• Tidak ada hasil yang ditemukan

Sumber : [diakses : 1 April 2021]

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "Sumber : [diakses : 1 April 2021]"

Copied!
46
0
0

Teks penuh

(1)

BAB II

TINJAUAN INTERIOR JKT48 CLUB HOUSE 2.1 Tinjauan Umum JKT48

Diketahui bahwa AKB48 melakukan perluasan antar grupnya hingga keluar Jepang, salah satunya Indonesia. JKT48 adalah adik grup pertama AKB48 di luar Jepang. Ini pertama kali diumumkan pada 11 September 2011 di sebuah acara AKB48 di Makuhari Messe di Chiba. Lalu resmi memulai debut pada tanggal 17 Desember 2011 di acara musik di salah satu stasiun TV nasional Indonesia, dengan membawakan lagu ‘heavy rotation’ milik AKB48 yang dibawakan oleh 16 anggota.

Berbeda dengan girlband, JKT48 adalah sebuah idol group. Jika girlband adalah sebuah grup musik yang para anggotanya diperkenalkan kepada public setelah melakukan proses pelatihan yang panjang hingga menjadi seseorang yang

Sumber :https://akb48.fandom.com/wiki/JKT48 [diakses : 1 April 2021]

(2)

sempurna untuk tampil di depan banyak orang sebagai anggota dari sebuah grup, maka idol group adalah sebuah ‘akademi keartisan’ artinya adalah para anggotanya diberi bekal yang belum terlalu banyak, disertai dengan usaha para anggota itu sendiri, mereka akan diizinkan untuk tampil di hadapan para penggemar atau penonton lainnya. Dari sejak hari pertama tampil, para penggemar dapat menilai secara langsung perkembangan member itu sendiri dari hari ke hari selama member itu masih menjadi bagian dari grup. Hal ini merupakan salah satu motto dari semua 48grup termasuk JKT48 yaitu ‘tumbuh dan berkembang bersama penggemar’

(vik.kompas.com/JKT48. 2016)

JKT48 terdiri dari tiga tim. Yaitu Tim J, Tim K3 dan Tim T serta JKT48 Academy.

Masing masing team memiliki ciri khas yang berbeda. Mulai dari warna tim, konsep, genre lagu, hingga susunan anggotanya. Pemilihan member yang masuk kedalam sebuah tim, ditentukan oleh pihak manajemen sesuai dengan karakter member itu sendiri yang sesuai dengan konsep tim.

a. Tim J

JKT48 Tim J yang memiliki ciri khas warna merah ini, berisikan member member yang bisa dibilang berpengalaman di dunia entertainment sebelum bergabung dalam JKT48 atau yang berpontensi menjadi bagian dari dunia keartisan. Kebanyakan dari mereka memiliki kemampuan lebih dalam bidang public speaking. Dengan konsepnya yang ‘Ratu Para Idola’

mereka harus menunjukkan bahwa mereka harus menjadi idol yang baik dengan wibawanya sebagai ratu.

b. Tim K3

Nama K3 berarti tim K yang terbentuk ke 3 dari keseluruhan 48 grup. Tim K milik AKB48, Tim K2 milik SKE48, dan Tim K3 milik JKT48. Tim ini mempunyai konsep ‘Kesatria’ yang berarti para membernya memiliki energi yang cukup banyak dan kuat dalam setiap penampilannya. Dance nya kompak, detil tiap gerakannya selalu sama, dan mempunyai standar yang tinggi untuk setiap kemampuan gerakan nya. Jenis lagu yang diberikan kepada tim ini pun adalah lagu yang memiliki tempo cepat,

(3)

garang dan memiliki power yang tinggi. Warna khas untuk tim ini adalah kuning dan biru

c. Tim T

Tim T terbentuk paling akhir dibandingkan tim tim sebelumnya, membuat citra tim ini sebagai ‘adik’ karena tim ini pun berisikan member yang lumayan baru bergabung di JKT48. Lagu yang diberikan adalah lagu-lagu ceria sesuai dengan rentang usia member yang masi belasan. Terdapat banyak lompatan dalam setiap lagunya karena member-membernya masih muda dan masih kuat untuk melompat tinggi. Memiliki warna khas pink sebagai tanda bahwa mereka tetap cerah.

d. JKT48 Academy

Sebelum siap masuk kedalam tim, para member baru diberi persiapan bekal hingga siap masuk kedalam tim ini. Disini semua member-member pelatihan memulai pada titik ‘Akademi Kelas B’. Member dilatih fisik agar kuat untuk menari belasan lagu, dilatih public speaking, dilatih ilmu sebagai idol, dan dilatih vocal namun belum dikenalkan kepada public secara utuh. Lalu aka nada ujian kenaikan kelas, para member menampilkan bakat mereka disertai ilmu yang sudah diberikan.

Penampilan mereka dipilih langsung oleh penggemar secara objektif.

Member dengan nilai yang baik akan naik ke Kelas A. Di kelas A, member sudah bisa tampil sebagai member JKT48 namun belum memiliki tim tetap. Member akademi kelas A sudah diberi kepercayaan untuk ditunjuk sebagai cadangan dari member tim inti yang berhalangan hadir untuk perjunjukan. Hingga kemampuannya dirasa cukup, maka akan dipromosikan naik ke tim inti. (sumber: jkt48.com/ jkt48-academy.

2018)

Pasca dunia dilanda pandemi COVID-19, JKT48 mendapat dampak secara langsung karena tidak bisa menggelar pertunjukan yang biasa dihadiri oleh ratusan orang dalam satu tempat seperti pertunjukan teater dan konser, serta kegiatan yang menggunakan kontak fisik seperti handshake event dan 2shot. Dari sisi bisnis, hal ini menyebabkan JKT48 mengalami penurunan pemasukan yang cukup drastis sehingga pihak manajemen memutuskan

(4)

untuk melakukan restrukturisasi atau pengurangan anggota JKT48 dari total 59 orang member, 26nya dipaksa lulus dari JKT48 dan menyisakan 33 orang.

Dikarenakan setiap tim minimal harus memiliki 16 orang member, maka sejak restrukturisasi ini sistem tim sudah tidak diberlakukan lagi. (Sumber:

youtube.com/jkt48. Pengumuman Mengenai Struktur dan Kegiatan JKT48.

2021)

2.1.1 Konsep JKT48

Konsep awal milik AKB48 adalah ‘idol yang kamu dapat kamu jumpai setiap hari’, begitu pun dengan JKT48. Maksud dari konsep ini adalah para penggemar dapat menyaksikan secara langsung di Pertunjukan Teater JKT48. Selain bertemu saat pertunjukan teater, para penggemar juga dapat mengobrol langsung dengan para member saat acara handshake festival, konser, direct selling single terbaru JKT48 hingga JKT48 Circus. Hal ini lah yang menjadi daya tarik dan membuat sosok idol group berbeda dengan grup musik pada umumnya.

a. Handshake festival

Handshake festival biasa dijadikan acara besar untuk para member dan penggemar. Biasanya dilaksanakan pada 3 bulan sekali setelah JKT48 merilis single atau album baru. Pada acara ini, mereka bisa saling interaksi satu sama lain, menampilkan beberapa pertunjukkan special dari para member, campaign sponsor, hingga mini konser yang menampilkan beberapa lagu yang ada pada single yang dijadikan tema acara pada saat itu.

Sumber: hai.grid.id/read/07548269/kata-fans- tentang-individual-handshake-event-jkt48 [diakses:

20 April 2021]

(5)

Gambar 2. Handshake Festival

b. Direct selling ( DS )

Setiap merilis single atau album terbaru, hingga hendak mengadakan sebuah konser, para member JKT48 selalu mengadakan penjualan langsung terhadap produknya. Jadi terdapat jadwal untuk melakukan DS tersebut, para penggemar dipersilakan untuk datang ke tempat pelaksanaan DS, nanti akan ada member yang sedang melakukan

Sumber: jawapos.com/entertainment/music-

movie/10/07/2018/dari-malang-ke-jkt48-circus-solo-demi- handshake-dengan-anin/ [diakses: 20 April 2021]

Sumber: japanesestation.com/entertainment/music/handshake- festival-so-long-handshake-event-terakhir-ve-di-jkt48 [diakses:

20 April 2021]

(6)

promosi agar produknya terjual. Dilaksanakannya DS ini adalah agar penggemar lebih tertarik untuk membelinya karena yang melakukan pemasarannya adalah member itu sendiri.

c. JKT48 Circus

Sesuai namanya, JKT48, yang diambil dari Jakarta48. Dimana semua kegiatan, pusat latihan, dan manajemennya berbasis di Jakarta.

Semua penggemar berdomisili di Jabodetabek merasa sangat diuntungkan dengan adanya sistem ini. Mereka dengan mudah mendatangi show teater, konser, dan Handshake festival. Namun sulit untuk para penggemar yang tinggal diluar Jakarta atau bahkan diluar Pulau Jawa.

Maka dari itu, JKT48 mengadakan sebuah acara keliling kota – kota Indonesia untuk mendatangi para penggemar yang tidak berksempatan untuk mengunjungi JKT48 di Jakarta. Untuk acara ini JKT48 merubah slogannya menjadi ‘Idol yang datang menghampiri mu’ tetapi masih dengan konsep yang sama yaitu idol yang dapat dijumpai. Seperti yang terdapat pada gambar 5, Team T melakukan circus ke Kota Medan, kemudian pada gambar 6 Team K3 mengadakan circus di Kota Makassar, sedangkan Team J melangsungkan circus di Kota Banjarbaru yang terilustrasi pada gambar 7. Dengan rangkaian acara handshake, foto berdua dengan member, serta mini konser. (Laman resmi JKT48 Circus).

(7)

Gambar 3. JKT48 Circus Medan

Gambar 4. JKT48 Circus Makasar

Sumber: twitter.com/officialJKT48/status/1185588636680503296 [diakses 2 April 2021]

(8)

Gambar 5. JKT48 Circus Banjarbaru

2.1.2 Teater JKT48

JKT48 memiliki tempat pertunjukan tetap yang bernama JKT48 Theater. Mereka mengadakan pertunjukan setiap selasa-minggu.

Untuk hari kerja pertunjukan dimulai pukul 19.00 dan untuk akhir pekan digelar dua pertunjukkan dalam satu hari. Setiap tim bergantian melakukan pertunjukkan setiap harinya. Judul pertunjukkan (setlist) yang ditampilkan pun berbeda beda tergantung tim yang sedang tampil. Satu judul pertunjukkan berisi 16 lagu dan 4 sesi mengobrol bersama member. Kostum yang digunakannya pun berbeda beda pada setiap lagunya.

Satu tim akan membawakan satu setlist selama waktu yang ditentukan.

Tentunya setiap mendapat setlist yang sesuai citra tim masing masing.

16 lagu yang terdapat pada setlist merupakan lagu yang berbeda dari lagu yang dirilis di dalam single. Jadi bagi penggemar yang hendak melihat penampilan JKT48 dengan lagu yang berbeda di TV maupun acara offair sangat disarankan untuk datang ke teater JKT48.

Berikut kumpulan setlist yang telah di bawakan oleh JKT48 sejak teater ini berdiri pada 8 September 2012.

Selain sebagai tempat perjuntukkan sebuah setlist, teater sering dijadikan tempat merayakan ulang tahun member maupun hari kelulusan member serta digunakan untuk mengadakan pengumuman langsung kepada penggemar, seperti hasil voting pemilihan member single terbaru jkt48, rapat konsep konser dan sesekali mengadakan event handshake di teater.

Sumber: twitter.com/officialJKT48/status/1183412392949977090 [diakses: 2 April 2021]

(9)
(10)

Gambar 6. Teater JKT48

2.1.3 Anggota JKT48

Bersumber dari laman resmi JKT48, misi JKT48 adalah menciptakan tempat bagi para perempuan Indonesia untuk mewujudkan mimpinya.

Dengan kata lain semua perempuan yang ada di Indonesia, berhak menjadi anggota JKT48. Yang membedakan adalah prosesnya.

JKT48 mengadakan audisi per generasi setiap tahunnya. Dengan syarat umur dibawah 18 tahun dan di atas 13 tahun serta izin dari orang tua, semua gadis remaja bisa mengikuti audisi JKT48. Pihak manajement tidak menilai calon peserta audisinya dari sisi fisik, kempuan menari dan bernyanyi, latar belakang entertainmentnya melainkan usaha dan tekad pada calon pesertanya. Semua yang berusaha untuk menggapai sesuatu akan mendapatkan hasil yang sepadan.

Setelah resmi menjadi member JKT48 dengan proses audisi, para member pun berhak memutuskan kapan dia akan menyelesaikan karirnya sebagai member JKT48. Secara umum ada tiga kemungkinan cara untuk memutuskan tidak lagi menjadi member JKT48

a. Graduate – Lulus

Jika seorang member sudah merasa cukup mendapatkan banyak ilmu, pengalaman serta cita-citanya di JKT48 telah tercapai, ia boleh mengumumkan kelulusannya di hadapan para penggemar, setelah berdiskusi terlebih dahulu dengan manajemen mengenai pengumuman tersebut. Setelah mengumumkan kelulusannya, member tersebut masih memiliki waktu sekitar 3 bulan hingga hari yang benar benar terakhir menjadi anggota JKT48, disebut Last Show. Selama tenggang waktu itu, para penggemar bisa berdiskusi dengan penggemar yang lainnya untuk melakukan suatu project

Sumber: jkt48.com/theater [diakses: 2 April 2021]

(11)

terakhir mengenang semua perjuangan idolanya selama di JKT48.

Ini adalah cara lulus dengan baik.

Gambar 7. Pelepasan Foto Kabesha

Gambar 8. Pertunjukan terakhir sebagai anggota JKT48 Sumber:

twitter.com/officialJKT48/status/1231858672067698688 [diakses: 2 April 2021]

(12)

Pada gambar 9 terlihat member yang bernama Ratu Vienny sedang melepaskan foto kabesha nya dari dinding teater saat selesai acara kelulusannya, sebagai simbol bahwa perjalanannya di JKT48 telah selesai. Dan pada gambar 10 adalah foto bersama-sama member team K3 dan juga para penggemar yang ikut meramaikan pertujukkan terakhir dan upacara kelulusan Ratu Vienny sebagai member JKT48.

b. Resign

Beberapa member memilih untuk mengundurkan diri dibandingkan melakukan graduate. Jika member memutuskan untuk resign, mereka bisa menghentikan semua kegiatan JKT48 saat itu juga.

Resikonya, para penggemar tidak sempat memberikan pernghargaan terakhir kepada member atas kerja kerasnya selama ini dan pengumuman berhentinya member yang bersangkutan terasa tiba-tiba

c. Dikeluarkan

Sebagai sebuah idol grup, JKT48 memiliki beberapa aturan bernama golden rules seperti tidak boleh berpacaran, minum- minuman, hingga pergi ke diskotik. Jika ditemukan member yang tidak mematuhin aturan tersebut pihak manajemen tidak segan untuk memberhentikan member secara paksa tanpa ada salam perpisahan terhadap penggemar.

2.1.4 Pemilihan Member Single Terbaru JKT48

Formasi untuk setiap lagu JKT48 hanya berisikan 16 orang, sedangkan total keseluruhan anggota JKT48 lebih dari 16 orang. Maka di dalam lagu tersebut terdapat persaingan antar sesama anggota.

Persaingan secara sehat tentunya. Terdapat 3 cara untuk menentukan anggota-anggota yang berhak untuk mendapat kesempatan membawakan lagu terbaru dari JKT48

(13)

a. Pilihan manajement

Pihak manajemen akan memberi pengumuman kepada para member bahwa aka nada single terbaru. Nanti para member diberi waktu untuk berlatih lagu yang sudah diumumkan tersebut.

Member yang telihat perjuangannya, kerja kerasnya, dan perubahannya selama latihan akan ditunjuk oleh manajement untuk membawakan lagu terbaru.

b. Senbatsu Sousenkyo – Pemilu

Pemilihan member ini melibatkan seluruh penggemar. Prosesnya adalah JKT48 akan meliris sebuah music card. Para penggemar yang membeli music card tersebut akan mendapat sebuah kode.

Kode tersebut dapat dipergunakan untuk memilih member pilihan sebanyak 3-6 kali. Semakin banyak suara yang didapat oleh seorang member, semakin besar peluang member tersebut terpilih ke dalam jajaran 16 besar member single JKT48 selanjutnya.

Tidak jarang para penggemar rela menggalang dana untuk mendukung member pilihannnya.

Gambar 9. Pemilihan Member Single Original JKT48

Sumber: twitter.com/officialjkt48/status/1201126701226328066 [diakses: 2 April 2021]

(14)

Pada gambar 11 merupakan ke 16 member yang terpilih dari hasil pemilihan suara yang dilakukan oleh para penggemar, untuk membawakan single original pertama JKT48, Rapsodi

c. Janken – Adu suit

Cara lain untuk memilih member akan akan membawakan lagu terbaru JKT48 yang selanjutnya adalah adu suit. Para member akan dibagi menjadi beberapa kelompok, lalu melakukan tanding suit. Member yang menang akan diadu lagi dengan member yang menang, hingga didapat 16 besar. Uniknya dari pemilihan ini adalah para member menggunakan kostum-kostum sesuai keinginan dan ciri khas mereka. Keuntungan diadakannya pemilihan ini adalah semua member berhak mendapatkan kesempatan menjadi member yang membawakan lagu baru. Tidak jarang member yang terbelakangpun bisa mendapatkan posisi didepan setelah memenangkan kompetesi ini.

2.1.5 Penggemar

JKT48 memiliki konsep “tumbuh dan berkembang bersama fans” yang berarti setiap kegaiatannya selalu dilakukan bersama para penggemar, sehingga para penggemar dapat memantau perkembangan idola mereka sejak masuk JKT48 hingga lulus nanti, dan dari penggemar jugalah para anggota JKT48 mendapatkan energi untuk dapat tampil dan menjadi seorang idol lebih baik lagi. JKT48 tidak dapat berkembang tanpa adanya dukungan para penggemar.

2.1.5.1. Offcial Fan Club

Official Fan Club adalah layanan yang diberikan oleh pihak JKT48 kepada para penggemar yang ingin tergabung dalam status penggemar resmi JKT48. Untuk bergabung menjadi OFC, para penggemar diwajibkan melakukan pendaftaran dan membayar dana pendaftaran dan dana bulanan sebagai anggota. Biaya ini sebanding dengan keuntungan-keuntungan yang tidak dapat dimiliki oleh penggemar non-ofc.

Keuntungannya antara lain:

(15)

Tabel 1. Keuntungan

Anggota Official Fan

Club

2.1.5.2. Fanbase

Dari keseuluruhan penggemar JKT48 terdapat segmentasi penggemar didalamnya berdasarkan kesamaan member kesukaan, tim kesukaan, ataupun daerah asal penggemar tersebut supaya lebih akrab saat mengobrol dengan orang lain yang mempunyai kesamaan yang lebih spesifik.

Berikut penjelasan mengenai komunitas yang dibuat oleh berdasarkan hal hal yang memiliki kesamaan, antara lain:

A. Berbasis Kesamaan Regional

Tersebarnya penggemar JKT48 di seluruh Indonesia, membuat para penggemar membentuk komunitas tersendiri berdasarkan daerah asal mereka masing-masing yang biasanya berdasarkan kota atau pun provinsi. Komunitas ini memudahkan para penggemar untuk berkumpul dan membahas sesuatu yang digemarinya bersama rekan se

Sumber: jkt48.com/fanclub [diakses : 5 April 2021]

(16)

domisili. Selain itu juga, keberadaan komunitas ini juga untuk menyambut para anggota JKT48 jika datang ke suatu kota di luar Jakarta seperti yang terlihat pada gambar 14.

Hal ini juga memudahkan penggemar yang berada di luar Jakarta, terutama di luar jabodetabek, untuk mengikuti acara-acara yang diadakan oleh JKT48 di Jakarta . Seperti contohnya lebih mudah mengkoordinir para penggemar yang ingin menonton langsung pertunjukan teater, maka komunitas tersebut akan mengadakan keberangkatan bersama menuju teater JKT48 seperti penggemar regional Bandung saat melakukan theater trip yang terdapat pada gambar 13.

Gambar 10. Theater Trip Fans JKT48 Bandung Sumber: instagram.com/fjkt48.bdg [diakses : 5 April 2021]

(17)

Gambar 11. JKT48 Medan FC saat menyambut JKT48 di Medan

B. Berbasis Kesamaan Tim Kesukaan

Para penggemar membuat komunitas berdasarkan tim kesukaan untuk lebih mudah mendukung tim tersebut, seperti saat tim tersebut melangsungkan pertunjukan perdana setlist terbaru di teater, hari jadi tim, ataupun konser tunggal tim tersebut

(18)

Gambar 12. Fanbase Team KIII (K3 Alliance) mengadakan Cafe Event untuk pertunjukan terakhir team KIII

C. Berbasis Kesamaan Anggota Kesukaan

Setiap penggemar pasti memiliki minimal satu anggota kesukaannya (oshi) yang membuatnya konsisten untuk mendukung anggota tersebut, seperti menyaksikan pertunjukkan teater saat anggota kesukaannya tampil, handshake dan videocall event. Para penggemar yang memiliki (oshi) sama, biasanya tergabung dalam suatu komunitas agar lebih terkoordinir dalam melakukan project untuk mendukung member tersebut. Project yang dimaksud adalah ucapan ulang tahun, perayaan jumlah show yang sudah dilakukan oleh member tersebut atau bahkan kelulusan.

Sumber: twitter.com/k3Alliance/status/1371351115338424322 [diakses: 7 April 2021]

(19)

Gambar 13. Project Fanbase Shani JKT48 (Inshanity) untuk perayaan 500 show Shani di teater JKT48

2.2.4.3. MVP (Most Valuable Participants)

Sebagai bentuk apresiasi JKT48 kepada para penggemar yang telah meluangkan waktu, materi dan energi, mereka memberikan sebuah reward kepada penggemar-penggemar tersebut.

Penghargaan itu disebut MVP (Most Valuable Participants) . Para penggemar yang telah menghadiri pertunjukan teater sebanyak 100 kali, 200 kali, 300 kali, 400 kali, hinga 500 kali

Sumber:

twitter.com/N_ShaniJKT48/status/1172830251853873152 [diakses : 7 April 2021]

Sumber: twitter.com/InshanityID/status/1172831405325180928 [diakses : 7 April 2021]

(20)

berhak mendapatkan hadiah dari pihak JKT48. Jadi, para penggemar yang merasa telah menghadiri teater sebanyak yang disebutkan dapat mengklaim hak nya kepada pihak JKT48 dan kepada siapa penggemar tersebut menujukan MVP nya. Di akhir pertunjukan, penggemar tersebut akan dipanggil oleh member untuk diberikan cendera mata.

2.2 Tinjauan Umum Galeri

Terdapat beberapa pengertian galeri menurut para ahli

1. Berdasarkan KBBI, Galeri adalah ruangan atau gedung tempat memamerkan benda atau karya seni dan sebagainya

2. Bersumber dari Dictionary Of Architecture And Building Construction, Galeri adalah balkon yang biasa digunakan untuk duduk-duduk dari sebuah ruang aula ; butik kecil yang biasa untuk menjual atau memamerkan kaya seni.

3. Galeri adalah sebuah ruangan atau bangunan untuk memamerkan karya seni (Oxford Advanced Learner’s Dictionary, 1995)

Dari beberapa pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa galeri adalah sebuah fasilitas untuk memamerkan karya seni serta untuk kebutuhan komersil sehingga dapat dinikmati oleh seluruh pengunjung

2.2.1 Fungsi Galeri

Dalam Ashita dan Ashikin (2015), menurut Kakanwil Perdagangan dalam Aditama (2011) bahwa fungsi galeri adalah sebagai wadah tempat komunikasi antara konsumen dan produsen. Adapun beberapa fungsi galeri antara lain:

1. Sebagai tempat untuk melestarikan dan juga memperkenalkan karya seni dan budaya

2. Sebagai tempat promosi benda-benda seni

3. Sebagai jembatan dalam rangka eksistensi pengembangan kewirausahaan

4. Sebagai tempat mengembangkan pasar bagi seniman

(21)

5. Sebagai tempat pembinaan usaha dan organisasi usaha antara seniman dan pengelola

6. Sebagai salah satu objek pengembangan pariwisata nasional

2.2.2 Jenis-Jenis Galeri

Jenis galeri menurut Sari (2011), galeri seni dapat dibedakan berdasarkan:

1. Tempat penyelenggaraan, yang dibedakan menjadi:

a. Traditional Art Gallery, galeri yang aktivitasnya diselenggarakan di selasar atau lorong panjang.

b. Modern Art Gallery, galeri dengan perencanaan ruang secara modern.

2. Sifat kepemilikan, yang dibedakan menjadi:

a. Private Art Gallery, galeri yang dimiliki oleh perseorangan/pribadi atau kelompok.

b. Public Art Gallery, galeri milik pemerintah dan terbuka untuk umum.

c. Kombinasi dari kedua galeri di atas.

3. Isi galeri, dibedakan menjadi:

a. Art Gallery of Primitif Art, galeri yang menyelenggarakan aktivitas di bidang seni primitif.

b. Art Gallery of Classical Art, galeri yang menyelenggarakan aktivitas di bidang seni klasik.

c. Art Gallery of Modern Art, galeri yang menyelenggarakan aktivitas di bidang seni modern.

4. Jenis pameran yang diadakan:

a. Pameran Tetap: pameran yang diadakan terus-menerus tanpa ada batasan waktu, hasil karya seni yang dipamerkan dapat tetap maupun bertambah jumlahnya.

b. Pameran Temporer: pameran yang diadakan dengan batas waktu tertentu.

(22)

c. Pameran Keliling: pameran yang berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat yang lain.

5. Macam koleksi, dibedakan menjadi:

a. Galeri pribadi, yaitu tempat untuk memamerkan hasil karya pribadi seniman itu sendiri tanpa memamerkan hasil karya seni orang lain dan hasil karya seniman itu tidak diperjualbelikan untuk umum.

b. Galeri umum, yaitu galeri yang memamerkan hasil karya dari berbagai seniman, hasil karya para seniman itu diperjualbelikan untuk umum.

c. Galeri kombinasi, merupakan kombinasi dari galeri pribadi dan galeri umum, karya seni yang dipamerkan dalam galeri ini ada yang diperjual belikan untuk umum, ada pula yang merupakan koleksi pribadi seniman yang tidak diperjualbelikan. Hasil karya seni yang dipamerkan merupakan hasil karya seni dari beberapa seniman.

6. Tingkat dan luas koleksi:

a. Galeri lokal, merupakan galeri yang mempunyai koleksi dengan objek yang diambil dari lingkungan setempat.

b. Galeri regional, merupakan galeri seni yang mempunyai koleksi dengan objek yang diambil dari tingkat daerah/provinsi/daerah regional

c. Galeri internasional, merupakan galeri yang mempunyai koleksi dengan objek-objek yang diambil dari berbagai negara di dunia.

2.2.2 Jenis Kegiatan dalam Galeri

Dikutip dari Jessica (2015), Jenis kegiatan pada galeri dapat dibedakan menjadi beberapa bagian tugas, yaitu :

1. Pengadaan

Hanya beberapa benda yang dapat dimasukan ke dalam galeri, yaitu hanya benda-benda yang memiliki nilai budaya, artistic dan estetis. Serta benda yang dapat diidentifikasi menurut wujud, asal, tipe, gaya, dan hal-hal lainnya yang mendukung identifikasi.

(23)

2. Pemeliharaan

Terbagi menjadi 2 aspek, yaitu : a) Aspek Teknis

Dijaga serta dirawat supaya tetap awet dan tercegah dari kemungkinan kerusakan.

b) Aspek Administrasi

Benda-benda koleksi harus mempunyai keterangan tertulis yang membuatnya bersifat monumental.

3. Konservasi

Konservasi adalah pelestarian atau perlindungan. Secara harfiah konservasi berasal dari bahasa Inggris “Conservation” yang artinya pelestarian atau perlindungan.

4. Restorasi

Restorasi merupakan pengembalian atau pemulihan kepada keadaan semula atau bisa disebut juga dengan pemugaran.

Restorasi yang dilakukan berupa perbaikan ringan, yaitu mengganti bagian-bagian yang sudah usang/termakan usia.

5. Penelitian

Bentuk dari penelitian terdiri dari 2 macam, yaitu :

a) Penelitian Intern adalah penelitian yang dilakukan oleh kurator untuk kepentingan pengembangan ilmu pengetahuan.

b) Penelitian Ekstern adalah penelitian yang dilakukan oleh peneliti atau pihak luar, seperti pengunjung, mahasiswa, pelajar dan lain- lain untuk kepentingan karya ilmiah, skripsi dan lain-lain.

6. Pendidikan

Kegiatan ini lebih ditekankan pada bagian edukasi tentang pengenalan- pengenalan materi koleksi yang dipamerkan.

7. Rekreasi

Rekreasi yang bersifat mengandung arti untuk dinikmati dan dihayati oleh pengunjung dan tidak diperlukan konsentrasi yang menimbulkan keletihan dan kebosanan.

8. Bisnis

(24)

Bisnis juga dapat dilakukan di dalam galeri, karena galeri merupakan wadah atau tempat untuk memperjual belikan benda- benda langka atau benda-benda yang dipamerkan di dalam galeri tersebut.

2.2.3 Aktivitas di Galeri

Lingkup Kegiatan Galeri Menurut Rizky (2016), lingkup kegiatan galeri dapat dibedakan menjadi beberapa hal, antara lain:

1. Karakteristik kegiatan di dalam galeri, kegiatan-kegiatan yang dilakukan memiliki karakter dan sifat antara lain:

a. Apresiatif: karakter kegiatan yang dilakukan dapat memberikan pandangan, pemahaman, penghargaan, dan penilaian tentang segala sesuatu yang berhubungan dengan objek pamer.

b. Kreatif: seniman sebagai pelaku utama seni selalu memiliki keinginan untuk membentuk dan menghasilkan sesuatu yang baru.

c. Edukatif: karakter kegiatan yang dilakukan mampu memberikan tambahan ilmu pengetahuan dan pendidikan tentang objek pada galeri.

d. Rekreatif: karakter kegiatan yang bersifat santai dan ringan dalam menikmati suasana maupun kegiatan dalam galeri secara keseluruhan.

2. Lingkup kegiatan a. Pameran

1) Jenis Pameran, dapat dibedakan:

a) Pameran Tunggal b) Pameran bersama

2) Sifat materi, dapat dibedakan:

a) Hasil ciptaan langsung b) Hasil karya reproduksi

3) Waktu pameran, dapat dibedakan menjadi:

a) Pameran jangka pendek b) Pameran jangka panjang

(25)

b. Kegiatan pengembangan wawasan kegiatan yang diwadahi misalnya workshop, kepustakaan, dokumentasi, seminar, diskusi.

c. Kegiatan pengelolaan kegiatan yang diwadahi dalam lingkup ini antara lain yang bersifat manajerial, administratif, pengadaan karya, perawatan seluruh fasilitas dan lingkungan galeri.

3. Pelaku kegiatan antara lain sebagai berikut;

a. Seniman: bertugas memberikan pengarahan, penjelasan, dan mempraktikkan langsung kegiatan membuat karya seni di dalam workshop.

b. Pengunjung atau penikmat karya seni: dapat berasal dari berbagai kalangan dan negara (wisatawan domestik maupun wisatawan mancanegara), galeri seni tidak membatasi pengunjung, galeri seni adalah milik semua orang.

c. Pengelola: sekelompok orang yang bertugas mengelola kegiatan yang sedang berlangsung dan akan berlangsung dalam galeri seni.

2.2.4 Fasilitas Galeri

Sebuah galeri memiliki fasilitas, antara lain :

1.

Exhibition Room, Tempat untuk memamerkan karya

2.

Workshop, Tempat untuk membuat/memperbaiki sebuah karya.

3.

Stock Room / Tempat untuk menampung / meletakkan karya

4.

Restoration Room / Tempat untuk memelihara karya

5.

Auction Room / Tempat untuk mempromosikan karya dan sebagai tempat jual beli sebuah karya.

6.

Sebagai wadah tempat berkumpulnya pecinta / penggemar karya seni tersebut. (Jessica, 2015)

2.2.5 Perancangan Ruang Galeri

Menurut Neufert (1996), Ruang pamer pada galeri sebagai tempat untuk memamerkan atau mendisplay karya seni harus memenuhi

(26)

beberapa hal yaitu: Terlindung dari kerusakan, pencurian, kelembaban, kekeringan, cahaya matahari langsung dan debu.

Berikut persyaratan yang harus dipenuhi untuk sebuah galeri:

a) Pencahayaan yang cukup

b) Penghawaan yang baik dan kondisi ruang yang stabil

c) Tampilan display dibuat semenarik mungkin dan dapat dilihat dengan mudah

2.2.5.1 Sistem Display

Display adalah komponen utama dalam layout, yang berarti barang-barang displat ditujukan kepada para pengunjung unutk diamati, dipelajari dan diobservasi. Jumlah dan jenis display disesuaikan dengan tipe, nilai, ukuran barang yang akan didisplay. Desain interior diciptakan untuk membuat suasana ruang menjadi lebih menarik (Delbert J. Duncan, 1977)

Menurut Patricia Tutt dan David Adler (The Architectural Press, 1979), terdapat 3 cara untuk memajangkan suatu karya.

Antara lain:

a) In show case

Benda koleksi mempunyai dimensi kecil maka diperlukan suatu tempat display berupa kotak tembus pandang yang biasanya terbuat dari kaca. Selain untuk melindungi, kotak tersebut terkadang berfungsi untuk memperjelas atau memperkuat tema benda koleksi yang ada.

b) Free standing on the floor or plinth or supports

Benda yang akan dipamerkan memiliki dimensi yang besar sehingga diperlukan suatu panggung atau pembuatan ketinggian lantai sebagai batas dari display yang ada.

Contoh: patung, produk instalasi seni, dll.

c) On wall or panels

Benda yang akan dipamerkan biasanya merupakan karya seni 2 dimensi dan ditempatkan di dinding ruangan maupun

(27)

partisi yang dibentuk untuk membatasi ruang. Contoh:

karya seni lukis, karya fotografi, dll.

Ada beberapa syarat tentang cara pemajangan benda koleksi seni yang ada antara lain adalah dengan cara berikut :

a) Random Typical Large Gallery

Penataan benda yang dipamerkan disajikan dengan acak, biasanya terdapat pada galeri yang berisi benda-benda non klasik dan bentuk galeri yang asimetris, ruang-ruang yang ada pada galeri dibentuk mempunyai jarak atau lorong pembatasan oleh pintu. Jenis dan media seni yang ada dicampur dan menguatkan kesan acak. Contoh:

menggabungkan display benda 2 dimensi dan 3 dimensi seperti seni lukis dan seni patung.

b) Large Space With An Introductory Gallery

Pengolahan ruang pamer dengan pembagian area pamer sehingga memperjelas tentang benda apa yang dipamerkan didalamnya, pembagian dimulai pada suatu ruang utama kemudian dengan memperkenalkan terlebih dahulu benda apa yang dipajang didalamnya.

Berikut beberapa posisi vitrine yang umum digunakan :

a. Free Standing

Gambar 14. Vitrine Free Standing

Sumber : meyvaertmuseum.com/en/showcases/display- cases/freestanding [diakses 10 April 2021]

(28)

Vitrine jenis ini diletakkan di tengah sirkulasi tanpa berhimpit dinding manapun. Dengan tujuan para pengunjung dapat melihat karya dari semua ke 4 sisi vitrine. Maka dari itu vitrin ini menggunakan kaca yang bertranparasi tinggi

b. Wall Standing

Gambar 15. Vitrine Wall Standing

Vitrine jenis ini diletakkan menempel dengan dinding. Fungsi lainnya adalah sebagai treatment dinding pada sebuah galeri.

Produk dapat terlihat dari sisi samping dan depan c. Wall-hanging dan semi tanam

Gambar 16. Vitrine Wall Hanging

Jenis ini adalah menemplekan vitrine terhadap dinding. Tujuan nya adalah menyajikan karya-karya berukuran kecil hingga sedang dan meletakannya sesuai ergonomic pandang manusia.

Sumber : meyvaertmuseum.com/en/showcases/display- cases/wallhanging [diakses 10 April 2021]

Sumber : meyvaertmuseum.com/en/showcases/display- cases/wallstanding [diakses 10 April 2021]

(29)

d. Table based

Gambar 17. Vitrine Table Based

Vitrin jenis ini dapat diletakkan di tengah sirkulasi ataupun dihimpit dengan tembok.

2.3 Tinjauan Umum Akustik Pada Ruang Tertutup

Pengertian akustik menurut KBBI ada beberapa arti yaitu:

 Sesuatu yang berhubungan dengan organ pendengar, suara atau ilmu bunyi.

Rancangan dan sifat khusus ruang rekaman, ruang pentas, auditorium dan sebagainya.

 Tempat rekaman atau reproduksi suara dilaksanakan.

 Keadaan ruang yang dapat mempengaruhi mutu bunyi

Dari pengertian tersebut, didapat bahwa akustik adalah elemen penting yang harus ada pada suatu ruang yang berkaitan langsung dengan bunyi atau suara.

Menurut Doelle (1990) dalam Dwi Retno Sri (2009), bunyi dapat diserap oleh permukaan yang berpori dan lembut yang biasa juga disebut penyerap bunyi.

Material yang dapat menyerap bunyi tersebut memiliki batas serap tertentu, namun pengendalian akustik yang benar dan baik membutuhkan penyerapan bunyi yang tinggi. Beberapa hal-hal yang dapat menyerap bunyi adalah lapisan permukaan dinding, pemukaan lantai, permukaan langit-langit, tempat duduk

Sumber : meyvaertmuseum.com/en/showcases/display- cases/tablebased [diakses 10 April 2021]

(30)

yang memiliki lapisan lunak, karpet, isi ruang seperti penonton dan material dari tirai, dan juga udara.

Dilansir dari acoustic.com bahwa bunyi dapat menyebar ke atas, ke bawah maupun ke sekeliling ruangan. Suara juga dapat menembus pipa, saluran, dan juga ke semua arah pada ruangan tertutup

2.3.1 Akustik Perancangan Ruang Pertunjukkan

Dikemukakan oleh Doelle (1990), tata akustik untuk sebuah ruang pertunjukkan memiliki beberapa syarat dengan tujuan menghasilkan kulaitas suara yang baik. Antara lain:

A. Distribusi Bunyi yang Merata

Energi yang berasal dari sumber bunyi harus tersebar rata dari satu titik di suatu ruang ke titik yang lain, baik yang dekat maupun jauh dari sumber bunyi. Menurut Doelle (1990) untuk mencapai keadaan tersebut, pengolahan pada elemen pembentuk ruangnya harus diusahakan, seperti pada langit-langit, lantai dan dinding. Caranya adalah dengan membuat bagian permukaannya menjadi tidak teratur, membuat elemen bangunannya menonjol, menutup langit-langit, menggunakan dekorasi hasil pahatan pada permukaan dinding, serta bukaan jendela yang dalam.

Pengolahan bentuk permukaan elemen interior terutama dinding dan langit-langit dengan menggunakan susuna yang tidak teratur dan dalam jumlah dan ukuran yang baik, akan meningkatkan kualitas kondisi dengar, terlebih pada ruangan memiliki waktu dengung yang cukup panjang.

B. Kekerasan (Loudness) yang Cukup

Berkurangnya loudness pada suatu ruang pertunjukkan biasanya disebabkan oleh hilangnya energi gelombang bunyi yang merambat karena jarak tempuh bunyi yang terlalu panjang, serta suara yang diserap oleh penonton dan ruang ruang yang mengisi ruang pertunjukkan tersebut.

(31)

Untuk mengurangi banyak nya energi bunyi yang terserap ada beberapa cara menurut Doelle (1990) antara lain dengan cara membuat jarak penonton dan sumber bunyi, penaikkan sumber bunyi, memiringkan lantai, mengelilingi sumber suara dengan lapisan yang dapat memantulkan bunyi (plaster,gympsum board, plywood dll) luas lantai harus sesuai dengan volume ruang pertunjukkan, menempatkan penonton di area yang menguntungkan, serta menghindari pemantul bunyi pararel yang saling berhadapan. Hal ini dilakukan agar kekerasan / loudness dapat mencapai keadaan yang cukup.

C. Pengendalian Dengung

Auditorium harus bereaksi terhadap bunyi yang diinginkan seperti yang dilakukan instrumen musik, meningkatkan dan memperpanjang bunyi.

Perpanjangan bunyi ini adalah akibat pemantulan yang berulang dalam ruang tertutup setelah sumber bunyi dimatikan atau biasa disebut degung. Degung ini memberikan pengaruh pada kondisi mendengar.

Hampir semua auditorium menggunakan penonton sebagai penyerap suara terbanyak, yaitu sekitar 0.45 m2 per orang. Bila jumlah penonton sangat berfluktuasi, maka kondisi mendengar harus juga memuaskan dalam ketidak hadiran sebagian atau seluruh penonton. Cara efektifnya adalah mensubsitusi hilangnya penyerapan (ketidak hadiran penonton) dengan tempat duduk empuk yang pada bagian bawah tempat duduknya pun dapat menyerap suara.

D. Eliminasi Cacat Akustik-Ruang

Cacat akustik sering dijumpai dan dapat mengganggu, merusak atau bahkan menghancurkan kondisi akustik yang baik. Beberapa cacat akustik antara lain:

a. Gema.

Gema adalah bisa disebut cacat akustik-ruang yang paling berat.

Bila bunyi dipantulkan oleh suatu permukaan batas dalam jumlah yang cukup dan diterima cukup lama sebagai bunyi yang berbeda

(32)

dari bunyi yang merambat langsung dari sumber penggemar, maka barulah gema ini dapat diamati dari kejadian tersebut.

b. Pemantulan yang Berkepanjangan (long delayed)

Pemantulan berkepanjangan adalah cacat akustik-ruang yang sejenis dengan gema, tetapi jarak penundaan waktu antara penerimaan bunyi langsung dan bunyi pantul lebih singkat dari gema

c. Gaung

Gaung dibentuk dari gema gema kecil yang berurutan secara cepat dan bahkan dapat diamati bila ledakan bunyi terjadi secara singkat.

d. Pemusatan bunyi

Memiliki nama lain “titik panas” ini disebabkan oleh pemantulan bunyi pada permukaan-permukaan cekung.

e. Ruang gandeng

Ruang gandeng adalah jika suatu auditorium dihubungkan dengan suatu ruang disampingnya dengan dengung lewat sarana pintu ke luar-masuk yang terbuka, maka dua ruang itu bisa disebut ruang gandeng

f. Distorsi

Perubahan kualitas bunyi musik yang tidak dihendaki dan terjadi karena ketidak seimbangan atau penerapan bunyi yang sangat banyak oleh permukaan-permukaan batas pada frekuensi-frekuensi yang berbeda.

2.3.2. Material akustik

Untuk menyerap bunyi/suara elemen interior membutuhkan pelapis agar mendapatkan kualitas suara yang baik. Ada beberapa bahan-bahan yang dapat menyerap bunyi, antara lain

A. Bahan Berpori

(33)

Karakteristik bahan berpori adalah dapat mengubah energi bunyi yang datang menjadi energi panas dalam pori pori dan diserap, sedangkan energi sisanya dipantulkan oleh permukaan bahan.

Bahan ini memiliki kelebihan dengan mudahnya disusun sesuai desain yang diinginkan karena tersedia pilihan ukuran, pemasangannya mudah, serta harganya yang ekonomis dan juga efisien sebagai penyerap bunyi karena menyebabkan karakteristik dengung yang merata.

B. Karpet

Memiliki kemampuan mereduksi bahkan menghilangkan kebisingan seperti suara langkah kaki, pemindahan perabot rumah tangga, karpet dipilih sebagai material yang baik untuk menyerap bunyi. Selain digunakan di lantai, karpet juga diterapkan sebagai bahan pelapis dinding untuk penyerapan bunyi yang lebih optimal

2.4. Tinjauan Umum Penggayaan Memphis

Dikutip dari buku Memphis Resource Pack, Design Museum (2001), memphis merupakan salah satu bagian dari reaksi perlawanan gaya modern pada bidang desain dan arsitek, yang mengganggap bahwa suatu produk harus tercipta sesuai dengan fungsinya, sederhana dan lugas, serta harus menggunakan material yang cocok dengan kebutuhannya.

Seorang desainer asal Italia beranama Ettore Sottsass membentuk The Memphis Group bersama desainer dan arsitek lainnya lalu menciptakan gaya memphis pada 11 Desember 1980 . Nama grupnya terinspirasi dari salah satu lagu milik Bob Dylan yaitu Stuck Inside of Mobile with The Memphis Blues Again yang berputar saat sedang melakukan rapat. Pada saat itu, furnitur khas Italia sebagian besar berwarna netral dan memiliki garis bersih, gaya tersebut dianggap sesuatu yang bagus. Maka rapat itu menghasilkan sesuatu hal baru yang sangat kontras yaitu gaya memphis yang hadir dengan penggunaan berbagai macam warna, susunannya asimetris, berpola banyak dan ceria.

(34)

Memphis menolak prinsip dari desain fungsional dan aturan ‘good taste’ yang telah mengatur design selama beberapa dekade. Mereka melihat desain seperti mode pakaian, memiliki gaya aneh yang muncul hanya beberapa saat dan hilang begitu saja. Secara singkat:

 Mereka ingin sebuah desain merefleksikan budaya kontemporer

Mereka ingin menggambar pada pengaruh dari masa lalu dan masa kini dan dari budaya yang berbeda

Mereka ingin bereksperimen dengan bebas menggunakan material, proses, bentuk, tekstur dan pola

2.4.1 Karakteristik Penggayaan Memphis A. Warna

Memphis memiliki ciri dengan penggunaan warna terang. Biasanya beberapa warna diimbangi dengan latar belakang putih atau hitam atau pengulangan elemen berwarna hitam putih. Warna terang yang biasa digunakan adalah kuning, hot pink, aquamarine, acid green, ungu, dan merah ceri (flooringamerica.com/blog/memphis-interior-design-ideas- inspiration. 2020)

Gambar 18. Penggayaan Memphis

(35)

Warna yang mencolok, merah primer, hijau, biru, dan kuning mendominasi penggayaan memphis. Masing-masing warna dapat dipadu padakan, bahkan sering sering bertabrakan. Seperti contoh sofa yang menggunakan warana hijau pada lengannya, dan biru-kuning pada bagian dudukannya.

(marciamooredesign.com/mad-for-memphis-design-the-80s-style-that- pushes-the-envelope. 2020)

B. Bentuk dan Pola

Gaya memphis menggunakan bentukan geometris yang sederhana seperti persegi, lingkaran dan segitiga selain itu juga menggunakan lekukan dan tepian bentukan bentuk geometris yang tumpul. (thespruce.com/memphis- design-style-5095944. 2021)

Pola squiggle menjadi ciri paling khas dari penggayaan memphis. Squiggle atau bisa juga disebut doo dads, atau taburan kue, adalah sebuah pola berwarna hitam putih berbentuk seperti bakteri karya Ettore Sottsass yang menjadi pola khas pergerakan desain memphis.

(marciamooredesign.com/mad-for-memphis-design-the-80s-style-that- pushes-the-envelope. 2020)

Gambar 19. Pola Squiggle

C. Material

Memphis mengabaikan ide dari “good taste” dan menggunakan material murah namun atau hasil dari lingkungan industri. Terutama laminasi plastik,

www.juniqe.co.uk/memphis-squiggle- premium-poster-portrait-1385846 [diakses 1 Juni 2021]

(36)

selain itu juga menggunakan material seperti kaca cetak, plat besi dan lembaran logam bertekstur, serta pipa neon dan bohlam berwarna

Laminasi plastik adalah sebuah finishing, terbuat dari kertas yang terlapisi oleh melamin formaldehid lalu di tempelkan ke permukaan kayu lapis atau MDF untuk menjadikannya murah, tahan panas dan bersih. Finishing semu pada permukaan plastik seperti serbuk kayu atau marble selalu menimbulkan ke tidak setujuan dari desain purist, namun memphis menggunakan finishing ini dan pola 1950an disamping material mahal seperti kayu langka. (Memphis Resource Pack, Design Museum, 2001)

Gambar 20. Lapisan Laminasi Plastik

2.5 Studi Antropometri

Antropometri adalah pengukuran dimensi tubuh atau karakteristik fisik tubuh lainnya yang relevan dengan desain tentang sesuatu yang dipakai manusia (Sanders dan McCormick, 1993). Antropometri adalah suatu kumpulan data numerik yang berhubungan dengan tubuh manusia, yaitu ukuran,bentuk dan kekuatan penerapan

Sumber:

Memphis Resource Pack,

Design Museum, 2001

(37)

data ini adalah untuk penaganan masalah desain peralatan maupun ruang kerja.

Hal-hal yang berkaitan dengan dimensi manusia meliputi keadaan, frekuensi dan kesulitan sikap badan, syarat-syarat untuk memudahkan bergerak (Stevenson, 1989).

Data antropometri yang berhasil diperoleh akan diaplikasikan secara luas antara lain dalam hal berikut:

1. Perancangan areal kerja (work station, interior mobil, dll);

2. Perancangan peralatan kerja (perkakas, mesin, dll);

3. Perancangan produk-produk konsumtif (pakaian, tempat duduk, meja, dll);

4. Perancangan lingkungan kerja fisik.

Berikut data acuan standar terhadap ukuran tubuh manusia dewasa

(38)

Gambar 21. Dimensi Tubuh Manusia Dewasa

Gambar 22. Luasan jarak pandang manusia

2.5.1 Antropometri Galeri

Sumber : Data Arsitek Jilid 3

Sumber : Human Dimention and Interior Space

(39)

Gambar 23. Jarak antar display dengan mata, sudut pandang serta tinggi display

2.5.2 Antropometri Auditorium

Gambar 24. Jarak antar layar / objek dengan penonton baris terdepan Sumber : Dimensi Manusia dan Desain Interior

Sumber : Dimensi Manusia dan Desain Interior

(40)

Gambar 25. Ketinggian standar duduk penonton

Gambar 26. Jarak Antar Kursi Penonton 2.5.3 Antropometri Ruang Rapat

Gambar 27.

Ukuran Standar Area Meja Rapat dan Penggunanya

Sumber : Dimensi Manusia dan Desain Interior

Sumber : Dimensi Manusia dan Desain Interior

Sumber : Dimensi Manusia dan Desain Interior

(41)

Gambar 28. Ukuran Standar Area Meja Rapat Bundar dan Bujur Sangkar

Sumber : Dimensi Manusia dan Desain Interior

(42)

2.5.4 Antropometri Merchandise Store

Gambar 29. Ukuran Standar Area Retail

Sumber : Dimensi Manusia dan Desain Interior

(43)

2.5 Studi Banding

Studi banding dilakukan sebelum melaksanakan perancangan guna untuk mengetahui kekurangan dan kelebihan yang dimiliki ruang publik lain dengan fasilitas yang sejenis. Dipilihnya SMTOWN Artium ini karena menjual fasilitas yang sama dengan perancangan penulis seperi museum atau galeri dari sebuah grup musik, area jual beli buah tangan, kafe, dan studio dance.

NO ASPEK DATA STUDI BANDING FASILITAS SEJENIS

POTENSI KENDALA

1 Akses

masuk

Terdapat satu pintu masuk dan sangat mudah dijangkau karena ditempatkan pada posisi yang langsung terlihat oleh pengunjung disertai nama dari galeri.

Penggunaan pintu putar membuat

terjadinya penumpukan pengunjung di masa liburan.

2 Fasilitas Luar Ruangan

Terdapat area hand print dari beberapa artis. Menarik perhatian

pengunjung sejak pertama lagi sampai di area galeri

Dikhatirkan terjadi ketidak amanan pada karya karena sifatnya yang tidak dilindungi oleh vitrin

(44)

3 Fasilitas dalam ruangan

Terdapat fasilitas museum / galeri, area komersil untuk

menjual buah

tangan, café, studio rekaman, studio latihan dance hingga teater.

Di beberapa titik terlihat

menumpuknya jumlah

pengunjung dikarenakan arah sirkulasi yang tidak optimal

(45)

4 Pencahay aan

Sistem

pencahayaan yang digunakan adalah pencahayaan buatan, sehingga pencahayaan dapat diatur warna dan intensitas nya sesuai dengan kebutuhan

kegiatan.

Jenis kegiatan yang

membutuhkan proteksi tinggi, bangunan dibuat tertutup sehingga seluruh aspek pencahayaannya menggunakan cahaya buatan 5 Penghawa

an

Sistem

penghawaan yang digunakan adalah penghawaan

buatan(AC)

sehingga suhu dan kelembabannya dapat diatur sesuai dengan kebutuhan kegiatan.

Jenis kegiatan membutuhkan proteksi tinggi, bangunan dibuat tertutup sehingga seluruh aspek penghawaan menggunakan AC

Tabel 2. Data Studi Banding

(46)

Gambar

Gambar 2. Handshake Festival
Gambar 3. JKT48 Circus Medan
Gambar 7. Pelepasan Foto Kabesha
Gambar 9. Pemilihan Member Single Original JKT48
+7

Referensi

Dokumen terkait

perbuatan hukum yang bertujuan untuk mengalihkan hak milik atau benda tidak. bergerak dengan balik nama yang merupakan pengalihan hak milik

Gambar 42: Eksisting Tapak Studio Pengembangan Mobile Game di Yogyakarta

Konsumen menginginkan harga yang ditetapkan turun sedangkan produsen menginginkan harga tinggi sesuai dengan kualitas dan keuntungan dalam pemasaran produk (Kotler dan Keller,

Realisasi kinerja tahun 2015 sesuai dengan target indicator kinerja yang telah ditetapkan dalam Dokumen Perjanjian Kinerja BPPT 2015, yaitu Nilai Hasil Evaluasi

Dalam membuat sebuah media audio visual yang menarik dan dapat memenuhi kebutuhan masyarakat yaitu dengan membuat sebuah video yang berisikan infomasi- informasi

Dalam rangka mencapai tujuan dan sasaran organisasi, Satuan Polisi Pamong Praja merumuskan strategi yang merupakan rencana menyeluruh dan terpadu. Meningkatkan

Untuk lebih mengoptimalisasi keberhasilan mediasi di pengadilan tersebut, maka harus dilakukan suatu langkah penguatan mediasi diantaranya yaitu memberikan pemahaman mengenai

Jen (2002) berpendapat bahwa keterlibatan pemakai yang semakin sering akan meningkatkan kinerja SIA dikarenakan adanya hubungan yang positif antara keterlibatan pemakai