2.3 Analisa Data dan Usulan Perancangan Media Komunikasi Visual .1 Analisa Data
2.3.1.1 Tinjauan Teoritis Analisa Data - Teori Pemasaran
Pemasaran adalah kegiatan manusia yang diarahkan untuk memuaskan kebutuhan dan keinginan melalui proses pertukaran. Proses pertukaran melibatkan kerja, penjual harus mencari pembeli, mengenali kebutuhan, merancang produk
yang tepat, mempromosikan produk tersebut, menyimpan, mengangkut, menegosiasikan dan lain sebagainya, kegiatan seperti pengembangan produk, pencarian, komunikasi, distribusi, penerapan harga dan pelayanan merupakan inti dari kegiatan pemasaran.3
Didalam sebuah pemasaran terdapat beberapa alat pendukung yang kita sebut dengan bauran pemasaran (marketing mix), yang terdiri dari produk (product), harga (price), tempat (place) dan promosi (promotion4).
Produk adalah segala sesuatu yang dapat ditawarkan oleh individu, rumah tangga maupun organisasi kedalam pasar untuk diperhatikan, digunakan, dibeli maupun dimiliki.
Harga adalah sejumlah nilai yang dipertukarkan untuk memperoleh suatu produk.
Biasanya harga dihitung dengan nilai uang.
Tempat dalam bauran pemasaran istilah tempat adalah menyediakan prodk kepada konsumen pada tempat yang tepat, kualitas yang tepat, dan jumlah yang tepat. Tempat yang dimaksud adalah dimana konsumen biasanya membeli produk tersebut.
Promosi
Promosi adalah segala bentuk komunikasi yang digunakan untuk menginformasikan (to inform), membujuk (to persuade) atau mengingatkan orang-orang tentang produk yang dihasilkan organisasi, individu ataupun rumah tangga (Evans dan Bernan, 1992)5.
Didalam sebuah promosi terdapat lima metode promosi yaitu iklan (advertising), penjualan personal (personal seling), hubungan masyarakat (public relation), promosi penjualan (sales promotion) dan pemasaran langsung (direct marketing)6
• Iklan
Iklan adalah pesan yang menawarkan suatu produk yang ditujukan kepada masyarakat lewat suatu media7. Melalui iklan maka ada beberapa hal yang ingin dicapai, yaitu:
3 Kotler, Philip Dasar-dasar Pemasaran, PT. Midas Surya Grafindo, Jakarta, 1987, hal 15
4 Simamora, Bilson Memenangkan Pasar dengan Pemasaran Efektif dan Profitabel, PT Gramedia Pustaka Utama, Jakarta, 2001, hal 29
5 Ibid, hal 285
6 Ibid, hal 294
o Membawa pesan yang ingin disampaikan oleh produsen kepada khalayak ramai. Dimana iklan mampu menjangkau berbagai daerah yang sulit dijangkau secara fisik oleh produsen, diantaranya melalui siaran TV atau radio. Sekalipun memerlukan biaya yang besar, namun bagi produser yang dapat memanfaatkan kreatifitas dalam dunia iklan, strategi iklan yang tepat dapat menjadi murah.8 o Iklan mampu memperluas alternative bagi konsumen. Dengan adanya iklan konsumen dapat mengetahui adanya berbagai produk, yang pada gilirannya menimbulkan pilihan.
o Iklan juga mampu menimbulkan kepercayaan bagi konsumennya. Sering dikatakan “tak kenal maka tak sayang “. Iklan-iklan yang secara gagah tampil di hadapan masyarakat dengan ukuran besar dan logo yang cantik menimbulkan kepercayaan yang tinggi bahwa perusahaan yang membuatnya bonafid dan produknya bermutu.
o Iklan juga membuat orang kenal, ingat, dan percaya.9 o Iklan juga mampu membujuk orang untuk membeli sesuatu.
Adapun tujuan iklan yaitu10:
o Sebagai alat bagi komunikasi dan koordinasi
o Tujuan memberikan tuntutan bagi pihak-pihak yang terlibat, yakni pengiklan (klien), account executive dari pihak biro , dan tim kreatif untuk saling berkomunikasi. Tujuan juga membantu koordinasi bagi setiap kelompok kerja, seperti suatu tim yang terdiri dari copywriter, spesialis radio, pembeli media, dan spesialis tim riset.
o Memberikan kriteria dalam pengambilan keputusan
o Jika ada dua alternatif dalam kampanye iklan, salah satu dari padanya harus dipilih. Berbeda dengan keputusan yang dilakukan berdasarkan selera secara eksekutif (atau istrinya), mereka semua harus kembali pada tujuan dan memutuskan mana yang lebih cocok.
o Sebagai alat bagi evaluasi.
7 Rheinald Kasali, Manajemen Periklanan Konsep dan Aplikasinya di Indonesia ( Jakarta: Pustaka Utama Grafiti, 1993), hal. 9.
8 Ibid, hal. 11
9 Ibid, hal. 16
10 Ibid, hal. 45
o Tujuan juga digunakan untuk melakukan evaluasi terhadap hasil suatu kampanye periklanan. Oleh karena itu timbul kebutuhan untuk mengaitkan beberapa ukuran seperti pangsa pasar atau kesadaran merek dengan tujuan kampanye periklanan.
• Penjualan Personal
Metode ini sangat efektif pada tahap akhir dalam proses pembelian, terutama dalam membentuk preferensi, keyakinan, dan aksi. Dibandingkan dengan iklan, ada 3 manfaat penjualan personal:
1. Berhadapan langsung: Setiap pihak dapat menelaah kebutuhan pihak lain secara langsung dan membuat keputusan dengan segera.
2. Persahabatan : penjualan personal memungkinkan bertumbuhnya hubungan antar-pribadi, mulai dari hubungan bisnis sampai pada hubungan prbadi yang dekat.
3. Respons: penjualan personalan mengkondisikan pembeli dalam situasi wajib mendengarkan penjelasan sales representative.
• Hubungan Masyarakat
Daya tarik hubungan masyarakat didasarkan pada 3 kelebihan tersendiri, yaitu:
1. Kredibilitas tinggi
2. Kemampuan untuk menembus pertahanan konsumen 3. Dramatisasi
• Promosi Penjualan
Promosi Penjualan adalah metode promosi yang ditujukan untuk mmperoleh respons pembelian konsumen sesegera mungkin dengan cara memberikan rangsangan melalui: kupon, kontes, hadiah, potongan harga, bonus, dan benefit lainnya. Berikut ini manfaat dari penjualan, yaitu:
1. Komunikasi 2. Insentif 3. Undangan
• PemasaranLangsung
Pemasaran langsung adalah kombinasi dari berbagai metode promosi yang ditujukan langsung kepada pasar sasaran dan berusaha untuk memperoleh respon langsung.
- Brand
Brand merupakan sebuah nama, istilah, tanda, simbol, atau desain, atau kombinasi dari semuanya yang mencerminkan pembuat atau penjual produk atau jasa itu sendiri.11
Brand akan digunakan untuk membentuk persepsi publik. Tentunya, sebuah brand tidak hanya salah satu alat yang digunakan untuk membentuk persepsi publik. Tetapi hal ini sangat menjadi efektif dalam mengemudikan arah sebuah keinginan.
5 prinsip dasar dalam membentuk sebuah brand. Tiga yang pertama bersifat sangat fungsional dan yang sisanya bersifat emosional:
1. Kekuatan utama
Sebuah kata selalu lebih baik dibanding beberapa dalam pembentukan kekuatan brand. Misal: Disney, Levis, Coke, Microsoft.
2. Kesederhanaan.
Sebuah kesederhanaan sangatlah masuk akal. Sebuah rekomendasi kepada Federal Express bahwa mereka harus menyederhanakan sesuai dengan brandingnya. Sebagai hasilnya, sebah perusahaan dikuatkan melalui brandingnya dan memimpin dalam market yang kemudian jadi pelopor.
3. Kemampuan untuk mengerti.
Dalam dunia yang ramai, konsumen tidak memiliki waktu atau kesabaran dalam mencoba mencari tahu apa yang perusahaan tawarkan kepada mereka. Jika penawaran membingungkan dan tidak segera dimengerti, mereka tidak menghabiskan waktu berharganya untuk mencari tahu.
4. Diferensiasi.
Kekuatan brand membutuhkan identitas yang memiliki perbedaan nyata dari sebuah kompetisi. Sebuah identitas yang membuat mereka berpisah dalam pikiran
11 Philip Kotler, Gary Armstrong, Principlesof Marketing 7e (New Jersey: Prentice-Hall,Inc., Upper Saddle River), hal 301
konsumen namun masih dapat relevan dari sebuah keutuhan mereka. Misalkan Perusahaan Lucent Technologies yang diusahakan untuk membedakan secara jelas dari kompetisi dalam industri telekomunikasi yang sama-sama memiliki istilah dari nama dan identitas visual. Sejarah kasus Lucent tesebut pada akhirnya dipakai oleh Harvard Business School sebagai studi klasik dalam branding yang sukses.
5. Daya ingat.
Branding harus mudah diingat. Hal itu harus menjadi sebuah jangkauan dalam brand perusahaan dalam benak konsumen
USP
Body & Soul memiliki beberapa keunikan dibandingkan pesaingnya yaitu :
- Selalu mengeluarkan produk baru setiap minggunya, dengan desain-desain yang selalu inovatif.
- Memiliki konsep “forever 21”, yang menjadikan setiap pemakainya merasa dewasa dan juga trendy.