Hal ini karena
keterbatasan pengetahuan kosakata. Oleh karena itu, mereka harus lebih sering menggunakan bahasa Inggris.
Kesalahan dalam konsonan, vokal dan diftong yaitu beberapa kesalahan yang meliputi penghapusan, penambahan atau penyisipan, trilling, konsonan atau vokal perubahan, diphthongization dan monophthongisasi. Penghapusan adalah proses dalam menghapus suara. Hal ini dapat ditemukan dalam kasus bentuk jamak dalam konsonan / z / dan / s /. Mahasiswa cenderung menghilangkan suara akhir dalam bentuk jamak. Penambahan atau penyisipan adalah suatu proses di mana mahasiswa menambahkan suara. Hal ini dapat ditemukan dalam kasus mengucapkan kata setiap. Perlu diucapkan / evri: / mereka cenderung untuk menambahkan suara / e / sehingga menjadi / everi: /. Konsonan atau perubahan vokal substitusi adalah proses di mana mereka pengganti suara bahwa mereka tidak terbiasa dengan suara yang mereka kenal. Berikutnya adalah aspirasi, itu adalah proses di mana mereka tidak aspirasi suara. Hal ini dapat ditemukan dalam kasus mengucapkan suara / k /. Kesalahan diftong dapat ditemukan dalam kasus mengucapkan kata hitam. Itu harus diucapkan sebagai / blæk /, namun mereka mengucapkan menggunakan diftong / ei / kemudian menjadi /Bleik/.
V. Kesimpulan
1. Peneliti menghitung bahwa ada 506 kesalahan pengucapan yang dilakukan oleh mahasiswa UMN Al- Washliyah dalam menyanyikan lagu-lagu bahasa Inggris. Hal itu terungkap bahwa ada tiga jenis kesalahan pengucapan. Kesalahan terdiri dari tiga kategori yaitu kesalahan pada konsonansebanyak sebelas konsonan yang salah diucapkan diantaranya / t /, / s /,/ z /, / θ /, / d /, / ʃ /, / r /, / ð /, / v /, / k /, / m / dan sisanya adalah kesalahan aneka di konsonan. Mahasiswa cenderung membuat kesalahan pengucapan konsonan / z /, hal ini karena sistem fonologis berbeda terutama dalam bentuk jamak dari bahasa Indonesia dan bahasa Inggris , kesalahan pada vokal Kesalahan pengucapan dalam vokal ada sebelas
diantaranya / ɪ /, / ʌ /, / ɜ /,/ ə /, / ɔː /, / æ /, / e /, / ʊ /, / u: /, / i: / dan / a: /. Mahasiswa cenderung membuat
kesalahan dalam pengucapan vokal / ɪ /. Ini terjadi 134 kali dari 186 kesalahan dalam kesalahan vocal dan kesalahan pada diftong Ada 4 jenis kesalahan diftong diantaranya / aɪ /, / oʊ /, / eɪ / dan / aʊ /. Dalam
kesalahan pengucapan diftong, mereka membuat kesalahan dalam diftong / aɪ /. Ini terjadi 79 kali dari 94 kesalahan pada pengucapan diftong.
2. Dari analisis data, ditemukan bahwa kesalahan terjadi karena pengaruh bahasa pertama yakni bahasa Indonesia. Kemungkinan pertama adalah perbedaan sistem fonologi antara bahasa Indonesia sebagai bahasa pertama dan bahasa Inggris sebagai bahasa kedua. Peneliti telah memberikan penjelasan lengkap
5668
tentang cara yang berbeda mengucapkan konsonan, vokal, dan diftong dalam bahasa Inggris dan bahasa Indonesia. Penyebab kesalahan yang kedua adalah pengetahuan bahasa Inggris dari mahasiswa fakultas sastra UMN Al-washliyah. Hal ini karena keterbatasan pengetahuan kosakata. Oleh karena itu, mereka lebih sering melafalkan kata-kata dalam bernyanyi bahasa Inggris. Misalnya dalam kasus mengucapkan kata dalam lagu 'Girl on Fire' oleh Alicia Keys. Kata yang harus diucapkan sebagai /DI/ sebelum vokal.