• Tidak ada hasil yang ditemukan

TINJAUAN USAHA BISNIS RITEL & KEMITRAAN

Dalam dokumen Bank Rakyat Indonesia Agroniaga Tbk 2015 (Halaman 56-58)

Besarnya pangsa perbankan dalam keseluruhan sistem keuangan nasional,menuntut peran lebih sektor perbankan yang dapat memberdayakan ekonomi masyarakat dan membuka akses bagi seluruh golongan pengusaha guna mengawal pencapaian pertumbuhan ekonomi yang ada saat ini. Secara umum, para pelaku usaha sepakat bahwa sektor riil akan kembali bergerak, apabila UMKM diberdayakan, mengingat sebagian besar kebutuhan masyarakat disediakan oleh UMKM. Di sisi lain, pemberdayaan UMKM akan sangat bergantung pada adanya dukungan perbankan berupa penyaluran kredit.

Sejalan dengan tujuan Perbankan Indonesia untuk menunjang pelaksanaan pembangunan nasional dalam rangka meningkatkan pemerataan, pertumbuhan ekonomi, dan stabilitas nasional ke arah peningkatan kesejahteraan rakyat banyak, Bank BRI AGRO berkomitmen dalam pengembangan bisnis di sektor UKM melalui penyaluran kredit pada sektor-sektor riil, dengan tetap berpedoman pada prinsip kehati-hatian (prudential banking).

Untuk mendukung tercapainya visi dan misi perseroan dan sekaligus memberikan manfaat bagi para pemangku kepentingan, Bank BRI AGRO secara khusus menyiapkan produk-produk bisnis yang relevan dan fokus pada pengembangan bisnis UKM yang dirangkum dalam satu bidang bisnis yang disebut dengan Bisnis Ritel dan Kemitraan.

Secara garis besar bisnis ritel dan kemitraan didefinisikan berdasarkan besaran kredit, yaitu mulai dari Rp.100.000.000,- sampai dengan Rp.5.000.000.000,- baik itu untuk tujuan produktif maupun konsumtif. Produk-produk bisnis yang ditawarkan semakin variatif dan disesuaikan pada ‘customer need’, yang antara lain adalah :

Kredit Modal Kerja

- Kredit Modal Kerja Dasar - Kredit Modal Kerja Konstruksi

- Kredit Modal Kerja Konstruksi Pengembang • Kredit InvestasiKredit Konsumtif - Agro Griya - Agro Mobil - KMG • Kredit Kemitraan - Kredit Karyawan - Kredit SHT • Kredit Program

Produk-produk pembiayaan di atas dikembangkan untuk menyasar sektor bisnis ritel dalam skala UKM untuk dapat memberikan kontribusi positif dengan volume portofolio yang semakin seimbang dengan sektor bisnis lainnya.

Dalam upaya peningkatan pemasaran, pengembangan bisnis dan pelaksanaan fungsi kontrol terhadap unit kerja bisnis di Cabang dan Cabang Pembantu, Divisi Bisnis Ritel & Kemitraan melakukan perubahan dan pembenahan internal. Beberapa langkah strategis dilaksanakan untuk dapat menyesuaikan diri terhadap arah perubahan yang positif sehingga Divisi Bisnis Ritel & Kemitraan dapat menunjukkan eksistensi dan fungsinya dalam mendukung Visi dan Misi perseroan secara umum. Beberapa langkah strategis yang dilaksanakan antara lain :

Dalam upaya menyukseskan rencana bisnis tahun 2015, Divisi Bisnis Ritel & Kemitraan telah menyiapkan strategi- strategi pencapaian yang mencakup seluruh aspek utama dan aspek pendukung dalam perangkat bisnis itu sendiri. Fokus pada perbaikan sistem kerja, budaya kerja, memperkuat SDM dan kualitas SDM dan membangun jaringan bisnis yang berskala nasional merupakan garis besar rencana bisnis Divisi Bisnis Ritel dan Kemitraan Penyusunan strategi dimaksud dibagi atas :

1. Strategi Umum

Merupakan garis besar kerja Divisi Bisnis Ritel & Kemitraan dalam menciptakan perangkat bisnis yang mapan dan sesuai dengan kebutuhan Bank BRI AGRO pada umumnya, antara lain :

• Meletakkan fungsi utama Divisi Bisnis Ritel dan Kemitraan pada fungsi monitoring dan pembinaan, fungsi pengembangan kebijakan kredit ritel dan kemitraan serta fungsi marketing untuk produk- produk massal yang dapat dieksekusi di seluruh unit

kerja Bank BRI AGRO.

• Mengevaluasi/membuat produk-produk bisnis yang sehat dengan potensi bisnis yang menguntungkan. • Melakukan mapping business per unit kerja cabang

sebagai pedoman pengembangan bisnis ritel dan kemitraan secara terstruktur dan terukur.

• Membuat sistem monitoring kinerja yang secara spesifik langsung menyentuh personal AO.

• Melaksanakan monitoring pipeline dan realisasinya setiap bulan secara kontinyu melalui sistem pelaporan unit kerja kepada Divisi.

• Melaksanakan sistem pendampingan langsung dalam analisa kredit di Kantor Cabang dan KCP. • Melaksanakan program pelatihan dan pendidikan

untuk meningkatkan kompetensi PKL (Pejabat Kredit Lini).

• Melakukan sosialisasi early warning system secara kontinyu kepada unit kerja untuk mengantisipasi dan meminimalisir terjadinya kredit bermasalah.

• Pembukaan jaringan unit kerja di daerah-daerah untuk membuka peluang pasar dan meningkatkan kualitas layanan bagi seluruh unit stakeholder Bank BRI AGRO.

• Menjadikan Divisi Bisnis Ritel dan Kemitraan sebagai konsultan bisnis bagi Unit Kerja dan developer jaringan bisnis bagi unit kerja ritel.

2. Strategi Khusus (Pengembangan Bisnis)

Merupakan langkah-langkah spesifik yang dilakukan untuk pengembangan bisnis ritel dan konsumer, antara lain :

a. Bisnis Ritel :

• Melakukan pemetaan pipeline bisnis dari trickledown business debitur-debitur Korporasi yang memiliki potensi dan direkomendasikan untuk diberikan pembiayaan ritel.

• Evaluasi dan Penyempurnaan skim kredit yang ada untuk perbaikan dan menambah produk baru untuk memperluas pasar pembiayaan ritel yang sehat. (seperti : KMK Konstruksi Pengembang). • Kerjasama dengan perusahaan asuransi kredit

untuk meng-cover debitur-debitur potensial yang

tidak memiliki jaminan kredit yang mencukupi (sedang berjalan dengan Askrindo, Perum Jamkrindo)

• Pembukaan outlet-outlet Cabang dan atau KCP untuk meningkatkan wilayah ekspansi kredit. • Optimalisasi produk-produk kredit berbasis

collateral (Agro Griya, KMG, dll).

b. Bisnis Kemitraan Konsumtif :

• Membuka jaringan bisnis dengan instansi-instansi yang memiliki jaringan unit kerja di unit kerja Bank BRI AGRO melalui prakarsa Perjanjian Kerja Sama (PKS) induk di kantor pusat untuk kemudian dapat dieksekusi oleh unit kerja Bank BRI AGRO di lapangan (misalnya : Askrindo, Jamsostek, dll). • Melakukan pemasaran kredit kemitraan kepada

anak (grup) usaha BRI (misalnya ; BRIngin Life, BRI Syariah, dll).

• Potensi penyaluran kredit karyawan kepada perusahaan multifinance besar dengan rating baik dan telah menjadi Debitur Bank BRI AGRO di Korporasi.

• Pemasaran intensif produk kredit karyawan produktif kepada perusahaan mitra (seperti: PTPN), BUMN dan perusahaan swasta besar lainnya.

• Pengembangan kerjasama linkage program dengan BPR dan lembaga keuangan lainnya. • Memperluas skim kredit kepemilikan kendaraan

bekerjasama dengan perusahaan multifinance (channeling).

• Program kredit dengan ketentuan khusus (a.l. suku bunga khusus, pembebasan biaya administrasi) pada momen hari jadi perusahaan debitur inti Bank BRI AGRO dan captive market.

c. Bisnis Program

• Kerjasama pembiayaan plasma dengan Perusahaan inti yang telah menjadi debitur Bank BRI AGRO. • Kerjasama pembiayaan plasma dengan Perusahaan

BUMN (PTPN, dll)

• Kerjasama pembiayaan plasma dengan Perusahaan swasta besar (SinarMas Group, dll).

• Melakukan perluasan ekspansi pembiayaan diluar komoditi perkebunan, seperti pangan, holtikultura, peternakan dan perikanan dengan mempertimbangkan potensi pasar dan kompetensi SDM.

• Optimalisasi limit pembiayaan kredit program bersubsidi dari Pemerintah.

Roadmap bisnis yang disusun melalui penetapan strategi bisnis tahun 2015 telah disusun dalam bentuk program kerja yang disertai dengan time table pelaksanaannya sehingga terdapat fungsi kontrol terhadap seluruh rencana kerja Divisi Bisnis Ritel & Kemitraan untuk mencapai tingkat pencapaian yang optimal.

BISNIS MENENGAH

Dalam dokumen Bank Rakyat Indonesia Agroniaga Tbk 2015 (Halaman 56-58)