2.1Elastik Ortodonti
Elastik ortodonti berperan penting pada perawatan maloklusi dengan berbagai tehnik perawatan piranti cekat. Elastik digunakan untuk membantu menghasilkan gaya yang diperlukan untuk menggerakkan gigi yakni berfungsi untuk meretraksi gigi depan, pergeseran molar ke mesial, perawatan pada kasus klas II dan klas III, penutupan ruangan karena pencabutan gigi, koreksi overbite dan overjet, koreksi midline dan sebagainya. Alexander menyebutkan, ada 3 hal yang menjadi dasar penggunaan elastik pada bidang ortodonti, yaitu untuk melakukan koreksi sagital gigi-geligi rahang bawah terhadap gigi-geligi rahang atas, melakukan koreksi midline atau gigitan silang dan untuk membantu menyempurnakan oklusi pada akhir perawatan.
Dikenal ada 2 bahan dasar elastik yang banyak digunakan, yakni elastik sintetis / plastik yang merupakan polimer amorf terbuat dari bahan polyurethane dan elastik lateks/karet yang terbuat dari bahan dasar karet alam. Penurunan force karet lebih kecil dibandingkan dengan elastik sintetis seperti elastomeric chain dan elastik intra oral non lateks.
1,6
4,6
Bishara dan Andersen (1970) pada penelitiannya yang membandingkan elastik karet dengan elastik sintetis mendapatkan bahwa elastik karet mempunyai gaya yang lebih konstan dibandingkan elastik sintetis. Pada jam pertama elastik karet menurun 10 persen, sedang elastik sintetis 43 persen. Pada hari pertama, elastik karet menurun 17,2 persen dan elastik sintetis 54,7 persen. Pada minggu
pertama, elastik karet menurun 21,9 persen dan elastik sintetis 60,5 persen. Akhirnya setelah 3 minggu gaya yang masih tersisa elastik karet 74,9 persen, sedangkan pada elastik sintetis 32,5 persen.
Akan tetapi elastik karet mempunyai kekurangan, yakni memerlukan kerja sama pasien dalam penggunaannya. Mayoritas dari elastik ortodonti yang di pasarkan adalah elastik karet. Sejak awal tahun 1990 produk sintetik telah ditawarkan di pasar selama pasien-pasien sensitif terhadap elastik karet dan dijual sebagai elastik non karet.
1,2,4
2.2 Elastomeric Chain
2,4,6
Elastomeric chain adalah material yang dapat kembali ke bentuk semula
dengan cepat setelah mengalami perubahan bentuk. Diperkenalkan pertama kali pada profesi kedokteran gigi pada tahun 1960 dan terbuat dari bahan sintetis yaitu elastomer polyurethane. Adapun Rumus molekul elastomeric chain yaitu – (NH) – (C=O) – O -.2,3,5
Gambar 1. Elastomeric chain
2.3 Kelebihan dan Kekurangan Elastomeric Chain
Kelebihannya relatif murah, higienis, mudah diaplikasikan dan materialnya relatif kompatibel dengan mukosa. Kekurangannya ketika terjadi perluasan dan
pembukaan ke lingkungan mulut, elastomeric chain mengabsorpsi air dan saliva, stain permanen, dan mengalami kerusakan dari ikatan internal sehingga mengakibatkan kerusakan permanen. Selain itu, elastomeric chain juga mengalami kehilangan kekuatan gaya (force), sehingga kehilangan keefektifannya. Kehilangan
force ini membuat sulit bagi ortodontis untuk menetapkan force sebenarnya yang
dibutuhkan untuk pergerakan gigi.
2.4 Force Decay Elastomeric Chain
2,3,7,13
Profitt mengatakan bahwa besarnya gerakan gigi secara langsung proporsional dengan tekanan yang ada pada gigi ketika tekanan tersebut berada diatas ambang minimal dan dibawah tingkat kekuatan optimal. Kekutan yang berasal dari
elastomeric chain tergantung pada besarnya kekuatan awal, lamanya waktu sejak
penggunaannya dan besarnya force decay. Dalam hal ini, tergantung pada efek dari faktor-faktor tersebut, maka elastomeric chain dapat digunakan untuk kekuatan yang baik selama beberapa waktu sebelum pasien kembali pada kunjungan selanjutnya. 3
Beberapa peneliti telah mempelajari force decay yang dihasilkan elastomeric
chain dalam aplikasinya. Laporan penelitian menunjukkan adanya pengurangan
kekuatan sebesar 50 persen sampai 70 persen dari kekuatan awal setelah 24 jam pertama aplikasi.
3,7,13
Baty et al., menyimpulkan bahwa salah satu karakteristik dari elastomeric
chain adalah tidak memiliki besar kekuatan yang tepat jika waktu aplikasi lebih lama.
Berdasarkan hal ini penggunaan elastomeric chain memerlukan penggantian pada saat tertentu untuk mendapatkan efektifitas dalam perawatan.
Profitt mengatakan bahwa ketika elastomeric chain digunakan, akan terjadi kehilangan kekuatan dengan cepat dan juga dapat dikarakteristikkan sebagai force yang terputus.2 Pada umumnya, force decay yang paling banyak terjadi pada 1 jam pertama dan kekuatan awal terbesar menimbulkan force decay terbesar pada
elastomeric chain.
2.5 Kekuatan Awal (Initial Force)
9
Pengiriman kekuatan pertama sangat bervariasi dari elastomeric chain yang berbeda merk dimana force decay terjadi 50 persen sampai 75 persen pada 24 jam pertama. Hilangnya sebagian force kekuatan terjadi pada 3 jam pertama. Setelah pengaplikasian, elastomeric chain mengalami force decay hingga 74 persen. Setelah hari pertama, penurunan force secara stabil. Andreasen and Bishara menganjurkan peregangan chain 4 kali dari level force yang diinginkan untuk mengimbangi kehilangan force nya.
Young dan Sandrik menyimpulkan bahwa peregangan elastomeric chain 3 sampai 4 kali dari force yang diinginkan akan menyebabkan deformasi yang permanen dan penurunan yang berikutnya pada level force yang diinginkan. Dan mereka menganjurkan perpanjangan awal dari elastomeric chain adalah 50 persen sampai 75 persen dari panjang mula-mula untuk mendapatkan level force yang optimal.
2,6,8,10
2.6Jenis-Jenis Elastomeric Chain
2,10
Elastomeric chain terdiri dari beberapa bentuk dan warna. Berdasarkan bentuknya elastomeric chain terdiri dari bentuk filamen yang continous (medium),
short dan long. Sedangkan berdasarkan warnanya terdiri dari warna merah, pink,
kuning, hijau, biru, orange, coklat, abu-abu, bening, putih, dan lain-lain.2
Gambar 2. Beberapa ukuran elastomeric chain
2.7 Pengaruh pH Saliva Terhadap Force Decay Elastomeric Chain
pH saliva mempunyai pengaruh terhadap force decay dari elastomeric chain. Ferriter dkk meneliti efek pH pada tingkat degradasi kekuatan terhadap elastomeric
chain yang dievaluasi dalam suatu studi in vitro. Pada penelitiannya nilai pH 4,95 dan
7,26 diseleksi untuk pengujian karena hal tersebut menghadirkan nilai yang berdekatan dengan nilai ekstrim plak yang dilaporkan dan dilakukan pengujian
elastomeric chain dengan jarak yang sama, tingkat kekuatan awal yang sama dan
tingkat force decay dicatat dalam kurun waktu 4 minggu. Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa force decay lebih besar terjadi pada suasana basa (pH 7,26) daripada suasana asam (pH 4,95). Brawley melaporkan dalam penelitiannya force
decay yang tejadi lebih tinggi pada pH basa dibandingkan dengan pH asam dalam
kurun waktu 3 minggu.
pH saliva mempengaruhi force decay elastomeric chain karena dalam rongga mulut elastomeric chain tersebut menyerap saliva, dan menyebabkan adanya pembagian ikatan internal dan deformasi tetap terhadap materi yang ada. Selain itu,
elastomeric chain berkembang dan menahan bagian isi yang ada pada matriks karet 2,3,11,14
dengan cairan dan kotoran bakteri. Hal ini mengarah pada kekuatan yang sampai ke bagian gigi.
2.8 Penggunaan Elastomeric Chain
2,3,7,12,13
Dibidang ortodonti, Penggunaan elastomeric chain di klinik antara lain digunakan untuk pergerakan gigi. Elastomeric chain dapat menghasilkan force yang digunakan untuk penutupan diastema, retraksi gigi kaninus, koreksi rotasi dan midline serta pergerakan gigi intra-arch, yang diaplikasikan tergantung arah dan regangan.
2
A
Gambar 3. Penggunaan elastomeric chain16-17
A. Penutupan diastema B. Koreksi gigi berjejal
C. Koreksi rotasi D. Retraksi kaninus