Mengendap di dasar
2.7 Tinjauan Tentang Sumber Belajar
Sumber belajar adalah segala sesuatu dan dengan mana seseorang mempelajari sesuatu. sumber belajar mencangkup semua sumber yang mungkin dapat dipergunakan oleh si belajar agar terjadi perilaku belajar, dalam proses belajar komponen sumber belajar itu mungkin dimanfaatkan secara tunggal atau
secara kombinasi, baik sumber belajar yang direncanakan maupun sumber belajar yang dimanfaatkan (Subqi, 2013).
Menurut Association for Education and Communication Technology, Sumber belajar adalah segala sesuatu yang fungsional dapat dimanfaatkan dan dipergunakan untuk menunjang, memelihara, dan memperkaya proses pembelajaran (Laksmi, www.file.epi,edu). Selain itu sumber belajar juga dapat diartikan sebagai segala sesuatu yang secara fungsi dapat memberi kemudahan belajar, sehingga diperoleh sejumlah informasi, pengetahuan, pengalaman, dan keterampilan yang diperlukan. Sumber belajar banyak terdapat dimana-mana, seperti sekolah, di halaman, di pusat kota, di pedesaan semua yang terdapat dilingkungan alam sekitar. Dengan demikian, sumber belajar dapat diartikan sebagai seuatu yang dapat dimanfaatkan untuk mempelajari atau mendapatkan pengalaman belajar tertentu.
Menurut Sanjaya (2008) pembelajaran dapat diartikan sebagai proses kerja sama antara guru dan siswa dalam memanfaatkan segala potensi dan sumber yang ada baik potensi yang bersumber dari dalam diri siswa itu sendiri seperti minat, bakat dan kemampuan dasar yang dimiliki termasuk gaya belajar maupun potensi yang ada di luar diri siswa seperti lingkungan, sarana dan sumber belajar sebagai upaya untuk mencapai tujuan belajar tertentu. Sebagai suatu proses kerja sama, pembelajaran tidak hanya menitikberatkan pada kegiatan guru atau kegiatan siswa saja, akan tetapi guru dan siswa secara bersama-sama berusaha mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditentukan. Dengan demikian, kesadaran dan keterpahaman guru dan siswa akan tujuan yang harus dicapai dalam proses pembelajaran merupakan syarat mutlak yang tidak bisa ditawar, sehingga dalam prosesnya, guru dan siswa mengarah pada tujuan yang sama.
Suhardi (Kusuma, 2012) mendefinisikan sumber belajar biologi adalah suatu yang baik benda maupun gejalanya yang dapat dipergunakan untuk memperoleh pengalaman dalam rangka pemecahan permasalahan biologi tertentu. Nana Sudjana dan Ahmad Rivai (Kusuma, 2012) menyatakan bahwa sumber belajar merupakan segala daya yang dapat dimanfaatkan guna memberi kemudahan kepada seseorang dala belajarnya. Abdul Majid dalam Kusuma (2012) mengartikan sumber belajar sebagai tempat atau lingkungan sekitar, benda, atau orang yang mengandung informasi yang dapat digunakan sebagai wahana bagi peserta didik untuk melakukan proses perubahan tingkah laku.
Sumber belajar munurut Mulyasa (2012) dapat dirumuskan sebagai segala sesuatu yang dapat memberi kemudahan kepada peserta didik dalam memperoleh sejumlah informasi, pengetahuan, pengalaman, dan keterampilan dalam proses belajar mengajar. Sehingga dapat disimpulkan bahwa sumber belajar memungkinkan dan memudahkan terjadinya proses belajar. Sumber belajar biologi dalam proses pembelajaran biologi dapat diperoleh di sekolah ataupun di luar sekolah. Penggunaan sumber belajar sebagai bahan ajar tergantung dari macam sumber belajarnya. Pada prinsipnya sumber belajar dibedakan menjadi dua macam menurut Kusuma (2012) yaitu:
a. Sumber belajar yang siap digunakan dalam proses pembelajaran tanpa ada penyederhanaan atau modifikasi (by utilization).
b. Sumber belajar yang disederhanakan atau dimodifikasi (dikembangkan atau
2.7.1 Jenis-Jenis Sumber Belajar
Hasil dari pengertian sumber belajar, melahirkan beberapa pembagian jenis sumber belajar. Ada yang membagi menjadi enam jenis dengan rincian pertama, sumber belajar berupa pesan, kedua manusia, ketiga peralatan keempat bahan, kelima teknik atau metode dan keenam lingkungan atau setting. Sebagaian lain menjadi dua jenis, pertama seumber belajar yang dirancang (by designed) yaitu sumber belajar yang sengaja dibuat dan dipergunakan dalam suatu proses pembelajaran dengan tujuan tertentu, contohnya buku, slide, ensiklopedi dan film (DVD). Kedua sumber belajar yang ada di lingkungan sekitar yaitu sumber belajar yang dapat digunakan (by
utilization) berada di masyarakat, museum, lembaga pemerintahan dan lain-lain.
Berbagai jenis sumber belajar pada dasarnya tidak boleh dilihat secara persial, hendaknya dipandang sebagai satu kesatuan yang utuh dalam sebuah proses pembelajaran. Semua jenis sumber belajar yang sudah sesuai perlu dipertimbangkan demi tercapainya pembelajaran lebih baik, dengan demikian diharapkan akan berdampak pisitif terhadap hasil pembelajaran. Secara garis besarnya, terdapat dua jenis sumber belajar yaitu sebagai berikut:
a. Sumber belajar yang dirancang (Learning Resources by Design) yakni sumber belajar yang secara khusus dirancang atau dikembangkan sebagai komponen sistem instruksional untuk memberikan fasilitas belajar yang terarah dan bersifat formal.
b. Sumber belajar yang dimanfaatkan (Learning Resourse by Utilization) yaitu sumber belajar yang tidak didesain khusus untuk keperluan pembelajaran dan keberadaan dapat ditemukan, diterapkan dan dimanfaatkan keperluan pembelajaran.
Dari kedua macam sumber belajar, sumber-sumber belajar dapat berbentuk seperti, pesan: informasi, bahan ajar, cerita rakyat, dongeng, hikayat, dan sebagainya. Orang: guru, instruktur, siswa, ahli, nara sumber, tokoh, masyarakat, pimpinan lembaga, tokoh karier dan sebagainya. Bahan: buku, transparasi, film, slide, gambar, grafik yang dirancang untuk pembelajaran, relief, candi, arca, komik, dan sebagainya. Alat atau perlengkapan: perangkat keras, computer, radio, televise, VCD, DVD, kamera, papan tulis, generator, mesin mobil, motor, alat listrik, dan sebagainya. Pendekatan atau metode atu teknik: diskusi, debat, talk shaw, dan sejenisnya. Lingkungan : ruang kelas, studio, perpustakaan, aula, taman, kebun, pasar, museum, kantor dan sebagainya.
2.7.2 Fungsi dan Tujuan Sumber Belajar
Pemilihan suatu sumber belajar perlu dikaitkan dengan tujuan yang ingin dicapai dalam proses pembelajaran. Dengan demikian, sumber belajar dipilih dan digunakan dalam proses belajar apabila sesuai dan menunjang tercapainya tujuan belajar (Sadikin, 2012). Secara umum sumber belajar memiliki tujuan sebagai berikut:
1. Dapat memberikan pemahaman yang mendalam dalam belajar. 2. Dapat menghasilkan pembelajaran yang lebih bermutu.
3. Dapat membantu dalam memecahkan persoalan. 4. Dapat memberikan motivasi positif bagi peserta didik. Adapun fungsi sumber belajar adalah sebagai berikut:
1. Meningkatkan produktivitas pembelajaran dengan jalan mempercepat laju belajar dan membantu guru untuk menggunakan waktu secara lebih efektif dan mengurangi beban guru dalam menyajikan informasi, sehingga dapat lebih banyak membina dan mengembangkan semangat belajar.
2. Memberikan kemungkinan pembelajaran yang sifatnya lebih individual, dengan cara mengurangi kontrol guru yang kaku dan tradisional sehingga memberikan kesempatan bagi siswa untuk berkembang sesuai dengan kemampuannya.
3. Memberikan dasar yang lebih ilmiah terhadap pembelajaran dengan cara perancangan program pembelajaran yang lebih sistematis dan pengembangan bahan pengajaran yang dilandasi oleh penelitian.
4. Lebih memantapkan pembelajaran dengan jalan meningkatkan kemampuan sumber belajar, penyajian informasi, dan bahan secara lebih kongkrit.
5. Memungkinkan belajar secara seketika, yaitu mengurangi kesenjangan antara pembelajaran yang bersifat verbal dan abstrak dengan realitas yang sifatnya kongkrit serta memberikan pengetahuan yang sifatnya langsung.
6. Memungkinkan penyajian pembelajaran yang lebih luas dengan menyajikan informasi yang mampu menembus batas geografis.
2.7.3 Pemanfaatan Hasil Penelitian sebagai Sumber Belajar Biologi
Penelitian umumnya dilakukan dengan tujuan untuk memperoleh fakta atau teori baru dan untuk pengembangan serta pelengkap teori-teori yang telah ada. Hasil penelitian dari suatu penelitian dapat menjadi bahan informasi dan menjadi tambahan-tambahan referensi teori tersebut dapat menjadi media pembelajaran karena dapat menjadi alat bantu guru dalam mengajar serta sarana pembawa pesan dari sumber belajar ke penerima pesan belajar (siswa) (Yolana,2011).
Terkait dengan penelitian yang berhubungan dengan pengetahuan alam dan kondisi alam, maka hal tersebut akan menghasilkan hasil penelitian berupa fakta atau teori baru terkait dengan pengetahuan alam dan kondisi alam atau berupa tamabahan referensi teori yang telah ada. Adanya fakta dan temuan baru dari hasil penelitian yang dilakukan, membuat peserta didik dapat menghubungkan teori dengan fakta dan temuan baru tersebut untuk membangun dan menambah pengetahuan terkait dengan lingkungan sekitar karena menurut Mahanal (2009), hasil penelitian ini selanjutnya dapat dikembangkan menjadi model pembelajaran Learning cycle yang berhubungan dengan materi pencemaran lingkungan pada siswa SMP kelas VII. Mata pelajaran IPA memungkinkan peserta didik untuk menghubungkan antara teori dengan praktek yang bersifat membangun pengetahuan peserta didik terhadap lingkungan sekitar.