Menurut Sutratinah Tirtonegoro, bahwa :
Yang dimaksud prestasi belajar adalah peningkatan hasil usaha kegiatan belajar yang dinyatakan dalam bentuk simbul, angka, huruf, maupun kalimat yang dapat mencerminkan hasil yang sudah dicapai oleh setiap anak dalam periode tertentu. ( : 80 )
Dari batasan diatas, dapat penulis uraikan bahwa setelah siswa melakukan usaha belajar di sekolah dengan waktu tertentu, maka untuk selanjutnya siswa dihadapkan pada suatu test yang biasa disebut Tes Hasil Belajar. Dari hasil test tersebut dapat diukur prestasi belajar siswa dengan standar tertentu. Biasanya ukuran prestasi belajar siswa dilambangkan dalam bentuk angka, huruf atau kata.
Secara garis besarnya, karateristik prestasi belajar dapat disebutkan sebagai berikut :
a. Prestasi belajar seseorang merupakan perubahan perilaku yang dapat diukur, dalam hal ini dengan menggunakan tes.
b. Prestasi belajar seseorang menunjuk pada individu, sebagai sebab, artinya individulah sebagai pelakunya.
c. Prestasi belajar dapat dievaluasi dengan menggunakan standard tertentu, baik berdasarkan norma kelompok ataupun norma yang tidak ditetapkan.
d. Prestasi belajar menunjukkan pula pada hasil kegiatan yang disengaja dan disadari yang dilakukan untuk mencapai suatu tujuan.
1). Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Prestasi Belajar
Berhasil tidaknya kegiatan belajar dalam rangka mencapai tujuan yang diinginkan akan tergantung pada faktor dan kondisi yang mempengaruhinya.
Secara umum faktor-faktor yang mempengaruhi proses atau kegiatan belajar dan hasil atau prestasi belajar dapat digolongkan menjadi dua yaitu :
a). Faktor individu yang belajar ( faktor interen )
b). Faktor lingkungan di luar individu yang belajar ( faktor eksteren )
Untuk lebih jelasnya berikut ini akan diuraikan lebih terinci tentang kedua faktor yang mempengaruhi belajar :
(1).Faktor individu yang belajar ( faktor internal)
Siswa sebagai pelajar merupakan salah satu unsur yang sangat penting dalam proses belajar mengajar. Berhasil tidaknya proses belajar bagi diri siswa akan tampak pada perubahan yang terjadi pada diri siswa.
Diantara faktor-faktor yang perlu diperhatikan dari segi siswa ini adalah :
(a). Faktor Fisiologis / Jasmaniyah yang bersifat pembawaan maupun bukan pembawaan seperti : penglihatan, bentuk tubuh, kondisi fisik, kematangan fisik dan sejenisnya.
(b).Faktor psikologis, baik yang bersifat pembawaan atau bukan pembawaan seperti : taraf intelegensi, kemampuan belajar, bakat, unsur kepribadian tertentu seperti : sikap, kebiasaan, minat, motivasi, emosi, rasa aman, penyesuaian diri, perhatian, kematangan psikologis dan sejenisnya.
(1).Faktor Lingkungan di luar Individu yang Belajar ( Faktor Eksternal )
Faktor eksternal ini sering pula menjadi salah satu sumber / faktor yang berpengaruh dalam proses belajar mengajar, karena dalam proses belajar mengajar siswa selalu terkait dengan faktor eksternal ini. Termasuk faktor ini diantaranya adalah sebagai berikut :
(a). Faktor Tujuan
Setiap kegiatan manusia menpunyai tujuan tertentu, demikian pula halnya dengan proses belajar yang merupakan salah satu bentuk kegiatan manusia
dalam lingkungannya, sudah barang tentu mempunyai tujuan tertentu pula.
Semakin jelas tujuan yang akan dicapai dalam belajar, semakin jelas dan positiflah kegiatan- kegiatan yang akan dilakukan siswa. Hal ini dapat merangsang individu untuk lebih giat melakukan kegiatan-kegiatan yang mengarah pada pencapaian tujuan yang diinginkan.
(b).Faktor Guru
Guru sebagai perantara dalam usaha memperoleh perubahan tingkah laku siswa. Oleh sebab itu faktor guru merupakan faktor penting dalam proses belajar mengajar dan akan mempengaruhi prestasi belajar siswa.
Faktor guru yang perlu dipertimbangkan antara lain adalah : karateristik intelektual baik berupa kecakapan potensial maupun aktual, kecakapan psikomotorik, karateristik afektif yang meliputi ; kematangan dan kestabilan emosi, minat dan sikap terhadap profesinya serta terhadap materi yang akan diajarkan guru serta aspek kepribadian lainnya.
(c). Faktor Lingkungan fisik dan Lingkungan Luar
Fasilitas fisik tempat belajar berlangsung, akan mempengaruhi hasil belajar yang dicapai siswa. Keadaan fisik sekolah yang baik akan lebih memungkinkan siswa belajar dengan tenang, teratur dan lancar, demikian pula sebaliknya. Faktor lingkungan fisik dan luar ini meliputi antara lain : bentuk dan ukuran ruangan dan suasana prasarana belajar lainnya yang diperlukan dalam belajar.
(d).Faktor-faktor Sosial di Sekolah, yang meliputi : system sosial yang ada di sekolah, status sosial siswa dan interaksi antara guru dan siswa baik dalam proses belajar mengajar maupun di luar proses belajar mengajar.
(e). Faktor-faktor Situasional, seperti situasi dan kondisi keluarga, sekolah, masyarakat sekitar, musim, iklim, waktu dan sekitarnya.
2). Tes Hasil Belajar Dalam Hubungannya dengan Prestasi Belajar Dalam Kaitannya dengan proses belajar mengajar, maka untuk mengetahui efektifitas proses belajar mengajar dan untuk mengetahui sejauh mana siswa telah mencapai hasil yang diharapkan dari hasil belajarnya perlu diadakan evaluasi belajar.
Untuk mengadakan evaluasi terhadap hasil belajar siswa diperlukan suatu alat evaluasi yang biasanya disusun oleh guru mata pelajaran itu sendiri dan biasa disebut dengan Tes Hasil Belajar ( THB ).
Di Indonesia THB ada dua macam yaitu THB yang disusun oleh guru untuk kelasnya sendiri dan disusun oleh sejumlah guru secara bersamaan yang disebut dengan ... biasanya digunakan untuk ulangan semesteran. Kedua macam THB tersebut mempunyai peranan besar sebagai alat evaluasi dalam bidang pendidikan.
Berdasarkan jawaban-jawaban siswa terhadap pertanyaan dan atau pernyataan-pernyataan yang diajukan dalam THB ini, siswa diberi nilai tertentu yang menyatakan taraf prestasi yang telah dicapai siswa.
Dalam Tes Hasil Belajar saat ini, dapat dibedakan antara Tes Formatif dan Tes Sumatif.
Menurut Abd. Gafur :
Tes Formatif digunakan sewaktu pengajaran sedang berlangsung untuk memacu, mengarahkan, dan menilai belajar siswa dan untuk menilai efektifitas proses pengajaran.
Sedangkan, Tes Sumatif adalah tes yang diberikan diakhir pengajaran untuk menentukan apakah yang letah dipelajari siswa ( 1984 : 82 )
Menilik pendapat di atas, maka dapat ditarik suatu kesimpulan bahwa ada bentuk THB, yaitu : Formatif, misalnya :
Tes Akhir Unit Bahan, Tes Latihan dalam Kelas, sedangkan Tes Sumatif misalnya : Tes Ulangan yang dilakukan pada akhir semester, Ujian Nasional, Ujian Akhir Semester.
Dari uraian dimuka, maka berhubungan erat dengan Prestasi Belajar siswa. Tes hasil belajar akan menggambarkan sejauh mana siswa telah mencapai hasil yang diharapkan dari proses belajar mengajar dan prestasi yang telah dicapai siswa.
B. Kerangka Berpikir
1. Hubungan antara Pengaruh Perhatian Orang Tua dengan Prestasi Belajar Siswa
Menjadi orang tua tidak berarti menjadi arif, serba tahu dan serba benar. Mencari dan menyayangi anak adalah suatu naluri tetapi bagaimana menyatakan rasa sayang dan cinta adalah suatu ketrampilan yang bisa dipelajari dan dilatih.
Orang tua yang memutuskan untuk bersama-sama berkarir, perlu saling memberi dukungan psikologis satu sama lain ssehingga memperkuat, melengkapi dan menunjang karir masing-masing, tetapi kualitas hubungan dengan anak perlu dijaga dengan cara meningkatkan kepedulian terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak. Empati perlu dipertajam sehingga orang tua bisa menempatkan pikiran dan perasaannya ke dalam pikiran dan perasaan anak dalam kondisi khusus misalnya si anak sedang belajar maka dibutuhkan lebih banyak perhataian dari orang
tua. Pola hidup sibuk dapat menjadi model bagi anak yntuk mengembangkan sikap dan perilaku produktif, motivasi tinggi untuk berprestasi, bertanggung jawab dan mandiri.
Setiap orang tua diharapkan mampu menjadi pendidik pertama dan utama bagi anak dan seluruh anggota keluarga. Dari keluarga seharusnya anak memperoleh pendidikan, apa saja yang seharusnya boleh dilakukan dan apa saja yang seharusnya tidak boleh dilakukan. Membiasakan anak hidup teratur, tertib, disiplin, sopan, santun baik dalam keluarga maupun dengan lingkungan diluar keluarga. Semua ini diarahkan pula untuk menanamkan jiwa kemandirian dan sebagai modal untuk menumbuhkan profesionalisme, mencapai prestasi belajar di sekolah yang sangat diperlukan dalam masa depannya.
Dari uraian diatas dapat dikatakan bahwa ada hubungan antara Pengaruh Perhatian Orang Tua dengan Prestasi Belajar Siswa pada siswa kelas II SMA PGRI 2 Kajen Pekalongan.
2. Hubungan Antara Minat Belajar Dengan Prestasi Belajar Siswa
Bahwa minat mempengaruhi proses dan hasil belajar, tak usah dipertanyakan lagi. Kalau seorang siswa tidak berminat untuk mempelajari sesuatu tidap dapat diharapkan bahwa dia akan berhasil dengan baik dalam mempelajari hal tersebut, sebaliknya kalau seorang mempelajari sesuatu dengan penuh minat, maka dapat diharapkan bahwa hasilnya akan lebih baik. Karena itu persoalan yang biasa timbul ialah bagaimana mengusahakan agar hal yang disajikan sebagai pengalaman belajar itu
menarik para siswa, atau bagaimana caranya menentukan agar para siswa itu mengenai hal-hal yang memang menarik minat mereka. Dalam hubungan yang terakhir ini misalnya persoalan mengenai pemilihan jurusan / pilihan program bidang studi pada lembaga-lembaga pendidikan formal. Sebaliknya pilihan program terhadap bidang studi itu dipilih yang benar-benar dengan minat para siswa, karena dengan demikian dapat diharapkan hasil dan prestasi belajar yang lebih baik.
Dengan demikian diduga ada hubungan antara adanya minat belajar dengan prestasi belajar siswa.
3. Hubungan Antara Perhatian Orang Tua dan Minat Belajar dengan Prestasi Belajar Siswa
Usaha-usaha yang dapat dilakukan untuk membina hubungan orang tua dan anak yang pada akhirnya diharapkan dapat menumbuhkan, membina dan mengembangkan minat belajar anak salah satunya adalah penanaman kedisiplinan terhadap anak.
Prestasi belajar yang tinggi yang dicapai di sekolah merupakan harapan semua pihak, baik pihak siswa sendiri, guru, orang tua bahkan pemerintah.
Menurunya prestasi belajat anak didik pada seluruh jenjang pendidikan di Indonesia saat ini termasuk SMA, menyebabkan perlunya diselidiki faktor-faktor yang mempengaruhi prestasi belajar tersebut.
Pada dasarnya prestasi belajar yang diraih siswa merupakan hasil suatu proses dalam suatu sistem yang saling berhubungan, sehingga
faktor-faktor yang mempengaruhi prestasi belajarpun dapat terjadi saling berhubungan antara faktor yang satu dengan faktor yang lain. Dan minat memiliki daya prediksi yang tinggi terhadap perilaku seseorang. Sehingga seseorang yang mempunyai minat untuk belajar tinggi atau keras, maka dalam dirinya akan muncul dorongan psikologis yang sangat kuat untuk mempersiapkan diri untuk belajar.
Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa, bila pengaruh perhatian orang tua dilaksanakan di rumah secara efektif dan adanya minat belajar yang tinggi pada siswa, maka akan diperoleh hasil dan prestasi belajar juga tinggi. Begitu pula sebaliknya apabila pengaruh perhatian orang tua tidak dilaksanakan secara efektif, baik di rumah dan rendahnya minat belajar, maka hasil dan prestasi belajar siswapun juga rendah.
C. Paradigma Penelitian
Berdasarkan kerangka berpikir di atas, dapat digambarkan hubungan ketiga variabel penelitian tersebut dalam paradigma penelitian sebagai berikut :
Gambar 2. Paradigma Penelitian
X1
X2
Keterangan :
X1 : Perhatian Orang Tua X2 : Minat Belajar
Y : Prestasi Belajar Siswa H1 : Hipotesis Pertama H2 : Hipotesis Kedua H3 : Hipotesis Ketiga
D. Pengajuan Hipotesis
Berdasarkan landasan teori, kerangka berpikir dan paradigma penelitian dimuka, dan agar kegiatan penelitian tetap terarah secara jelas sesuai dengan tujuan penelitian, maka dapatlah dirumuskan beberapa hipotesis sebagai berikut :
1. Ada hubungan yang positif antara intensitas perhatian orang tua dengan prestasi belajar pada siswa kelas II SMA PGRI 2 Kajen Kabupaten Pekalongan
2. Adanya hubungan yang positif antara minat belajar dengan prestasi belajar siswa pada siswa kelas II SMA PGRI 2 Kajen Kabupaten Pekalongan 3. Ada hubungan yang positif antara intensitas perhatian orang tua dan minat
belajar dengan Prestasi belajar siswa pada siswa kelas II SMA PGRI 2 Kajen Kabupaten Pekalongan.