DAFTAR LAMPIRAN
III. TINJAUAN TENTANG MINYAK DAN LEMAK DUNIA, PERDAGANGAN SERTA INDUSTRI MINYAK SAWIT MALAYSIA DAN INDONESIA
3.1. Tinjauan tentang Minyak dan Lemak Dunia 1999-2008
Keseimbangan minyak dan lemak dunia merupakan gabungan minyak
dan lemak yang berasal dari minyak nabati (vegetable oil) dan minyak hewani
(animal oil) yang terdiri dari total cadangan terbuka, total produksi, total impor,
total ekspor, pemakaian dan total cadangan akhir.
Total cadangan terbuka minyak dan lemak dunia dari tahun 1994 sampai tahun 2005 mengalami fluktuasi, tahun 1994 adalah 11.2 juta ton naik menjadi 15.5 juta ton tahun 2002 dan turun pada tahun 2005 menjadi 14.6 juta ton, naik lagi menjadi 17.7 juta ton tahun 2008. Sementara itu produksi minyak dan lemak dunia mengalami kenaikan dari 88.5 juta ton tahun 1994 menjadi 141 juta ton tahun 2005 dan naik lagi menjadi 160 juta ton tahun 2008. (MPOB, 2009).
Aktivitas perdagangan minyak dan lemak dunia juga mengalami kenaikan seiring naiknya produksi minyak dan lemak dunia, pada tahun 1994 impor dunia adalah 27.1 juta ton naik menjadi 50.9 juta ton tahun 2005, naik lagi menjadi 61.2 juta ton tahun 2008. Sedangkan, jumlah ekspor naik dari 27.4 juta ton pada tahun 1994 menjadi 51.1 juta ton tahun 2005, naik lagi menjadi 60.8 juta ton tahun 2008. Sementara itu pemakaian minyak dan lemak dunia mengalami kenaikan setiap tahun dari hanya 88.7 juta ton tahun 1994 naik menjadi 139.4 juta ton tahun 2005, naik menjadi 159.5 juta ton tahun 2008. Dilihat dari data keseimbangan keseluruhan, terdapat kelebihan
cadangan akhir pada tahun 2005 sebesar 16.1 juta ton naik menjadi 19 juta ton tahun 2008. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat Tabel 2.
3.1.1. Produksi
Produksi minyak dan lemak dunia pada dekade terakhir mengalami perkembangan pesat yaitu melebihi 40 persen, pada tahun 1994 produksi total dunia hanya 88 520 000 ton naik menjadi 140 983 000 ton pada tahun 2005, naik lagi menjadi 158 422 000 ton tahun 2008, dengan kenaikan terbesar pada minyak nabati dari 68 373 000 ton tahun 1994 naik menjadi 117 366 000 ton tahun 2005, naik lagi menjadi 133 898 000 ton tahun 2008 atau tumbuh 72 persen, sisanya minyak hewani naik dari 20 147 000 ton pada tahun 1994 naik menjadi 23 617 000 ton tahun 2005, naik lagi menjadi 24 524 000 ton tahun 2008 tumbuh 15 persen. (MPOB, 2009).
Produksi minyak dan lemak dunia terbesar berasal dari minyak sawit
dengan jumlah produksi tahun 1994 adalah 14 304 000 ton, naik menjadi 27 383 000 ton, 22 persen tahun 2003, naik lagi menjadi 43 118 000 ton,
27.2 persen tahun 2008 dari produksi minyak dan lemak dunia. Sedangkan pesaing terkuat minyak sawit dunia adalah minyak kedele dengan jumlah produksi tahun 1994 adalah 14 304 000 ton, naik menjadi 27 383 000 ton, 22 persen tahun 2003 dan naik lagi menjadi 37 164 000 ton, 23.4 persen tahun 2008 dari produksi minyak dan lemak dunia. Minyak lain sebagai
pesaing minyak sawit dunia adalah minyak canola (rapeseed) dengan
produksi sekitar 19 847 000 ton tahun 2008 dan minyak bunga matahari
Disisi lain produksi Minyak dan lemak dunia berdasarkan negara asal dapat dilihat pada Tabel 4. Tahun 2008 Indonesia adalah negara produser minyak dan lemak terbesar dunia yaitu 21 587 000 ton, disusul oleh Uni Eropa sebanyak 20 059 000 ton. Negara penghasil minyak dan lemak dunia terbesar ketiga adalah China, P.R sekitar 19 900 000 ton dan produsen minyak dan lemak dunia keempat dan kelima adalah Malaysia 19 579 000 ton dan USA sebanyak 17 289 000 ton.
3.1.2. Konsumsi
Negara konsumen terbesar minyak dan lemak dunia adalah China dengan total konsumsi 30 567 000 ton tahun 2008 disusul oleh Uni Eropa dengan total konsumsi 28 767 000 ton. Sedangkan Amerika Serikat dan India merupakan negara urutan ketiga dan keempat dalam konsumsi minyak dan lemak dunia tahun 2008 sekitar 17 258 000 ton dan 14 972 000 ton, seterusnya negara bekas Uni Sovyet, Brazil dan Indonesia masing-masing berada pada urutan keempat, kelima dan keenam dalam mengkonsumsi minyak dan lemak dunia yaitu 6 232 000 ton, 5 961 000 dan 5 209 000 ton. Total konsumsi minyak dan lemak dunia tahun 2008 adalah 159 563 000 ton dengan kebutuhan konsumsi minyak dan lemak dunia naik tiap tahunnya. Untuk lebih jelasnya lihat Tabel 5.
3.2. Perdagangan
Aktivitas perdagangan minyak dan lemak dunia dari tahun 1999 sampai tahun 2008 terus meningkat baik dalam aktivitas impor maupun ekspor. Jumlah impor pada dekade terakhir tahun 1999-2008 mengalami kenaikan
yang signifikan sekitar 80 persen dari 34 607 000 ton tahun 1999 menjadi 61 202 000 ton tahun 2008, begitu juga kegiatan ekspor naik dari 34 636 000 ton tahun 1999 menjadi 60 787 000 ton tahun 2008 atau naik 76.5 persen. Pada Tabel 6 dapat dilihat jumlah impor 17 besar minyak dan lemak dunia dari tahun 1999-2008.
3.2.1 Impor
Berdasarkan data pada Tabel 6 dapat dilihat bahwa jenis minyak dan lemak dunia yang paling banyak diimpor dunia adalah minyak kelapa sawit, pada tahun 1994 jumlah impor minyak sawit dunia 10 614 000 ton, 39 persen dari total impor minyak dan lemak dunia pada tahun 2003 naik menjadi 21 248 000 ton, 48 persen dan naik lagi menjadi 33 695 000 ton, 54 persen dari total impor minyak dan lemak dunia. Jumlah impor minyak kedele berada pada urutan kedua impor minyak dan lemak dunia yaitu 4 693 000 ton, 17 persen pada tahun 1994 naik menjadi 9 818 000 ton, 22 persen tahun 2003 dan naik lagi menjadi 10 461 000 ton, 16.3 persen tahun 2008 dari total impor minyak dan lemak dunia. Kemudian minyak bunga matahari berada pada urutan ketiga jumlah impor minyak dan lemak dunia, pada tahun 1994 impor dunia adalah 2 006 000 ton, 7.4 persen naik menjadi 2 676 000 ton, 6 persen
tahun 2003 dan naik lagi menjadi 3 758 000 ton, 6.1 persen tahun 2008 dari
total impor minyak dan lemak dunia. Pada Tabel 6 dapat dilihat negara pengimpor terbesar minyak dan lemak dunia tahun 1999-2008. (MPOB, 2009).
Sedangkan, menurut data Tabel 7. Negara pengimpor minyak dan
dan lemak yaitu 3 749 000 ton, 13.8 persen naik menjadi 6 261 000 ton, 14.1 persen tahun 2003, dan naik lagi menjadi 10 984 000 ton tahun 2008. Urutan kedua sebagai negara pengimpor minyak dan lemak dunia adalah Uni Eropa pada tahun 1994 dengan jumlah 4 477 000 ton, 16.5 persen naik menjadi 6 267 000 ton, 14 persen tahun 2003, dan naik lagi menjadi 9 973 000 ton taun 2008 dari total impor minyak dan lemak dunia. Sedangkan India adalah negara pengimpor ketiga terbesar, awalnya merupakan pertumbuhan impor terbesar di dunia, tahun 1994 hanya 513 000 ton, 1.9 persen dari total impor minyak dan lemak dunia, pada tahun 2003 naik menjadi 5 582 000 ton 12.6 persen, namun turun menjadi 5 443 000 ton, 8.8 persen tahun 2008.
Negara pengimpor urutan keempat dan kelima adalah Amerika dan
Pakistan dengan jumlah impor pada tahun 1994 masing-masing 1 451 000 ton dan 1 518 000 ton, pada tahun 2008 impor minyak dan lemak Amerika Serikat naik menjadi 2 759 000 ton dan Pakistan impor minyak dan lemaknya naik menjadi 1 931 000 ton.
3.2.2. Ekspor
Jenis minyak dan lemak dunia yang paling banyak diekspor ke pasar dunia adalah minyak kelapa sawit. Tahun 1994 total ekspor minyak kelapa sawit 10 760 000 ton, 39% naik menjadi 21 116 000 ton, 47.7 persen pada tahun 2003 dan naik lagi menjadi 33 620 000 ton 55 persen pada tahun 2008. Sedangkan jumlah ekspor kedele dunia berada pada urutan kedua, pada tahun 1994 total ekspor adalah 4 786 000 ton 17.4 persen naik menjadi 9 818 000 ton, 22.2 persen pada tahun 2003 dan naik lagi menjadi 10 059 000 ton
16.7 persen pada tahun 2008. Jenis minyak dan lemak dunia dengan total ekspor terbesar ketiga adalah minyak bunga matahari dengan total ekspor pada tahun 1994 adalah 1 996 000 ton 7.3 persen naik menjadi 2 676 000
ton atau 6 persen tahun 2003 dan naik lagi menjadi 3 851 000 ton, 5 persen
pada tahun 2008 dari total ekspor minyak dan lemak dunia pada tahun 2008.
Lemak binatang (tallow) dan minyak kelapa diurutan ke empat dan kelima dari
jumlah ekspor terbesar minyak dan lemak dunia, pada tahun 1994 jumlah ekspor lemak binatang adalah 2 254 000 ton, 9.8 persen naik sedikit menjadi 2 255 000 ton, 6 persen tahun 2003 dan naik lagi menjadi 3 959 000 ton, 6.5 persen dari total ekspor minyak dan lemak dunia tahun 2003. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Tabel 8.
Sementara itu pada Tabel 9. dapat dilihat jumlah ekspor berdasarkan negara pengekspor utama dunia, negara dengan jumlah ekspor minyak dan lemak terbesar dunia pada tahun 1994 adalah Malaysia dengan total ekspor 6 750 000 ton, 24.6 persen, naik menjadi 13 652 000 ton, 30.8 persen dari total ekspor minyak dan lemak dunia dan naik lagi menjadi 16 208 000 ton 26.7 persen tahun 2008. Indonesia adalah negara pengekspor minyak dan lemak urutan terbesar kedua dengan jumlah ekspor pada tahun 1994 adalah 2 173 000 ton, 8 persen naik menjadi 8 072 000 ton, 18.2 persen pada tahun
2003 dan naik menjadi 15 963 000 ton, 26.6 persen tahun 2008. Sedangkan
Argentina dan Amerika Serikat berada pada urutan ketiga dan keempat sebagai negara pengekspor minyak dan lemak dunia, pada tahun 1994 Argentina hanya mengekspor 231 000 ton, 0.84 persen pada tahun 2003 naik
15 persen pada tahun 2008. Sedangkan Amerika Serikat pada tahun 1994 mengekspor minyak dan lemak hanya 234 000 ton 0.85 persen, pada tahun 2003 naik menjadi 3 001 000 ton, 6.8 persen dan naik lagi menjad 3 159 000 ton, 5.2 persen tahun 2008 dari total ekspor minyak dan lemak dunia.
3.2.3. Cadangan
Cadangan minyak dan lemak dunia pada Tabel 2. terbagi dua; pertama cadangan terbuka yaitu kisaran rata-rata cadangan sepanjang tahun, dan kedua cadangan akhir tahun. Cadangan ini dapat menjadi dasar perhitungan, misalnya tahun 2003 terdapat cadangan akhir sebanyak 13 228 000 ton atau 30 persen dan naik menjadi 18 994 000 ton, 31.7 persen tahun 2008 dari jumlah Ekspor dunia yang disimpan dalam bentuk cadangan minyak dan lemak dunia dan berpengaruh pada harga penawaran minyak dan lemak dunia pada tahun 2009. (MPOB, 2009).
Cadangan akhir terbesar minyak dan lemak dunia adalah minyak kelapa sawit, pada tahun 1994 adalah 2 247 000 ton, 21 persen dari cadangan minyak dan lemak dunia dan pada tahun 2003 naik menjadi 3 500 000 ton, 26 persen, naik lagi menjadi 5 961 000 ton, 31 persen tahun 2008 dari cadangan total minyak dan lemak dunia. Cadangan terbesar kedua adalah minyak kedele 2 059 000 ton, 20 persen pada tahun 1994 naik menjadi 4 300 000 ton, 23 persen pada tahun 2008.
Cadangan minyak dan lemak terbesar ketiga tahun 1994-2003 adalah minyak bunga matahari 1 098 000 ton, 10 persen dan pada tahun 2003 turun menjadi 1 058 000 ton, 10 persen dan cadangan terbesar ketiga tahun 2008 adalah minyak olive sebesar 1 269 000 ton, 7 persen. Cadangan urutan
keempat adalah cadangan minyak rapeseed dengan cadangan 983 000 ton, 9 persen pada tahun 1994, naik menjadi 1 064 000 ton, 8 persen tahun 2003 dan naik lagi menjadi 1 217 000 ton, 6.8 persen dari total cadangan minyak dan lemak dunia. Sedangkan cadangan kelima pada tahun 1994-2003 adalah minyak olive 684 000 ton, 6.3 persen pada tahun 1994 turun menjadi 763 000 ton, 5.7 persen pada tahun 2003, sedangkan pada tahun
2008 cadangan terbesar kelima adalah minyak bunga matahari sebesar 1 094 000 ton, 5 persen. Untuk lebih jelasnya posisi cadangan masing-masing
jenis minyak dan lemak dunia akhir tahun 2008. Lihat Tabel 10.
3.3. Isu-Isu dalam Perdagangan Produk Pertanian Menyangkut