Reaktor Analyzer Defender Prospektor
Mean of Pertumbuhan Penjualan
.08 .07 .06 .05 .04 .03 .02 .01 0.00
Gambar 7. Diagram Means Plot Pertumbuhan Penjualan (Sales) Sumber : Lampiran 35
Berdasarkan output deskripsi statistik pada Lampiran 36 dan Gambar 7 di atas, terlihat bahwa industri kecil dan menengah yang masuk ke dalam kelompok tipe strategi Analyzer memiliki mean paling besar dibandingkan tiga kelompok tipe strategi lainnya, yaitu sebesar 0,0698. Kemudian diikuti oleh kelompok tipe strategi Prospektor dengan
mean sebesar 0,0386, kelompok tipe strategi Defender sebesar 0,0305 dan yang memiliki mean paling kecil adalah kelompok tipe strategi Reaktor sebesar 0,0100. Hal ini mengindikasikan bahwa tipe strategi Analyzer memiliki kesuksesan usaha paling tinggi dibandingkan tipe strategi yang lainnya, yang diukur berdasarkan pertumbuhan penjualan (sales).
5.4. Pembahasan Hasil Penelitian
Dari hasil analisis cluster didapatkan bahwa ada empat kelompok tipe strategi, yaitu Cluster 1 yang terdiri dari indikator produk baru yang pertama (X1.1), pemimpin pasar (X1.2), dan fleksibilitas (X1.3). Kalau dihubungkan dengan tipologi strategi Miles dan Snow, cluster dengan karakteristik seperti itu dinamakan tipe strategi Prospektor. Responden yang termasuk dalam tipe strategi ini sebanyak 21 responden dimana indicator yang paling sering sering dilakukan adalah membuat produk baru yang pertama (X1.1). Cluster 2 yang terdiri dari indikator produk yang terfokus (X2.1), pasar yang terfokus (X2.2), dan efisiensi (X2.3) kemudian dinamakan tipe strategi Defender dengan jumlah responden yang termasuk di dalamnya sebesar 21 responden dengan indicator yang paling sering dipertimbangkan adalah efisiensi (X2.3). Cluster 3 yang terdiri dari indikator produk yang berkesinambungan (X3.1), penganalis tren pasar (X3.2) dan penganalis pesaing (X3.3) dinamakan tipe strategi Analyzer dengan jumlah responden yang termasuk di dalamnya sebesar 51 responden dengan indikator paling sering dipertimbangkan responden adalah membuat produk yang berkesinambungan (X3.1). Cluster terakhir,
yaitu Cluster 4 yang terdiri dari indikator produk sesuai dengan lingkungan tekanan (X41), pasar sesuai dengan pesaing (X4.2), dan kurang baik dalam strategi persaingan (X4.3) dinamakan tipe strategi Reaktor. Responden yang termasuk dalam tipe strategi ini sebanyak 6 responden dengan indikator yang paling sering dipertimbangkan responden adalah membuat produk sesuai dengan tekanan lingkungan (X4.1) dan kurang baik dalam strategi persaingan (X4.3).
Untuk digunakan membedakan kesuksesan usaha di antara keempat kelompok tipe strategi digunakan analisis ANOVA dengan menggunakan metode One-Way. Pengukuran kesuksesan usaha dengan menggunakan tingkat ketahanan usaha (survival), pertumbuhan tenaga kerja (employeement) dan pertumbuhan penjualan (sales). Dari analisis One-Way ANOVA didapatkan bahwa tingkat ketahanan usaha (survival) dan pertumbuhan tenaga kerja (employeement) untuk test homogenitas varians, memiliki tingkat probabililitas < 0,05 yaitu masing-masing sebesar 0,000 dan 0,001 yang berarti bahwa kedua pengukuran kesuksesan ini tidak memiliki varians yang sama sehingga tidak memenuhi asumsi dasar dari uji beda dengan menggunakan analisis ANOVA dimana semua kelompok harus memiliki varians yang sama. Untuk itu, ketahanan usaha (survival) dan pertumbuhan tenaga kerja (employeement) tidak bisa dipakai untuk menguji perbedaan masing-masing kelompok.
Sedangkan, untuk pertumbuhan penjualan (Sales) dari analisis One-Way ANOVA untuk uji homogenitas memiliki nilai probabilitas > 0,05 yaitu sebesar 0,128 yang berarti bahwa pengukuran kesuksesan dengan
menggunakan pertumbuhan penjualan semua kelompok memiliki varians yang sama sehingga sehingga bisa digunakan untuk menguji perbedaan masing-masing kelompok. Masing-masing kelompok tipe strategi (prospektor, defender, analyzer dan reactor) untuk pertumbuhan penjualan (sales), secara signifikan berbeda yang bisa dilihat dari nilai F hitung yang sebesar 12,050 > F tabel Į 0,05 (df. 3-96) = 2,70.
Untuk melihat perbedaan means masing-masing kelompok tipe strategi kita lakukan Post Hoc Test, dimana jika nilai probabilitas kedua kelompok itu > 0,05 maka rata-rata means dinyatakan secara signifikan tidak berbeda (sama), sebaliknya jika nilai probabilitas kedua kelompok itu < 0,05 maka rata-rata means dinyatakan secara signifikan berbeda (tidak sama). Berdasarkan hasil Post Hoc Test didapatkan hubungan antara kelompok tipe strategi prospektor – defender, prospektor – reaktor dan defender – reaktor secara signifikan tidak ada perbedaan karena memiliki tingkat probabilitas > 0,05 yaitu masing-masing sebesar 0,860; 0,256 dan 0,549. Sedangkan untuk hubungan antara kelompok tipe strategi prospektor – analyzer, defender – analyzer dan analyzer - reaktor secara signifikan ada perbedaan karena memiliki tingkat probabilitas < 0,05 yaitu masing-masing sebesar 0,003; 0,000 dan 0,000. Jadi dapat kita tarik kesimpulan kelompok tipe strategi yang memiliki perbedaan rata-rata means paling nyata adalah kelompok tipe strategi Analyzer dibandingkan ketiga kelompok lainnya.
Berdasarkan gambar diagram means plot dan tabel deskriptif pertumbuhan penjualan dapat dilihat bahwa bahwa industri kecil dan menengah yang memiliki tipe strategi Analyzer memiliki mean paling
besar dibandingkan tiga tipe strategi lainnya, yaitu sebesar 0,0698. Kemudian diikuti oleh tipe strategi Prospektor dengan mean sebesar 0,0386, tipe strategi Defender sebesar 0,0305 dan yang memiliki mean paling kecil adalah tipe strategi Reaktor sebesar 0,0100. Hal ini mengindikasikan bahwa tipe strategi Analyzer memiliki kesuksesan usaha paling tinggi untuk pertumbuhan penjualan (sales) dibandingkan tipe strategi yang lainnya.
5.5. Pembuktian Hipotesis
5.5.1. Hipotesis 1
Dari hasil pembahasan di atas, dapat kita lihat bahwa dari hasil analisis cluster terdapat empat kelompok industri kecil dan menengah di Kawasan Sarbagita, Bali, yaitu : a) tipe strategi prospektor, dengan karakteristik produk baru yang pertama, pemimpin pasar, dan fleksibilitas; b) tipe strategi defender dengan karakteristik efisiensi, pasar yang terfokus, dan produk yang terfokus; c) tipe strategi analyzer, dengan karakteristik produk yang berkesinambungan, penganalis tren pasar dan penganalis pesaing; dan d) tipe strategi reaktor, dengan karakteristik produk sesuai dengan tekanan lingkungan, kurang baik dalam strategi persaingan dan pasar sesuai dengan pesaing. Hal ini mengindikasikan bahwa hipotesis 1 dalam penelitian, yaitu diduga ada empat kelompok tipe strategi, yaitu : Prospektor, Defender, Analyzer dan Reaktor pada industri kecil dan menengah di Kawasan Sarbagita, Bali dapat diterima.
5.5.2. Hipotesis 2
Berdasarkan hasil pembahasan di atas, melalui analisis ANOVA didapatkan bahwa setiap kelompok tipe strategi yang terbentuk memiliki perbedaan kesuksesan dimana tipe strategi analyzer memiliki rata-rata kesuksesan usaha paling tinggi yang diukur melalui pertumbuhan penjualan (sales) dibandingkan tiga kelompok lainnya, yaitu : tipe strategi prospektor, defender dan reaktor. Hal ini mengindikasikan bahwa hipotesis 2 dalam penelitian ini ditolak karena pada hipitesis 2 diduga ada perbedaan kesuksesan antar kelompok tipe strategi industri kecil dan menengah di Kawasan Sarbagita, Bali dimana kelompok tipe strategi prospektor memiliki tingkat kesuksesan tertinggi.
5.6. Implikasi Penelitian
Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi, baik bagi pengusaha/pengrajin maupun bagi peneliti-peneliti lain terhadap variable-variabel yang melandasi dan mendukung tipe strategi terhadap kesuksesan industri kecil dan menengah.
Hasil analisis penelitian ini menunjukkan bahwa industri kecil dan menengah di Kawasan Sarbagita, Bali terdapat empat kelompok tipe strategi yang didasarkan pada Tipologi Miles dan Snow, yaitu : tipe strategi prospektor, defender, analyzer dan reaktor. Dari keempat kelompok tersebut, ternyata kelompok tipe strategi analyzer yang memiliki kesuksesan usaha yang paling tinggi yang diukur dengan menggunakan rata-rata pertumbuhan penjualan selama lima tahun terakhir. Hasil penelitian ini, memiliki perbedaan dengan penelitian yang
dilakukan oleh McCann, Leon-Guerrero dan Haley (2001:50), yang secara empiris menemukan bahwa :
Tipe strategi prospektor memiliki kesuksesan lebih tinggi dibandingkan tipe strategi lainnya, yaitu : defender, analyzer dan reaktor pada usaha keluarga di Amerika Serikat.
Perbedaan hasil temuan ini dikarenakan oleh adanya perbedaan budaya kerja antara pengusaha industri kecil dan menengah di Indonesia, khususnya di Bali dengan pengusaha yang ada di Amerika Serikat, dimana pengusaha-pengusaha di Bali lebih cenderung untuk meminimalkan resiko dengan menyempurnakan produk-produk yang sudah ada atau mencontoh dari pengusaha lain yang sudah bisa diserap oleh pasar daripada membuat produk yang benar-benar baru yang belum tentu bisa diterima oleh pasar. Lain halnya dengan pengusaha di Amerika Serikat yang cenderung lebih inovatif dalam menciptakan ide-ide produk baru dimana konsumennya bisa dengan cepat menerima keberadaan produk baru tersebut. Selain itu, pengusaha di Bali juga lebih banyak menerima pesanan sesuai dengan apa yang diinginkan konsumen atau pasar sehingga produk-produk yang dihasilkan pun bisa mengikuti tren pasar sehingga dapat meningkatkan penjualan dari industri kecil dan menengah itu sendiri.
5.7. Keterbatasan Penelitian
Beberapa keterbatasan yang dialami peneliti dalam penelitian ini, selain keterbatasan waktu dan biaya adalah ;
1. Data pendukung dari instansi terkait tidak lengkap dan tidak semuanya merupakan data terbaru sehingga tidak semua objek penelitian dapat terdeteksi.
2. Adanya perbedaan birokrasi masalah perijinan pengambilan data pada masing-masing daerah yang mengakibatkan data yang diambil pun tidak bisa maksimal.
3. Situasi responden pada saat pengisian kuesioner yang tidak dapat diduga, dimana pada saat pengisian kuesioner tersebut secara psikologis berada pada kondisi senang atau tidak yang mungkin dapat mempengaruhi responden dalam menjawab kuesioner. Hal ini karena pada saat penelitian ini dilakukan banyak responden yang sedang sibuk beraktivitas.
4. Keterbatasan peneliti dalam mengontrol setiap responden, dimana beberapa responden menunjukkan keinginannya untuk mendapatkan penjelasan secara lebih detail menyangkut beberapa item pertanyaan dalam kuesioner. Namun karena situasi dan kondisi, peneliti tidak dapat secara maksimal memberikan penjelasan sebagaimana yang diharapkan.
5. Responden tidak mengembalikan kuesioner atau kuesioner dianggap gugur karena jawaban tidak lengkap sehingga peneliti harus mencari responden pengganti untuk memperoleh sampel yang diharapkan.
6. Variabel yang dipakai dalam penelitian ini hanya tipe strategi dari sudut pandang Tipologi Miles dan Snow dan pengukuran kesuksesan usaha dengan indikator ketahanan usaha (survival), pertumbuhan tenaga kerja (employment) dan pertumbuhan penjualan (sales) .
5.8. Usulan Penelitian Lanjutan
Merujuk pada keterbatasan yang dihadapi dalam penelitian ini, maka dapat kami usulkan bagi peneliti selanjutnya yang akan meneliti permasalahan industri kecil dan menengah kiranya memperhatikan hal-hal sebagai berikut :
1. Peneliti selanjutnya dapat mengambil salah satu dari daerah tingkat II yang dipakai dalam penelitian ini sehingga bisa lebih spesifik menggambarkan industri kecil dan menengah di Kawasan Sarbagita, Bali.
2. Peneliti berikutnya sebaiknya lebih memahami psikologis pengusaha industri kecil dan menengah (responden), karena berdasarkan pengalaman banyak dari mereka memiliki tingkat aktivitas yang tinggi, sehingga dapat mempengaruhi akurasi mereka dalam pengisian jawaban kuesioner.
3. Peneliti selanjutnya dapat menggunakan variabel tipologi strategi dan indikator kesuksesan usaha lainnya yang relevan atau memodifikasikannya dengan variabel yang dipakai dalam penelitian ini sehingga memperkaya hasil temuan tentang tipe strategi dan kesuksesan industri kecil dan menengah.