Pengertian akustik menurut KBBI ada beberapa arti yaitu:
Sesuatu yang berhubungan dengan organ pendengar, suara atau ilmu bunyi.
Rancangan dan sifat khusus ruang rekaman, ruang pentas, auditorium dan sebagainya.
Tempat rekaman atau reproduksi suara dilaksanakan.
Keadaan ruang yang dapat mempengaruhi mutu bunyi
Dari pengertian tersebut, didapat bahwa akustik adalah elemen penting yang harus ada pada suatu ruang yang berkaitan langsung dengan bunyi atau suara.
Menurut Doelle (1990) dalam Dwi Retno Sri (2009), bunyi dapat diserap oleh permukaan yang berpori dan lembut yang biasa juga disebut penyerap bunyi.
Material yang dapat menyerap bunyi tersebut memiliki batas serap tertentu, namun pengendalian akustik yang benar dan baik membutuhkan penyerapan bunyi yang tinggi. Beberapa hal-hal yang dapat menyerap bunyi adalah lapisan permukaan dinding, pemukaan lantai, permukaan langit-langit, tempat duduk
Sumber : meyvaertmuseum.com/en/showcases/display-cases/tablebased [diakses 10 April 2021]
yang memiliki lapisan lunak, karpet, isi ruang seperti penonton dan material dari tirai, dan juga udara.
Dilansir dari acoustic.com bahwa bunyi dapat menyebar ke atas, ke bawah maupun ke sekeliling ruangan. Suara juga dapat menembus pipa, saluran, dan juga ke semua arah pada ruangan tertutup
2.3.1 Akustik Perancangan Ruang Pertunjukkan
Dikemukakan oleh Doelle (1990), tata akustik untuk sebuah ruang pertunjukkan memiliki beberapa syarat dengan tujuan menghasilkan kulaitas suara yang baik. Antara lain:
A. Distribusi Bunyi yang Merata
Energi yang berasal dari sumber bunyi harus tersebar rata dari satu titik di suatu ruang ke titik yang lain, baik yang dekat maupun jauh dari sumber bunyi. Menurut Doelle (1990) untuk mencapai keadaan tersebut, pengolahan pada elemen pembentuk ruangnya harus diusahakan, seperti pada langit-langit, lantai dan dinding. Caranya adalah dengan membuat bagian permukaannya menjadi tidak teratur, membuat elemen bangunannya menonjol, menutup langit-langit, menggunakan dekorasi hasil pahatan pada permukaan dinding, serta bukaan jendela yang dalam.
Pengolahan bentuk permukaan elemen interior terutama dinding dan langit-langit dengan menggunakan susuna yang tidak teratur dan dalam jumlah dan ukuran yang baik, akan meningkatkan kualitas kondisi dengar, terlebih pada ruangan memiliki waktu dengung yang cukup panjang.
B. Kekerasan (Loudness) yang Cukup
Berkurangnya loudness pada suatu ruang pertunjukkan biasanya disebabkan oleh hilangnya energi gelombang bunyi yang merambat karena jarak tempuh bunyi yang terlalu panjang, serta suara yang diserap oleh penonton dan ruang ruang yang mengisi ruang pertunjukkan tersebut.
Untuk mengurangi banyak nya energi bunyi yang terserap ada beberapa cara menurut Doelle (1990) antara lain dengan cara membuat jarak penonton dan sumber bunyi, penaikkan sumber bunyi, memiringkan lantai, mengelilingi sumber suara dengan lapisan yang dapat memantulkan bunyi (plaster,gympsum board, plywood dll) luas lantai harus sesuai dengan volume ruang pertunjukkan, menempatkan penonton di area yang menguntungkan, serta menghindari pemantul bunyi pararel yang saling berhadapan. Hal ini dilakukan agar kekerasan / loudness dapat mencapai keadaan yang cukup.
C. Pengendalian Dengung
Auditorium harus bereaksi terhadap bunyi yang diinginkan seperti yang dilakukan instrumen musik, meningkatkan dan memperpanjang bunyi.
Perpanjangan bunyi ini adalah akibat pemantulan yang berulang dalam ruang tertutup setelah sumber bunyi dimatikan atau biasa disebut degung. Degung ini memberikan pengaruh pada kondisi mendengar.
Hampir semua auditorium menggunakan penonton sebagai penyerap suara terbanyak, yaitu sekitar 0.45 m2 per orang. Bila jumlah penonton sangat berfluktuasi, maka kondisi mendengar harus juga memuaskan dalam ketidak hadiran sebagian atau seluruh penonton. Cara efektifnya adalah mensubsitusi hilangnya penyerapan (ketidak hadiran penonton) dengan tempat duduk empuk yang pada bagian bawah tempat duduknya pun dapat menyerap suara.
D. Eliminasi Cacat Akustik-Ruang
Cacat akustik sering dijumpai dan dapat mengganggu, merusak atau bahkan menghancurkan kondisi akustik yang baik. Beberapa cacat akustik antara lain:
a. Gema.
Gema adalah bisa disebut cacat akustik-ruang yang paling berat.
Bila bunyi dipantulkan oleh suatu permukaan batas dalam jumlah yang cukup dan diterima cukup lama sebagai bunyi yang berbeda
dari bunyi yang merambat langsung dari sumber penggemar, maka barulah gema ini dapat diamati dari kejadian tersebut.
b. Pemantulan yang Berkepanjangan (long delayed)
Pemantulan berkepanjangan adalah cacat akustik-ruang yang sejenis dengan gema, tetapi jarak penundaan waktu antara penerimaan bunyi langsung dan bunyi pantul lebih singkat dari gema
c. Gaung
Gaung dibentuk dari gema gema kecil yang berurutan secara cepat dan bahkan dapat diamati bila ledakan bunyi terjadi secara singkat.
d. Pemusatan bunyi
Memiliki nama lain “titik panas” ini disebabkan oleh pemantulan bunyi pada permukaan-permukaan cekung.
e. Ruang gandeng
Ruang gandeng adalah jika suatu auditorium dihubungkan dengan suatu ruang disampingnya dengan dengung lewat sarana pintu ke luar-masuk yang terbuka, maka dua ruang itu bisa disebut ruang gandeng
f. Distorsi
Perubahan kualitas bunyi musik yang tidak dihendaki dan terjadi karena ketidak seimbangan atau penerapan bunyi yang sangat banyak oleh permukaan-permukaan batas pada frekuensi-frekuensi yang berbeda.
2.3.2. Material akustik
Untuk menyerap bunyi/suara elemen interior membutuhkan pelapis agar mendapatkan kualitas suara yang baik. Ada beberapa bahan-bahan yang dapat menyerap bunyi, antara lain
A. Bahan Berpori
Karakteristik bahan berpori adalah dapat mengubah energi bunyi yang datang menjadi energi panas dalam pori pori dan diserap, sedangkan energi sisanya dipantulkan oleh permukaan bahan.
Bahan ini memiliki kelebihan dengan mudahnya disusun sesuai desain yang diinginkan karena tersedia pilihan ukuran, pemasangannya mudah, serta harganya yang ekonomis dan juga efisien sebagai penyerap bunyi karena menyebabkan karakteristik dengung yang merata.
B. Karpet
Memiliki kemampuan mereduksi bahkan menghilangkan kebisingan seperti suara langkah kaki, pemindahan perabot rumah tangga, karpet dipilih sebagai material yang baik untuk menyerap bunyi. Selain digunakan di lantai, karpet juga diterapkan sebagai bahan pelapis dinding untuk penyerapan bunyi yang lebih optimal